DI SINI.
PENDIDIKAN
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
KELUARGA
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
PEMUDA
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
KEPEMIMPINAN
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
PRIBADI ISLAMI
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
PRAMUKA
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
VIDEO
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Anime Battle of Surabaya (2015): Mengenang Peristiwa Bersejarah Perang Surabaya 10 November sebagai Hari Pahlawan dengan Visual dan Audio yang Mengesankan
DI SINI.
Memahami Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
Hadits Adab Makan dan Minum
Bagaimana kabarnya sahabat semuanya...
Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang Hadits Adab Makan dan Minum (1)
2. Video tentang Hadits Adab Makan dan Minum (2)
3. Lafal Hadits tentang Adab Makan dan Minum
Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Adab Makan dan Minum.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadits Menuntut Ilmu
Bagaimana kabarnya sahabat semuanya...
Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang Hadits Menuntut Ilmu
2. Lafal Hadits tentang Menuntut Ilmu (1)
3. Lafal Hadits tentang Menuntut Ilmu (2)
Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Menyebarkan Salam.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadits Menyebarkan Salam
Bagaimana kabarnya sahabat semuanya...
Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang Hadits Menyebarkan Salam (1)
2. Video tentang Hadits Menyebarkan Salam (2)
3. Lafal Hadits tentang Menyebarkan Salam (1)
4. Lafal Hadits tentang Menyebarkan Salam (2)
Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Menyebarkan Salam.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadits Tentang Niat - Ikhlas
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagaimana kabarnya
sahabat semuanya...
Silakan simak video berikut ini ya...
1. Video tentang tentang Niat - Ikhlas (1)
2. Video tentang tentang Niat - Ikhlas (2)
3. Lafal Hadits tentang Niat - Ikhlas (1)
4. Lafal Hadits tentang Niat - Ikhlas (2)
Demikian tanyangan terkait Hadits tentang Niat -
Ikhlas.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa yang Membuat Tenang Hati Kita Saat Ini?
Mari simak video berikut ini...
TERNYATA! Kenapa Kita Harus Membaca Al Quran ?
Mari simak video berikut ini...
Materi Pelajaran Kelas 5 SD: Kisah Perang Uhud
Kompetensi Dasar
1.
Menceritakan kisah terjadinya perang Uhud
2.
Menyebutkan latar belakang terjadinya perang Uhud
3.
Menyebutkan sebab kekalahan di perang Uhud
4.
Memahami pelajaran yang dapat diambil dari kisah Perang Uhud
Perang Uhud terjadi pada tanggal 15 syawal tahun ke 3 hijriyah. Lokasi
gunung Uhud di utara Madinah, tinggi 350 m, panjang 7 Km,
dan lebar 3 Km.
Mereka benar-benar melakukan persiapan yang
maksimal untuk dapat memerangi Rasulullah SAW di Madinah. Mereka berangkat
dengan 3000 tentara.
Terdapat di dalamnya 700 tentara
berbaju besi dan 200 tentara berkuda. Salah satu penyebab terjadinya
perang Uhud adalah karena kaum Quraisy ingin menuntut balas atas
kekalahan mereka di perang Badar.
Bersama mereka turut serta 17 orang perempuan. Salah
satunya adalah Hindun binti Utbah istri dari Abu Sufyan pemimpin pasuka
Quraisy. Dia sangat berhajat atas kematian Hamzah paman
Rasulullah SAW yang telah berhasil membunuh ayahnya di perang Badar.
Pada awalnya Rasulullah SAW berpendapat untuk memerangi mereka di dalam kota Madinah saja, tapi sebagian besar kaum muslimin baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshor berkeinginan memerangi mereka di luar kota Madinah.
Maka Rasulullah SAW masuk kedalam rumah beliau dan mengenakan baju perangnya, memegang tombak ditangannya dan mengalungkan pedang di lehernya.
Melihat hal itu para sahabat menyesal dan mengatakan kepada beliau “Seharusnya kami tidak menyalahi pendapatmu, jikalau engkau mau, engkau tetap tinggal dan duduk di sini” mendengar hal itu Rasulullah SAW menjawab “Pantang bagi seorang nabi setelah memakai baju besinya kemudian dia menanggalkan nya kembali hingga Allah memberi ketetapan antara dia dan musuhnya”.
Rasulullah berangkat bersama 1000 pasukan yang diantaranya terdiri dari 100 tentara berbaju besi dan 2 pahlawan berkuda.
Diantara 1000 orang pasukan kaum muslimin ada diantaranya 300 orang munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul yang kemudian menarik diri dari pasukan dan kembali ke madinah.
Sehingga jumlah pasukan kaum muslimin berkurang menjadi 700 orang saja. Rasulullah SAW bersama pasukan kaum muslimin melanjutkan perjalanan menuju bukit Uhud dan membagi kaum muslimin menjadi beberapa pasukan yang masing-masing dipimpin oleh satu pemimpin.
Diantara pasukan yang dibentuk oleh Rasulullah SAW adalah pasukan pemanah yang terdiri dari 50 orang dan dipimpin oleh Abdullah bin Jubair al Anshori.
Pesan Rasulullah SAW kepada mereka “Lindungi belakang kami sehingga mereka tidak dapat menyerang kita dari arah belakang, jangan sekali-kali meninggalkan tempat ini apapun yang terjadi sehingga kami mengutus seseorang kepada kalian”.
Kemudian terjadilah peperangan dahsyat antara kaum kafir Quraisy dan kaum muslimin.
Pada waktu itu kaum kafir Quraisy kewalahan melawan dahsyatnya perlawanan kaum muslimin sehingga mereka kocar kacir berlarian kesana kemari dengan meninggalkan harta rampasan perang yang cukup banyak.
Melihat hal itu pasukan pemanah yang ada di bukit Uhud turun meninggalkan pos mereka masing-masing. Maka Abdullah bin Jubair al Anshori mengingatkan mereka akan pesan Rasulullah SAW agar tidak meninggalkan pos masing-masing apapun yang terjadi.
Tapi mereka menganggap bahwa peperangan telah usai dan tidak ada lagi gunanya mereka berada di tempat masing-masing. Hanya Abdullah bin Jubair al Anshori yang tetap bertahan bersama 10 orang tentara Islam.
Melihat hal itu pasukan kaum kafir berbalik arah menyerang kaum muslimin mereka berhasil menembus pertahanan kaum muslimin hingga mampu mencederai Rasulullah SAW.
Mereka terus melempari Rasulullah SAW dengan batu-batu hingga beliau jatuh pingsan, mukanya luka, bibir beliau berdarah serta topi perang yang beliau kenakan pecah menjadi dua dan cincin rantainya terbenam di pelipis Rasulullah SAW.
Para sahabat yang ada di sekitar Rasulullah SAW berupaya melindungi Rasulullah SAW dari serangan musuh. Diantaranya sahabat yang bernama abu Dujanah yang menjadi perisai Rasulullah dari hujanan panah pasukan kaum musyrikin. Panah-panah kaum musyrikin telah menembsus punggung beliau.
Ada lagi sahabat yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqos. Beliau hari itu telah memanah sekitar 1000 kali anak panah serta seorang perempuan yang bernama Nasibah Ummu ‘Umaroh al Anshoriyah yang meninggalkan tugasnya memberi minum pasukan kaum muslimin yang cedera dengan bertempur menggunakan pedang dan memanah demi melindungi Rasulullah SAW.
Dia terus bertempur sampai anak panah musuh mengenai tengkuknya. Tidak ketinggalan pula suami dan anaknya hingga Rasulullah berdo’a kepada Allah SWT “Ya Allah jadikan mereka teman-temanku di surga”.
Mendengar do’a Rasulullah SAW tersebut Nasibah berkata “Aku tidak peduli lagi dengan bencana yang menimpaku di dunia”. Nasibah mengalami 12 luka di tubuhnya karena terkena pedang dan tombak musuh.
Pada saat itu Ubai bin Kholaf dari kaum musyrikin mencoba membunuh Rasulullah SAW. Tapi Rasulullah terlebih dulu melemparkan tombak ke arah Ubai bin Kholaf hingga dia menemui ajalnya.
Kemudian Rasulullah SAW berdiri dengan di bantu oleh Tholhah bin Ubaidillah. Beliau memandang kearah kaum musyrikin yang ada diatas bukit dan bersama para sahabatnya menghalau mereka menuruni bukit dan beliau berkata “Tidak sepatutnya mereka berada lebih tinggi dari pada kita. Ya Allah tidak ada kekuatan bagi kami melainkan dengan kekuatan Mu”.
Diantara yang terbunuh dalam perang ini adalah Hamzah paman Rasulullah SAW. Beliau dibunuh oleh Hindun istri Abu Sufyan dengan merobek dadanya dan mengambil jantungnya kemudian mengunyahnya, namun Hindun tidak bisa menelannya.
Jumlah kaum muslimin yang syahid pada peperangan ini sekitar 70 orang sementara pihak musuh yang terbunuh sekitar 23 orang. Terkait peristiwa di perang Uhud Allah SWT menurunkan ayatnya dalam surat Ali Imron ayat 139-142:
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka,maka merekapun mendapat luka (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.(140)
Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir.(141)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar”.(142)
Dan surat Ali Imron ayat 152-153:
“Dan sungguh Allah telah memenuhi janjiNya kepadamu ketika kamu membunuh mereka dengan izin Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu, dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.(152)
(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapapun sedang Rasul (Muhammad) berada diantara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan”.(153)
Ramadhan Bulan Penuh Berkah
2. Keutamaan Ramadhan
3. Amalan Memakmurkan Ramadhan
4. Niat dan Waktu Puasa
5. Doa Berbuka Puasa
6. Shalat Tarawih
7. Lailatul Qadar
8. Nuzulul Quran
9. Hal yang Membatalkan Puasa
Demikian ulasan tentang Ramadhan Bulan Penuh Berkah
Keislaman Hamzah dan Umar
Kompetensi dasar:
Penjelasan materi:
Sebagai ilustrasi, silakan simak video berikut ini:
1. Keislaman Hamzah bin Abdul Muthalib
2. Keislaman Umar bin Khattab
Untuk tugas hari ini silakan kerjakan latihan soal di buku paket halaman
41 (1-10) atau pada form berikut ini:
Jazakumullah khairan katsir
Allahu a'lam
Mari Mengenal Puasa Sunnah
Standar Kompetensi
1. Mengenal Fiqih Islam
Kompetensi Dasar
1.1 Mengetahui puasa Sunah
Indikator :
1. Siswa dapat menyebutkan makna puasa sunah dengan benar
2. Siswa mampu menyebutkan macam-macam puasa sunah
3. Siswa mampu untuk menyebutkan hal-hal yang membatalkan puasa
4. Siswa mampu menyebutkan hari-hari yang diharamkan puasa
a. Pengertian puasa
Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri
dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti
ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. “Maka makan dan minumlah kamu,
wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang,
maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan
siapapun.”
Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
b. Macam-macam puasa sunah
1. Puasa Syawal
Puasa syawal adalah puasa sunah 6 hari yang dilakukan di bulan
Syawal, dimulai pada hari ke-2 (setelah Idul Fitri) sampai hari ke-7. Cara
pelaksanaan puasa syawal bisa berturut turut dan boleh juga tidak .
Artinya : "Barang siapa berpuasa dibulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan syawal maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa setahun penuh" (HR. Muslim)
2. Puasa Arafah
Di Arafah seluruh jama’ah haji berkumpul dalam waktu yang
bersamaan. Pada saat itulah umat islam yang sedang melakukan haji (wukuf) di
Arafah tidak disunahkan untuk berpuasa arafah. Tetapi bagi umat islam yang
tidak sedang melakukan haji (wukuf) disunahkan untuk berpuasa arafah.
Puasa arafah adalah puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijah bagi umat islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
3. Puasa Senin-Kamis
Dinamakan puasa senin kamis karena puasa ini dikerjakan pada hari senin
dan kamis di luar puasa wajib. Puasa senin kamis ini merupakan sunah
Nabi Muhammad SAW.
4. Puasa Daud
Puasa daud adalah puasa dengan cara satu hari puasa, satu hari tidak,
puasa daud bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud As.
5. Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam)(Yaumil Bidh), tanggal 13, 14, dan 15
6. Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban) pada awal pertengahan bulan Sya’ban
c. Sunah-sunah Ketika Menjalankan Ibadah Puasa
1. Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
2. Melambatkan bersahur
3. Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
4. Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
5. Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
6. Berbuka dengan buah tamar/kurma, jika tidak ada dengan air
7. Membaca doa berbuka puasa
d. Hal-hal / Perkara Yang Membatalkan Puasa
1. Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
2. Muntah dengan sengaja
3. Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
4. Kedatangan haid atau nifas
5. Melahirkan anak atau keguguran
6. Gila walaupun sekejap
7. Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari
8. Murtad atau keluar daripada agama Islam
e. Perkara-perkara yang Makruh dilakukan saat Berpuasa
1. Selalu berkumur-kumur
2. Merasa makanan dengan lidah
3. Berbekam kecuali perlu
4. Mengulum sesuatu
f. Hikmah / Manfaat Puasa
Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk
sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah
‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali ‘Imran : 146
“Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar”
g. Waktu-waktu Di haramkan Puasa
1. Pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha
Di haramkan berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, baik itu
untuk mengqadha puasa yang ditinggalkan, membayar kafarat, maupun sebagai
puasa sunah.
2. Pada Hari Tasyriq
Puasa pada hari-hari tasyriq yaitu puasa pada tanggan 10,11, 12, dan 13
Djulhizah juga diharamkan.
h. Waktu-waktu yang di makruhkan berpuasa
1. Mengkhususkan pada bulan Rajab saja
Berpuasa satu bulan penuh pada bulan rajab merupakan amalan yang
dimakruhkan.
2. Puasa dhar
Puasa dhar adalah puasa yang dilakukan secara terus menerus setiap
hari.
3. Mengkhususkan pada hari jum’at untuk berpuasa
Sebagai ilustrasi, silakan simak video berikut ini:
Allahu a'lam...
Mengenal Asmaul Husna: Ar Rahman dan Ar Rahim
A. Standar Kompetensi
Mengerti tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan aqidah yang benar
yang digali dari Al Qur`an, As Sunah, dalil-dalil naqly dan aqly,
menanamkannya dalam jiwa, dan membersihkannya dari bid`ah dan khurofat yang
mungkin mengotorinya.
B. Kompetensi Dasar
Memahami pentingnya ma‟rifatullah untuk meningkatkan iman dan taqwa
dalam kehidupan manusia melalui ayat-ayat dalam Al Qura‟an.
C. Indikator Pencapaian Hasil
1. Peserta mengetahui arti Ar Rahman & Ar Rahim
2. Peserta mengetahui ayat tentang Ar Rahman & Ar Rahim
3. Peserta memahami makna Ar Rahman & Ar Rahim melalui kisah dan
nasihat
D. Uraian Materi
Asy-Syaikh Muhammad Khalil Al-Harras mengatakan, “Keduanya adalah
nama yang mulia dari nama-nama Allah. Kedua nama ini menunjukkan bahwa
Allah memiliki sifat rahmat, kasih sayang, yang merupakan sifat hakiki bagi Allah
dan sesuai dengan kebesaran-Nya.” Kedua nama Allah ini disebutkan dalam
banyak ayat dan hadits Nabi, diantaranya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Fatihah: 1)
“Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Fatihah: 3)
Maknanya, menurut Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, “Ar-Rahman artinya Yang memiliki rahmat, kasih sayang yang luas, karena wazan (bentuk kata) fa‟lan dalam bahasa Arab menunjukkan makna luas dan penuh. Semisal dengan kata „Seorang lelaki ghadhbaan,‟ artinya penuh kemarahan.
Sementara, Ar-Rahiim adalah nama Allah yang memiliki makna kata kerja dari rahmat (yakni Yang merahmati, Yang mengasihi), karena wazan fa‟iil bermakna faa‟il, sehingga kata tersebut menunjukkan perbuatan (merahmati, mengasihi).
Oleh karena itu, paduan antara nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim bermakna rahmat Allah itu luas dan kasih sayang-Nya akan sampai kepada makhluk-Nya.”
Adakah perbedaan antara nama Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim? Tentu ada sisi perbedaannya, karena setiap nama punya makna yang khusus.
Berikut ini penjelasan sebagian ulama tentang perbedaan diantara keduanya. Al-Arzami mengatakan: “Ar-Rahman artinya Yang Maha Pengasih terhadap seluruh makhluk, sedangkan Ar-Rahim artinya Yang Maha Pengasih terhadap kaum mukminin.” (Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari, Tafsir Basmalah)
Dengan demikian, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan Ar-Rahman adalah yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu di dunia, karena bentuk kata/wazan fa‟lan itu menunjukkan penuh dan banyak. Sedangkan Ar-Rahim, yang rahmat-Nya khusus terhadap kaum mukimin di akhirat.
Akan tetapi, ada pula yang mengatakan sebaliknya. Ibnul Qayyim memandang bahwa Ar-Rahman menunjukkan sifat kasih sayang pada Dzat Allah (yakni Allah memiliki sifat kasih sayang), sedangkan Ar-Rahim menunjukkan bahwa sifat kasih sayang-Nya terkait dengan makhluk yang dikasihi-Nya.
Sehingga seakan-akan nama Ar-Rahman adalah sifat bagi-Nya, sedangkan nama Ar-Rahim mengandung perbuatan-Nya, yakni menunjukkan bahwa Dia memberi kasih sayang kepada makhluk-Nya dengan rahmat-Nya, jadi ini sifat perbuatan bagi-Nya. Apabila Anda hendak memahami hal ini, perhatikanlah firman Allah:
“Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzab: 43)
“Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.” (At-Taubah: 117)
Allah l tidak menyebutkan dengan nama Ar-Rahman sama sekali. Dengan itu, Anda tahu bahwa makna Ar-Rahman adalah Yang memiliki sifat kasih sayang dan makna Ar-Rahim adalah Yang mengasihi dengan kasih sayang-Nya. (Syarah Nuniyyah, Ahmad Isa) Al-Harras mengatakan, ini adalah pendapat yang terbaik dalam membedakan kedua nama tersebut.
Berikut ini kutipan penjelasan Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa‟di tentang keagungan dua nama Allah l tersebut.
Ar-Rahman dan Ar-Rahim, adalah dua nama yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kasih sayang yang luas dan agung. Kedua nama ini meliputi segala sesuatu dan meliputi segala makhluk. Allah telah menetapkan kasih sayang yang sempurna bagi orang-orang bertakwa yang mengikuti para nabi dan rasul-Nya.
Oleh karena itu, mereka mendapatkan kasih sayang sempurna yang bersambung dengan kebahagiaan yang abadi.
Adapun orang-orang yang selain mereka terhalang dari kasih sayang yang sempurna ini, karena mereka sendiri yang menolaknya dengan cara tidak memercayai berita (Ilahi) dan berpaling dari perintah. Oleh karena itu, janganlah mereka mencela siapapun kecuali diri mereka sendiri.
Mereka (yang bertakwa) mengimani bahwa Allah Maha Rahman dan Maha Rahim, memiliki rahmat yang agung, dan rahmat-Nya terkait dengan makhluk-Nya yang dirahmati, sehingga nikmat seluruhnya adalah buah dari rahmat-Nya.
Orang yang memerhatikan nama Allah Ar-Rahman, dan bahwa Allah Maha luas rahmat-Nya, memiliki kasih sayang yang sempurna, dan kasih sayang-Nya telah memenuhi alam semesta baik yang atas maupun yang bawah, serta mengenai seluruh makhluk-Nya, serta mencakup dunia dan akhirat; juga mentadaburi ayat-ayat yang menunjukkan semacam makna ini:
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (Al-A‟raf: 156)
“Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (Al-Hajj: 65)
“Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Dzat yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Ar-Rum: 50)
“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.” (Luqman: 20)
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (An-Nahl: 53)
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nahl: 18)
Juga ayat-ayat setelahnya yang menunjukkan pokok-pokok nikmat, dan cabangnya yang mengandung salah satu dari sekian banyak buah rahmat Allah.
Oleh karenanya, Allah berfirman di akhirnya: “Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (An-Nahl: 81)
Lalu mentadaburi surat Ar-Rahman dari awal hingga akhirnya, karena surat itu adalah ungkapan dari penjabaran rahmat Allah l; maka semua ragam makna dan corak nikmat yang ada padanya adalah rahmat dan kasih sayang-Nya.
Oleh karena itu, Allah mengakhiri surat itu dengan menyebutkan apa yang Allah siapkan untuk orang-orang yang taat di dalam surga, berupa kenikmatan abadi yang sempurna, yang merupakan buah dari rahmat-Nya. Oleh karenanya, Allah menamai surga dengan rahmat, sebagaimana dalam ayat-Nya:
“Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.” (Ali „Imran: 107)
Dalam hadits shahih disebutkan: “Allah lebih penyayang terhadap hamba-Nya daripada seorang ibu terhadap anaknya.”
Dalam hadits lain disebutkan: “Sesungguhnya Allah telah menuliskan sebuah tulisan di sisi-Nya, di atas Arsy-Nya „Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku‟.”
Ringkas kata, Allah telah menciptakan makhluk dengan rahmat-Nya dan mengutus para rasul kepada mereka karena rahmat-Nya pula. Allah l memerintah dan melarang mereka serta menetapkan syariat untuk mereka karena rahmat-Nya.
Allah melingkupi mereka dengan kenikmatan lahir dan batin karen rahmat-Nya. Dia mengatur mereka dengan berbagai aturan dan melindungi mereka dengan berbagai perlindungan karena rahmat-Nya, serta memenuhi dunia dan akhirat dengan rahmat-Nya.
Oleh karena itu, urusan ini tidak akan menjadi baik dan mudah, begitu pula tujuan dan berbagai tuntutan tidak akan terwujud melainkan karena rahmat-Nya.
Bahkan, kasih sayang-Nya melebihi semua itu, lebih agung dan lebih tinggi. Apatah lagi, orang-orang baik dan bertakwa akan mendapatkan bagian terbesar dan kebaikan terbanyak dari rahmat-Nya.
“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A‟raf: 56)
Mengimani nama Allah tersebut akan menambah rasa syukur kita kepada Allah, karena berbagai nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita, baik yang ada dalam organ tubuh, kebutuhan keseharian, alam sekitar kita, maupun alam semesta ini semuanya, adalah semata-mata buah dari kasih sayang-Nya, yang mengharuskan kita untuk tunduk dan bersyukur kepada-Nya, serta membalasnya dengan ketaatan, bukan dengan kemaksiatan dan kerusakan.
Contoh Kisah
Kisah Ali dan Orang Miskin
Saat Ali sedang pergi ke masjid, datanglah seorang miskin yang meminta
uang untuk membeli nasi sarapan pagi. Ali memberinya uang sejumlah yang
diminta orang miskin tersebut.
Keesokan harinya, peristiwa tersebut kembali terjadi dengan orang miskin yang sama. Esoknya lagi dan seterusnya orang miskin tersebut selalu datang meminta uang kepada orang kaya ini dan setiap kali datang selalu diberinya uang tanpa pamrih.
Sampai suatu saat, orang kaya ini berjalan-jalan ke pasar dan melihat orang miskin tersebut. Ali terkejut melihat apa yang dilakukan orang miskin tersebut di sudut pasar.
Ternyata orang miskin tersebut sedang berjudi bersama banyak orang. Betapa kecewa hatinya karena orang miskin tersebut rutin diberikan uang untuk sarapan tiap paginya.
Ingin ditegurnya tetapi berat hati pula. Ali sengaja mendekat dan orang miskin itu sebenarnya mengetahui kedatangannya namun pura-pura tidak mengenalnya.
Keesokan harinya, sebagaimana biasa orang kaya ini didatangi kembali orang miskin itu meminta uang untuk sarapan pagi. Tahukah apa yang terjadi? Apakah orang kaya ini rela memberikan uangnya kepada orang miskin itu sebagaimana hari-hari sebelumnya?
Kemungkinan besar bahkan hampir pasti orang kaya dermawan tidak lagi memberikan uangnya kepada orang miskin tersebut karena sudah mengetahui keburukan dan kedustaannya.
Maha Suci Allah dari segala sifat atau kelemahan manusia, karena itulah manusia dengan segala keterbatasannya. Berbeda dengan Allah, Yang Maha Pengasih. Disaat hamba-Nya datang kepada-Nya memohon diberikan harta, maka Allah berikan. Hamba-Nya tidak meminta pun tetap Allah berikan harta.
Allahu a'lam.
Adab Belajar
A. Standar Kompetensi
Membiasakan perilaku terpuji
B. Kompetensi Dasar
1. Membiasakan melakukan adab-adab sebelum belajar
2. Menumbuhkan motivasi belajar
C. Indikator Pencapaian
1. Siswa dapat menyebutkan adab-adab belajar
2. Siswa dapat melafalkan doa sebelum belajar
3. Siswa dapat membiasakan berdoa sebelum belajar
D. Uraian Materi
Belajar merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan oleh ALLAH,
beberapa keutamaan belajar atau menuntut ilmu.
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menempuh sesuatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan disitu, maka Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan untuk menuju ke surga." (HR. Muslim).
Adab-adab belajar adalah:
1. Memiliki niat yang lurus.
Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya segala perbuatan tergantung
dengan niat dan akan dibalas sesuai dengan niatnya,..
2. Memberi salam kepada guru dengan santun.
Mengucap salam adalah do‟a, maka harus diucapkan dengan santun dan
lemah lembut. Terlebih kepada orang yang lebih tua atau guru yang
mengajari kebaikan.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak." (Muttafaq Alaihi). Menurut riwayat Muslim: "Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan."
3. Membaca doa sebelum belajar.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman:
Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika
dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun
akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu
jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan
makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka
Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku
akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan
berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim)
Doa mau belajar adalah:
Artinya: “Wahai Allah Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan berilah aku kefahaman yang luas.”
4. Tidak berbicara atau mengobrol ketika guru sedang menjelaskan.
5. Bersikaplah hormat dan patuh kepada bapak dan ibu guru.
6. Selesai belajar maka membaca doa sesudah belajar.
Doa setelah belajar adalah:
Artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku menitipkan kepadamu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah kepadaku pada waktu aku membutuhkannya, dan janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya wahai Tuhan semesta alam.”
Sebagai ilustrasi silakan simak video berikut ini:
Allahu a'lam.
Persahabatan yang Diberkahi
Standar Kompetensi:
Memperkuat ikatan dengan sunah Rasulullah Saw berlandaskan pemahaman dan
cinta kepada ajarannya. Ikatan dengan petunjuknya dan mengamalkan hukum-hukumnya
dengan pemahaman yang baik serta merumuskan sasaran-sasarannya yang memberikan
petunjuk untuk setiap zaman dan tempat, dan kembali kepadanya dalam setiap
keadaan.
Kompetensi Dasar:
Mengetahui makna persahabatan yang diberkahi seperti yang terdapat dalam
hadits ini.
Indikator Pencapaian Hasil:
1. Peserta dapat memahami persahabatan yang diberkahi Allah SWT
2. Peserta dapat memilih sahabat yang baik
Oleh karena itu, Nabi SAW mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam memilih teman setia.
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)
Isi dan Kandungan Hadits
Hadits ini mengajak kita untuk memilih teman. Tidak ada teman yang
lebih baik daripada teman yang shaleh. Dialah yang menunjukkan semua bentuk
kebaikan dan menjauhkannya dari segala bentuk kejahatan.
Kebalikannya, teman yang jahat tidak bermanfaat selamanya dan tidak ada kebaikan berteman dengannya. Teman yang jahat bagaikan api yang dapat membakar orang yang bersamanya.
Memilih teman sangat dianjurkan. Bergaul dengan orang-orang baik dan shaleh, sungguh diperintahkan. Orang-orang shaleh mempunyai sifat seperti seekor lebah, makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik pula. Bila hinggap pada setangkai bunga, ia tidak pernah merusaknya.
Kelembutan tutur kata, senyuman tulus di bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji saat berjumpa merupakan hiasan yang selalu dikenakan orang-orang mulia.
Persahabatan mempengaruhi hidup manusia. Memilih pergaulan sebagai cara memperbagus persahabatan. Sebaik-baik orang yang bersahabat ialah mereka yang berjumpa karena Allah dan apabila berpisah juga karena Allah.
Jangan sampai sahabat kita akan menenggelamkan diri kita sendiri, karena harus mengikuti kemauannya tanpa mengetahui tujuan dan arah yang jelas serta bermanfaat.
Teman sejati adalah Teman yang mengajak kepada Allah
Kita hidup dalam dinamika masyarakat yang sangat beragam, ada kawan
yang kesehariannya memiliki komitmen kehidupan yang baik, taat ibadah,
tuturlakunya halus dan menjaga setiap yang masuk dalam tubuhnya. Namun, tidak dapat
kita pungkiri kita temukan juga kawan yang berperangai buruk, kasar, urakan dan
lemah komitmen dalam ibadah.
Semua ini menutut kita untuk memiliki sikap bijak karena tidak mungkin kita hanya bergaul dengan sebagian kawan sementara tidak perhatian terhadap yang lain.
Nabi SAW mengajarkan kepada kita betapa cerdasnya beliau berinteraksi dengan masyarakat baik yang mukmin maupun yang kafir, tapi Nabi SAW tidak pernah memilih orang kafir sebagai kawan setia dalam perjalanan hidupnya.
Beliau memilih sahabat berkarakter seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali dan Utsman dan banyak sahabat lainnya yang memiliki karakter kesholehan, sehingga beliau dan para sahabat mampu istiqomah dalam kebaikan karena terjaga dengan lingkungan yang baik.
Pelajaran Yang Dapat Dipetik
1. Setiap muslim harus memilih teman yang baik, sholeh dan bertutur kata
baik.
2. Sahabat yang baik menunjukkan semua bentuk kebaikan dan menjauhkan semua bentuk keburukan.
3. Jangan bersahabat dengan orang yang tidak membangkitkan semangat beribadah, serta ucapan yang tidak membawa kalian mendekati Allah. Jangan bersahabat karena kelebihannya,karena kemungkinan satu kekurangan darinya,kau mungkin akan menjauhinya.
Contoh kisah
Ali bin Abi Thalib merupakan saudara dekat Nabi SAW, sejak kecil
beliau sudah hidup berdampingan dengan Nabi SAW. Seringkali juga mendapatkan
hikmah kehidupan dari Nabi SAW. Walaupun saudara namun Ali dan Nabi SAW
seperti sahabat yang akrab.
Ketika risalah Islam turun maka Ali merupakan sahabat awalan yang masuk Islam perantara tangan Nabi SAW. Ali mendapatkan keberkahan tersebut karena merupakan mukmin yang komitmen untuk memilih lingkungan yang baik dan sahabat yang baik.
Sebagai ilustrasi silakan simak video berikut ini:
Allahu a'lam.





.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

