PENDIDIKAN
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
KELUARGA
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
PEMUDA
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
KEPEMIMPINAN
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
PRIBADI ISLAMI
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
PRAMUKA
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
VIDEO
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Show di Hadapan Allah SWT
Ketika Pasangan Mulai Mendua
Cinta bukan hanya manis dilaku, dan sepintas lalu.
Namun cinta adalah perjuangan.
Perjuangan ketika ujian melanda, dan cinta tetap bertahan.
Bertahan karena-Nya.
Mendadak bibir kelu dan ujung lengan sweater ku basah dengan airmata yang tak berhenti meleleh.
Allahu a'lam...
Memanfaatkan Sisa Usia
Tanya Jawab Lucu Seputar Nikah
Gaya Belajar Pada Anak
• Lebih mudah mengingat dengan melihat.
• Lebih suka membaca.
• Lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar.
• Peka akan warna dan cukup paham akan artistik.
• Duduk tenang saat belajar di tengah situasi ribut dan ramai tanpa merasa terganggu.
• Tertarik pada seni lukis, pahat, dan gambar.
• Melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang mengajar.
• Mudah menghafal tempat dan lokasi.
KENDALA TIPE VISUAL
• Tak suka berbicara di depan kelompok atau mendengarkan orang lain.
• Tahu apa yang harus dikatakan, tapi tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
• Terlambat menyalin pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan tak terbaca.
• Sering kali lupa jika menyampaikan pesan verbal kepada orang lain.
• Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
• Agak sulit menyimak dan memahami isi pembicaraan.
CARA MENSTIMULASI
• Gunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran.
• Perangkat grafis bisa berupa film, slide, ilustrasi, coretan, atau kartu gambar.
• Mintalah untuk membayangkan obyek atau materi yang sedang dipelajari.
2. ANAK TIPE AUDITORI
CIRI UMUM
• Mudah ingat apa yang didengar.
• Senang dibacakan atau mendengarkan.
• Pandai bercerita dan senang membaca dengan suara keras.
• Lebih menyukai humor lisan ketimbang membaca buku.
• Senang berdiskusi, bicara, atau menjelaskan secara panjang-lebar.
• Menyenangi seni musik.
• Mudah mempelajari bahasa asing.
KENDALA TIPE AUDITORI
• Cenderung banyak omong.
• Tak bisa belajar dalam suasana berisik.
• Kurang tertarik pada hal-hal baru.
CARA MENSTIMULASI
• Bekali tape recorder untuk merekam semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah.
• Libatkan diri dalam kegiatan diskusi.
• Lakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar.
• Rekamlah ide dan pikiran sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan.
3. ANAK TIPE KINESTETIK
CIRI UMUM
• Gemar menyentuh segala sesuatu.
• Aktif mengerjakan sesuatu yang memakai tangannya.
• Suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar.
• Menyukai gerak fisik dan memiliki koordinasi tubuh yang baik.
• Membaca dengan menunjuk kata-kata dengan jari tangan.
• Menghafal sesuatu dengan melihat langsung.
• Unggul dalam pelajaran olahraga.
• Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu (peragaan) ketimbang penjelasan.
• Cenderung menggunakan gerak tubuh untuk mengungkapkan sesuatu.
KENDALA TIPE KINESTETIK
• Sulit mempelajari hal abstrak, seperti matematika atau peta.
• Tak bisa belajar di sekolah yang bergaya konvensional.
• Energinya cukup tinggi, dan jika tidak disalurkan, akan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya.
CARA MENSTIMULASI
• Masukkan ke sekolah yang menganut sistem active learning.
• Belajar memakai model peraga, misal belajar di laboratorium.
• Diberikan aktivitas fisik, seperti olahraga atau menari.
Ada sedikit revisi (pemambahan/perubahan) pada redaksi artikel ini. Namun tanpa mengurangi esensi pesan artikel ini. Semoga artikel ini bermanfaat.
Budaya Saling Menasehati Sesama
Ulama sebagai salah satu sendinya mempunyai arti sebagai orang yang memiliki ilmu yang membawanya takut hanya kepada Allah SWT (QS. Al-Fathir: 28).
Ada beberapa hal yang menuntut para penggiat dakwah untuk selalu melakukan tawashau bil haqqi wa tawashau bis shabri. Pertama, kebaikan umat ini terletak pada konsistensi pelaksanaan amar ma’ruf dan nahi munkar. Bila amar-ma’ruf dan nahi munkar tidak dilaksanakan maka akan hilanglah salah satu ciri kebaikan umat Islam ini (QS. Ali Imran: 110). Kedua, para penggiat dakwah adalah stabilisator umat yang menjadi tumpuan utama masyarakat. Ciri utamanya adalah senantiasa melakukan ‘ishlah’ (perbaikan). Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, “Apakah kita akan dihancurkan walaupun di antara kita terdapat orang-orang sholihin”? Rasulullah menjawab, “Ya”, bila terdapat banyak kebobrokan/keburukan." Allah SWT menegaskan "Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim sedang penduduknya orang-orang yang melakukan ishlah (perbaikan) (QS. Huud: 117). Ketiga, saling menasehati merupakan ciri manusia yang tidak akan merugi. Sebagaimana yang diungkap dalam surat Al-'Ashr ayat 3, yaitu senantiasa saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran. Surat ini amat penting sehingga ada riwayat dari Imam At-Thabrani dari Ubaidillah bin Hafsh yang menyatakan bahwa dua orang sahabat nabi SAW bila bertemu, maka tidak berpisah kecuali membaca surat Al-'Ashr, kemudian mengucapkan salam untuk perpisahan. Keempat, di antara hak seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bila dimintai nasihat oleh saudaranya tentang sesuatu maka ia harus memberinya, dalam artian ia harus menjelaskan kepada saudaranya itu apa yang baik dan benar. Dalam sebuah hadits yan diriwayatkan oleh Al-Bukhari disebutkan bahwa: "Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya (yang diminta) memberi nasihat." Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari disebutkan bahwa: "Agama adalah nasihat bagi Allah, bagi Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan untuk para orang awamnya."
Saling menasihati di antara sesama muslim adalah kewajiban. Karena di satu sisi bangkit dengan kebenaran adalah sangat sulit sementara di sisi lain hambatan-hambatan untuk menegakkannya sangat banyak, misalnya: hawa nafsu, logika kepentingan, tirani thaghut, dan tekanan kezhaliman. Pemberian nasihat merupakan pengingatan, dorongan dan pemberitahuan bahwa kita satu sasaran dan satu tujuan akhir. Semua kader senantiasa bersama-sama dalam menanggung beban dan mengusung amanat. Bila saling menasihati ini kita lakukan bersama-sama, dimana berbagai kecenderungan individu bertemu dan saling berinteraksi, maka akan menjadi berlipat gandalah kekuatan kita untuk menegakkan kebenaran. Masyarakat Islam tidak akan tegak kecuali dijaga oleh para penganutnya (muslim) yang saling tolong menolong, saling menasihati dan memiliki solidaritas yang tinggi.
Para salafus shalih telah memberikan contoh luar biasa dalam hal saling menasihati. Sebagai contoh adalah Umar bin Al Khatab r.a. Pada suatu kesempatan ketika banyak pembesar sahabat yang mengelilinginya tiba-tiba salah seorang sahabat berkata: Ittaqillaha ya Umar (bertaqwalah kepada Allah wahai Umar). Para sahabat yang mengetahui kedudukan keislaman Umar marah kepadanya, namun Umar bin Al Khatab r.a mencegah kemarahan sahabat-sahabatnya seraya berkata: "Biarkanlah dia berkata demikian, sesungguhnya tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mengatakannya, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mendengarnya.”
Itulah Umar yang termasuk dalam golongan sepuluh orang yang mendapat kabar gembira dijamin masuk surga, beliau sangat perhatian terhadap setiap nasihat yang benar yang ditujukan kepadanya. Kita sebagai umat muslim dan sekaligus penggiat dakwah yang menjadi stabilisator umat, harus saling menasihati dan saling menerima berbagai nasihat yang baik dengan lapang dada, bahkan harus berterima kasih kepada yang mau memberi nasihat. Wallahu a’lam. (Admin)
MELALAIKAN AMANAH: Jalan Menuju Kegagalan dan Kehancuran
Hidup ini tidak lain adalah sebuah safari atau perjalanan panjang dalam melaksanakan amanah dari Allah SWT. Dalam hidupnya manusia dibatasi oleh empat dimensi; bumi tempat beramal, waktu atau umur sebagai sebuah kesempatan beramal, nilai Islam yang menjadi landasan amal dan potensi diri sebagai modal beramal. Maka orang yang bijak adalah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan-keterbatasan dirinya untuk sebuah produktivitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senantiasa sadar bahwa detik-detik hidupnya adalah karya dan amal shalih. Kehidupannya di dunia sangat terbatas sehingga tidak akan disia-siakannya untuk hal-hal yang sepele, remeh, apalagi perbuatan yang dibenci (makruh) dan haram.
Setiap amanah akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Pertanyaan akan ditujukan atas amanah yang dibebankan kepada kita. Barang siapa yang menunaikan amanah sekecil apapun, niscaya akan dilihat Allah SWT. Dan barang siapa yang melalaikan amanah sekecil apapun niscaya akan juga dilihat. Manusia tidak akan dapat lari dari tanggung jawab itu. Karena tempat yang ditinggali adalah bumi Allah SWT, umur yang dimiliki adalah ketentuan Allah SWT, potensi yang ada adalah anugerah Allah SWT dan nilai Islam adalah tolak ukur dari pelaksanaan amanah tersebut. Kemudian mereka akan datang menghadap Allah SWT.
Oleh karena itu sekecil apapun amanah yang dilaksanakan akan memiliki dampak positif berupa kebaikan. Dan sekecil apapun amanah yang disia-siakan, niscaya memiliki dampak negatif berupa keburukan. Dampak itu bukan hanya mengenai dirinya tetapi juga mengenai umat manusia secara umum. Seorang mukmin yang bekerja mencari nafkah dengan cara yang halal dan baik akan memberikan dampak positif berupa ketenangan jiwa dan kebahagiaan bagi keluarganya. Apalagi bila dia mampu memberi sedekah dan infak kepada yang membutuhkan. Sebaliknya seorang yang menganggur dan malas akan menimbulkan dampak negatif berupa keburukan, terlantarnya keluarga, kekisruhan, keributan dan beban bagi orang lain.
Kesalahan kecil dalam menunaikan amanah seringkali menimbulkan bahaya yang fatal. Bukankah terjadinya kecelakaan mobil ditabrak kereta, disebabkan hanya karena sopirnya lengah atau sang penjaga pintu rel kereta tidak menutupnya? Perjalanan Islam telah menorehkan pengalaman betapa kesalahan dalam melaksanakan amanah mengakibatkan kerugian dan musibah. Pada saat perang Uhud, Rasulullah SAW. memerintahkan satu pasukan pemanah untuk tetap berjaga di bukit Uhud dan tidak meninggalkan pos itu. Tetapi, ketika tentara Islam sudah di ambang kemenangan, dan sebagian yang lain bersorak sambil memunguti rampasan perang, maka pasukan pemanah pun tergoda dan ikut-ikutan mengambil rampasan perang itu. Akhirnya pasukan kafir berhasil memukul mundur pasukan umat Islam, dan rampasan perang raib dari tangan mereka. Lebih tragis dari itu adalah darah segar berceceran dari muka Rasulullah SAW, akibat amanah yang dilalaikan.
Harta, wanita dan kekuasaan memang merupakan sarana yang paling ampuh digunakan setan untuk menggoda orang beriman agar melalaikan amanah, bahkan meninggalkannya sama sekali. Betapa sebagian umat muslim yang ketika tidak memiliki sarana harta yang cukup dan tidak ada kekuasaan yang disandangnya, begitu istiqamah menjalankan amanah. Tetapi setelah mendapatkan harta dan kekuasaan, amanah itu ditinggalkan atau bahkan berhenti dari jalan kebaikan dan keluar dari barisan umat muslim.
Oleh karena itu waspadalah terhadap harta, wanita dan kekuasaan. Itu semua hanya sarana untuk melaksanakan amanah dan jangan sampai menimbulkan fitnah yang berakibat pada melalaikan amanah. Di balik menunaikan amanah, terkadang ada bunga-bunga yang mengiringinya, harta yang menggiurkan, wanita yang menggoda. Sehingga orang yang beriman harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan demikian orang-orang yang beriman harus benar-benar melaksanakan amanah umat dan tidak memberikan amanah kepada orang-orang yang bukan ahlinya. Orang beriman adalah khairu ummah (umat terbaik) yang harus mengamankan amanah umat. Dan ketika amanah dipegang oleh orang yang bukan ahlinya, maka umat Islam harus melakukan jihad dan amar ma’ruf nahi munkar. Rasulullah SAW. bersabda: "Seutama-utamanya jihad adalah kalimat yang benar kepada penguasa yang zhalim” (HR Ibnu Majah, Ahmad, At-Thabrani, Al-Baihaqi dan An-Nasai).
Hidup adalah pilihan-pilihan. Dan pilihan melaksanakan amanah adalah konsekuensi sebagai manusia dan konsekuensi sebagai muslim. Oleh karenanya sandaran yang paling baik adalah Allah SWT dan teman yang paling baik adalah orang-orang yang shalih. Maka kuatkan hubungan dengan Allah SWT dan tingkatkan ukhuwah Islamiyah, niscaya kita akan sukses melaksanakan amanah itu, sebesar apapun. Marilah kita melaksanakan amanah yang diberikan Allah kepada kita dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, kesabaran, lapang dada, keseriusan dan tanggung jawab. Jika tidak, maka akan terjadi kehancuran dan kerusakan. Wallahu a’lam. (Admin)
GENERASI RABBANI ABAD INI
Subhanallah, saya yakin pasti hari ini Allah SWT masih sangat sayang sama kita semua.
Dan Allah SWT akan terus menyayangi kita selama kita juga 'menyayangi' agama-Nya yang mulia ini, Islam.
Ya. Generasi yang berkarakter rabbani-lah jawabannya. Istilah 'generasi rabbani' sering kita jumpai menghiasi jaket-jaket para mahasiswa yang menjadi aktivis Islam. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan generasi rabbani itu? Adakah contohnya di zaman sekarang ini? Untuk menjawab semua pertanyaan itu marilah kita tengok sebentar sebuah ayat yang ada di dalam Al-Quran surat Ali 'Imran ayat 79. "… Tetapi hendaklah kalian menjadi orang-orang Rabbani, disebabkan kalian terus mengajarkan Al Kitab, dan kalian senantiasa mempelajarinya."
Dari ayat tersebut kita sebenarnya sudah bisa menarik kesimpulan siapa aja yang sebenarnya dimaksud sebagi sosok genrerasi yang berkarakter rabbani itu. Adalah generasi yang senantiasa belajar Al Kitab (baca: Al-Quran). Tak hanya sekedar mempelajarinya. Namun, mereka juga mengajarkannya kepada sesamanya atau generasi yang lain. Itulah sosok generasi yang akan mampu menjawab tantangan, memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi umat, dan menjadi public figure bagi generasi pada masanya dan bahkan setelahnya.
Terkait generasi yang berkarakter rabbani ini, ada sebuah penafsiran yang menarik dari sesorang tokoh yang bernama Al Imam Ibnu Jarir Ath Thabari. Beliau menafsirkan bahwa generasi yang berkarakter rabbani itu memiliki 5 (lima) karakter yang sangat khas. Kelima karakter itu terhimpun dalam satu tubuh. Mereka saling mendukung satu sama lain.
Karakter yang pertama adalah berilmu dan cerdas (berwawasan). Mereka mempunya motivasi belajar yang membara. Belajar dan belajar. Sehingga mereka mampu menguasi ilmu-ilmu tertentu. Ilmu yang dimaksudkan disini tentunya adalah ilmu Allah dalam konteks luas dan bermacam-macam. Namun secara umum, ilmu disini dibagi menjadi dua, yaitu ilmu khusus dan ilmu umum. Ilmu khusus adalah ilmu yang diturunkan melalui jalur wahyu Allah SWT. Sementara ilmu umum adalah ilmu yang diilhamkan oleh Allah SWT kepada manusia. Dengan kemampuan yang dimiliki manusia, ilmu itu dapat dirumuskan/dilahirkan. Jadi, yang dimaksud ilmu disini adalah sebuah keahlian (spesialisasi) dalam bidang tertentu. Contohnya; ilmu kedokteran, teknik, bahasa, sastra, pertanian, dan sebagainya. Alhamdulillah, dalam hal ini sudah dapat dicapai oleh para mahasiswa. Karena, kalangan mahasiswa memiliki sebuah kesempatan yang sangat luas untuk menguasai keahlian khusus tersebut. Sedangkan, untuk kalangan di luar mahasiswa, hal ini dapat diwujudkan dengan cara belajar dan belajar terus. Sampai spesialisasi itu dicapai.
Karakter yang kedua adalah memahami Islam dengan baik. Mereka adalah generasi yang faqih. Adapun yang harus difahami adalah berbagai prinsip dasar dalam Islam. Setidaknya mereka memahami aqidah, fiqih ibadah, akhlak, muamalah, halal dan haram serta hal-hal yang wajib dikuasai. Sehingga, mereka mampu menjadi seorang yang faqih sya’bi (faqih ditengah-tengah masyarakatnya). Sederhanya, jangan sampai ketika ditanya apa hukumnya memakan katak, mereka tidak dapat menjawabnya. Jika generasi ini selalu meningkatkan atau meng-up grade pemahaman ilmu-ilmu dinullah yang mulia ini, maka generasi ini tidak akan pernah keluar dari “relnya”. Yaitu Islam.
Karakter yang ketiga adalah mempunyai pengetahuan dan faham tentang politik. Mereka tidaklah cukup hanya berbekal dengan kafaah syar’I dan ilmiyah-nya saja. Mereka harus faham akan siyasah (politik). Mungkin para pembaca ada yang sedikit trauma dengan istilah 'politik'. Hal ini karena politik selalu diidentikkan dengan kecurangan dan kekotoran. Namun, yang dimaksud politik disini bukanlah politik dalam arti sempit (baca: politik praktis). Namun, politik dalam arti luas. Yaitu, segala sesuatu yang berurusan dengan rakyat dan negara. Mereka adalah generasi yang peka terhadap kondisi masyarakat dan negaranya. Sehingga mereka mampu berkontribusi dengan maksimal untuk bangsa dan umat ini.
Karakter yang keempat adalah memahami aspek manajemen dengan baik. Generasi ini memiliki tabiat teratur dalam segala urusannya. Aktifitas ataupun program apapun akan hancur berantakan jika tanpa pengaturan/manajemen yang baik. Jangankan aktifitas yang berhubungan dengan program kelembagaan, diri sendiri saja jika tanpa memiliki manajemen yang baik, maka seluruh hidupnya pun juga berjalan dengan tidak baik. Kesuksesan akan semakin sulit dicapai. Ilmu manajemen mutlak harus dikuasai oleh generasi ini. Karena dengan penguasaan manajemen yang baik sejak dini, niscaya generasi ini ke depan akan semakin meraih kesuksesan dan tentunya insya Allah membawa keberkahan.
Karakter yang terakhir (kelima) adalah mampu menjalankan semua urusan umat. Tentunya yang mendatangkan kemashlahatan bagi umat, baik dalam urusan dunia atau akhirat. Generasi ini memiliki kepedulian yang besar terhadap kepentingan-kepentingan umum.
Demikianlah gambaran generasi yang berkarakter rabbani.
Adakah diantara kita yang telah menjadi generasi rabbani?
(admin)
Solusi Bolos Kerja
Dalam menegakkan suatu aturan (hukum), manusia yang memiliki kepribadian yang baik mutlak diperlukan. Mereka adalah manusia yang baik dalam memilih pemimpin atau wakilnya. Jika dia terpilih menjadi wakil rakyat, dia akan baik dalam menjalankan amanah pemilihnya. Dia juga baik dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Yang dimaksud dengan manusia yang baik ini adalah manusia yang shaleh. Oleh sebab itu, pembentukan manusia yang shaleh sangatlah diperlukan.
Dari pembentukan ini akan muncul suatu pendidikan, pengarahan, hukum, dan undang-undang Islam. Maka dari titik inilah sebenarnya akan muncul solusi terkait fenomena yang terjadi tadi. Solusi yang bukan hanya dibuat oleh manusia. Bukan juga solusi yang hanya berpegang teguh pada kekuasaan, perundang-undangan, atau pengawasan pimpinan semata. Adalah solusi yang berpegang teguh pada nurani yang hidup dan hati yang beriman.
Pada saat orang-orang (para pegawai) itu masuk kantor karena takut dengan pimpinan pemegang kekuasaan atau sanksi yang akan diberikan jika mereka melanggar, maka solusi yang diterapkan oleh institusi itu gagal dan lemah. Meskipun kenyataannya memang para pegawai/karyawan terlihat taat aturan (hukum). Tetapi ketaatan mereka adalah ketaatan semu. Tidak berasal dari hati dan nurani yang bersumber dari keimanan.
Manusia yang memiliki hati dan nurani yang berumber dari keimanan akan juga memiliki akhlaq yang bersumber dari keimanan. Tak ada satupun perusahaan, pabrik, atau instansi yang mampu memproduksinya. Kecuali hanya satu yaitu iman kepada Allah SWT dan ajaran-Nya serta alam sesudah dunia (akhirat).
Banyak orang yang menganalisa bahwa fenomena yang terjadi tersebut dikarenakan hilangnya rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh para pegawai. Alasan itu diasumsikan sebagai penyebab utama dibalik keteledoran atau kelalaian para pegawai dalam melaksanakan kewajibannya. Bahkan tidak sedikit yang menyatakan bahwa untuk menyelesaikan fenomena ini perlu diadakan pengarahan dan pelatihan untuk semua pegawai. Beberapa yang lain berargumentasi bahwa hal ini dapat diselesaikan dengan pengawasan dan peraturan yang ketat terhadap para pegawai. Para pengawas harus menginterogasi siapa saja yang dianggap lalai, boros, atau menghambat kerja.
Tetapi, apakah yang dilakukan itu semua telah cukup? Selama dalam diri manusia-manusia itu masih memiliki kecerdasan untuk menghindar dari kejahatan, mengelak dari semua pertanyaan, dan pandai bicara dusta, maka fenomena tersebut akan tetap ada dan bahkan akan memburuk.
Akhirnya, tidak ada solusi dan pilihan lagi. Rasa tanggung jawab kepada Allah SWT di akhirat kelak harus segera ditamankan. Treatment inilah satu-satunya jalan yang dapat dijadikan sebagai penawar dan pembentuk hati dan nurani yang suci, bersih, dan shaleh. Hal ini dilakukan agar manusia taat kepada aturan (hukum). Aturan (hukum) tak mungkin ditegakkan tanpa adanya pembentukan manusia yang shaleh. Pun tak mungkin membentuk manusia yang shaleh tanpa adanya keimanan kepada Allah SWT, ajaran-Nya, dan akhirat. (admin)
"TOP 10 Skills" yang Dicari oleh Perusahaan
2nd: Passion / Knowledge of the industry / drive / commitment / attitude
3rd: Critical reasoning and analytical skills / Problem solving / lateral thinking / technical skills
4th: Calibre of academic results
5th: Teamwork skills
6th: Work experience
7th: Cultural alignment / values fit
8th: Emotional intelligence (including self-awareness, strength of character, confidence motivation)
9th: Leadership skills
10th: Intra and extracurricular activities
Hampir ¾ dari perusahaan tersebut memilih interpersonal and communication skills sebagai skill yang paling diharapkan. Peringkat kedua adalah Commitment and Industry knowledge yang dipilih oleh ½ dari perusahaan yang disurvey, kemudian disusul oleh skill tentang Analytical / problem solving di peringkat ketiga.
Dari hasil survey ini memberikan sebuah gambaran tentang kebutuhan perusahaan (di Australia terutama) yang bisa diantisipasi oleh para lulusan baru. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diingat bahwa walaupun telah dilakukan perangkingan terhadap skills tersebut, hal ini bukan berarti bahwa skill yang ada di rangking besar kemudian menjadi tidak penting untuk dikejar. Rule of thumb-nya adalah setidaknya para pencari kerja harus tetap memiliki skill-skill lainya dalam taraf standard.
Terlebih lagi, peringkat dari skill tersebut dapat berubah drastic bila kita melihat pada jenis industry yang lebih spesifik (hal ini tidak dilakukan dalam survey oleh GCA). Akan ada perbedaan yang significant dari hasil survey yg diperoleh bila dilakukan pada 2 perusahaan yang berbeda jenis servicenya, misal: perusahaan customer good dengan klinik patologi misalnya.
Oleh karena itu adalah hal yang disarankan bagi para pelamar kerja untuk memulai menjalin komunikasi dengan teman atau kenalan yang pernah melakukn proses recruitmen dair perusahaan yang dituju, bahkan kalau perlu langsung bertanya kepada contact person dari perusahaan tersebut mengenai skill atau kompetensi yang dibutuhkan (misal dalam acara bursa kerja).
Yang menarik adalah, proses untuk mencari informasi tentang skill atau kompetensi yang dicari oleh perusahaan semakin awal dilakukan maka akan semakin baik. Mudah saja logikanya, apabila kita bisa mengetahui gap of skills or competencies yang ada pada diri kita sedini mungkin, maka kita akan punya lebih banyak waktu untuk memperolehnya. Atau juga, semakin awal kita mengetahui company yang sesuai dengan strength factors kita maka kita akan semakin confident untuk mendorongnya lebih jauh.
Sebagai penutup dari tulisan pendek ini, berikut ini ada tips untuk mencari kerja dengan lebih efektif:
1. Start Early
Miliki berbagai skill atau kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja sejak pertama kali Anda mengawali kuliah Anda. Hal ini bisa Anda peroleh dari mata kuliah, kerja praktek dan tentu saja berbagai aktifitas organisasi di kampus maupun di luar kampus (training atau workshop).
2. Visit your careers service
Layanan Karir ini banyak dijumpai di tiap-tiap kampus di Indonesia sekarang ini, mereka banyak menyediakan informasi lowongan kerja dan program-program self development. Sekali lagi, jangan menunggu menjelang lulus atau setelah lulus untuk mengujungi career service, tapi semakin cepat memperoleh informasi maka akan semakin besar kesempatan bagi Anda untuk meraihnya.
3. Do your research
Amati, pelajari dan teliti perusahaan yang Anda minati. Semakin Anda mengenalnya maka semakin Anda akan tahu bagaimana cara memasukinya.
4. Network
Mulailah untuk membangun network diantara teman Anda ataupun kenalan Anda. Manfaatkan jejaring social seperti facebook, twitter dsb. Dari network yang terbangun dengan baik, kita akan memperoleh berbagai informasi yang berguna dalam dunia kerja nanti.
5. Your Application
Buatlah document lamaran kerja Anda dengan ‘sempurna’, karena jangan ambil resiko, siapa tahu staff recruitment dari perusahaan tersebut adalah type orang yang akan melakukan “judge the book from its cover”. Give the best !
6. Marketing Yourself
Kesan pertama akan menentukan dalama proses recruitment yang kompetitif, oleh karena jadilah pribadi yang ‘layak untuk direcrut’, lebih professional, lebih percaya diri. Perbaiki semua jalur koneksi yang mungkin antara Anda dengan perusahaan yang akan meneliti Anda, seperti jejaring social, voicemail box Anda dsb.
7. Interview and Selection
Selalu melakukan persiapan yang terbaik. Perbedaan antara pelamar yang berhasil dengan yang gagal seringkali adalah kesiapan diri, terutama mental. Oleh karena latihan, latihan dan latihan!
8. Smile and Have Fun
Proses mencari kerja itu memang seringkali tidka mudah, oleh karena itu nikmati saja prosesnya, karena akan banyak pelajaran darinya. Dan yang paling penting berdoa
Semoga artikel ini memberi manfaat bagi Anda yang membaca, terutama bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia nyata.
Wassalam.
Dikutip dari Facebook Eko Andi Suryo (Engineering Faculty - University of Brawijaya, dan Trainer)





.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

