"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Menghadapi Tahun Transisi Menakutkan di Masa SMA

Berikut ini sebuah pertanyaan tentang menghadapi tahun transisi: momok menakutkan di masa SMA.


Pertanyaan:
Saya pelajar putri kelas 2 SMA. Kurang dari 1 bulan lagi in syaa Allah saya duduk di kelas 3 SMA. Namun saya sangat takut menghadapi tahun pelajaran berikutnya, padahal kelak saya bercita-cita melanjutkan studi ke fakultas farmasi.


Keluarga kami bermukim di  luar negeri yang jauh.  Di sana In syaa Allah saya akan melanjutkan studi ke SMA kemudian akan kembali ke negeri asal untuk melanjutkan studi perkuliahan.

Untuk melanjutkan studi ke fakultas farmasi diwajibkan memiliki tingkat nilai minimal 99%. Program apa yang dapat diikuti agar bisa lulus dan meneruskan ke fakultas tersebut? Seperti diketahui di luar negeri, hari Kamis dan Jumat adalah hari libur, sekira  2 minggu bulan Ramadan juga libur. Juga kami akan menunaikan ibadah haji pada minggu kedua liburan musim Haji. Bagaimana saya mampu memanfaatkan masa liburan yang panjang itu?


Jawaban:
Anakku tercinta, terima kasih atas perhatian dan kepercayaanmu. Kami akan menjelaskan beberapa pengertian yang diperlukan dan akan sangat membantu kamu tentu, dengan izin Allah.


1. Belajar di tahun mendatang merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya sama sekali tidak terpisah. Jika kamu melewati tahun yang lalu atau tahun ini dengan baik, tenang, dan tanpa rasa takut, maka kamu dapat mewujudkan apa yang kamu inginkan dengan jerih payah tiap tahun itu.


Jika kamu beraktifitas pada tahun yang akan datang dengan pikiran yang sama seperti tahun sebelumnya, maka tahun itu akan menjadi tahun yang senang pula. Inilah yang kamu butuhkan!


Suratmu menggambarkan bahwa kamu menikmati menjadi anak pintar dan cerdas. Jangan takut pada tahun depan karena sebagaimana tahun lalu kepintaran dan kemampuan itu akan bersamamu di tahun mendatang. Metode tahun depan ialah metode tahun lalu. Ujian tahun depan sama dengan ujian lalu.


2. Hasrat untuk masuk Fakultas tertentu dan usaha mencapai hasrat itu tentu baik. Studi bukan satu-satunya lapangan untuk menggapai kesuksesan hidup . Studi hanya salah satu komponen dalam hidup manusia dan bukan hidup manusia itu sendiri. Masih terdapat kehidupan sosial yang lain, kehidupan budaya dan santapan akal pikiran, kemampuan dan hobi manusia yang beragam dan hal baik lainnya dalam hidup manusia.


Kesuksesan dalam hidup ialah campuran sempurna dari keberhasilan tiap bidang tadi dengan ragam ilmu pengetahuan, interaksi sosial, individualisme, budaya dan kemanusiaan.


Bukanlah akhir dunia jika seseorang masuk fakultas tertentu atau tidak . Kesuksesan ialah apa yang diperbuat dengan kemampuan sendiri.


Fakultas tidak menjadikan seseorang sukses atau membuatnya istimewa, tetapi manusia sendirilah yang membuat kesuksesan dengan bidang pekerjaan yang digelutinya.


Katakanlah, "Saya akan berusaha menggapai cita-cita. Namun jika terjadi kegagalan dalam menggapai kesuksesan karena sistem belajar, keadaan yang tidak diinginkan, atau sebab lain... jalan hidup belum berhenti. Sebaliknya akan lebih terbuka kekuatan yang selama ini terhalangi oleh mimpi yang saya anggap agung hingga tidak mau mendengar apa-apa. Dan sebenarnya mimpi itu tidak sesuai dengan kemampuan diri.


3. Kamu harus senang dengan ijazah yang ada dan sesuai dengan kemampuan. Tahun ajaran studi yang cukup panjang, kamu harus dapat menghindari rasa bosan, jemu, dan lelah. Dan kamu harus memanfaatkan waktu istirahat pada satu hari libur tiap minggunya.


Kamu harus membagi waktu liburan selama 1 tahun itu untuk belajar, hobi, dan istirahat. Inilah yang akan membuat tenang dan puas dalam mencapai hasil yang diinginkan sesuai dengan kemampuan.


Yang penting ialah mengerahkan semua yang ada pada diri kamu dan mencari kesuksesan hidup dengan pandangan yang luas, bukan hanya pada bidang studi saja.


Allahu a'lam...








Bagikan:

Ini Penting untuk Para Pemuda: Menyiapkan Diri Untuk Tahun Ajaran Baru

Selamat datang kembali di Bonoedumedia.com. Berikut ini kami akan mengulas tema tentang pemuda. Ada sebuah pertanyaan yang diajukan oleh seorang pelajar SMP yang akan melanjutkan ke jenjang SMA. Berikut pertanyaan dan penjelasannya.

Pertanyaan:
Saya remaja berusia 15 tahun. In sya Allah tahun ini saya duduk di bangku SMA. Saya ingin tahu apa landasan yang harus dipakai agar dapat menjalankan dengan baik seluruh masa SMA ini hingga dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan bagaimana menyeimbangkan antara salat di masjid dan belajar. Semoga Allah membalas segala kebaikan anda.

Jawaban: Landasan awal umumnya dalam menjalani hidup dan khususnya dalam belajar ialah kejelasan tujuan. Yang akan berimbas pada kuatnya motivasi mencapai tujuan itu.

Pertama tanamkan bahwa tujuanmu adalah menjalani masa SMA dengan baik dan berusaha untuk meneruskan ke jenjang berikutnya. Ini tujuan yang logis tapi butuh pembatasan.

Kamu perlu tahu kemampuan dan kecenderunganmu hingga mampu membatasi arah tujuan sendiri. Setelah itu jadikan belajar sebagai sesuatu yang membutuhkan langkah-langkah berikut.

1. Manajemen waktu, yakni belajar mulai dari awal tahun dengan mengatur pola waktu untuk istirahat dan rekreasi. Saat istirahat ini ditetapkan pada waktu salat yang bisa dimanfaatkan untuk pergi ke masjid hingga kondisi tubuh akan pulih dan otak yang telah beristirahat akan meningkatkan konsentrasi ketika kembali belajar.

2. Peningkatan perhatian ketika belajar dengan cara:

- Menetapkan waktu dan tempat untuk belajar sehingga lebih fokus.
- Menghindari memikirkan masalah atau penderitaan yang sedang dialami.
- Menanamkan kesungguhan ketika proses belajar berlangsung walaupun sedang melakukan latihan-latihan ringan.

3. Proses membaca yang baik dan berulang-ulang, mendengarkan dengan teliti dan menjawab soal-soal pelajaran seolah-olah latihan untuk ujian, serta kegiatan belajar bersama orang lain akan sangat membantu.


Semua itu tentu dengan memohon Pertolongan Allah yang Maha Tinggi. Berdoa Terus kepada-Nya hingga Dia mengabulkan semua yang kamu minta.


Allahu a'lam...












Bagikan:

Ciri Anak Kecanduan Gadget

Kecanduan menjadi sebuah kata yang berkonotasi negatif. Hal ini menyebabkan kita yang mendengarnya menjadi tidak nyaman. Apalagi bagi yang mengalaminya.

Salah satu bentuk kecanduaan kekinian adalah kecanduan gadget. Yang sudah merambah ke semua lapisan masyarakat. Tak terkecuali anak-anak.

Kali ini Bonoedumedia.com berusaha mengupas sekilas tentang ciri anak yang kecanduan gadget. Simak pemaparanya berikut ini.

Sangat miris rasanya ketika anak-anak tidak lagi dapat mengendalikan kebiasaannya bermain games. Tidak kenal waktu dan prioritas. Games sudah menjadi prioritas segalanya dan utama. Terus bermain game meskipun sudah ada konsekwensi negatif yang jelas terlihat dan dirasakan.

Jika ada anak yang mengalami hal berikut selama lebih dari 12 bulan dengan minimal 5 atau lebih gejala yang muncul, maka kita harus waspada.

1. Pre-okupasi dengan game (isi pikiran terfokus dalam jangka waktu yang lama terhadap game).

2. Muncul withdrawal syndrome ketika tidak bermain game, sehingga mengganggu fungsi normal tubuh seperti berkeringat, sakit kepala, mudah marah, murung, nyeri tubuh, dll.

3. Keinginan yang terus menerus untuk meningkatkan durasi bermain game.

4. Tidak mampu kontrol diri untuk bermain game.

5. Hilang ketertarikan melakukan aktivitas lain (hobby).

6. Tetap bermain game meski sudah ada dampak psiko-sosialnya.

7. Menipu atau berbohong pada orang sekitar.

8. Penggunaan game dijadikan sebagai sarana untuk lari dari perasaan negaif atau masalah.

9. Memutuskan hubungan dengan orang lain, memperburuk kualitas pendidikan, karir dan pekerjaan akibat game.

Menurut Young and Abreu (2017) gejala kecanduan lainnya antara lain:
1. Penurunan kinerja (belajar & sekolah)
2. Ketidaktertarikan dengan lingkungan sosial
3. Penurunan minat waktu luang
4. Kelelahan dan kekurangan tidur
5. Agresif dan gugup jika dihalangi online

Sedangkan tingkat kecanduan dan agresivitas anak terhadap gadget dapat diketahui dari ciri-ciri berikut ini (Egi,2016)

1. Memainkn gadget lebih dari 2 jam perhari
2. Anak capek karena main gadget
3. Rebutan gadget dengan orang lain
4. Berbincang lewat gadget 
5. Mempraktikkan perilaku gadget dalam kehidupan
6. Perilaku bermain gadget masuk ke alam mimpi
7. Menunda mengerjakan tugas karena ingin main gadget
8. Menunda melaksanakan kewajiban (solat, dll) karen aingin main gadget 
9. Menolak masuk sekolah karena ingin main gadget
10. Seringkali bertanya kepada orang tua tentang keberadaan gadget

Semoga anak-anak kita, saudara, teman, tetangga, ataupun siapapun terhindar dari kencanduan gadget. Mari selalu memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT agar kita semuanya dijaga oleh-Nya.

Allahu a’lam…











Bagikan:

Begini Cara Mendidik Anak Generasi Alfa

Mungkin anda bertanya-tanya apa itu anak generasi Alfa. Ada beberapa teori yang menyebutkan terkait dengan pengelompokan generasi.

Berikut ini beberapa pengelompokan generasi berdasarkan tahun kelahiran:
1. Tahun lahir 1945 dan sebelumnya disebut dengan Pre Baby Boom / Generasi Veterans

2. Tahun lahir 1946 - 1964 disebut dengan The Baby Boomers

3. Tahun lahir 1965 - 1976 disebut dengan Generation 

4. Tahun lahir 1977 - 1997 disebut dengan Generation Y / Generasi Milenial

5. Tahun lahir 1998 - 2010 disebut dengan Generation Z / iGeneration / Generasi Net

6. Tahun lahir 2010 - 2024 disebut dengan Generation Alpha 

Tidak mudah menjadi orang tua dari Generasi Alfa atau yang sering disebut-sebut sebagai generasi paling pintar. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan bekal sejak dini kepada anak mereka agar mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Ciri Generasi Alfa
Menurut seorang tokoh yang bernama Mark McCrindle, seorang analis sosial-cum-demograf dari sebuah grup peneliti McCrindle, menjelaskan bahwa Generasi Alfa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Mereka lahir di antara tahun 2010 - 2024.

b. Diberikan nama Alfa didasarkan pada alfabet Yunani. Alfa dijadikan nama generasi ini sebagai penanda generasi baru karena generasi sebelumnya telah menggunakan nama Generasi Z.

c. Merupakan anak keturunan dari orang-orang dari Generasi Milenial yang lahir tahun 1977 - 1997.

d. Jumlahnya saat ini diperkirakan sekitar 2,5 juta generasi Alfa  yang lahir setiap minggu di dunia.

e. Diprediksi ke depan jumlahnya akan mampu mencapai 2 miliar orang pada tahun 2025.

Sejak kelahiran mereka, mereka sudah hidup di dunia ini dengan ditemani oleh perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat. Gadget sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup mereka semuanya. 

Generasi Alfa tumbuh dan berkembang dengan berbagai gadget di sekitarnya. Mereka seakan tidak bisa hidup tanpa gadget. Bahkan mereka mampu mengoperasikan gadget dengan sangat mahir hanya dengan fitur-fitur yang sederhana.

Kondisi perubahan teknologi dan informasi yang sangat maju ini membentuk Generasi Alfa sebagai generasi paling transformatif. Mereka menjadi generasi paling memiliki pengaruh dalam kehidupan manusia. Dengan umur mereka yang masih sangat muda, mereka mampu memengaruhi perputaran perekonomi an di dunia ini. 

Kemajuan teknologi dan informasi yang pesat ini akan sangat mempengaruhi mereka, mulai dari gaya belajar, materi yang dipelajari di sekolah, cara bicara, berpakaian, sikap, sampai dengan pergaulan mereka sehari-hari.

Cara mendidik anak generasi Alfa:
1. Beri pendidikan agama sedini mungkin sebagai jalan hidup yg benar.

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya." ( Ali 'Imran: 19)

2. Ajarkan adab sopan santun (akhlakul karimah) dan tanamkan nilai-nilai kekeluargaan (ukhuwah islamiyah).

3. Bantu tingkatkan kemauan dan kegigihan untuk berjuang agar tidak mudah putus asa (visi dan misi hidup).

4. Ajak dan ajari anak untuk bersosialisasi (manusia makhluk sosial).
Surat Al Hujurat ayat 13 : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal."

5. Beri batasan terhadap gadget.
Pada anak 2-3 tahun, waktu melihat layar maksimal 30 menit. Kemudian ganti dengan melakukan aktivitas lain seperti bermain di luar ruangan.

6. Lakukan kontak mata dan komunikasi dua arah dengan anak karena hal ini penting bagi perkembangan mereka.

7. Beri anak permainan edukatif.
Bila melalui gadget, usahakan Anda lebih interaktif. Contoh, pilih aplikasi yang membuat anak mengerti bentuk, warna, menirukan suara binatang, atau Anda juga bisa senam & gerakan terarah bersama si kecil melalui gadget.

8. Pilih sekolah/lembaga pendidikan modern berkualitas yang menanamkan nilai-nilai universal (aqidah, ibadah, dan akhlak) dan  rahmatan lil'alamin serta memiliki pendidik yang islami, dedikatif, profesional, kreatif, inovatif dengan menggunakan gadget yang ramah, aman, menyenangkan, serta sekolah tersebut memiliki sarana prasarana yang memadai mengeksplorasi seluruh potensi anak. 

Nasihat Sahabat Ali Karamallahu wajhah, : "Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian".

Allahu a'alam...











Bagikan:

Adab Membaca Al Quran

Al-qur’an mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar setiap hari, terlebih dari kecil kita selalu melihat banyak Al-qur’an berada di rumah kita baik di atas lemari atau mungkin di dalam lemari, di rak buku perpustakaan rumah dan atau mungkin berada di gudangtertumpuk bersama buku – buku yang sudah usang dalam kardus.

Kita tahu bahwa Al-qur’an itu adalah kitab suci dan juga sebagai landasan hidup, semua umat muslim yang ada di Indonesia dan juga dunia pasti sudah memahami itu. 

Kemudian realita yang kita rasakan dan kita lihat sudah berapa banyak Al-qur’an yang telah dicetak dan orang–orangpun membelinya tapi setelah itu mereka jarang sekali untuk membacanya.

Membaca Al-qur’an sangat ditekankan sekali kepada semua umat muslim yang masih ada di dunia ini, terlepas itu anak – anak, anak dewasa, remaja, orang tua dan lain – lain.

Semua orang muslim harus mampu meluangkan waktunya untuk membaca Al-qur’an. Namun sebelum itu kita harus mengetahui dan juga memahami adab – adab yang diperhatikan ketika tilawah Al-qur’an.

Adab-adab Membaca Al Qur’an:
1. Mengikhlaskan niat untuk Allah semata. Karena tilawah al-Qur’an termasuk ibadah

2. Khusyu’ dalam membaca. Allah berfirman: "Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu". [Al-Israa : 109]

3. Membaca al-Qur’an hendaknya di tempat yang suci. Tidak pantas untuk membaca Al-qur’an yang suci di tempat – tempat kotor dan bau. Dan sangat dianjurkan untuk tilawah Al-qur’an di masjid sebagai upaya memakmurkannya.

4. Membaca do`a Istiazhah (berlindungan kepada Allah Ta'ala dari godaan setan) ketika hendak membaca al-Qur’an. Membaca basmalah apabila membaca al-Qur’an dari awal surat, kecuali surat at-Taubah. 

5. Menghadap kiblat, hal ini juga sebagai upaya menghidupkan sunnah dalam bermajlis. Sebaik-baik Majlis adalah yang menghadap kearah qiblat. [HR. Thabrani]

6. Membaguskan suara dengan tidak ghuluw (melewati batas), riya` (agar dilihat orang), sum`ah (agar didengar orang) atau ujub (mengagumi diri sendiri).

7. Untuk tilawah Al-qur’an saat berada di masjid ataupun musholla dan di samping kita ada orang yang melaksanakan shalat, maka pelankanlah suara tilawahnya.

8. Hendaknya membaca Al-Qur`an secara tartil. Maka seyogyanya bagi kita harus bersabar dalam tilawah Al-qur’an, tidak terburu–buru ingin segera selesai sehingga lalai memperhatikan tajwid dalam tilawah. Bacaan dengan perlahan-perlahan (tartil), bukan dengan cepat-cepat, hal yang demikian itu akan membantu dalam tadabbur (memahami) maknanya dan menghindari dari kesalahan dalam melafadzkan atau mengeluarkan huruf-hurufnya.

9. Hendaknya melakukan sujud, ketika membaca ayat-ayat yang mengisyaratkan sujud, hal ini dilakukan dalam keadaan berwudhu’, di waktu siang maupun malam, dengan takbir dan mengucapkan: سبحان ربي الأعلى (Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi) dan hendaklah berdoa, kemudian bangun dari sujud tanpa takbir dan tanpa salam.

Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthany, menyebutkan bahwa do’a sujud tilawah yang dibaca, berbunyi:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَ قُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِ ينَ

Wajahku bersujud kepada Tuhan yang telah menciptakanku, yang memberi pendengaran dan penglihatanku, dengan daya dan upayaNya, Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. [HR. At-Tirmidzi]

Ada beberapa ayat yang kita disunahkan bersujud ketika membacanya, yaitu: Dalam surat al-A’raf: 206, Ar-Ra’d: 15, An-Nahl: 50, Al-Isra’:109, Al-Furqan: 60, Al- Hajj: 18 dan 77, Al-Furqan: 60, An-Naml:26, As-Sajdah:15, Shaad:24, An-Najm:62, Al-Isyiqaq:21, Fushilat:38, Al-Alaq:19 

Allahu a'lam...











Bagikan:

Adab di dalam Masjid

Masjid adalah tempat khusus yang diperuntukkan untuk beribadah, berdzikir, dankegiatan lain yang termasuk kategori ibadah. Masjid adalah tempat turunnya malaikat yang membawa rahmat bagi yang ada di dalamnya. 

Tidak ada sebuah pertemuan di masjid yang di dalamnya terdapat dzikir dan membaca alquran, kecuali malaikat turun memberi rahmat. Dalam Al Quran Surah Al-Jin ayat 18, Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah.Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.”

Allah berfirman juga dalam Quran Surah At Taubah 18, “Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Karena masjid memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia seperti dijelaskan dalam ayat dan hadits di atas, maka memasukinya pun haruslah penuh dengan tata tertib dan aturan.

Tidak sembarangan orang boleh masuk masjid dan berada dalam mesjid apa ada sesuka hatinya.

Fungsi Masjid:
a. Masjid sebagai pusat ibadah.

b. Masjid sebagai sarana pembinaan ummat.

c. Masjid tempat berteduh orang yang tidak memiliki rumah atau tempat berlindung orang asing dan yang sedang dalam perjalanan.

d. Tempat mengadakan sesuatu majelis perayaan yang berkaitan dengan Agama Islam.

e. Pusat penyebaran dakwah, maklumat, peraturan dan arahan.

f. Tempat mengadakan silaturahim dan perjumpaan berkenaan dengan perkara-perkara yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Adab-adab di Dalam Masjid:
a. Membersihkan mulutnya dari bau yang tidak enak ketika hendak mendatangi masjid. 

Disebutkan di dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah, dari Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam beliau bersabda: ” Siapa yang makan bawang merah, bawang putih atau bawang bakung (jengkol, petai dan selainnya), maka sungguh janganlah dia mendekat masjid kami, karena malaikat terganggu dengan apa manusia terganggu dengannya”.

b. Membaca sholawat atas nabi dan berdoa ketika hendak masuk ketika telah sampai pada pintunya.

c. Ketika masuk mendahulukan kaki kanan, karena bagian kanan itu untuk sesuatu yang mulia, sedangkan ketika keluar melangkahkan kaki kiri, dalam rangka memuliakan yang kanan.

d. Menunaikan hak masjid yaitu melakukan sholat dua rakaat sebelum duduk (sholat tahiyatul masjid) bila mana pun seseorang masuk dan walaupun sudah terlanjur duduk sebelum sholat. 

Disebutkan di dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Qatadah bin Rib’i Al-Anshory, dia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Jika seseorang dari kamu masuk masjid maka janganlah dia duduk (di dalamnya) sehingga dia melakukan sholat dua rakaat “.

e. Tidak melakukan jual beli di dalamnya.

f. Rendahkanlah suara saat ta'lim atau mengaji jika ada orang lain sedang sholat.

g. Duduklah bersila dengan tenang ketika ta'lim atau berdzikir.

h. Tidur di dalam masjid dibolehkan baik laki-laki maupun perempuan , terlebih lagi bagi para musafir dan orang yang tidak memiliki rumah atau karena ada hajat.

i. Sholatlah dengan pakaian yang menutup aurat, bersih, wangi dan sebaik-baiknya putih.

j. Tidak lewat di hadapan orang yang sedang sholat, Rasulullah bersabda’, “seandainya seorang yang lewat dihadapan orang yang sedang sholat besar akibat yang ditanggungnya, niscaya berhenti selama 40 tahun lebih baik baginya daripada berjalan di hadapannya”. (HR. Abu Dawud, no. 649)

k. Perbanyak dzikir dan membaca Al Qur'an ketika di dalam masjid.

l. Jagalah fasilitas masjid.

Wahai saudaraku muslimin hiasilah diri engkau dengan adab dan akhlak yang mulia di manapun berada terlebih lagi ketika di dalam masjid, pakailah masjid itu hanya sebagai tempat dzikir (beribadah) kepada Allah, janganlah dijadikan sebagai tempat bermain, berdagang, tempat duduk-duduk, dan sebagai jalan tanpa ada sebab, janganlah engkau berikan bagian (ibadah) itu untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalamnya.

Allahu a'lam...











Bagikan:

FAQ Ketentuan Program Beasiswa S2 Guru dan Pendidik Kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan LPDP 2020

Berikut ini berapa pertanyaan yang sering ditanyakan (Frequenly Asked Questions / FAQ) Ketentuan Program Beasiswa S2 Guru dan Pendidik Kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan LPDP 2020.


Sehubungan nomor CP (
Adam Rachmat / 085320xxxxxx) tersebar luas bersamaan dengan surat tawaran Beasiswa Pendidik Guru 2020 (yang sebenarnya hanya untuk koordinasi teknis antar LPDP – GTK Kemendikbud bukan ke umum) maka bersama ini disampaikan jika ada pertanyaan selanjutnya terkait pendaftaran Beasiswa Pendidik Guru 2020 dapat melalui:

1. Tiket Bantuan - Layanan Informasi dan Bantuan LPDP : https://bantuan.lpdp.kemenkeu.go.id/

2. Call Center LPDP :  1500-652

3. Direktorat Pendidikan dan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 

Akan tetapi, pertanyaan yang sudah terlanjur masuk hampir semua sama telah direkap dan akan dibantu jawab seperti ini (jika tidak terjawab disini silahkan bertanya melalui ketentuan di atas). 

Sebelumnya mohon Bapak/Ibu membaca dulu semua informasi dalam surat sebanyak 43 halaman yang telah beredar diterima Bapak/Ibu, karena sudah lengkap informasinya (syarat, ketentuan, jadwal dll).

1. Mulai studinya kapan untuk Beasiswa Pendidik Guru 2020?
Bagi Guru Tetap yang sedang menempuh studi S2 pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021 (semester 1) dan tidak sedang berstatus tugas belajar. Intinya program ini bagi yang sudah menjalani studi S2 semester 1 pada tahun 2020 (on going 1 semester). Umumnya perguruan tinggi penyelenggara di dalam negeri sudah melaksanakan program S2 semester 1 ini pada bulan Agustus / September 2020. 

2. Jadi kalau belum studi S2 semester ganjil tahun akademik 2020/2021 (semester 1) atau lebih dari 1 semester tidak boleh daftar beasiswa ini?
Betul, tidak diperkenakan mendaftar, karena tidak memenuhi kriteria program ini.

3. Apakah Beasiswa Pendidik Guru 2020 ada program S3 (Doktor)?
Tidak ada, hanya untuk program S2 (Magister)

4. Apakah Perguruan Tinggi dan Program Studi tujuan boleh diluar daftar yang terlampir dalam surat yang saya terima?
Tidak boleh, karena tidak memenuhi kriteria program ini.

5. Apakah IPK S1 dibawah 3.0 bisa mendaftar Beasiswa Pendidik Guru 2020?
Tidak bisa, karena tidak memenuhi kriteria program ini.

6. Apakah umur lebih dari 40 tahun bisa mendaftar Beasiswa Pendidik Guru 2020?
Tidak bisa, karena tidak memenuhi kriteria program ini.

7. Bagaimana perhitungan maksimal 40 tahun yang dimaksud?
Bapak / ibu yang maksimal kelahiran tahun 1980 mulai dari bulan Januari – Desember pada tahun 1980 dapat mendaftar.

8. Apakah boleh tidak memiliki sertifikat kemampuan bahasa TOEFL ITP /TOEFL IBT/IETLS/PTE Academic mendaftar Beasiswa Pendidik Guru 2020? 
Tidak boleh, karena tidak memenuhi kriteria program ini.

9. Apakah persyaratan kemampuan bahasa TOEFL ITP /TOEFL IBT/IETLS/PTE Academic boleh dibawah persyaratan? 
Tidak boleh, karena tidak memenuhi kriteria program ini.

10. Apakah boleh menggunakan sertifikat bahasa seperti TOEFL Prediction?
Tidak boleh, karena tidak memenuhi kriteria program ini.

11. Apakah program ini hanya untuk Guru Tetap berstatus PNS?
Tidak, program ini untuk semua Guru Tetap yang sudah memiliki NUPTK baik Guru PNS maupun Guru Swasta (Non PNS) di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

12. Kok kalau saya cek website LPDP sudah tutup pendaftaran tanggal 20 Oktober 2020 Beasiswa Pendidik ya?
Itu skema yang beasiswa pendidik yang lain dan memang sudah ditutup. Bapak/Ibu silahkan fokus pada ketentuan, persyaratan, jadwal dll dalam surat yang sudah beredar ke Bapak / Ibu. Jika Bapak / Ibu memang memenuhi kriteria yang dimaksud, pendaftaran beasiswa dalam surat tersebut disampaikan akan ditutup pada tanggal 6 November 2020. 

13. Pendaftaran Beasiswa Pendidik 2020 bagaimana ya?
Sesuai informasi dalam surat bahwa pendaftaran dilakukan secara online pada laman https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/




Untuk mengetahui Pengumuman Ketentuan Program Beasiswa S2 Guru dan Pendidik Kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan LPDP 2020, selengkapnya silakan KLIK DI SINI.













Bagikan:

Ketentuan Program Beasiswa S2 Guru dan Pendidik Kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan LPDP 2020

Dalam rangka pelaksanaan pembukaan Program Beasiswa Pendidik 2020 untuk Guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan kolaborasi LPDP dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan ini kami sampaikan persyaratan, ketentuan dan jadwal pendaftaran (Lampiran I,II dan II) untuk diumumkan ataupun disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada calon pendaftar. 

Persyaratan dan ketentuan ini menjadi acuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam melakukan seleksi administrasi.

Berikut persyaratan dan dokumen yang harus dicek oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam melakukan seleksi administrasi (klik gambar untuk download):

Peserta yang memenuhi kriteria persyaratan akan mendapatkan Surat Rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil seleksi administrasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dikirimkan secara resmi ke LPDP untuk seleksi tahapan selanjutnya. 

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Untuk beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan dalam penyelenggaraan program ini silakan buka halaman berikut ini, KLIK DI SINI.











Bagikan:

Syukur Kepada Allah SWT

Syukur secara bahasa berarti berterima kasih, sedangkan menurut istilah adalah berterima kasih kepada Allah SWT dan pengakuan yang tulus atas nikmat dan karunia-Nya melalui ucapan, sikap dan perbuatan. 

Pengertian syukur dan nikmat berasal dari bahasa Arab. Kata syukur berterima kasih, sedangkan kata nikmat artinya Pemberian, Anugerah, Enak, Lezat. 

Mensyukuri nikmat Allah SWT, maksudnya berterima kasih kepada-Nya dengan cara mengingat atau menyebut nikmat dan mengagungkan-Nya.

Nikmat Allah terhadap umat manusia itu sangat banyak dan beraneka ragam jenisnya, misalnya: ada yang bersifat jasmani, ada yang bersifat rohani, ada yang terdapat dalam diri manusia sendiri, ada yang terdapat di luar diri manusia.

Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan kehendak pemberinya. Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat.

Keutamaan syukur

Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'' (QS. Ibrahim : 7 ).

“Dan barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi maha terpuji”. (Q.S. Luqman: 12)

“Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku”. (QS. Al Baqarah :152)

Rasulullah saw, adalah orang yang sangat pandai bersyukur, bahkan beliau selalu berdoa meminta kepada Allah agar tetap di jadikan sebagai hamba yang bersyukur; “Wahai Tuhanku, berilah pertolongan kepadaku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan menjalankan sebaik-sebaik ibadah kepada-Mu”. (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, dan Ahmad)

Rasulullah senantiasa melaksanakan sholat malam sampai kakinya bengkak, lalu beliau ditanya: ”Mengapa engkau melakukan hal itu, sedang Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang”. Rasulullah menjawab, “Tidak bolehkah saya menjadi hamba yang banyak bersyukur”.

Cara mensyukuri nikmat Allah SWT

1. Syukur dengan hati.
Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apa pun nikmat yang diperoleh bukan hanya karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Allah Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit nikmat Allah yang diperolehnya.

2. Syukur dengan lisan.
Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Allah melalui ucapan alhamdulillah. Ucapan ini merupakan pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah.

3. Syukur dengan perbuatan.
Hal ini dengan menggunakan nikmat Allah pada jalan dan perbuatan yang diridhoi-Nya, yaitu dengan menjalankan syariat , menta'ati aturan Allah dalam segala aspek kehidupan.

Dampak mensyukuri nikmat Allah SWT

1. Memperoleh kepuasan batin karena dapat menaati salah satu kewajiban hamba terhadap Allah;

2. Terhindar dari sifat tamak;

3. Mendapat jaminan tambahan nikmat Allah.

Allahu a'lam...











Bagikan:

Nama-Nama Benda di Dapur dalam Bahasa Inggris

Semangat pagi semuanya... Semoga masih tetap sehat, semangat, dan memberi manfaat bagi semuanya ya...

Hari ini kita akan belajar dan memahami nama-nama benda di dapur dalam Bahasa Inggris.

1. Dapur >>> KITCHEN

2. Mangkok >>> BOWL

3. Cangkir >>> CUP

4. Garpu >>> FORK

5. Sendok >>> SPOON

6. Piring >>> PLATE

7. Wajan >>> FRYING PAN

8. Panci >>> PAN

9. Kompor >>> STOVE

10. Pisau >>> KNIFE

11. Parut >>> GRATER

12. Cobek >>> MORTAR

13. Uleg-uleg >>> PESTLE

14. Sendok nasi (entong) >>> RICE-SPATULA

15. Sendok sayur (irus) >>> SOUP-LADLE


Simak videonya berikut ini:

Demikian nama-nama benda di dapur dalam Bahasa Inggris. Semoga meskipun singkat ini bisa memberikan manfaat bagi kita semuanya. 

Allahu a'lam...










Bagikan:

Nama-Nama Bulan Dalam Bahasa Inggris

Semangat pagi semuanya... Semoga masih tetap sehat, semangat, dan memberi manfaat bagi semuanya ya...

Hari ini kita akan belajar dan memahami nama-nama bulan dalam Bahasa Inggris.

1. Januari >>> JANUARY

2. Februari >>> FEBRUARY

3. Maret >>> MARCH

4. April >>> APRIL

5. Mei >>> MAY

6. Juni >>> JUNE

7. Juli >>> JULY

8. Agustus >>> AUGUST

9. September >>> SEPTEMBER

10. Oktober >>> OCTOBER

11. November >>> NOVEMBER

12. Desember >>> DECEMBER


Simak videonya berikut ini: 

Demikian nama-nama bulan dalam Bahasa Inggris. Semoga meskipun singkat ini bisa memberikan manfaat bagi kita semuanya. 

Allahu a'lam...

Bagikan:

Aku Cinta Islam

Mengapa Aku cinta Islam? Di antara alasan kenapa aku cinta Islam adalah karena kesempurnaan syari'at Islam dan keridhoan Allah pada ajaran ini. Jika Allah sudah ridho, tentu tidak boleh ada yang tidak suka karena langsung keridhoan itu datang dari Sang Kholiq (pencipta) yang berada di atas langit.

Dan ayat ini sudah menunjukkan keistimewaan ajaran Islam dibanding ajaran lainnya. Allah Ta’ala berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu” (QS. Al-Ma’idah: 3).

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang ayat di atas, “Ayat ini sudah menunjukkan bahwa inilah nikmat terbesar dari Allah terhadap umat Islam, di mana Allah telah menyempurnakan agama ini pada Islam sehingga mereka tidak butuh pada agama selain Islam. Begitu pula mereka tidak butuh pada Nabi selain Nabi mereka. Oleh karena itu, Nabi Muhammad dijadikan penutup para Nabi. Dan beliau diutus pada manusia dan jin. Tidak ada suatu yang halal dan yang haram kecuali yang beliau tunjukkan. Begitu pula tidak ada syari’at (ajaran) yang diikuti kecuali syari’at dari beliau. Dan setiap yang Nabi Muhammad kabarkan selalu benar dan tidak ada dusta.

Sebagaimana firman Allah: “Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil.” (QS. Al An’am: 115).

Yang dimaksud ayat ini adalah benar dalam berita dan adil dalam setiap perintah dan larangan. Ketika dikatakan bahwa Islam telah disempurnakan, itu pertanda bahwa nikmat telah sempurna.

Ali bin Abi Tholhah berkata dari Ibnu ‘Abbas ketika menerangkan ayat di atas, “Yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Islam. Allah telah mengabarkan pada Nabinya dan orang-orang beriman bahwa agama mereka telah disempurnakan sehingga mereka tidak butuh lagi pada penambahan selamanya. Allah telah menyempurnakan agama mereka berarti pula tidak boleh dikurangi. Dan Allah pun ridho, maka tidak boleh ada yang murka selamanya.” (Diriwayatkan oleh Ath Thobary)

Dari Thoriq bin Syihab, ia berkata bahwa seorang Yahudi pernah berkata pada Umar, “Wahai Amirul Mukminin, seandainya ayat (yang artinya), “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” turun di tengah-tengah kami, maka tentu kami akan menjadikannya sebagai hari ‘ied (hari raya).” ‘Umar pun berkata, “Aku mengetahui di hari apa ayat tersebut turun yaitu di hari ‘Arofah di hari Jum’at.” (HR. Bukhari).

Semoga dengan mengetahui hal ini semakin membuat kita mencintai Islam yang sempurna.











Bagikan:

Cinta Keluarga


“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan 
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “wahai Tuhanku, kasihanilah mereka, sebagaimana mereka 
berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Israa’: 23-24)

Keluarga.... Keluarga adalah tempat dimana kita bisa merasakan berbagai cinta. Cinta pada ayah, ibu, adik, kakak, kakek, nenek, suami, anak-anak dan cinta kepada seluruh anggota keluarga kita yang lainnya.

Karena Mereka, Kita Ada 

Perhatikanlah ayat di atas. Allah SWT menyandingkan berbuat baik kepada kedua orang tua dengan perintah ibadah kepada-Nya. Mengapa? Sebab jasa orang tua begitu besar dan takkan pernah terbalaskan. Cobalah letakkan sebuah bantal yang agak berat di perut kita, lalu bawalah ke manapun kita pergi. Jangan lepaskan bantal itu ketika kita ke pasar, ke kamar mandi, bahkan ketika tidur. Kira-kira bagaimana rasanya? Tentu kita akan tahu betapa repot dan menyusahkannya bantal itu.

Namun seorang ibu tidak pernah mengeluh ketika mengandung buah hatinya selama sembilan bulan. Dibawa kemanapun ia pergi. Doa terus mengalir dari mulutnya agar anak yang dikandungnya ini menjadi perhiasan hidupnya. Sampai pada akhirnya, seorang ibu harus mempertaruhkan nyawanya demi si buah hati tercinta. Subhanallah, sungguh sebuah pengorbanan yang sangat besar dan jihad yang sangat hebat. 

Pengorbanan ayah tak kalah hebat. Ia tak hanya duduk berpangku tangan. Tapi memeras keringat dan membanting tulang. Mencari nafkah untuk keluarga tercinta. Kadang berangkat sebelum matahari terbit, dan pulang saat matahari sudah tenggelam. Hujan panas di terjang demi mendapatkan rizki halalan thayyiban. Kepala ayah tak berhenti berputar dan berpikir untuk menghidupi keluarganya. Makanan yang sehat, susu si kecil, persiapan biaya sekolah, pakaian yang indah dan segudang hal lainnya yang menjadi tanggung jawabnya. Bukankah semua itu bukti pengorbanan yang besar? 

Pantas jika Allah SWT mengingatkan hamba-Nya untuk memuliakan orang tua. Bahkan meski orang tua yang berbeda agama dengan kita, kehormatan itu tak boleh hilang.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kamu kembali, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Contoh nyata cinta pada keluarga bisa kita lihat pada keluarga Nabi Ibrahim as. Ayahnya kafir dan pembuat patung berhala, namun beliau masih berbicara kepadanya dengan sangat santun. Adabnya yang mulia itu di balas oleh Allah SWT melalui anaknya yang saleh, Isma’il As. Ketika hendak di sembelih, Isma’il kecil juga menjawab pertanyaan ayahnya dengan penuh adab.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur baligh) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Jika terhadap orangtua yang berbeda agama saja kita masih diperintahkan untuk mepergaulinya dengan baik, apalagi jika orangtua kita seiman dengan kita. Tentu saja, penghormatan kepada mereka harus lebih baik. Panggillah mereka dengan panggilan yang baik, dengarkanlah nasehat mereka, jangan sekali-kali membantah, apalagi menyakiti fisik dan hatinya.

Oke deh, mulai sekarang, jangan sia-siakan anugerah terbesar dalam hidup kita. Berbahagialah jika kamu masih memiliki orang tua karena waktu berbaktimu menjadi lebih panjang. Curahkan cinta, kasih sayang, dan perhatian padanya dengan totalitas sebagai wujud bakti kita kepada mereka. Juga kepada adik-adik, kakak-kakak, nenek-nenek, dan keluarga besar kita. Cintailah mereka karena cinta kita pada Allah SWT.











Bagikan:

Menepati Janji

Janji menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah perkataan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Pengertian lain menyebutkan, bahwa yang disebut dengan janji adalah pengakuan yang mengikat diri sendiri terhadap suatu ketentuan yang harus ditepati atau dipenuhi.

Sayyid Ridha dalam tafsir Al Manar, membagi janji itu ke dalam tiga bagian, yaitu: janji kepada Allah, janji kepada diri sendiri dan janji kepada sesama manusia.

Bagi kita insan beriman, ketiga-tiganya biasa kita lakukan :

Macam-macam Janji

1. Janji kita kepada Allah SWT

Ketika kita menjalankan shalat, pada doa iftitah kita mengucapkan: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, hanyalah untuk/milik Allah Tuhan Semesta Alam". 

Ini merupakan janji manusia terhadap Allah yang harus ditepati, yakni dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam syari’ah dinamakan taat, karena manusia ataupun jin diciptakan manusia memang untuk beribadah kepada-Nya.

2. Janji Terhadap Diri Sendiri

Misalnya seorang mahasiswa mengatakan, “Jika saya lulus ujian, aku akan menyembelih kambing untuk dibagikan kepada orang lain” atau seseorang yang sakit parah, kala itu dia mengucapkan Jika aku sembuh dari penyakitku, aku akan berpuasa tiga hari. “ 

Kedua hal itu merupakan janji manusia terhadap diri sendiri yang harus ditunaikan, yang dalam bahasa agama disebut dengan nadzar. Ini harus dilaksanakan karena Allah telah berfirman : “…Dan hendaklah menyempurnakan (memenuhi) nazar mereka…“ (Q.S.Al Hajj 29). 

Tentu saja nadzar yang harus dipenuhi adalah nadzar yang yang tidak menyimpang dari syari’at agama Islam. Tapi misalnya ada orang yang mengatakan, ’’Kalau saya lulus ujian, saya akan memotong tangan ibuku.” itu haram dilaksanakan, karena manusia oleh Allah tidak diperkenankan untuk menyiksa diri sendiri ataupun orang lain.

3. Janji Terhadap Sesama Manusia

Ini banyak ragamnya. Ada yang berjanji dengan seseorang untuk hidup semati, ada yang janji mau membayar hutang setelah rumahnya laku terjual, ada yang janji memberangkatkan haji kepada orang tuanya nanti setelah proyeknya seselai dan lain-lain.

Dan janji ini berlaku dalam berbagai segi kehidupan, sejak dilingkungan keluarga, kehidupan dalam masyarakat hingga urusan kenegaraan. Yang jelas, selagi orang bergaul dan saling membutuhkan dan sementara apa yang dibutuhkan belum terwujud, maka janjilah yang dianggap sebagai solusi sementaranya.

Hukum Memenuhi Janji

Pada dasarya segala janji yang baik yakni janji yang tidak bertentangan dengan ajaran agama, wajib ditunaikan, wajib dipenuhi. Namun boleh jadi hukum janji itu bisa berubah. Ini menurut M. Yunan Nasution dalam khutbahnya, menjadi :

1. Sunnah memenuhinya. Artinya boleh ditinggalkan. Orang yang berjanji untuk meninggalkan sesuatu yang tidak diperintahkan agama. Contohnya, sejak hari ini saya tidak akan makan sambal.

2. Sunnah tidak memenuhinya. Contohnya, jika saya lulus SMP saya akan kursus menjahit. Ternyata dia berubah pikiran untuk melanjutkan kuliah dan ternyata diridhai orang tua. Maka kursus menjahitnya pun dibatalkan, karena melanjutkan kuliah. Konsekuensinya dia harus membayar kafarat sumpahnya itu. yaitu puasa kafarat 3 hari berturut- turut.

3. Wajib tidak memenuhi janjinya. Yakni janji untuk berbuat jahat.

Dampak Ingkar Janji

Ingkar janji alias berbuat kebohongan adalah akhlaq yang tercela. Hampir setiap orang yang pernah berhubungan dengan orang lain mungkin sudah pernah merasakan, betapa pahitnya dibohongi orang lain dengan ingkar janji.

Dampak ingkar janji di antaranya :

Jika orang yang diingkari itu tidak rela, maka akan bereaksi dan timbul kemarahan. Jika marah tak terkendali, bisa menimbulkan pertengkaran, perkelahian, bahkan bisa menyebabkan pembunuhan.

Allah SWT akan mengutuk keras dan melaknat serta menimpakan bencana terhadap orang yang ingkar janji, baik itu berjanji kepada Allah maupun berjanji terhadap sesama manusia.

Ingkar janji merupakan salah satu ciri orang munafiq, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits : “tanda-tanda orang munafiq ada tiga : jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat khianat.” (H.R.Muslim).

Sedangkan orang munafiq diancam oleh Allah akan dimasukkan ke dasar neraka, seperti firman Allah yang tertera dalam Al Quran surat An Nisaa‘145. Semoga kita senantiasa ditolong oleh Allah SWT agar bisa memenuhi janji kita manakala kita terpaksa harus berjanji. Aamiin.

Allahu a'lam...











Bagikan: