"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Adab Belajar

A. Standar Kompetensi
Membiasakan perilaku terpuji

B. Kompetensi Dasar
1. Membiasakan melakukan adab-adab sebelum belajar
2. Menumbuhkan motivasi belajar

C. Indikator Pencapaian
1. Siswa dapat menyebutkan adab-adab belajar
2. Siswa dapat melafalkan doa sebelum belajar
3. Siswa dapat membiasakan berdoa sebelum belajar

D. Uraian Materi
Belajar merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan oleh ALLAH, beberapa keutamaan belajar atau menuntut ilmu.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menempuh sesuatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan disitu, maka Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan untuk menuju ke surga." (HR. Muslim).

Adab-adab belajar adalah:
1. Memiliki niat yang lurus.
Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya segala perbuatan tergantung dengan niat dan akan dibalas sesuai dengan niatnya,..

2. Memberi salam kepada guru dengan santun.
Mengucap salam adalah do‟a, maka harus diucapkan dengan santun dan lemah lembut. Terlebih kepada orang yang lebih tua atau guru yang mengajari kebaikan.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak." (Muttafaq Alaihi). Menurut riwayat Muslim: "Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan."

3. Membaca doa sebelum belajar.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim)

Doa mau belajar adalah:

Artinya: “Wahai Allah Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan berilah aku kefahaman yang luas.”

4. Tidak berbicara atau mengobrol ketika guru sedang menjelaskan.
5. Bersikaplah hormat dan patuh kepada bapak dan ibu guru.
6. Selesai belajar maka membaca doa sesudah belajar.

Doa setelah belajar adalah:

Artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku menitipkan kepadamu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah kepadaku pada waktu aku membutuhkannya, dan janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya wahai Tuhan semesta alam.”

Sebagai ilustrasi silakan simak video berikut ini:

Allahu a'lam.


Bagikan:

Persahabatan yang Diberkahi

Standar Kompetensi:
Memperkuat ikatan dengan sunah Rasulullah Saw berlandaskan pemahaman dan cinta kepada ajarannya. Ikatan dengan petunjuknya dan mengamalkan hukum-hukumnya dengan pemahaman yang baik serta merumuskan sasaran-sasarannya yang memberikan petunjuk untuk setiap zaman dan tempat, dan kembali kepadanya dalam setiap keadaan.

Kompetensi Dasar:
Mengetahui makna persahabatan yang diberkahi seperti yang terdapat dalam hadits ini.

Indikator Pencapaian Hasil:
1. Peserta dapat memahami persahabatan yang diberkahi Allah SWT
2. Peserta dapat memilih sahabat yang baik

Sesungguhnya diri seorang mukmin pada awalnya seperti kertas putih yang suci dan ayahnyalah yang akan mewarnai dirinya, kemudian lingkungan tempat tinggalnya atau orang-orang disekelilingnya yang berpotensi mewarnai diri seseorang.

Oleh karena itu, Nabi SAW mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam memilih teman setia.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Isi dan Kandungan Hadits
Hadits ini mengajak kita untuk memilih teman. Tidak ada teman yang lebih baik daripada teman yang shaleh. Dialah yang menunjukkan semua bentuk kebaikan dan menjauhkannya dari segala bentuk kejahatan. 

Kebalikannya, teman yang jahat tidak bermanfaat selamanya dan tidak ada kebaikan berteman dengannya. Teman yang jahat bagaikan api yang dapat membakar orang yang bersamanya. 

Memilih teman sangat dianjurkan. Bergaul dengan orang-orang baik dan shaleh, sungguh diperintahkan. Orang-orang shaleh mempunyai sifat seperti seekor lebah, makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik pula. Bila hinggap pada setangkai bunga, ia tidak pernah merusaknya. 

Kelembutan tutur kata, senyuman tulus di bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji saat berjumpa merupakan hiasan yang selalu dikenakan orang-orang mulia.

Persahabatan mempengaruhi hidup manusia. Memilih pergaulan sebagai cara memperbagus persahabatan. Sebaik-baik orang yang bersahabat ialah mereka yang berjumpa karena Allah dan apabila berpisah juga karena Allah. 

Jangan sampai sahabat kita akan menenggelamkan diri kita sendiri, karena harus mengikuti kemauannya tanpa mengetahui tujuan dan arah yang jelas serta bermanfaat.

Teman sejati adalah Teman yang mengajak kepada Allah
Kita hidup dalam dinamika masyarakat yang sangat beragam, ada kawan yang kesehariannya memiliki komitmen kehidupan yang baik, taat ibadah, tuturlakunya halus dan menjaga setiap yang masuk dalam tubuhnya. Namun, tidak dapat kita pungkiri kita temukan juga kawan yang berperangai buruk, kasar, urakan dan lemah komitmen dalam ibadah. 

Semua ini menutut kita untuk memiliki sikap bijak karena tidak mungkin kita hanya bergaul dengan sebagian kawan sementara tidak perhatian terhadap yang lain.

Nabi SAW mengajarkan kepada kita betapa cerdasnya beliau berinteraksi dengan masyarakat baik yang mukmin maupun yang kafir, tapi Nabi SAW tidak pernah memilih orang kafir sebagai kawan setia dalam perjalanan hidupnya. 

Beliau memilih sahabat berkarakter seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali dan Utsman dan banyak sahabat lainnya yang memiliki karakter kesholehan, sehingga beliau dan para sahabat mampu istiqomah dalam kebaikan karena terjaga dengan lingkungan yang baik.

Pelajaran Yang Dapat Dipetik
1. Setiap muslim harus memilih teman yang baik, sholeh dan bertutur kata baik.

2. Sahabat yang baik menunjukkan semua bentuk kebaikan dan menjauhkan semua bentuk keburukan.

3. Jangan bersahabat dengan orang yang tidak membangkitkan semangat beribadah, serta ucapan yang tidak membawa kalian mendekati Allah. Jangan bersahabat karena kelebihannya,karena kemungkinan satu kekurangan darinya,kau mungkin akan menjauhinya.

Contoh kisah
Ali bin Abi Thalib merupakan saudara dekat Nabi SAW, sejak kecil beliau sudah hidup berdampingan dengan Nabi SAW. Seringkali juga mendapatkan hikmah kehidupan dari Nabi SAW. Walaupun saudara namun Ali dan Nabi SAW seperti sahabat yang akrab. 

Ketika risalah Islam turun maka Ali merupakan sahabat awalan yang masuk Islam perantara tangan Nabi SAW. Ali mendapatkan keberkahan tersebut karena merupakan mukmin yang komitmen untuk memilih lingkungan yang baik dan sahabat yang baik.

Sebagai ilustrasi silakan simak video berikut ini:

Allahu a'lam.



Bagikan:

Takut Kepada Allah SWT

Pernahkah kita tersadar bahwa lancangnya kita melakukan hal-hal yang dilarang agama, meninggalkan perintah agama, dan meremehkan ajaran-ajaran agama itu semua karena betapa minimnya rasa takut kita kepada Allah. Bahkan kita terkadang lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah Ta‟ala. 

Padahal Allah SWT berfirman: “..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS. Al Ma‟idah: 44).

Maka takut kepada Allah (al khauf minallah) adalah ibadah salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.

Takut kepada Allah adalah sifat orang yang bertaqwa, dan ia juga merupakan bukti imannya kepada Allah. 

Lihatlah bagaimana Allah mensifati para Malaikat, Allah Ta‟ala berfirman: “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An Nahl: 50).

Lihat juga bagaimana Allah Ta‟ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi 'alahimus wassalam: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)

Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta‟ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu‟alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Allah Ta‟ala juga berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28)

Ya, karena para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta‟ala.

Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab- Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu‟alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan kalian akan keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Demikian, sehingga tidaklah heran jika sahabat Umar bin Khattab radhiallahu‟anhu, sahabat Nabi yang alim lagi mulia dan stempel surga sudah diraihnya, beliau tetap berkata: “Andai terdengar suara dari langit yang berkata: "Wahai manusia, kalian semua sudah dijamin pasti masuk surga kecuali satu orang saja‟. Sungguh aku khawatir satu orang itu adalah aku” (HR. Abu Nu‟aim dalam Al Hilyah, 138)

Orang yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Shallallahu‟alahi Wasallam, Abu Hurairah Radhiallahu‟anhu, beliau ulama di kalangan para sahabat, yang tidak perlu kita ragukan lagi keutamaannya, beliau pun menangis ketika sekarat menghadapi ajalnya dan berkata: “Aku tidak menangis karena urusan dunia kalian. Aku menangis karena telah jauh perjalananku, namun betapa sedikit bekalku. Sungguh kelak aku akan berakhir di surga atau neraka, dan aku tidak mengetahi mana yang diberikan padaku diantara keduanya” (HR Nu‟aim bin Hammad dalam Az Zuhd, 159)

Maka orang-orang yang lancang berbuat maksiat, yang mereka tidak memiliki rasa takut kepada Allah, adalah karena kurangnya ilmu mereka terhadap agama Allah serta kurangnya ma‟rifah mereka kepada Allah Ta‟ala.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adalah bagaimana kita memupuk rasa takut kepada Allah Ta‟ala?
1. Mengingat betapa lemahnya kita, dan betapa Allah Maha Perkasa.

2. Sadarlah betapa kita ini kecil, lemah, hina di hadapan Allah. Sedangkan Allah adalah Al Aziz (Maha Perkasa), Al Qawiy (Maha Besar Kekuatannya), Al Matiin (Maha Perkasa), Al Khaliq (Maha Pencipta), Al Ghaniy (Maha Kaya dan tidak butuh kepada hamba).

3. Betapa lemahnya hamba sehingga ketika hamba tertimpa keburukan tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Allah. Ia berfirman (yang artinya) : “Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri” (QS. Al An‟am: 17)

4. Betapa Maha Besarnya Allah, hingga andai kita durhaka kepada Allah, sama sekali tidak berkurang kemuliaan Allah. “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. An Nisa: 131)

Simak video ilustrasinya berikut ini:

Dengan semua kenyataan ini masihkah kita tidak takut kepada Allah?

Allahu a'lam.

Bagikan:

Mengenal Agama, Tempat Ibadah, dan Hari Besar Keagamaan di Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi hanya mengakui 6 (enam) agama, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

1. Islam
Tempat ibadahnya Masjid (Mosque). Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Saat ini ada lebih dari 207 juta muslim di Indonesia. Kitab suci agama Islam adalah Al-Qur’an. Jumlah penganutnya sekitar 87,2%. 

Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj.

(Sumber: Indonesia.go.id)

2. Protestan
Tempat ibadahnya Gereja (Church). Agama Kristen Protestan adalah sebuah denominasi dalam agama Kristen, yang muncul setelah protes Marthin Luther pada 1517. Kitab suci Protestan adalah Al-Kitab (Injil). . Jumlah penganutnya sekitar 6,9%.

Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih

(Sumber: Indonesia.go.id)

3. Katolik
Tempat ibadahnya Gereja (Church). Kristen Katolik di Indonesia berawal dari kedatangan bangsa Portugis ke kepulauan Maluku, dan orang Maluku adalah yang pertama menjadi Katolik di Indonesia. Kitab suci agama ini adalah Al-Kitab (Injil). Jumlah penganutnya sekitar 2,9%.

Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.

(Sumber: Indonesia.go.id)

4. Hindu
Tempat ibadahnya Pura (Hindu Temple). Hindu memiliki sejarah yang paling panjang dibanding agama resmi lain di Tanah Air. Bali memiliki penganut agama hindu terbesar. Kitab suci Hindu adalah Veda/Weda. Jumlah penganutnya sekitar 1,7%.

Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi.

(Sumber: Indonesia.go.id)

5. Buddha
Tempat ibadanya Vihara (Buddhist Temple). Agama Buddha merupakan agama tertua di dunia dan juga di Indonesia, yang berasal dari India. Buddha berkembang cukup baik di daerah Asia. Kitab suci agama Buddha adalah Tripitaka. Jumlah penganutnya sekitar 0,7%.

Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.

(Sumber: Indonesia.go.id)

6. Khonghucu
Tempat ibadahnya Klenteng/Litang (Confucian Temple). Penyebaran agama Khonghucu ke Tanah Air dilakukan oleh orang-orang Tionghoa yang merantau ke Indonesia. Shishu Wujing adalah nama kitab suci Khonghucu. Jumlah penganutnya sekitar 0,05%.

Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh.

(Sumber: Indonesia.go.id)

Demikian informasi tentang 
Mengenal Agama, Tempat Ibadah, dan Hari Besar Keagamaan di Indonesia. Tulisan ini diramu dari Indonesia.go.id dan ilmupengetahuanumum.com.


Baca juga:
Rekrutmen 49.549 Formasi PPPK Kementerian Agama (Kemenag) 2022

BARU: Rekrutmen Calon Guru Penggerak dan Calon Pengajar Praktik Angkatan 9 dan 10


Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 7

Lokakarya 1 Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 7



Materi SKU Pramuka: Bendera dan Lambang Negara Republik Indonesia

Tanda Pengenal Gerakan Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka

Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Pramuka Siaga dan Penggalang

Aksi Nyata Menerapkan Kode Kehormatan Pramuka

Mengenal Agama, Tempat Ibadah, dan Hari Besar Keagamaan di Indonesia

Hari Besar Nasional, Internasional, dan Keagamaan

Mengenal Cara Mudah Menghafal dan Menggunakan Sandi Rumput

Lagu Indonesia Raya

Mengenal Cara Mudah Menghafal dan Menggunakan Sandi Morse

Mengenal Sandi Kotak Pramuka dan Cara Penggunaannya

Bagikan:

Hadits Menyingkirkan Rintangan

A. Standar Kompetensi
Memperkuat ikatan dengan sunah Rasulullah Saw berlandaskan pemahaman dan cinta kepada ajaran-ajarannya. Ikatan dengan petunjuk-petunjuknya dan mengamalkan hukum-hukumnya dengan pemahaman yang baik serta merumuskan sasaran-sasarannya yang memberikan petunjuk untuk setiap zaman dan tempat, dan kembali kepadanya dalam setiap keadaan lebih-lebih ketika terjadi pertentangan.

B. Kompetensi Dasar
Menerapkan perbuatan yang mempermudah urusan orang lain

C. Indikator Pencapaian
1. Peserta dapat mempermudah urusan orang lain
2. Peserta dapat melakukan perbuatan yang memudahkan urusan orang lain

D. Uraian Materi
Islam adalah agama yang lengkap yang mengatur aturan-aturan para penganutnya. Baik itu dari segi aqidah, akhlaq, ibadah, muamalah dll, bahkan tidak lepas juga dari dimensi sosial. Tentunya semua aturan itu dibuat untuk dijalankan dengan tujuan yang satu, yaitu menggapai rahmat Allah. Dengan rahmat Allah inilah kita bisa menggapai ridho-Nya dan juga sebagai “tiket” untuk masuk surga-Nya.

Dalam sebuah hadits, Rosululloh bersabda:

مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ الطَّرِيْقِ، فَ قَالَ: وَ اللهَِ لأُنَحِّيَنَّ ىذَا عَنِ اْلمُسْلِمِيْنَ لاَ ي ؤُْذِ يْهِمْ، فَاُ خِْْلَ

اْلجَنَّة 

Pada suatu ketika ada seorang lelaki berjalan melalui sebuah cabang pohon yang melintang di tengah jalanan, kemudian ia berkata: “Demi Allah, niscaya pohon ini hendak kusingkirkan dari jalanan kaum Muslimin supaya ia tidak membuat kesukaran pada mereka itu.” Orang itu lalu dimasukkan ke dalam syurga. (HR. Muslim).

Hadits di atas dalam kutub tis'ah hanya terdapat satu hadits saja, yaitu dalam shahih Muslim hadits nomor 4744 , karena hadits ini diriwayatkan salah salah satu dari shohihain maka hadits ini berkedudukan shohih.

Dalam kisah di atas, Rasulullah SAW menceritakan seseorang yang sedang berjalan di suatu jalan, kemudian menjumpai sebuah pohon yang memiliki banyak duri dan menghalangi jalan kaum muslimin sehingga dapat mengganggu orang-orang yang melewatinya. Kemudian, ia bertekad kuat untuk memotong dan membuangnya dengan tujuan menghilangkan gangguan dari jalan kaum muslimin. 

Dengan sebab itu, Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan memasukkan ia ke dalam surga-Nya. Bahkan, Rasulullah SAW melihatnya sedang menikmati kenikmatan di surga disebabkan amalannya tersebut.

Sungguh, laki-laki tersebut telah beramal dengan amalan yang terlihat remeh tetapi ia diganjar dengan balasan yang teramat besar. Sungguh, rahmat Allah SWT Maha Luas dan keutamaan-Nya Maha Agung. 

Apa yang dilakukan laki-laki tersebut adalah salah satu bagian kecil dari petunjuk dan syariat yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW. Memang benar bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan kita untuk berbuat sebagaimana yang telah dilakukan oleh laki-laki tersebut. 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari jalan Abu Barzah Al-Aslami, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.r. Muslim, 13:49; Ibnu Majah, 11:78)

Bahkan, Rasulullah SAW mencela dan memperingatkan dengan keras dari perilaku yang dapat mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, wajib atasnya laknat mereka.”

Untuk penjelasan hadits ini juga kami mengambil penjelasan dari hadits lain yang sudah populer, yang menerangkan bahwa iman ada 70 cabang lebih, yang paling tinggi yaitu kalimat laailaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan sesuatu dari jalan. Redaksi haditsnya sebagai berikut:

Dari Abi Hurairah ra., dari Nabi saw. Beliau bersabda, ”Iman itu tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih; yang paling utama adalah ucapan “lâ ilâha illallâhu” dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan (kotoran) dari tengah jalan, sedangkan rasa malu itu (juga) salah satu cabang dari iman.”

Penjelasan Hadits 
Dalam hadits di atas, dijelaskan bahwa cabang yang paling utama adalah tauhid, yang wajib bagi setiap orang, yang mana tidak satu pun cabang iman itu menjadi sah kecuali sesudah sahnya tauhid tersebut. 

Adapun cabang iman yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu kaum muslimin, di antaranya dengan menyingkirkan duri atau batu dari jalan mereka.

Hadits di atas menunjukkan bahwa dalam Islam, sekecil apapun perbuatan baik akan mendapat balasan dan memiliki kedudukan sebagai salah satu pendukung akan kesempurnaan keimanan seseorang.

Duri dalam konotasi secara sekilas menunjukkan pada sebuah benda yang hina. Akan tetapi, jika dipahami lebih luas, yang dimaksud dengan duri di sini adalah segala sesuatu yang dapat membahayakan pejalan kaki, baik besar maupun kecil.

Hal ini semacam ini mendapat perhatian serius dari Nabi saw. sehingga dikategorikan sebagai salah satu cabang daripada iman, karena sikap semacam ini mengandung nilai kepedulian sosial, sedang dalam Islam ibadah itu tidak hanya terbatas kepada ibadah ritual saja, bahkan setiap ibadah ritual, pasti di dalamnya mengandung nilai-nilai sosial.

Di samping hal tersebut di atas, menghilangkan duri dari jalan mengandung pengertian bahwa setiap muslim hendaklah jangan mencari kemudlaratan, membuat atau membiarkan kemudlaratan. 

Hal ini sesuai dengan sabda Rasul saw. yang dijadikan sebuah kaidah dalam Ushul Fiqh:

لاضََرَارَ وَلاَ ضِرَارَ

Janganlah mencari kemudlaratan dan jangan pula membuat kemudlaratan.

Membiarkan duri di jalan atau sejenisnya berarti membiarkan kemudlaratan atau membuat kemudlaratan baru, jika adanya duri tersebut awalnya sengaja disimpan oleh orang lain.

Sebenarnya peristiwa yang tergambarkan dalam haidts tersebut masih banyak kita jumpai di zaman sekarang ini. Jadi, pengamalannya masih sama yaitu menyingkirkan sesuatu apapun yang menjadi penghalang di jalan yang mengganggu keamanan orang muslim (beribadah) dengan niat tulus karena Allah SWT, maka akan diganjar dengan Surga.

Pada saat konteks sekarang ini ada yang muncul antara keamanaan atau mengganggu yaitu polisi tidur. Polisi tidur bagi masyarkat (sekitar) yang membuatnya dianggap membuat nyaman, karena membantu mengendalikan laju kendaraan yang lalu-lalang dan demi keamanan juga. Tapi bagi orang atau pengguna jalan ini di anggap penghambat perjalanan. Olehnya itu boleh saja jika ingin membuat polisi tidur, asalkan jangan terlalu tinggi agar tidak membahayakan para pengguna jalan raya khusus nya yang menggunakan kendaraan.

Banyak sekali dalil-dalil dalam bidang ini yang menunjukkan akhlak luhur sebagai ciri khas kaum muslimin yang beramal dengan Islam. Mereka berusaha membersihkan jalan-jalan mereka, tidak mengotori dan membuatnya jorok, serta membuang sesuatu yang menganggu darinya. Mereka menjadikannya sebagai tuntunan hidup, berharap darinya pahala tanpa bersikap secara berlebih-lebihan.

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis
1. Penjelasan tentang keutamaan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin yang mengandung pahala besar dan agung.

2. Luasnya rahmat Allah dan besarnya pahala-Nya. Allah membalas laki-laki ini dengan balasan yang besar, dengan memasukkannya ke surga lantaran amal yang sedikit, yaitu membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan.

3. Sejauh mana kaum muslimin menyelisihi ajaran-ajaran agama mereka. Sebagian tidak hanya tidak bersedia membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin, bahkan membuang sampah rumahnya dan sisa makanannya di jalan kaum muslimin.

4. Pohon yang boleh ditebang adalah yang mengganggu kaum muslimin. Pohon yang berguna bagi kaum muslimin, seperti pohon yang dipakai untuk berteduh, tidak boleh ditebang. Rasulullah SAW mengancam penebangnya dengan api neraka. Dalam hadis, “Penebang bidara akan dibenamkan kepalanya oleh Allah di neraka.” (Dinisbatkan oleh Al-Bani dalam Silsilah Shahihah (2/175), no. 615, kepada Baihaqi dan lain-lainnya).

Sebagai sebuah ilustrasi, silakan simak video berikut ini:

Allahu a'lam...

Bagikan:

Reading: My Uncle's Farm

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...


SEMANGAT PAGI SEMUANYA...

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya selalu dalam kondisi sehat dan semangat ya.

Tujuan pembelajaran ini adalah:
1. Siswa mampu membaca teks sederhana
2. Siswa mampu memahami isi teks sederhana

Kegiatannya adalah:
1. Simak gambar di bawah ini:


 
2. Simak audio cara membaca teks di atas.



Jazakumullah khairan katsir
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Bagikan:

Mengenal Nama dan Fungsi Bagian Rumah dalam Bahasa Inggris (The Parts of a House)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

SEMANGAT PAGI SEMUANYA...
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya selalu dalam kondisi sehat dan semangat.

Tujuan pembelajaran hari ini adalah:
1. Siswa mampu menyebutkan nama-nama bagian rumah.
2. Siswa mampu menceritakan fungsi bagian rumah.

VOCABULARY CORNER
(POJOK KOSA KATA)

Bathroom (kamar mandi)
Bedroom (kamar tidur)
Dining room (ruang makan)
Kitchen (dapur)
Living room (ruang tamu)
Sidewalk (trotoar)
Terrace (teras)

CONTOH KALIMAT:

1. Anna is watching TV in the living room.
(Anna sedang menonton TV di ruang tamu)

2. Arman is taking a bath in the bathroom.
(Arman sedang mandi di kamar mandi)

3. David is sleeping in the bedroom.
(David sedang tidur di kamar tidur)

4. Mother is cooking in the kitchen.
(Ibu sedang memasak di dapur)

5. Jojo is playing on the sidewalk.
(Jojo sedang bermain di trotoar)

6. Carlo is eating in the dining room.
(Carlo sedang makang di ruang makan)

Sebagai ilustrasi materi pembelajaran hari ini, silakan simak video berikut ini:



Untuk latihan soal hari ini, silakan kerjakan soal pada halaman 67 (E) dan 68 (F) pada form berikut ini!


Sumber bahan belajar:
Sulaiman, SB dan Ament, Kenneth W. 2016. Basic English 2. Jakarta: Yudhistira


Bagikan:

Tak Ada Waktu Menunda Amal - Kisah tentang Syekh Muhammad Jamil Jambek

Kisah ini tentang Syekh Muhammad Jamil Jambek.

Siapa dia? Bagaimana kisahnya?

 

Pada saat itu tahun 1940, HAMKA bercerita tentang pengalamannya tatkala berkunjung pada ulama tua yang sangat dicintai orang seantero Minangkabau. Kepada HAMKA, orang ini bercerita sambil berlinang air mata. Dialah Syekh Muhammad Jamil Jambek.

 

Pada masa mudanya, orang tua itu adalah seorang pemuda yang nakal. Berbagai kejahatan anak muda hampir semua telah dilakukannya.  Beliau berkata,  sudah tua begini dan sudah lebih dari 40 tahun berlalu, namun kalau ada orang yang menghisap candu sejauh 100 meter dari masjidku, ini hidungku masih dapat mengetahui bahwa yang dihisapnya adalah candu.

 

Beliau mengkisahkan bahwa pada suatu malam dia berjalan atau berpetualang melepaskan hati risau sebagai anak muda,  dalam kegelapan malam yang gelap gulita.  


Tiba-tiba,  terjadilah hal yang tidak disangka-sangka.  Ternyata,  ada seorang maling di kampung itu yang terpergok oleh masyarakat yang sedang meronda.  maling itupun dikejar-kejar massa yang berlarian sambil meneriakkan, Maling… Maling… Maling…! 


Maka serentak semua penduduk kampung turut pula keluar mengejar maling.  Padahal pada saat itu beliau ada di sana.  Rasa takut tiba-tiba membuncah dalam hatinya.  


Khawatir kalau penduduk kampung salah sasaran dan dia yang disangka maling.  Apalagi suara warga dan gedebuk kaki berlari semakin dekat menuju ke arahnya. 

 

Maka diputuskannya untuk lari dan bersembunyi. Dia melemparkan dirinya pada rerimbunan rumput semak belukar,  lantas dimiringkan tubuhnya dengan merapat ke tanah.  Sementara orang-orang terus berteriak,  Maling… Maling… Maling…! 

 

Sebenarnya,  dia menyadari bahwa malam itu dirinya memang juga hendak mencuri,  tetapi bukan mencuri harta melainkan mencuri hati gadis impiannya.  


Ternyata,  malam itu nasibnya memang sungguh apes.  Sebab penduduk kampung itu pun memasuki rerumputan tempatnya bersembunyi. 

 

Dalam gelap itu itu penduduk kampung melemparkan batu ke sembarang sudut semak.  Dia yang bersembunyi, tertimpa pula beberapa lemparan keras batu-batu besar yang mendarat di tubuhnya. 


Dia diam tak bergerak sambil menahan sakit.  Bahkan bekas luka lemparan batu tersebut masih membekas di tubuhnya hingga hari tuanya.

 

Entah berapa jam jam dia bersembunyi di semak ladang itu.  Sementara itu sakit yang menyiksanya hanya dia rasakan sendirian.  Dia tetap di tempat itu sambil menunggu dan meyakinkan diri bahwa penduduk kampung telah menjauh dari tempatnya. Hingga hari pun sampai pada waktu subuh. 

 

Ternyata tempat dia bersembunyi itu adalah sebuah kebun rerumputan di dekat masjid. Seorang muadzin telah melantunkan panggilan subuhnya dengan adzan. 


Selama adzan berkumandang, mengalirlah jalan hidup yang pernah dijalaninya dalam alam ingatannya.  Dia Pun Menangis.  Bukan karena sakit luka terkena lemparan batu, tetapi ingat akan irama hidupnya dalam lantunan adzan subuh itu.  


Baru ia menyadari sampai seusia itu hanya diisi dengan perbuatan sia-sia bahkan aniaya.  Mencuri, merampok, berjudi, main perempuan, dan seluruh kenangan gelapnya menari-nari dalam alunan adzan subuh.

 

Bangkitlah ia dari sembunyi. Diyakinkannya bahwa suasana benar-benar sepi. Maka sebelum para penduduk datang ke masjid itu dia segera pergi. 

 

Sementara itu, air matanya mengalir seperti sungai. Air mata penyesalan. Dia akhirnya pulang. Tetapi pagi itu ia tak hanya hendak pulang ke rumah, namun hendak pulang ke jalan Allah.  Masih ada waktu.  Dia bertekad hendak merubah jalan hidupnya. 

 

Dia teringat ayahnya.  Yaitu sebagai seorang kepala penghulu di Gurun Panjang. Betapa ia telah lama menahan malu atas tingkahnya yang berandalan itu. Maka setelah hari siang, dia menyusul ayahnya.  Di depan ayahnya itu,  itu sambil tetap berurai air mata dia minta agar dikirim ke Mekkah. 

 

Ayahnya kaget bercampur haru.  Sekarang air mata ayahnya yang tumpah karena gembira.  Dipeluklah anaknya yang telah lama hilang itu.  Dia sendiri, Engku Kepala Negeri Gurun Panjang yang akhirnya mengantarkan anaknya itu belajar ke Mekkah. 

 

Bertahun-tahun dia tinggal di sana. Berguru dengan beberapa ulama. Hingga akhirnya waktu mengajaknya pulang kembali ke Minangkabau. Dulu dia yang menjadi penjahat, kini menjadi ulama pembaharu di Minangkabau.  


Dia adalah ahli Falaq yang terkenal pada masanya.  Syekh Muhammad Jamil Jambek.  Masjidnya berada di tengah sawah,  di Bukittinggi.  Masyarakat daerah Jam Gadang Padang pun selalu ramai, banyak para murid yang semangat menimba ilmu kepadanya.

Kisah ini dikutip dari buku berjudul "Teladan Tarbiyah". Allahi a'lam.


Bagikan:

Memahami Al Quran Surat Al ‘Adiyat

Artinya:

  1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
  2. Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
  3. Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
  4. Maka ia menerbangkan debu,
  5. Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
  6. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
  7. Dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
  8. Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta.
  9. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
  10. Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
  11. Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka.

Syarah:
Allah Al-Haq Tabaraka wa Ta'ala bersumpah dengan kuda saat berlari dengan kencang, yang menyerang musuh di waktu pagi buta. Kuda yang menghamburkan debu bahkan menerbangkannya sampai ke atas kepala lalu ia membelah kerumunan musuh. Dan kuda-kuda itu pun bercampur debu-debu. 

Allah bersumpah dengan kuda yang berlari kencang hingga dari mulutnya keluar suara terengah-engah. Yang memercikkan api saat berlari dan menyerang musuh di waktu pagi. Menerbangkan debu dan membelah gerombolan musuh. Itulah gambaran kuda yang digunakan untuk berjuang di jalan Allah. Ini merupakan pernghargaan tinggi karena Allah bersumpah dengan binatang tersebut. 

Sebab kuda adalah binatang yang mempunyai kedudukan mulia. Seperti kata orang Arab, "Punggungnya adalah benteng dan perutnya laksana kubah."

Kendatipun peralatan perang sekang sudah modern namun kuda tetap mempunyai peran penting. Gambaran kuda di ayat ini mengajarkan kepada kita bagaimana mempergunakan kuda agar tidak dijadikan sebagai perhiasan saja. "Agar kalian menaikinya dan menjadikannya sebagai hiasan."

Sedangkan sasaran sumpah ada pada firman-Nya, bahwa manusia sangat durhaka kepada Tuhannya, ia menjadi saksi atas apa yang dilakukan itu, dan ia sangat cinta kepada dunia. 

Allah mensifati manusia dengan tiga sifat:
1. Menolak memberikan kebaikan kepada orang lain dan ingkar kepada nikmat Tuhannya serta tidak mensyukurinya. Ini dilakukan oleh orang kafir dan pelaku kemaksiatan. Benar apa yang dikatakan orang, "Kanud adalah yang tidak mau memberi, yang makan sendiri, dan memukul budaknya."

2. Bahwa ia akan menjadi saksi atas amal perbuatannya. Perbuatannya juga menjadi saksi maka ia tidak membutuhkan bukti lagi. Ia tidak bisa mengingkari sifat pelitnya karena begitu jelasnya. Jika lisannya mengingkarinya, maka nuraninya menjelaskan bahwa ia ingkar dan durhaka terhadap nikmat Tuhannya. Lalu pada hari Kiamat ia akan menyaksikan dirinya, jadi terhadap amal perbuatannya ia menjadi saksi.

3. Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta. Benar, manusia itu, karena cintanya kepada harta benda maka ia bakhil dan tidak mau berinfak selain sedikit sekali. Ia sangat berambisi kepada hartanya dan menahannya dari berinfak.

Tidakkah manusia tahu bahwa Tuhannya Maha Melihat? Tidakkah ia tahu saat apa yang di dalam kubur di keluarkan? Lalu manusia dikeluarkan di permukaan. Semua rahasia hati juga diperlihatkan. 

"Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka." 

Dan Allah juga akan membalas semua perbuatan, besar maupun kecil.

Silakan simak video ilustrasinya berikut ini:
VIDEO 1

VIDEO 2

Allahu a'alam...


Bagikan:

Hari Besar Nasional, Internasional Dan Keagamaan

Berikut ini nama-nama Hari-hari Besar Nasional Indonesia – Ini beberapa yang harus kita ketahui bersama bahwa selain hari-hari besar Nasional / Internasional dan hari-hari besar keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur Nasional, sebenarnya masih ada banyak sekali hari-hari penting yang ditetapkan sebagai hari-hari besar nasional namun tidak ditetapkan sebagai hari libur Nasional. 

Hari-hari penting tersebut pada umumnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden, seperti contohnya Hari Guru Nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 dan Hari Pers Nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. 

Meskipun tidak merupakan hari libur nasional, Hari-hari besar tersebut penting untuk dikenang dan diperingati sebagai hari yang bersejarah dan juga untuk mengetahui makna-makna dibalik peringatan hari-hari besar nasional tersebut.

Berikut ini adalah daftar Hari-hari Besar Nasional di Indonesia serta beberapa hari-hari penting Internasional yang juga diperingati sebagai hari besar di Indonesia.

Bulan Januari
01 Januari : Hari Tahun Baru Masehi (Internasional)
03 Januari : Hari Departemen Agama
05 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
10 Januari : Hari Gerakan Satu Juta Pohon (Internasional)
10 Januari : Hari Tritura
15 Januari : Hari Darma Samudra
25 Januari : Hari Gizi Dan Makanan
25 Januari : Hari Kusta (Internasional)

Bulan Februari
02 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia (Internasional)
04 Februari : Hari Kanker Dunia (Internasional)
05 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën)
09 Februari : Hari Pers Nasional (HPN)
09 Februari : Hari Kavaleri
14 Februari : Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA)
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

Bulan Maret
01 Maret : Hari Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta
01 Maret : Hari Kehakiman Nasional
06 Maret : Hari KOSTRAD (Komando Strategis Angkatan Darat)
08 Maret : Hari Perempuan (Internasional)
09 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)
15 Maret : Hari Hak Konsumen Sedunia (Internasional)
17 Maret : Hari Perawat Nasional
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
20 Maret : Hari Dongeng Sedunia (Internasional)
21 Maret : Hari Puisi Sedunia (Internasional)
21 Maret : Hari Down Syndrome (Internasional)
21 Maret : Hari Hutan Sedunia (Internasional)
22 Maret : Hari Air Sedunia (Internasional)
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia (Internasional)
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
24 Maret : Hari Tuberkulosis Sedunia (Internasional)
30 Maret : Hari Film Indonesia

Bulan April
01 April : Hari Bank Dunia (Internasional)
02 April : Hari Peduli Autisme Sedunia (Internasional)
02 April : Hari Buku Anak Sedunia (Internasional)
06 April : Hari Nelayan Indonesia
07 April : Hari Kesehatan (Internasional)
09 April : Hari TNI Angkatan Udara (TNI AU)
16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus)
17 April : Hari Hemophilia Sedunia (Internasional)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA)
19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)
20 April : Hari Konsumen Nasional
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi (Internasional)
23 April : Hari Buku Sedunia (Internasional)
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
25 April : Hari Malaria Sedunia (Internasional)
26 April : Hari Kekayaan Intelektual Sedunia (Internasional)
27 April : Hari Pemasyarakatan Indonesia
28 April : Hari Puisi Nasional
28 April : Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Internasional)
29 April : Hari Tari (Internasional)

Bulan Mei
01 Mei : Hari Buruh Sedunia (Internasional)
01 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
02 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
05 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
05 Mei : Hari Bidan (Internasional)
17 Mei : Hari Buku Nasional
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Internasional)

Bulan Juni
01 Juni : Hari Lahir Pancasila
01 Juni : Hari Anak-anak Sedunia (Internasional)
03 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
05 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Internasional)
08 Juni : Hari Laut Sedunia
21 Juni : Hari Krida Pertanian
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia (Internasional)
29 Juni : Hari Keluarga Berencana (KB)

Bulan Juli
01 Juli : Hari Bhayangkara
05 Juli : Hari Bank Indonesia
09 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi Indonesia
17 Juli : Hari Keadilan (Internasional)
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Bulan Agustus
01 Agustus : Hari ASI Sedunia (Internasional)
05 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
08 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
09 Agustus : Hari Masyarakat Adat (Internasional)
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
10 Agustus : Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
12 Agustus : Hari Remaja (Internasional)
14 Agustus : Hari Pramuka (Praja Muda Karana)
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional

Bulan September
01 September : Hari Jantung Dunia (Internasional)
01 September : Hari Polisi Wanita (POLWAN)
03 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
04 September : Hari Pelanggan Nasional
08 September : Hari Aksara (Internasional)
08 September : Hari Pamong Praja
09 September : Hari Olah Raga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
14 September : Hari Kunjung Perpustakaan
15 September : Hari Demokrasi (Internasional)
16 September : Hari Ozon (Internasional)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
17 September : Hari Palang Merah Nasional
21 September : Hari Perdamaian Dunia (Internasional)
24 September : Hari Tani Nasional
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
28 September : Hari Jantung Sedunia (Internasional)
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI

Bulan Oktober
01 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
01 Oktober : Hari Vegetarian Sedunia  (Internasional)
01 Oktober : Hari Lanjut Usia (Internasional)
02 Oktober : Hari Batik Nasional dan Hari Batik Dunia
05 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
05 Oktober : Hari Guru Sedunia (Internasional)
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (Internasional)
14 Oktober : Hari Penglihatan Dunia (Internasional)
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang (Internasional)
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia (Internasional)
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
20 Oktober : Hari Osteoporosis Sedunia (Internasional)
24 Oktober : Hari Dokter Indonesia
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-bangsa (Internasional)
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober : Hari Keuangan

Bulan November
05 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
10 November : Hari Ganefo
10 November : Hari Pahlawan
11 November : Hari Bangunan Indonesia
12 November : Hari Kesehatan Nasional
12 November : Hari Ayah Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes Sedunia (Internasional)
20 November : Hari Anak (Internasional)
21 November : Hari Pohon (Internasional)
21 November : Hari Televisi Sedunia (Internasional)
22 November : Hari Perhubungan Darat Nasional
25 November : Hari Guru (PGRI)
28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia
29 November : Hari KORPRI (Korps Pegawai RI)

Bulan Desember
01 Desember : Hari Artileri
01 Desember : Hari AIDS Sedunia (Internasional)
03 Desember : Hari Penyandang Cacat (Internasional)
07 Desember :  Hari Penerbangan Sipil (Internasional)
09 Desember : Hari Armada Republik Indonesia
09 Desember : Hari Anti Korupsi Sedunia
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Nusantara
15 Desember : Hari Juang Kartika TNI-AD (Hari Infanteri)
19 Desember : Hari Bela Negara
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu Nasional
22 Desember : Hari Sosial
25 Desember : Hari Natal

Hari-hari Besar Keagamaan
Selain Hari-hari besar diatas, terdapat hari-hari Besar Keagamaan yang tidak tercantum pada daftar diatas karena setiap tahun diperingati dengan tanggal yang berubah-ubah.

Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam)
Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)
Nyepi (Hindu)
Jumat Agung (Kristen)
Paskah (Kristen) — selalu bertepatan dengan hari Minggu
Kenaikan Yesus Kristus (Kristen)
Waisak (Buddha)
Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW (Islam)
Idul Fitri (Islam)
Idul Adha (Islam)
Tahun Baru Hijriyah (Islam)


Taulisan ini dikutip dari artikel yang ada di targetbuser.co.id

Bagikan: