"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Tampilkan postingan dengan label PRIBADI ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRIBADI ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Anime Battle of Surabaya (2015): Mengenang Peristiwa Bersejarah Perang Surabaya 10 November sebagai Hari Pahlawan dengan Visual dan Audio yang Mengesankan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Semangat pagi kawan

Berikut ini ulasan singkat dan link download tentang Anime Battle of Surabaya (2015): Mengenang Peristiwa Bersejarah Perang Surabaya 10 November sebagai Hari Pahlawan dengan Visual dan Audio yang Mengesankan.

Jelas bahwa Indonesia telah mengalami masa penjajahan oleh beberapa negara. Salah satu peristiwa penting yang masih dikenang adalah serangan pada 10 November 1945 di Surabaya. Dari sinilah Anime Battle of Surabaya (2015) muncul, dengan mengangkat tema peristiwa tersebut.

Anime ini merupakan karya asli dari anak-anak Indonesia, yang bertujuan agar generasi mendatang tidak melupakan jasa para pejuang kemerdekaan Indonesia yang memungkinkan kita berada di sini saat ini.

Anime ini menampilkan tokoh-tokoh nyata dan banyak peristiwa bersejarah, seperti penyerahan diri Jepang setelah bom atom dijatuhkan, serta peristiwa pengibaran bendera Belanda yang diganti menjadi Merah Putih di Hotel Yamato, dan tokoh seperti Mr. Sudirman.

Selain tokoh nyata, ada juga tokoh fiktif yang dimasukkan untuk memperkuat pesan tentang cinta tanah air, semangat juang, dan perdamaian.

Dalam hal visual dan audio, Battle of Surabaya dibuat dengan serius, sebanding dengan anime-anime Jepang, bahkan dengan anggaran produksi mencapai 15 miliar rupiah. Ini menunjukkan komitmen yang serius.

Namun, investasi tersebut terbayar dengan banyaknya penghargaan yang diraih oleh Battle of Surabaya (2015). Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang ceritanya, dapat langsung mendownload versi terdubbing dalam bahasa Indonesia.

Ceritanya mengikuti perjalanan seorang anak bernama Musa, yang harus mencari nafkah untuk ibunya yang sakit dengan menjadi tukang semir sepatu keliling. Selain itu, ia juga memiliki misi sebagai kurir yang bertugas menyampaikan pesan-pesan rahasia negara.

Tugas ini sangat berat, karena Musa harus menghadapi banyak ancaman dan peristiwa yang mengancam setiap saat, termasuk kehilangan harta benda dan orang-orang yang dicintainya.

Silakan Download Battle of Surabaya Dub Indonesia
DI SINI.

Silakan Download Battle of Surabaya Dub English Sub Indonesia
DI SINI.

Demikianlah ulasan singkat dan link download tentang Anime Battle of Surabaya (2015): Mengenang Peristiwa Bersejarah Perang Surabaya 10 November sebagai Hari Pahlawan dengan Visual dan Audio yang Mengesankan.

Selamat menyaksikan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh





Bagikan:

Memahami Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Semangat pagi kawan. 

Berikut ini adalah ulasan singkat tentang Memahami Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad telah menerima mukjizat berupa perjalanan ke langit ketujuh dalam satu malam yang dikenal sebagai Isra’ Mi’raj. Peristiwa ini, yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab Hijriah, sering dianggap sebagai anugerah dari Allah kepada Rasul-Nya yang sedang menghadapi kesedihan karena kehilangan istri dan paman tercintanya.

Setelah kehilangan istri tercinta, Khadijah, dan paman tercintanya, Rasulullah menghadapi tekanan dan teror dari kaum Quraisy. Tekanan dari internal dan eksternal membuatnya merasa terhimpit dari segala arah. Oleh karena itu, Isra Mi’raj dianggap sebagai cara Allah untuk menghibur hati Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam.
Peristiwa Isra dan Mi’raj dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Isra dan Mi’raj. Isra merujuk pada perjalanan malam hari Rasulullah dari Ka’bah (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina). Sementara itu, Mi’raj merujuk pada kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa (Palestina) melewati langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha. Peristiwa Mi’raj ini memberikan petunjuk tentang kewajiban sholat wajib 5 waktu bagi umat Islam.

Bukti mukjizat Isra Mi’raj dapat dilihat dari beberapa poin. Pertama, peristiwa ini unik karena melibatkan teleportasi Nabi Muhammad dengan jasad dan ruhnya. Dalam Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad diperlihatkan tempat terakhir manusia, surga, dan neraka, serta peristiwa akhir zaman.

Kedua, peristiwa ini menekankan pentingnya salat dan masjid, di mana perjalanan dilakukan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Palestina). Hal ini menunjukkan pentingnya masjid sebagai pusat aktivitas umat Islam.
Ketiga, Isra’ Mi’raj memberikan pemahaman tentang kehidupan umat Islam yang beriman. Meskipun dinistakan oleh kaumnya, hanya orang-orang beriman yang mempercayai kisah ini.

Hikmah dari kisah Isra Mi’raj melibatkan kehilangan orang tercinta, tekanan dari lingkungan, dan teror fisik. Allah menghibur Nabi Muhammad dengan mengangkatnya ke langit sebagai bentuk penghiburan. Setiap manusia akan mengalami proses kehidupan menuju suatu destinasi (tujuan). Terakhir, hikmah yang disampaikan adalah pentingnya iman sebagai modal utama untuk mengakui dan memahami mukjizat, serta berkehidupan dalam naungan Islam.
Demikianlah ulasan singkat Memahami Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Baca Juga Info Menarik Lainnya: Banyak Hari Libur di Bulan Februari 2024 Video Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Mengenal Keunikan Tahun Baru Imlek

Bagikan:

Hadits Adab Makan dan Minum

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagaimana kabarnya sahabat semuanya...

Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang Hadits Adab Makan dan Minum (1) 


2. Video tentang Hadits Adab Makan dan Minum (2)


3. Lafal Hadits tentang Adab Makan dan Minum  

Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Adab Makan dan Minum.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagikan:

Hadits Menuntut Ilmu

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagaimana kabarnya sahabat semuanya...

Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang Hadits Menuntut Ilmu 


2. Lafal Hadits tentang Menuntut Ilmu (1)  

3. 
Lafal Hadits tentang Menuntut Ilmu (2) 


Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Menyebarkan Salam.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagikan:

Hadits Menyebarkan Salam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagaimana kabarnya sahabat semuanya...

Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang Hadits Menyebarkan Salam (1) 


2. Video tentang Hadits Menyebarkan Salam (2)


3. Lafal Hadits tentang Menyebarkan Salam (1)


4. 
Lafal Hadits tentang Menyebarkan Salam (2) 


Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Menyebarkan Salam.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Bagikan:

Hadits Tentang Niat - Ikhlas

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagaimana kabarnya sahabat semuanya...

Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang tentang Niat - Ikhlas (1)

2. Video tentang tentang Niat - Ikhlas (2)


3. Lafal Hadits tentang Niat - Ikhlas (1)


4. 
Lafal Hadits tentang Niat - Ikhlas (2)

Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Niat - Ikhlas.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Bagikan:

Apa yang Membuat Tenang Hati Kita Saat Ini?

Dalam situasi saat ini dimana kondisi yang tidak menentu, apa saja yang mampu membuat tenang hati kita? Saat hati tenang, maka akan mampu melahirkan pikiran, perkataan, dan sikap yang bijak dalam menyikapi suatu permasalahan. Pun demikian sebaliknya. 

Mari simak video berikut ini...



Jazakumullah khairan katsir telah menyimak video ini. Jangan lupa SUBSCRIBE, LIKE (Jempol), dan SHARE (Bagikan) video ini ya, agar semakin banyak yang mendapakan manfaat dari video ini.







Bagikan:

TERNYATA! Kenapa Kita Harus Membaca Al Quran ?

Sebagai seorang muslim, membaca Al Quran sudah menjadi bagian ibadah yang harus dilakukan. Banyak keutamaan ketika seorang muslim membaca Al Quran. Ingin tahu lebih lanjut kenapa kita sebagai muslim harus membaca Al Quran?

Mari simak video berikut ini...



Jazakumullah khairan katsir telah menyimak video ini. Jangan lupa SUBSCRIBE, LIKE (Jempol), dan SHARE (Bagikan) video ini ya, agar semakin banyak yang mendapakan manfaat dari video ini.






Bagikan:

Materi Pelajaran Kelas 5 SD: Kisah Perang Uhud

Kompetensi Dasar

1.  Menceritakan kisah terjadinya perang Uhud

2.  Menyebutkan latar belakang terjadinya perang Uhud

3.  Menyebutkan sebab kekalahan di perang Uhud

4.  Memahami pelajaran yang dapat diambil dari kisah Perang Uhud

Perang Uhud terjadi pada tanggal 15 syawal tahun ke 3 hijriyah. Lokasi gunung Uhud di utara Madinah, tinggi  350 m, panjang  7 Km, dan lebar 3 Km.

Mereka benar-benar melakukan persiapan yang maksimal untuk dapat memerangi Rasulullah SAW di Madinah. Mereka berangkat dengan 3000  tentara.

Terdapat di dalamnya 700 tentara berbaju besi dan 200 tentara berkuda. Salah  satu penyebab terjadinya perang Uhud adalah karena  kaum Quraisy ingin menuntut balas atas kekalahan mereka di perang
Badar.

Bersama mereka turut serta 17 orang perempuan. Salah satunya adalah Hindun binti Utbah istri dari Abu Sufyan pemimpin pasuka Quraisy. Dia sangat berhajat  atas  kematian Hamzah paman Rasulullah SAW yang telah berhasil membunuh ayahnya di perang Badar.


Pada awalnya Rasulullah SAW
  berpendapat untuk memerangi mereka di dalam kota Madinah saja, tapi sebagian  besar kaum muslimin baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshor berkeinginan memerangi mereka di luar kota Madinah.

Maka Rasulullah SAW masuk kedalam rumah beliau dan mengenakan baju perangnya, memegang tombak ditangannya dan mengalungkan pedang di lehernya.

Melihat hal itu para sahabat menyesal dan mengatakan kepada beliau “Seharusnya kami tidak
  menyalahi pendapatmu, jikalau engkau mau, engkau tetap tinggal dan duduk di sini” mendengar hal itu Rasulullah SAW menjawab “Pantang bagi seorang nabi setelah memakai baju besinya kemudian dia menanggalkan nya kembali hingga Allah memberi ketetapan antara dia dan musuhnya”.

Rasulullah berangkat bersama 1000 pasukan yang diantaranya terdiri dari 100 tentara berbaju besi dan 2 pahlawan berkuda.

Diantara 1000 orang pasukan kaum muslimin
  ada diantaranya 300 orang munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul yang kemudian menarik diri dari pasukan dan kembali ke madinah.

Sehingga jumlah pasukan kaum muslimin berkurang menjadi 700 orang saja. Rasulullah SAW bersama pasukan kaum muslimin melanjutkan perjalanan menuju bukit Uhud dan membagi kaum muslimin menjadi beberapa pasukan yang masing-masing dipimpin oleh satu pemimpin.

Diantara pasukan yang dibentuk oleh Rasulullah SAW adalah pasukan pemanah yang terdiri dari 50 orang dan dipimpin oleh Abdullah bin Jubair al Anshori.

Pesan Rasulullah SAW
  kepada mereka “Lindungi belakang kami sehingga mereka tidak dapat menyerang kita dari arah belakang, jangan sekali-kali meninggalkan tempat ini apapun yang terjadi sehingga kami mengutus seseorang kepada kalian”.

Kemudian terjadilah peperangan dahsyat antara kaum kafir Quraisy dan kaum muslimin.

Pada waktu itu kaum kafir Quraisy kewalahan melawan dahsyatnya perlawanan kaum muslimin sehingga mereka kocar kacir berlarian kesana kemari dengan meninggalkan harta rampasan perang yang cukup banyak.

Melihat hal itu pasukan pemanah yang ada di bukit Uhud turun meninggalkan pos mereka masing-masing. Maka Abdullah bin Jubair al Anshori mengingatkan mereka akan pesan Rasulullah SAW agar tidak meninggalkan pos masing-masing apapun yang terjadi.

Tapi mereka menganggap bahwa peperangan telah usai dan tidak ada lagi gunanya mereka berada di tempat masing-masing. Hanya Abdullah bin Jubair al Anshori yang tetap bertahan bersama 10 orang tentara Islam.

Melihat hal itu pasukan kaum kafir berbalik arah menyerang kaum muslimin mereka berhasil menembus pertahanan kaum muslimin hingga mampu mencederai Rasulullah SAW.

Mereka terus melempari Rasulullah SAW dengan batu-batu hingga beliau jatuh pingsan, mukanya luka, bibir beliau berdarah serta topi perang yang beliau kenakan pecah menjadi dua dan cincin rantainya terbenam di pelipis Rasulullah SAW.

Para sahabat yang ada di sekitar Rasulullah SAW berupaya melindungi Rasulullah SAW dari serangan musuh. Diantaranya sahabat yang bernama abu Dujanah yang menjadi perisai Rasulullah dari hujanan panah pasukan kaum musyrikin. Panah-panah kaum musyrikin telah menembsus punggung beliau.

Ada lagi sahabat yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqos. Beliau hari itu telah memanah sekitar 1000 kali anak panah serta seorang perempuan yang bernama Nasibah Ummu ‘Umaroh al Anshoriyah yang meninggalkan tugasnya memberi minum pasukan kaum muslimin yang cedera dengan bertempur menggunakan pedang dan memanah demi melindungi Rasulullah SAW.

Dia terus bertempur sampai anak panah musuh mengenai tengkuknya. Tidak ketinggalan pula suami dan anaknya hingga Rasulullah berdo’a kepada Allah SWT “Ya Allah jadikan mereka teman-temanku di surga”.
 

Mendengar do’a Rasulullah SAW tersebut Nasibah berkata “Aku tidak peduli lagi dengan bencana yang menimpaku di dunia”. Nasibah mengalami 12 luka di tubuhnya karena terkena pedang dan tombak musuh.

Pada saat itu Ubai bin Kholaf dari kaum musyrikin mencoba membunuh Rasulullah SAW. Tapi Rasulullah terlebih dulu melemparkan tombak ke arah Ubai bin Kholaf hingga dia menemui ajalnya.

Kemudian Rasulullah SAW berdiri dengan di bantu oleh Tholhah bin Ubaidillah. Beliau memandang kearah kaum musyrikin yang ada diatas bukit dan bersama para sahabatnya menghalau mereka menuruni bukit
  dan beliau berkata  “Tidak sepatutnya mereka berada lebih tinggi dari pada kita. Ya  Allah tidak ada kekuatan bagi kami melainkan dengan kekuatan Mu”.

Diantara yang terbunuh dalam perang ini adalah Hamzah paman Rasulullah SAW. Beliau dibunuh oleh Hindun istri Abu Sufyan dengan merobek dadanya dan mengambil jantungnya kemudian mengunyahnya, namun Hindun tidak bisa menelannya.
 

Jumlah kaum muslimin yang syahid pada peperangan ini sekitar 70 orang sementara pihak musuh yang terbunuh sekitar 23 orang. Terkait peristiwa di perang Uhud Allah SWT menurunkan ayatnya dalam surat Ali Imron ayat 139-142:
“Dan Janganlah kamu merasa lemah dan jangan (pula) bersedih hati sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman.(139)

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka,maka merekapun mendapat luka  (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.(140)

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir.(141)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar”.(142)

Dan surat Ali Imron ayat 152-153:
“Dan sungguh Allah telah memenuhi janjiNya kepadamu ketika kamu membunuh mereka dengan izin Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu, dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu tetapi  Dia benar-benar  telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.(152)

(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapapun sedang Rasul (Muhammad) berada diantara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan”.(153)








Bagikan:

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

1. Menyambut Bulan Ramadhan




2. Keutamaan Ramadhan




3. Amalan Memakmurkan Ramadhan




4. Niat dan Waktu Puasa




5. Doa Berbuka Puasa


6. Shalat Tarawih


7. Lailatul Qadar




8. Nuzulul Quran


9. Hal yang Membatalkan Puasa



Demikian ulasan tentang Ramadhan Bulan Penuh Berkah



Bagikan:

Keislaman Hamzah dan Umar

Kompetensi dasar:

1. Menyebutkan bagaimana keislaman Hamzah
2. Menceritakan bagaimana keislaman Umar bin Khatab
3. Mengetahui ayat Al Qur’an menyentuh hati Umar bin Khatab.
4. Menyebutkan pengaruh atas masuk islamnya hamzah dan Umar bin Khatab

Penjelasan materi:

Pada bulan Dzul Hijjah tahun ke 6 dari masa kenabian, Hamzah bin Abdul Muthalib memeluk Islam. Berawal dari laporan seorang budak wanita yang menyaksikan penyiksaan Abu Jahal kepada Rasulullah Saw. 

Abu Jahal memukul Rasulullah saw hingga berdarah. Hamzah tidak terima atas perlakuan Abu jahal terhadap keponakannya, kemudian segera mendatangi Abu Jahal, lalu berkata,” Hai lelaki hina, engkau berani mencaci keponakanku, padahal aku telah memeluk agamanya!”.

Keislaman Hamzah berlangsung dengan singkat. Tidak butuh waktu lama untuk memilih islam dan membela Rasulullah Saw. Hamzah menjadi orang terdepan dalam melindungi Rasulullah Saw hingga dia syahid di perang uhud setelah hijrah ke kota Madinah.

Menyusul setelah keislaman Hamzah bin Abdul Muthalib, keislaman Umar bin Khatab. Berawal dari doa Rasulullah Saw “ Ya Allah muliakanlah Islam ini dengan salah satu dari dua orang yang lebih engkau cintai, Umar bin Khatab atau Amru bin Hisyam (Abu Jahal)”.

Pada masa kekafirannya sebenarnya hati Umar bin Khatab tersentuh dengan ayat-ayat yang dibaca oleh Nabi Muhammad Saw. Yaitu ketika Umar keluar mengintai Rasulullah dia mendapati Rasulullah Saw sedang membaca Al Qur’an. 

Umar ta’jub dengan keindahan bahasa Al Qur’an. Yang dibaca Rasulullah Saw adalah beberapa ayat dari surat al Haaqoh:

اِÙ†َّÙ‡ُ Ù„َÙ‚َÙˆْÙ„ُ رَسُÙˆْÙ„ٍ ÙƒَرِÙŠْÙ…ٍ * ÙˆَÙ…َا Ù‡ُÙˆَ بِÙ‚َÙˆْÙ„ِ Ø´َاعِرٍ Ù‚َÙ„ِÙŠْÙ„ًَ Ù…َا تُؤْÙ…ِÙ†ُÙˆْÙ†َ

Artinya: “Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. sedikit sekali kamu beriman kepadanya.”

Umar berbisik dalam hati jangan-jangan perkataan dukun. Rasulullah melanjutkan bacaannya:

ÙˆَÙ„َا بِÙ‚َÙˆْÙ„ِ ÙƒَاهِÙ†ٍ Ù‚َÙ„ِÙŠْÙ„ًَ Ù…َا تَذَÙƒَّرُÙˆْÙ†َ * تَÙ†ْزِÙŠْÙ„ٌ Ù…ِÙ†ْ رَ بِ الْعَالَÙ…ِÙŠْÙ†َ

Artinya: “dan bukan pula perkataan tukang tenun. sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.”

Sejak itulah sebenarnya hati Umar tertarik dengan Islam, hanya saja masih belum ditampakkan.

Menyaksikan pertengkaran yang marak antara pengikut Rasulullah Saw dengan kaum Quraisy. Pertengkaran antara anak dengan bapak, anak dengan paman, dengan saudara dan kerabat karena sebagian masuk Islam dan sebagian yang lain tetap kafir.

Umar marah dan ingin membunuh Rasulullah Saw, dia beranggapan Muhammad pemicu dari pertengkaran tersebut. Umar bin Khatab keluar sambil menghunuskan pedang, bergegas mencari Rasulullah Saw. 

Pada saat bersemangat mencari Rasul dia berjalan menuju baitul Arqom dia berjumpa seorang sahabat bernama Nu’aim bin Abdullah. Karena Nu’aim mengetahui Umar marah dan hendak membunuh Rasulullah Saw maka dia berkata: “Bagaimana engkau hendak membunuh Muhammad sedangkan adikmu sediri telah masuk Islam."

Umar bin Khatab berbalik arah dan menuju rumah saudaranya Fatimah binti Khatab. Saat itu Khabab bin Al Art sedang mengajarkan Al Qur’an kepada Fatimah dan suaminya Said bin Zaid. 

Mendengar suara Umar di luar rumah mereka semua ketakutan, Fatimah menyembunyikan lembaran Al Qur’an. Umar masuk marah-marah dan menghajar adik iparnya. 

Fatimah mencoba membela suaminya kemudian Umar menamparnya hingga keluar darah dari mulutnya. Terjatuhlah lembaran yang disembunyikan Fatimah. Saat melihat adiknya berdarah Umar menyesal, dia hendak mengambil lembaran Al Qur’an. Fatimah melarangnya dan memintanya untuk mandi dan bersuci terlebih dahulu.

Setelah mandi Umar mengambil lembaran yang bertuliskan Al Qur’an surat Thoha ayat 1 sampai 14. Hatinya bergetar tersentuh dengan ayat-ayat Allah Swt. Kemudian dia meminta untuk diantar bertemu Rasulullah Saw. 

Diantarlah Umar menuju Rasulullah yang berada di rumah Arqam bin Abil Arqam sedang mengajarkan Islam. Para sahabat terkejut dengan datangnya Umar.

Kemudian Hamzah meminta izin untuk menghadapi Umar jikalau dia datang untuk membuat kekacauan. Rasulullah Saw meminta sahabat tetap tenang kemudian berdiri dan menyambut Umar bertanya: “Apa yang membawamu datang kemari wahai putra Khattab?” Umar kemudian bersyahadat dan menyatakan keIslamannya. Rasulullah bertakbir dan diikuti oleh seluruh sahabat yang menyaksikan.

Kaum muslimin bersyukur dan bergembira, karena masuknya Umar bin Khatab ke dalam agama Islam. Mereka lebih merasa nyaman dan bebas beribadah, karena orang kafir Quraisy tidak lagi berani berbuat aniaya kepada mereka dengan semena-mena. Kaum muslimin merasa bangga (izzah) atas keislamannya setelah masuk islam Hamzah dan Umar bin Khatab.

Sebagai ilustrasi, silakan simak video berikut ini:
1. Keislaman Hamzah bin Abdul Muthalib

2. Keislaman Umar bin Khattab

Untuk tugas hari ini silakan kerjakan latihan soal di buku paket halaman 41 (1-10) atau pada form berikut ini:

Jazakumullah khairan katsir
Allahu a'lam



Bagikan:

Mari Mengenal Puasa Sunnah

Standar Kompetensi
1. Mengenal Fiqih Islam

Kompetensi Dasar
1.1 Mengetahui puasa Sunah

Indikator :
1. Siswa dapat menyebutkan makna puasa sunah dengan benar
2. Siswa mampu menyebutkan macam-macam puasa sunah
3. Siswa mampu untuk menyebutkan hal-hal yang membatalkan puasa
4. Siswa mampu menyebutkan hari-hari yang diharamkan puasa

a. Pengertian puasa
Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. “Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”

Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

b. Macam-macam puasa sunah 
1. Puasa Syawal
Puasa syawal adalah puasa sunah 6 hari yang dilakukan di bulan Syawal, dimulai pada hari ke-2 (setelah Idul Fitri) sampai hari ke-7. Cara pelaksanaan puasa syawal bisa berturut turut dan boleh juga tidak .

Artinya : "Barang siapa berpuasa dibulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan syawal maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa setahun penuh" (HR. Muslim)

2. Puasa Arafah
Di Arafah seluruh jama’ah haji berkumpul dalam waktu yang bersamaan. Pada saat itulah umat islam yang sedang melakukan haji (wukuf) di Arafah tidak disunahkan untuk berpuasa arafah. Tetapi bagi umat islam yang tidak sedang melakukan haji (wukuf) disunahkan untuk berpuasa arafah.

Puasa arafah adalah puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijah bagi umat islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

3. Puasa Senin-Kamis
Dinamakan puasa senin kamis karena puasa ini dikerjakan pada hari senin dan kamis di luar puasa wajib. Puasa senin kamis ini merupakan sunah Nabi Muhammad SAW.

4. Puasa Daud
Puasa daud adalah puasa dengan cara satu hari puasa, satu hari tidak, puasa daud bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud As.

5. Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam)(Yaumil Bidh), tanggal 13, 14, dan 15

6. Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban) pada awal pertengahan bulan Sya’ban

c. Sunah-sunah Ketika Menjalankan Ibadah Puasa
1. Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
2. Melambatkan bersahur
3. Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
4. Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
5. Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib 
6. Berbuka dengan buah tamar/kurma, jika tidak ada dengan air
7. Membaca doa berbuka puasa

d. Hal-hal / Perkara Yang Membatalkan Puasa
1. Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
2. Muntah dengan sengaja 
3. Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
4. Kedatangan haid atau nifas
5. Melahirkan anak atau keguguran
6. Gila walaupun sekejap
7. Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari
8. Murtad atau keluar daripada agama Islam

e. Perkara-perkara yang Makruh dilakukan saat Berpuasa
1. Selalu berkumur-kumur
2. Merasa makanan dengan lidah
3. Berbekam kecuali perlu
4. Mengulum sesuatu

f. Hikmah / Manfaat Puasa
Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali ‘Imran : 146

“Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar”

g. Waktu-waktu Di haramkan Puasa
1. Pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
Di haramkan berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, baik itu untuk mengqadha puasa yang ditinggalkan, membayar kafarat, maupun sebagai puasa sunah.

2. Pada Hari Tasyriq
Puasa pada hari-hari tasyriq yaitu puasa pada tanggan 10,11, 12, dan 13 Djulhizah juga diharamkan.

h. Waktu-waktu yang di makruhkan berpuasa
1. Mengkhususkan pada bulan Rajab saja
Berpuasa satu bulan penuh pada bulan rajab merupakan amalan yang dimakruhkan.

2. Puasa dhar
Puasa dhar adalah puasa yang dilakukan secara terus menerus setiap hari.

3. Mengkhususkan pada hari jum’at untuk berpuasa

Sebagai ilustrasi, silakan simak video berikut ini:

Allahu a'lam...




Bagikan:

Mengenal Asmaul Husna: Ar Rahman dan Ar Rahim

A. Standar Kompetensi
Mengerti tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan aqidah yang benar yang digali dari Al Qur`an, As Sunah, dalil-dalil naqly dan aqly, menanamkannya dalam jiwa, dan membersihkannya dari bid`ah dan khurofat yang mungkin mengotorinya.

B. Kompetensi Dasar
Memahami pentingnya ma‟rifatullah untuk meningkatkan iman dan taqwa dalam kehidupan manusia melalui ayat-ayat dalam Al Qura‟an.

C. Indikator Pencapaian Hasil
1. Peserta mengetahui arti Ar Rahman & Ar Rahim
2. Peserta mengetahui ayat tentang Ar Rahman & Ar Rahim
3. Peserta memahami makna Ar Rahman & Ar Rahim melalui kisah dan nasihat

D. Uraian Materi
Asy-Syaikh Muhammad Khalil Al-Harras mengatakan, “Keduanya adalah nama yang mulia dari nama-nama Allah. Kedua nama ini menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat rahmat, kasih sayang, yang merupakan sifat hakiki bagi Allah dan sesuai dengan kebesaran-Nya.” Kedua nama Allah ini disebutkan dalam banyak ayat dan hadits Nabi, diantaranya:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Fatihah: 1)

“Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Fatihah: 3)

Maknanya, menurut Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, “Ar-Rahman artinya Yang memiliki rahmat, kasih sayang yang luas, karena wazan (bentuk kata) fa‟lan dalam bahasa Arab menunjukkan makna luas dan penuh. Semisal dengan kata „Seorang lelaki ghadhbaan,‟ artinya penuh kemarahan.

Sementara, Ar-Rahiim adalah nama Allah yang memiliki makna kata kerja dari rahmat (yakni Yang merahmati, Yang mengasihi), karena wazan fa‟iil bermakna faa‟il, sehingga kata tersebut menunjukkan perbuatan (merahmati, mengasihi).

Oleh karena itu, paduan antara nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim bermakna rahmat Allah itu luas dan kasih sayang-Nya akan sampai kepada makhluk-Nya.”

Adakah perbedaan antara nama Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim? Tentu ada sisi perbedaannya, karena setiap nama punya makna yang khusus. 

Berikut ini penjelasan sebagian ulama tentang perbedaan diantara keduanya. Al-Arzami mengatakan: “Ar-Rahman artinya Yang Maha Pengasih terhadap seluruh makhluk, sedangkan Ar-Rahim artinya Yang Maha Pengasih terhadap kaum mukminin.” (Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari, Tafsir Basmalah)

Dengan demikian, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan Ar-Rahman adalah yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu di dunia, karena bentuk kata/wazan fa‟lan itu menunjukkan penuh dan banyak. Sedangkan Ar-Rahim, yang rahmat-Nya khusus terhadap kaum mukimin di akhirat.

Akan tetapi, ada pula yang mengatakan sebaliknya. Ibnul Qayyim memandang bahwa Ar-Rahman menunjukkan sifat kasih sayang pada Dzat Allah (yakni Allah memiliki sifat kasih sayang), sedangkan Ar-Rahim menunjukkan bahwa sifat kasih sayang-Nya terkait dengan makhluk yang dikasihi-Nya.

Sehingga seakan-akan nama Ar-Rahman adalah sifat bagi-Nya, sedangkan nama Ar-Rahim mengandung perbuatan-Nya, yakni menunjukkan bahwa Dia memberi kasih sayang kepada makhluk-Nya dengan rahmat-Nya, jadi ini sifat perbuatan bagi-Nya. Apabila Anda hendak memahami hal ini, perhatikanlah firman Allah:

“Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzab: 43)

“Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.” (At-Taubah: 117)

Allah l tidak menyebutkan dengan nama Ar-Rahman sama sekali. Dengan itu, Anda tahu bahwa makna Ar-Rahman adalah Yang memiliki sifat kasih sayang dan makna Ar-Rahim adalah Yang mengasihi dengan kasih sayang-Nya. (Syarah Nuniyyah, Ahmad Isa) Al-Harras mengatakan, ini adalah pendapat yang terbaik dalam membedakan kedua nama tersebut.

Berikut ini kutipan penjelasan Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa‟di tentang keagungan dua nama Allah l tersebut.

Ar-Rahman dan Ar-Rahim, adalah dua nama yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kasih sayang yang luas dan agung. Kedua nama ini meliputi segala sesuatu dan meliputi segala makhluk. Allah telah menetapkan kasih sayang yang sempurna bagi orang-orang bertakwa yang mengikuti para nabi dan rasul-Nya.

Oleh karena itu, mereka mendapatkan kasih sayang sempurna yang bersambung dengan kebahagiaan yang abadi.

Adapun orang-orang yang selain mereka terhalang dari kasih sayang yang sempurna ini, karena mereka sendiri yang menolaknya dengan cara tidak memercayai berita (Ilahi) dan berpaling dari perintah. Oleh karena itu, janganlah mereka mencela siapapun kecuali diri mereka sendiri.

Mereka (yang bertakwa) mengimani bahwa Allah Maha Rahman dan Maha Rahim, memiliki rahmat yang agung, dan rahmat-Nya terkait dengan makhluk-Nya yang dirahmati, sehingga nikmat seluruhnya adalah buah dari rahmat-Nya.

Orang yang memerhatikan nama Allah Ar-Rahman, dan bahwa Allah Maha luas rahmat-Nya, memiliki kasih sayang yang sempurna, dan kasih sayang-Nya telah memenuhi alam semesta baik yang atas maupun yang bawah, serta mengenai seluruh makhluk-Nya, serta mencakup dunia dan akhirat; juga mentadaburi ayat-ayat yang menunjukkan semacam makna ini:

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (Al-A‟raf: 156)

“Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (Al-Hajj: 65)

“Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Dzat yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Ar-Rum: 50)

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.” (Luqman: 20)

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (An-Nahl: 53)

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nahl: 18)

Juga ayat-ayat setelahnya yang menunjukkan pokok-pokok nikmat, dan cabangnya yang mengandung salah satu dari sekian banyak buah rahmat Allah.

Oleh karenanya, Allah berfirman di akhirnya: “Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (An-Nahl: 81)

Lalu mentadaburi surat Ar-Rahman dari awal hingga akhirnya, karena surat itu adalah ungkapan dari penjabaran rahmat Allah l; maka semua ragam makna dan corak nikmat yang ada padanya adalah rahmat dan kasih sayang-Nya. 

Oleh karena itu, Allah mengakhiri surat itu dengan menyebutkan apa yang Allah siapkan untuk orang-orang yang taat di dalam surga, berupa kenikmatan abadi yang sempurna, yang merupakan buah dari rahmat-Nya. Oleh karenanya, Allah menamai surga dengan rahmat, sebagaimana dalam ayat-Nya:

“Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.” (Ali „Imran: 107)

Dalam hadits shahih disebutkan: “Allah lebih penyayang terhadap hamba-Nya daripada seorang ibu terhadap anaknya.”

Dalam hadits lain disebutkan: “Sesungguhnya Allah telah menuliskan sebuah tulisan di sisi-Nya, di atas Arsy-Nya „Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku‟.” 

Ringkas kata, Allah telah menciptakan makhluk dengan rahmat-Nya dan mengutus para rasul kepada mereka karena rahmat-Nya pula. Allah l memerintah dan melarang mereka serta menetapkan syariat untuk mereka karena rahmat-Nya. 

Allah melingkupi mereka dengan kenikmatan lahir dan batin karen rahmat-Nya. Dia mengatur mereka dengan berbagai aturan dan melindungi mereka dengan berbagai perlindungan karena rahmat-Nya, serta memenuhi dunia dan akhirat dengan rahmat-Nya.

Oleh karena itu, urusan ini tidak akan menjadi baik dan mudah, begitu pula tujuan dan berbagai tuntutan tidak akan terwujud melainkan karena rahmat-Nya.

Bahkan, kasih sayang-Nya melebihi semua itu, lebih agung dan lebih tinggi. Apatah lagi, orang-orang baik dan bertakwa akan mendapatkan bagian terbesar dan kebaikan terbanyak dari rahmat-Nya.

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A‟raf: 56)

Mengimani nama Allah tersebut akan menambah rasa syukur kita kepada Allah, karena berbagai nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita, baik yang ada dalam organ tubuh, kebutuhan keseharian, alam sekitar kita, maupun alam semesta ini semuanya, adalah semata-mata buah dari kasih sayang-Nya, yang mengharuskan kita untuk tunduk dan bersyukur kepada-Nya, serta membalasnya dengan ketaatan, bukan dengan kemaksiatan dan kerusakan.

Contoh Kisah

Kisah Ali dan Orang Miskin
Saat Ali sedang pergi ke masjid, datanglah seorang miskin yang meminta uang untuk membeli nasi sarapan pagi. Ali memberinya uang sejumlah yang diminta orang miskin tersebut. 

Keesokan harinya, peristiwa tersebut kembali terjadi dengan orang miskin yang sama. Esoknya lagi dan seterusnya orang miskin tersebut selalu datang meminta uang kepada orang kaya ini dan setiap kali datang selalu diberinya uang tanpa pamrih.

Sampai suatu saat, orang kaya ini berjalan-jalan ke pasar dan melihat orang miskin tersebut. Ali terkejut melihat apa yang dilakukan orang miskin tersebut di sudut pasar.

Ternyata orang miskin tersebut sedang berjudi bersama banyak orang. Betapa kecewa hatinya karena orang miskin tersebut rutin diberikan uang untuk sarapan tiap paginya.

Ingin ditegurnya tetapi berat hati pula. Ali sengaja mendekat dan orang miskin itu sebenarnya mengetahui kedatangannya namun pura-pura tidak mengenalnya.

Keesokan harinya, sebagaimana biasa orang kaya ini didatangi kembali orang miskin itu meminta uang untuk sarapan pagi. Tahukah apa yang terjadi? Apakah orang kaya ini rela memberikan uangnya kepada orang miskin itu sebagaimana hari-hari sebelumnya?

Kemungkinan besar bahkan hampir pasti orang kaya dermawan tidak lagi memberikan uangnya kepada orang miskin tersebut karena sudah mengetahui keburukan dan kedustaannya.

Maha Suci Allah dari segala sifat atau kelemahan manusia, karena itulah manusia dengan segala keterbatasannya. Berbeda dengan Allah, Yang Maha Pengasih. Disaat hamba-Nya datang kepada-Nya memohon diberikan harta, maka Allah berikan. Hamba-Nya tidak meminta pun tetap Allah berikan harta.

Sebagai ilustrasi silakan simak video berikut ini:

Allahu a'lam.



Bagikan:

Adab Belajar

A. Standar Kompetensi
Membiasakan perilaku terpuji

B. Kompetensi Dasar
1. Membiasakan melakukan adab-adab sebelum belajar
2. Menumbuhkan motivasi belajar

C. Indikator Pencapaian
1. Siswa dapat menyebutkan adab-adab belajar
2. Siswa dapat melafalkan doa sebelum belajar
3. Siswa dapat membiasakan berdoa sebelum belajar

D. Uraian Materi
Belajar merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan oleh ALLAH, beberapa keutamaan belajar atau menuntut ilmu.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menempuh sesuatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan disitu, maka Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan untuk menuju ke surga." (HR. Muslim).

Adab-adab belajar adalah:
1. Memiliki niat yang lurus.
Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya segala perbuatan tergantung dengan niat dan akan dibalas sesuai dengan niatnya,..

2. Memberi salam kepada guru dengan santun.
Mengucap salam adalah do‟a, maka harus diucapkan dengan santun dan lemah lembut. Terlebih kepada orang yang lebih tua atau guru yang mengajari kebaikan.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak." (Muttafaq Alaihi). Menurut riwayat Muslim: "Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan."

3. Membaca doa sebelum belajar.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim)

Doa mau belajar adalah:

Artinya: “Wahai Allah Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan berilah aku kefahaman yang luas.”

4. Tidak berbicara atau mengobrol ketika guru sedang menjelaskan.
5. Bersikaplah hormat dan patuh kepada bapak dan ibu guru.
6. Selesai belajar maka membaca doa sesudah belajar.

Doa setelah belajar adalah:

Artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku menitipkan kepadamu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah kepadaku pada waktu aku membutuhkannya, dan janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya wahai Tuhan semesta alam.”

Sebagai ilustrasi silakan simak video berikut ini:

Allahu a'lam.


Bagikan:

Persahabatan yang Diberkahi

Standar Kompetensi:
Memperkuat ikatan dengan sunah Rasulullah Saw berlandaskan pemahaman dan cinta kepada ajarannya. Ikatan dengan petunjuknya dan mengamalkan hukum-hukumnya dengan pemahaman yang baik serta merumuskan sasaran-sasarannya yang memberikan petunjuk untuk setiap zaman dan tempat, dan kembali kepadanya dalam setiap keadaan.

Kompetensi Dasar:
Mengetahui makna persahabatan yang diberkahi seperti yang terdapat dalam hadits ini.

Indikator Pencapaian Hasil:
1. Peserta dapat memahami persahabatan yang diberkahi Allah SWT
2. Peserta dapat memilih sahabat yang baik

Sesungguhnya diri seorang mukmin pada awalnya seperti kertas putih yang suci dan ayahnyalah yang akan mewarnai dirinya, kemudian lingkungan tempat tinggalnya atau orang-orang disekelilingnya yang berpotensi mewarnai diri seseorang.

Oleh karena itu, Nabi SAW mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam memilih teman setia.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Isi dan Kandungan Hadits
Hadits ini mengajak kita untuk memilih teman. Tidak ada teman yang lebih baik daripada teman yang shaleh. Dialah yang menunjukkan semua bentuk kebaikan dan menjauhkannya dari segala bentuk kejahatan. 

Kebalikannya, teman yang jahat tidak bermanfaat selamanya dan tidak ada kebaikan berteman dengannya. Teman yang jahat bagaikan api yang dapat membakar orang yang bersamanya. 

Memilih teman sangat dianjurkan. Bergaul dengan orang-orang baik dan shaleh, sungguh diperintahkan. Orang-orang shaleh mempunyai sifat seperti seekor lebah, makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik pula. Bila hinggap pada setangkai bunga, ia tidak pernah merusaknya. 

Kelembutan tutur kata, senyuman tulus di bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji saat berjumpa merupakan hiasan yang selalu dikenakan orang-orang mulia.

Persahabatan mempengaruhi hidup manusia. Memilih pergaulan sebagai cara memperbagus persahabatan. Sebaik-baik orang yang bersahabat ialah mereka yang berjumpa karena Allah dan apabila berpisah juga karena Allah. 

Jangan sampai sahabat kita akan menenggelamkan diri kita sendiri, karena harus mengikuti kemauannya tanpa mengetahui tujuan dan arah yang jelas serta bermanfaat.

Teman sejati adalah Teman yang mengajak kepada Allah
Kita hidup dalam dinamika masyarakat yang sangat beragam, ada kawan yang kesehariannya memiliki komitmen kehidupan yang baik, taat ibadah, tuturlakunya halus dan menjaga setiap yang masuk dalam tubuhnya. Namun, tidak dapat kita pungkiri kita temukan juga kawan yang berperangai buruk, kasar, urakan dan lemah komitmen dalam ibadah. 

Semua ini menutut kita untuk memiliki sikap bijak karena tidak mungkin kita hanya bergaul dengan sebagian kawan sementara tidak perhatian terhadap yang lain.

Nabi SAW mengajarkan kepada kita betapa cerdasnya beliau berinteraksi dengan masyarakat baik yang mukmin maupun yang kafir, tapi Nabi SAW tidak pernah memilih orang kafir sebagai kawan setia dalam perjalanan hidupnya. 

Beliau memilih sahabat berkarakter seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali dan Utsman dan banyak sahabat lainnya yang memiliki karakter kesholehan, sehingga beliau dan para sahabat mampu istiqomah dalam kebaikan karena terjaga dengan lingkungan yang baik.

Pelajaran Yang Dapat Dipetik
1. Setiap muslim harus memilih teman yang baik, sholeh dan bertutur kata baik.

2. Sahabat yang baik menunjukkan semua bentuk kebaikan dan menjauhkan semua bentuk keburukan.

3. Jangan bersahabat dengan orang yang tidak membangkitkan semangat beribadah, serta ucapan yang tidak membawa kalian mendekati Allah. Jangan bersahabat karena kelebihannya,karena kemungkinan satu kekurangan darinya,kau mungkin akan menjauhinya.

Contoh kisah
Ali bin Abi Thalib merupakan saudara dekat Nabi SAW, sejak kecil beliau sudah hidup berdampingan dengan Nabi SAW. Seringkali juga mendapatkan hikmah kehidupan dari Nabi SAW. Walaupun saudara namun Ali dan Nabi SAW seperti sahabat yang akrab. 

Ketika risalah Islam turun maka Ali merupakan sahabat awalan yang masuk Islam perantara tangan Nabi SAW. Ali mendapatkan keberkahan tersebut karena merupakan mukmin yang komitmen untuk memilih lingkungan yang baik dan sahabat yang baik.

Sebagai ilustrasi silakan simak video berikut ini:

Allahu a'lam.



Bagikan: