"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Tanda-Tanda Kenabian Muhammad SAW

Menginjak usia 12 tahun, Rasulullah SAW berkata kepada pamannya, Abu Thalib,“Wahai Pamanku, saya ingin belajar berdagang.”. Rasulullah SAW mengulangi permintaannya, “Pamanku, saya mohon, ajaklah saya berdagang”. 

Sang Paman kemudian menjawab, “Kau masih kecil, sedangkan perjalanan perdagangan jauh, ke Syam”. 

Rasulullah kembali menjawab, “Tidak apa-apa, saya mau ikut”. Sampai-sampai Rasulullah SAW menempel di baju pamannya, memohon agar pamannya mengijinkannya ikut berdagang ke Syam. 

Akhirnya Abu Thalib menyetujui, “Baiklah. Ayo kita berdagang ke Syam.”.

Maka berangkatlah beliau bersama pamannya dan rombongan kafilah dagang Makkah menuju ke Syam. Kafilah ini adalah sebuah rombongan dagang yang besar, lebih dari 70 iring-iringan unta yang dibawa. Kalau rombongannya lebih kecil, hanya 5-10 unta, maka disebut firqah. Rasulullah SAW adalah anggota kafilah yang termuda. 

Dalam perjalanan, kafilah tersebut melewati suatu tempat yang disebut Bushra, hanya melintas saja, bukan singgah. Bushra ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang nasrani, atau dalam istilah kita sekarang, tempat pesantrennya orang-orang nasrani, atau kampungnya orang nasrani.

Di Bushra ini ada seorang rahib atau pendeta terkemuka, bernama Bahira. Dari jauh, Bahira memperhatikan bahwa ada yang aneh dengan kafilah yang melintas di daerahnya tersebut. 

Keanehannya adalah kafilah itu selalu dinaungi oleh awan, di atas kafilah itu selalu ada awan yang mengikutinya. Pasti ada sesuatu di kafilah ini, gumam Bahira. 

Sampai ketika kafilah itu berhenti di suatu tempat, terlihat oleh Bahira bahwa awan itu pun berhenti. Maka Bahira berkata kepada murid-muridnya,“Wahai muridmuridku, engkau lihat kafilah di sana? Sampaikan kepada kafilah tersebut, bahwa sesungguhnya aku, Bahira, mengundang mereka untuk makan bersama.” 

Lalu makanan untuk kafilah tersebut pun disiapkan.

Kemudian datanglah utusan Bahira menemui kafilah tersebut, “Wahai kafilah, aku adalah utusan dari Bahira, sesungguhnya Bahira mengundang kalian semua untuk makan bersama. Semuanya diundang, tidak ada seorangpun yang tertinggal.”

Maka datanglah rombongan kafilah tersebut memenuhi undangan Bahira, lalu mereka duduk di tempat yang telah disediakan. Setelah duduk semua, Bahira masuk ke ruangan tersebut, lalu melihat satu per satu tamunya yang hadir, rombongan kafilah. Tetapi ternyata yang dicarinya tidak ada.

Maka Bahira bertanya, “Siapa pemimpin kafilah ini?”. 

“Saya pimpinannya.” Jawab salah seorang dari kafilah tersebut. 

Bahira kembali bertanya, “Apakah anggota kafilahmu sudah datang ke sini semuanya?”. 

Pimpinan kafilah tersebut kembali menjawab “Wahai Bahira, semuanya telah hadir di tempat ini, kecuali seorang anak. Kami perintahkan dia untuk menjaga barang-barang di sana.”

Mendengar jawaban itu, Bahira agak sedikit marah, seraya berkata “Bukankah sudah kukatakan supaya datang semuanya ke tempat ini untuk makan bersama?”

Karena sebenarnya rahasia kenapa Bahira mengundang semua anggota kafilah untuk datang makan bersama adalah untuk mencari tahu siapa yang menyebabkan ada awan yang selalu menaungi kafilah tersebut. 

Bukan hanya sekedar makan-makan, tapi ketika dari semua yang hadir, Bahira tidak menemukan yang dicarinya, tidak ada satupun di antara yang datang yang memiliki tanda kenabian, maka Bahira mempertanyakan, apakah ada yang tidak datang.

Sang pimpinan kafilah kembali menerangkan, “Wahai Bahira. Yang tidak datang adalah seorang anak karena kami suruh dia untuk menjaga barang-barang.”. 

Bahira kemudian berkata, “Panggillah anak itu kemari.”. 

Anak yang dimaksud itu tidak lain tidak bukan adalah Rasulullah SAW yang saat itu berusia 12 tahun.

Baru saja beliau berjalan memasuki ruangan, Bahira sudah gemetar, jantungnya berdegup keras, “Ini cara jalannya nabi akhir zaman,” gumam Bahira, tak sanggup berkata. Baru melihat jalan kaki beliau saja, Bahira sudah mengetahui, bahwa tanda-tanda nabi akhir zaman ada pada diri Rasulullah SAW.

Lalu Rasulullah SAW duduk di depan Bahira. Bahira kemudia berkata “Wahai anak kecil,”. “Atas nama Uzza, dan atas nama Latta, aku bertanya kepadamu.”. 

Nabi Muhammad kemudian menjawab “Engkau jangan bertanya kepadaku atas nama Uzza dan Latta. Sungguh, tidak ada yang aku benci kecuali Uzza dan Latta. Bertanyalah kepadaku atas nama Allah,”.

Dalam hatinya Bahira membenarkan, “Memang di dalam injil, seorang nabi tidak pantas untuk menyukai apalagi menyembah Uzza, Latta, dan berhala-berhala lainnya,” kata batinnya, “Luar Biasa! Anak ini, 12 tahun sudah menyatakan, tanyalah atas nama Allah.”

Bahira kemudian melanjutkan perkataannya, “Baik, aku akan tanya atas nama Allah, siapa namamu?”. 

Nabi menjawab, “Namaku adalah Muhammad.”.

Bergetar Bahira ketika mendengar nama tersebut .Rasulullah SAW masih duduk dengan tenang di depan Bahira. Bahira tak berkedip menatap beliau, anak berusia 12 tahun tapi luar biasa kepribadiannya.

Bahira kembali melanjutkan pertanyaannya “Dari kabilah mana?”. 

“Bani Quraisy, Arab” Jawab Nabi Muhammad.

Tak diragukan lagi. Bahira semakin yakin. Karena bani Quraisy asalnya dari Mekkah, dan Mekkah adalah tempatnya nabi Ismail As. 

“Perlihatkan pundakmu kepadaku,” pinta Bahira. Rasulullah heran, tapi tetap menunjukkan pundaknya. Di sana Bahira melihat tanda kenabian, cincin nubuwah, stempel kenabian di pundak Rasulullah SAW.

Itulah sebabnya ada beberapa hadist, hadits hasan, yang menyatakan, “Seluruh nabi memiliki tanda kenabian di pundaknya.” Sayangnya tidak pernah ada yang mengecek pada nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Yusuf, nabi Isa ataupun nabi-nabi lainnya. Tapi yang pernah banyak terlihat adalah tanda kenabian pada nabi Muhammad SAW.

Melihat tanda-tanda kenabian pada Rasulullah SAW, Bahira semakin yakin, “Anak ini sudah pasti adalah seorang nabi.”, Kemudian Bahira berdiri, dan mengarahkan pandangannya kepada seluruh rombongan kafilah yang hadir, kemudian bertanya “Wahai kafilah bani Arab, di antara kalian, siapa yang bertanggung jawab terhadap anak ini?” seraya menunjuk kepada Rasulullah SAW.

Abu Thalib menjawab, “Aku yang bertanggung jawab atas anak itu.”. 

Selanjutnya terjadi percakapan antara Abu Thalib dengan Bahira.

Bahira: “Apa hubunganmu dengan anak ini?”.

Abu Thalib: “Dia adalah anakku.”

Bahira: “Bukan, dia tentu bukan anakmu.”

Abu Thalib: “Dia sudah kuanggap sebagai anakku sendiri, namun sesungguhnya dia adalah anak saudaraku.”

Bahira: “Kapan ayahnya meninggal?”

Abu Thalib: “Ketika dia masih di dalam perut ibunya.”

Bahira: “Kau benar,”. “Aku sudah tahu dari kitab Injil bahwa seorang nabi tidak akan dilahirkan kecuali ayahnya sudah wafat, dan akan dibesarkan oleh pamannya.”. “Maka aku yakin bahwa dia adalah seorang nabi,”. “Dan di dalam kitab Injil telah tertulis bahwa nabi ini akan singgah di Bushra ini. Maka kami, kaum nasrani selalu menjaga di tempat ini.”. “Kenapa?” “Karena nanti nabi akhir zaman akan singgah di sini. Dan sekarang terbukti sudah.”. “Muhammad ini adalah calon nabi yang akan datang,”. “Tapi maaf, rahasia ini sudah diketahui oleh para Yahudi. Saya yakin tidak lama lagi orang Yahudi akan datang mencari Muhammad untuk dibunuhnya. Maka sebelum Yahudi datang, segera pulangkan Muhammad kembali ke Makkah,”.

Setelah itu, Abu Thalib mengutus seorang pembantunya untuk langsung mengantar Rasulullah pulang kembali ke Mekkah. Tak menunda-nunda lagi, saat itu juga, selesai makan, langsung berangkat menuju Mekkah.

Tidak lama setelah itu, beberapa saat saja setelah Rasulullah SAW berangkat, tiba-tiba datang para penunggang kuda. Selanjutnya terjadi percakapan antara para kafilah dengan para penunggang kuda.

Penunggang Kuda: “Apakah rombongan di sini adalah kafilah Arab?” Tanya penunggang kuda itu.

Kafilah: “Ya”.

Penunggang Kuda: “Apakah di antara kalian ada yang bernama Muhammad?”.

Kafilah: “Tidak ada”

Penunggang Kuda: “Jangan bohong!”

Maka salah seorang penunggang kuda tersebut turun untuk memeriksa. Yahudi itu bermaksud memeriksa anggota kafilah yang hadir, karena Yahudi juga tahu tanda-tanda kenabian dari Taurat.

Setelah memeriksa berkeliling, ternyata tidak ditemukan tanda-tanda kenabian di antara para tamu yang hadir. Karena itu, mereka pulang lagi, kembali ke daerah Yahudi.

Abu Thalib bertanya kepada Bahira, apa yang terjadi sebenarnya?. 

“Itu adalah Yahudi, datang kemari untuk mencari Muhammad.” jawab Bahira. 

Abu Thalib kembali bertanya, “Untuk apa mencari Muhammad?”. 

“Untuk dibunuh.” Jawab bahira.

*****

Allahu a'lam

Bagikan:

Mengenal Cara Mudah Menghafal dan Menggunakan Sandi Morse

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
SALAM PRAMUKA...

Adik-adik semuanya, terus semangat ya... Berjumpa lagi dengan Latihan Pramuka Online...

Kali ini kita akan mengenal Sandi Morse dan cara penggunaannya. Alat yang kita gunakan dalam memperagakan sandi ini adalah peluit dan bendera.

Kode Morse atau 'Sandi Morse' adalah sistem representasi huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu pada alfabet atau sinyal (pertanda) tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835. (Sumber: wikipedia)

(Sumber: wikipedia)

Berikut ini cara mudah menghafal dan menggunakan Sandi Morse:

A :  AYO
B :  BOCAH CILIK
C :  COBA-COBA
D :  DOLANAN
E :  ES

F :  FATIH DOLAN
G :  GOLONGAN
H :  HIMALAYA 
I :  ISLAM
J :  JAGOLORO

K :  KOMANDO
L :  LEMONADE
M :  MOHON
N :  NONA
O :  OPPO YO

P :  PERTOLONGAN
Q :  QOLOR IJO
R :  RESOLES
S :  SELASA
T :  TONG

U : UNIFROM
V : VERSIKARO
W : WIROSO
X : XOXENDARO
Y :  YOSIMONO
Z : ZOROASTER

Caranya: Ubah huruf Vokal O menjadi GARIS dan huruf Vokal selain O (A, I, U, E) menjadi TITIK.

A :  . _
B :  _ . . .
C :  _ . _ .
D :  _ . .
E :  .

F :  . . _ .
G :  _  _ .
H :  . . . .
I :  . .
J :  . _ _ _

K :  _ . _
L :  . _ . .
M :  _  _
N :  _ .
O :  _ _ _

P :  . _ _ .
Q :  _ _ . _
R :  . _ .
S :  . . .
T :  _

U :  . . _
V :  . . . _
W :  . _ _
X :  _ . . _
Y :  _ . _ _
Z : _ _ . .

BERIKUT CONTOH PENGGUNAANNYA:
PRAMUKA : . _ _ . / . _ . / . _ / _  _ / . . _ / _ . _ / . _

Selanjutnya silakan temukan arti dari Sandi Morse berikut ini! Lalu kirimkan jawabannya ke pembina kalian masing-masing!
1. Terjemahkan Sandi Morse berikut ini!

. _ / _ . _ / . . _ / _ . _ . / . . / _ . / _ / . _ / . . / _ . / _ . . / _ _ _ / _ . / . / . . . / . . / . _ /

2. Ubah kalimat berikut ini ke dalam Sandi Morse!
PATRIOT YANG SOPAN DAN KSATRIA

*****

BEBERAPA CARA MUDAH LAINNYA MENGHAFAL SANDI MORSE:



(Sumber: wikipedia)


Penghafalan dilakukan secara kelompok huruf EISH TMOKH, AUV NDB, WFY GLQ CJZ
(Sumber: wikipedia)

Demikan latihan pramuka online kita hari ini.
Tetap sehat dan semangat ya.

SALAM PRAMUKA
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Bagikan:

Hadits Larangan Berbuat Mudharat

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
SEMANGAT PAGI SEMUANYA...

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya selalu dalam kondisi sehat dan semangat.

Tujuan pembelajaran hari ini adalah:
1. Siswa mampu melafalkan Hadits Larangan Berbuat Mudharat
2. Siswa mampu memahami makna yang terkandung dalam hadits
3. Siswa mampu mengetahui contoh perbuatan yang terkait hadits


Allah SWT menurunkan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Allah SWT sangat tidak suka terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kira-kira contoh merugikan diri sendiri dan orang lain itu seperti apa ya?

(HR. Ibnu Majah)

Artinya:  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak boleh melakukan kemadharatan (perbuatan yang membahayakan diri sendiri), dan tidak boleh membalas kemudharatan dengan cara yang salah (membahayakan orang lain).

Kandungan Hadits

  1. Ajaran Islam sangat mementingkan keselamatan pribadi dan orang lain.
  2. Islam tidak membenarkan melakukan suatu tindakan dengan tujuan yang benar tetapi merugikan orang lain.
  3. Syariat Allah ta’ala tidak bertujuan untuk membuat sulit pemeluknya bahkan syariat Allah adalah merupakan rahmat bagi seluruh alam.
  4. Islam mengutamakan kesejahteraan dan keadilan berlaku kepada semua makhluk, baik muslim maupun non muslim.
  5. Seorang mukmin dilarang mencari susah atau mudharat yang bisa menimpa dirinya sendiri atau menimpa orang lain.

"Jadilah kamu seperti sebatang pohon. Mereka melemparimu dengan batu, kamu menggugurkan kepada mereka buah yang ranum”


    Simak video penjelasan hadits berikut ini:
    VIDEO 1

    VIDEO 2

    Untuk kegiatan latihan soal hari ini, silakan kerjakan soal latihan pada form berikut ini!

    Demikian pembelajaran kita hari ini. Mari kita tutup bersama dengan membaca hamdalah bersama-sama. Tetap sehat dan semangat ya.

    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Bagikan:

    Mengenal Nama-Nama Hewan dan Penggunaan Artikel "a" dan "an" dalam Bahasa Inggris

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
    SEMANGAT PAGI SEMUANYA...
    Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya selalu dalam kondisi sehat dan semangat.

    Tujuan pembelajaran hari ini adalah:
    1. Siswa mampu menyebutkan nama-nama hewan.
    2. Siswa mampu menggunakan artikel "a" dan "an".

    Sumber: Buku Basic English 2

    CONTOH 1:
    - It is a deer. (Ini seekor rusa)
    - It is a turtle. (Ini seekor kura-kura)
    - It is a crocodile. (Ini seekor buaya)

    CONTOH 2:
    - It is an eagle. (Ini seekor elang)
    - It is an ostrich. (Ini seekor burung unta)
    - It is an owl. (Ini seekor burung hantu)

    Mari perhatikan pada contoh 1 dan 2 di atas.
    Contoh 1 menggunakan artikel "a"
    Contoh 2 menggunakan artikel "an"

    PENGGUNAAN ARTIKEL "A" DAN "AN"
    1. Artikel "a" dan "an" memiliki arti sebuah, seekor, se...
    2. Artikel "a" digunakan sebelum kata benda yang huruf awalnya bersuara konsonan (b, c, d, f, g, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z)
    3. Artikel "an" digunakan sebelum kata benda yang huruf awalnya bersuara vokal (a, i, u, e, o)

    Untuk latihan soal hari ini, silakan kerjakan soal pada halaman 54 (C) pada form berikut ini!

    Sumber bahan belajar:
    Sulaiman, SB dan Ament, Kenneth W. 2016. Basic English 2. Jakarta: Yudhistira

    Bagikan:

    Kisah Guru dan Murid

    Suatu hari seorang guru bertanya kepada muridnya di kelas, “Siapa yang pernah pergi ke pantai?.” Tanya guru kepada murid.

    Lalu, seorang murid bernama Umar mengangkat tangannya. Kemudian berberapa murid lainnya juga ikut mengangkat tangan.

    Lalu, sang guru melanjutkan pertanyaannya, “Bagaimana suasana disana? Indah tidak?"

    "Indaaah sekali bu guru.” Jawab anak-anak dengan semangat.

    Sang guru pun melanjutkan pertanyaannya, “Kira-kira yang pantai itu siapa yang buat ya?"

    "ALLAH…" Jawab seorang anak bernama Aisyah dengan semangat. 

    Sang guru pun mengatakan, “Yaa.. benar.”

    “Allah yang membuat pantai yang indah itu. Kira-kira manusia bisa buat atau tidak ya….?” Tanya sang guru.

    Murid-murid pun kebingungan, “Bisa atau tidak ya kira-kira….?” Para murid berbisik-bisik, lalu umar pun menjawab, “Kayaknya susah deh bu guru” jawab Umar. “Kita aja belum bisa nulis arab” sahut Aisyah.

    Sang ibu guru pun tersenyum mendengar jawaban dari murid-muridnya. Ia pun berkata kepada muridnya, “Anak-anak, tidak akan ada manusia yang bisa menandingi kekuasaan Allah, termasuk membuat pantai yang begitu indah itu.” sang guru menjelaskan.

    Lalu Aisyah menyahut, “iya bu guru. Kata ayah, Allah itu gak ada yang nyamain. Pokoknya Allah itu yang paling kuat dan hebat deh…” sahutnya dengan polos.

    Sang guru tersenyum lagi sambil berkata, “Ya, Allah itu memang tidak tidak ada duanya. Tidak ada yang serupa sama dengan Allah. Tidak ada yang dapat menandinginya karena Allah berbeda dengan semua ciptaan-Nya. Allah tidak sama dengan siapapun. Allah berbeda dengan ciptaan-Nya.” Tutup sang guru kepada muridnya yang sangat pintar sekali.

    Allahu a'lam

    Bagikan:

    UMPAN BALIK TERHADAP REFLEKSI DIRI ETIKA KERJA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

    Umpan Balik Aksi Nyata Di Platform Merdeka Mengajar Dengan Tema Refleksi Diri Etika Kerja Layanan Bimbingan dan Konseling.

    Salam untuk Para Pejuang Pendidikan di Indonesia...

    Berikut ini kami sedang melakukan aksi nyata di Platform Merdeka Mengajar dengan tema Refleksi Diri Etika Kerja Layanan Bimbingan dan Konseling.

    Dengan sangat hormat, kami mohon kesediaan ibu dan bapak Guru Para Pejuang Pendidikan di Indonesia untuk berkenan memberikan umpan balik terhadap aksi nyata kami...

    Caranya sangat mudah... Hanya dengan mengisi Google Form yang telah kami sediakan...

    Berikut ini aksi nyata kami dalam bentuk dokumen...



    Berikut ini lembar umpan balik terhadap aksi nyata kami...




    Atas waktu yang diluangkan, bantuan dan kerjasamanya, kami sampaikan banyak terimakasih tak terhingga untuk ibu dan bapak Guru Para Pejuang Pendidikan di Indonesia...


    Salam Hebat...


    Bagikan:

    Apakah Pemimpin itu Selalu Benar?

    Terbersit begitu saja dalam benak. Entah kenapa kok tiba-tiba teringat dengan kisahnya orang yahudi tua yang meminta keadilan kepada Umar bin Khattab karena rumahnya di Mesir terkena pelebaran masjid besar. Tak ingin pikiran ini hilang begitu saja, saya berusaha menuliskannya disini. Semoga mencerahkan.

    Saat itu Gubernur Mesir (Amr bin Ash) sedang melakukan mega proyek pelebaran masjid. Ternyata dalam pelebaran itu mengenai rumah seorang yahudi tua ini.

    Dengan berbagai macam cara negosiasi, rumah orang yahudi tua tersebut akan dibeli oleh negara. Mulai dari penawaran harga standard sampai paling mahal. Namun orang yahudi tua tersebut tetap menolak.

    Akhirnya dengan berbagai pertimbangan (kepentingan umum dan tata kota), pemerintahan Mesir saat itu yang dipimpin Amr bin Ash menggusur paksa rumah orang yahudi tua tersebut.

    Orang yahudi tua tersebut merasa bahwa pemerintahan di Mesir saat itu sangat tidak bijak. Dia merasa terdzolimi. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengadukan permasalahannya kepada pimpinan gubernur Mesir, yaitu Sang Khalifah saat itu, Umar bin Khattab.

    Dia melakukan perjalanan yang sangat jauh, melewati gurun pasir, dan perjalanan yang melelahkan dari Mesir menuju Madinah. Demi mendapatkan suatu keadilan dari permasalahan yang dihadapinya.

    Ada yang tahu jarak Mesir dan Madinah? Nanti kita kupas ya.

    Sesampainya di Madinah, dia sangat terkejut saat melihat kondisi Sang Khalifah Umar bin Khattab. Sangat jauh dari prediksi dan bayangannya selama ini.

    Dia bertemu Umar bin Khattab di masjid. Dengan pakaian yang sangat sederhana. Tanpa pengawalan yang ketat. Mudah mengaksesnya.

    Oleh Umar bin Khattab diajaklah orang yahudi tua ini duduk di bawah pohon yang rindang. Ditanyalah maksud dan tujuannya menemuinya.

    Orang yahudi tua tersebut menjelaskan dengan sangat detail permasalahan yang dihadapinya. Berharap dia mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

    Sontak Umar bin Khattab emosi. Berubah mimik wajahnya. Mengisyaratkan kekecewaan atas pemerintahan Amr bin Ash di Mesir. 

    Umar bin Khattab akhirnya meminta orang yahudi tua itu untuk mengambil sebuah sampah tulang yang berserakan di dekatnya dan memberikan kepadanya.

    Diambilah sebuah pedang lalu digoreskan ujung pedang tersebut di atas tulang. Goresan itu seperti huruf Alif yang lurus dari atas ke barah, lalu dicoret di tengahnya. 

    Diberikanlah tulang itu kepada orang yahudi tua tersebut. Dengan berpesan agar menyampaikan tulang ini kepada Gubernur Mesir, Amr bin Ash.

    Orang yahudi tua ini bertambah keheranan. Bukan solusi yang diberikan atas permasalahannya, malah tulang yang dia dapat.

    Selama perjalan pulang, tak henti-hentinya dia mengomel. Sudah jauh-jauh melakukan perjalanan, hanya tulang yang didapatkan.

    Sesampainya di Mesir, dia langsung menemui Amr bin Ash. Dia serahkan tulang itu kepadanya. Dia menyampaikan bahwa telah mengadu kepada Umar bin Khattab dan diberi pesan menyampaikan tulang itu. 

    Sewaktu Amr bin Ash menerima tulang itu, dia sangat terkejut. Mukanya menunjukkan rasa takut yang sangat. Tubuhnya gemetar. Keringan dingin keluar dari sekujur tubuhnya. 

    Tanpa banyak bicara, Amr bin Ash langsung memanggil seluruh staff pemerintahannya untuk membongkar kembali masjid yang sudah hampir jadi tersebut. Tak hanya itu, dia meminta agar membangunkan lagi rumah milik orang yahudi tua itu dan mengembalikan padanya.

    Amr bin Ash turun tangan langsung memimpin penghancuran bagian masjid yang melewati rumah orang yahudi tua tersebut. Namun, sebelum Amr bin Ash melakukannya, dengan segera orang yahudi tua itu menghampirinya dan mencegahnya.

    Dia mengajukan beberapa pertanyaan kepada Amr bin Ash atas apa yang sebenarnya yang terjadi. Banyak pikiran berkecamuk dalam kepala orang yahudi tua itu.

    Amr bin Ash menjelaskan bahwa tulang yang dia terima itu ada pesan dari Umar bin Khattab kepadanya untuk berlaku adil kepada siapa pun. Jika tidak, maka Umar bin Khattab akan memeranginya.

    Mendengar penjelasan dari Amr bin Ash, orang yahudi tua ini sangat terpukau, terpana, dan heran. Ternyata begitu aturan Islam dalam menegakkan keadilan dan begitu juga ternyata ketaatan seorang gubernur kepada khalifah (pemimpinnya).

    Akhirnya orang yahudi tua ini bergembira dengan Islam dan memantapkan hati untuk masuk Islam. Dia selanjtnya mewakafkan tanahnya untuk dibuat masjid.

    Sungguh kisah yang sangat diharapkan terjadi saat ini. Allahu a'lam.

    *****

    Mari kita kupas satu persatu.

    1. Kurang shalih seperti apa Amr bin Ash dan orang-orang di pemerintahannya saat itu. Selain shalih, mereka juga berilmu, berpegalaman, dan juga Allah SWT karuniakan kekayaan dunia. Tetapi mereka masih bisa saja membuat kebijakan yang tidak berpihak kepada orang kecil. Meskipun menurut mereka apa yang dilakukan tersebut untuk kepentingan umum dan keindahan tata kota. Tentu kebijakan itu sudah pasti ditetapkan melalui mekanisme musyawarah gubernur dan para staff-nya.

    2. Orang yahudi tua itu saat ini bisa menjadi potret kondisi orang kecil, bawahan, karyawan, atau rakyat jelata. Terkadang kebijakan yang diberikan oleh pemerintah atasannya tidak berpihak pada dirinya. Dia dipaksa mengikuti kebijakan atasannya. Tetapi dia tak berputus asa untuk mencari sebuah keadilan. Hingga akhirnya dia mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Bahkan hidayah masuk kedalam dirinya hingga dia masuk Islam.

    3. Dalam mencari sebuah keadilan, dia harus melakukan perjalanan dari Mesir ke Madinah (PP). Adakah yang tahu berapa jarak Mesir ke Madinah? Coba cek di google! Bahwa disebutkan jarak Mesir ke Madinah (jika ditarik garis lurus) adalah 914 Km. Berarti total perjalanan dari berangkat hingga pulang, orang yahudi tua ini telah menembuh jarak 1.828 km. Melebihi jarak perjalanan Jakarta-Surabaya (PP). Lalu, berapa hari perjalanan yang telah dia tempuh? Bagaimana kondisi perjalanannya, bekal, dan kelelahan yang dia alami selama perjalanan? Dia orang yahudi, tak memiliki kenalan di Madinah yang mayoritas Islam. Bagaimana kondisi psikologisnya? 

    4. Saat ini bisa jadi masih ada pemimpin (pada semua levelnya), yang dikaruniai kesholihan, ilmu, pengalaman, dan kekayaan. Tetapi kebijakan yang dibuatnya (menurutnya benar) untuk kepentingan bersama. Namun di satu sisi apakah tidak menyadari bahwa kebijakannya itu telah mendzalimi orang lain. 

    5. Saat ini, Sang khalifah sudah tidak ada. Sang Khalifah yang hanya dengan goresan pada tulang mampu mengingatkan dan menegur gubernur sekaliber Amr bin Ash. Sudah tak ada lagi, manusia tempat mengadukan permasalahan untuk mencari keadilan dari para pemimpin di daerahnya. Tetapi, jangan lupa, Allah SWT (tuhannya Umar bin Khattab) terus selalu ada. Yang Selalu Mendengar aduan dari para manusia. 

    6. Kalau Amr bin Ash saja luluh hatinya diingatkan dengan tulang bergoreskan ujung pedang, apakah para pemimpin yang saat ini merasa dikaruniai kesholihan, ilmu, pengalaman, dan kekayaan tetap merasa benar dengan kebijakannya, meskipun telah mendzalimi orang lain? Amr bin Ash saja mampu mengubah kebijakannya ketika dinasehati dan bahkan tidak beradu argumen untuk mempertahankan kebijakannya. Anda ingin dinasehati dengan cara apa? Apakah menunggu Allah SWT mencabut semua kesholihan, ilmu, pengalaman, dan kekayaanmu? Sekeras itukah hatimu? Ataukah malah bangga memiliki hati keras?

    7. Sebagai orang kecil yang tak memiliki pengalaman, ilmu, dan kekayaan, bisa jadi merasa kedzoliman dari kebijakan yang mengatasnamakan kepentingan bersama, tak mampu dia lawan. Namun, curahan hati, aduan, keluh kesah, dan ratapan hatinya yang disampaikan kepada Rabbul ‘alamin tak ada yang mampu menahannya. Kepasrahan atas ketidakmampuan dalam mendapatkan haknya akan menjadi wasilah pertolongan Allah SWT kepadanya dan balasan sepadan kepada orang-orang yang membuat kebijakan dzalim kepadanya.

    Demikian ulasan tentang kisah apakah pemimpin itu selalu benar. Semoga ini menginspirasi pembaca semuanya. Membacanya tidak boleh sambil baper. Kalu sudah kadung baper, ayo baca istighfar 100 kali. :) 

    Bagikan:

    Berbicara Di Depan Umum


    Berbicara di depan umum merupakan salah satu teknik atau seni berbicara yang 
    harus dimiliki oleh pembicara untuk mampu menarik perhatian audiens.

    Untuk menarik perhatian audiens, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh pembicara selain persiapan materi yang matang. 

    Berikut beberapa cara untuk berbicara di depan umum:
    1. Menyiapkan bahan
    Hal yang paling pertama adalah membuat persiapan bahan yang akan dibicarakan misalnya jika mengenai bisnis, anda bisa mengambil topik mengenai tips sukses berbisnis atau cara menjadi pengusaha yang sukses. Buatlah pokok-pokok bahasan yang akan dibicarakan dan konsepnya.

    2. Melatih berbicara pada lingkup yang lebih kecil
    Setelah membuat bahan pembicaraan, lakukan latihan dengan cermin atau pada keluarga untuk menyimak pidato yang telah dibuat. Kemudian koreksi jika ada kekurangan cara berbicara yang baik setelah latihan, lalu perbaiki kembali.

    3. Bersikap tenang dan rileks
    Cara mengatasi stress ketika ingin tampil saat berbicara di depan umum dengan tetap tenang dan rileks. Tarik nafas dalam-dalam dan minum segelas air putih untuk menenangkan pikiran agar tidak gugup.

    4. Berpikir positif
    Terkadang pemikiran negatif seperti seperti; penonton akan menertawakan pidato anda, penonton tidak tertarik dengan pembicaraan atau penonton sama sekali tidak paham pembicaraan anda, hanya akan membuat kepercayaan diri anda menurun. Berfikir positif jika anda bisa melakukan yang terbaik untuk para penonton.

    5. Kontak Mata 
    Ketika menghadapi penonton apakah harus memalingkan pandangan atau tetap menatapnya? Hal pertama yang sebaiknya dilakukan sebelum mulai berbicara adalah dengan menatap wajah penonton sekitar. Hal ini sangat dilakukan agar perhatian penonton terfokus pada anda dan pertanda pidato anda akan segera di mulai.

    6. Perhatikan penampilan
    Peran penampilan sedikit banyak akan menunjang rasa percaya diri seseorang saat semua orang harus melihatnya. Pilihlah busana yang sesuai acara dan juga nyaman digunakan, agar tidak merasa terganggu saat berpidato.

    7. Mengolah pernafasan
    Menjaga ketahanan nafas sangat penting untuk berbicara di depan umum karena dibutuhkan energi untuk bernafas. Ketika gugup sistem pernafasan jadi tidak beraturan. Menarik nafas lalu menghembuskan nafas perlahan-lahan bisa anda lakukan, sebelum memulai pidato.

    8. Menumbuhkan kepercayaan diri
    Cara meningkatkan rasa percaya diri ketika diminta berbicara di depan umum bisa anda lakukan dengan memberikan saran atau sanggahan pada sebuah diskusi. Sehingga akan terbiasa untuk mengutarakan pendapat saat berdialog.

    Allahu a'lam.

    Bagikan:

    Iblis, Setan, dan Godaan Mereka kepada Manusia


    Iblis laknatullah benar-benar sungguh-sungguh dalam menggoda manusia agar tersesat 
    dari jalan Allah SWT dan Rasul-Nya. 

    Buktinya iblis juga menerapkan hukuman kepada para setan (pengikut iblis) apabila mereka gagal dalam menjalankan tugas untuk menjerumuskan manusia. 

    Setan yang gagal tersebut akan diikat dan dibuang ke lautan. 

    Bagaimana kisahnya....

    Cara Iblis Menghukum Setan
    Bersumber dari kitab Thanbihul Ghafilin diterangkan bahwa apabila tiba waktu shalat, maka iblis yang terlaknat akan menyuruh tentaranya yang terdiri dari setan-setan untuk mengganggu manusia.

    Setan itu ditugasi supaya menyibukkan manusia dengan urusan duniawi sehingga melalaikan kewajiban shalat lima waktu.

    Pada saat waktu shalat tiba, setan-setan itu akan berusaha sekuat tenaga untuk mengganggu manusia agar lalai dalam menjalankan shalat. Kalau setan gagal untuk melalaikan manusia dari ibadah shalat, maka setan akan mengganggu mereka-mereka dengan cara menyuruh supaya tidak menyempurnakan gerakan ruku dengan benar, tidak menyempurnakan sujud dengan benar, rasa was-was dalam hati dan begitu juga dengan bacaan-bacaan shalat.

    Setan Diikat dan Dilempar
    Namun begitu, ada juga setan yang gagal total (gatot) untuk menggoda shalatnya manusia. Nah, mereka yang gagal tersebut akan pulang dalam keadaan merugi lagi hina.

    Kerika setan itu kembali, mereka melaporkan kegagalan mereka kepada iblis. Pada saat itulah iblis akan marah besar dan menghukum setan yang gagal tersebut. 

    Setan yang gagal akan diikat dan dilemparkan ke dalam laut yang sangat dalam. Itulah hukuman dari iblis untuk para anak buahnya.

    Hadiah Iblis Bagi Setan yang Berhasil Menggoda Manusia
    Dalam Kitab Thanbihul Ghafilin dikisahkan bahwa apabila setan-setan itu sukses membuat manusia enggan melaksanakan shalat, maka setan itu akan menerima pujian dan dimuliakan di hadapan iblis.

    Shalat adalah ibadah paling menentukan posisi seorang hamba di akhirat kelak. Jika shalatnya baik, maka baiklah nilai amal yang lain. Dan begitu juga dengan sebaliknya.

    Wajar jika iblis menugaskan tentara khususnya untuk menggarap tugas ini. Ada setan spesialis yang mengganggu orang shalat, menempuh segala cara agar shalat seorang hamba kosong dari nilai atau minimal rendah kualitasnya. Setan itu bernama "Khanzab".

    Utsman bin Affan pernah bertanya kepada Raulullah SAW, "Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku."

    Rasulullah SAW bersabda, "Itulah setan Khanzab, jika engkau merasakan kehadirannya, maka bacalah ta'awudz kepada Allah dan meludah kecillah ke arah kiri tiga kali." (HR. Ahmad).

    Ketahuilah, shalat adalah tiang agama Islam. Itu artinya manusia yang beragama Islam (setiap muslim), wajib hukumnya menegakkan, menjalankan shalat lima waktu. Jangan sampai lalai terhadapnya. Shalat juga sebagai pembeda apakah seseorang beragama Islam atau tidak.

    Allhau a'lam...

    Bagikan:

    Cardinal Numbers

    Silakan simak penjelasan materi pada video berikut ini:



    1st : First
    2nd : Second
    3rd : Third
    4th : Fourth
    5th : Fifth
    6th : Sixth
    7th : Seventh
    8th : Eight
    9th : Ninth
    10th : Tenth

    11th : Eleventh
    12th : Twelfth
    13th : Thirteenth
    14th : Fourteenth
    15th : Fifteenth
    16th : Sixteenth
    17th : Seventeenth
    18th : Eighteenth
    19th : Nineteenth
    20th : Twentieth

    21st : Twenty first
    22nd : Twenty second
    23rd : Twenty third
    24th : Twenty fourth
    25th : Twenty fifth
    26th : Twenty sixth
    27th : Twenty seventh
    28th : Twenty eighth
    29th : Twenty ninth
    30th : Thirtieth

    Cara penulisan tahun dalam bahasa Inggris ada 2 cara:
    1. Tahun sebelum tahun 2000
    - Penulisan / penyebutannya dua angka pertama dulu, lalu dua angka berikutnya.

    Contoh:
    1990 : nineteen ninety
    1997 : nineteen ninety-seven

    2. Tahun setelah tahun 2000
    - Penulisan / penyebutannya dua ribu dulu lalu angka berikutnya dengan diberi kata penghubung "and" setelah dua ribu.

    Contoh:
    2005 : two thousand and five
    2021 : two thousand and twenty-one




    Bagikan:

    Kisah Toleransi Beragama ala Rasulullah SAW

    Setelah Hamzah dan Umar masuk Islam, kaum musyrikin Mekkah semakin khawatir terhadap dakwah Rasulullah. Mereka telah melakukan banyak cara untuk menghentikan dakwah Rasulullah mulai dari harta dan kekuasaan, hingga berencana membunuh Rasulullah. 

    Dan ketika kaum Musyrikin Quraisy gagal dalam perundingan, hasutan, bujukan, ancaman, intimidasi sampai kegagalan yang dialami Abu Jahal yang hendak membunuh Rasulullah, mereka kemudian mengajak Rasulullah untuk mengambil jalan tengah.

    Beginilah Kisah Toleransi Beragama ala Rasulullah SAW. Ibnu Ishaq meriwayatkan, dia berkata, “Pada satu ketika datang orang-orang Quraisy kepada Rasulullah SAW yang saat itu sedang thawaf di sekitar Ka'bah, di antara mereka adalah al-Aswwad bin al-Muthallib bin Asad bin Abdul Uzza, al-Walid bin Mughirah, Umayyah bin Khalaf dan al-Ash bin Wa'il as-Sahmi, mereka semua termasuk sesepuh dari kaumnya, mereka berkata, "Wahai Muhammad, bagaimana kalau kita bekerja sama dalam ibadah kita. Kami akan menyembah apa yang engkau sembah, tetapi engkau harus menyembah apa yang kami sembah. Jika yang engkau sembah lebih baik, kami akan menyembah Tuhanmu, tetapi jika yang kami sembah ternyata lebih baik maka engkau harus menyembah tuhan kami. 

    Lalu turunlah firman Allah SWT: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan utukkulah, agamaku.” (QS Al Kafirun: 1-6)

    Abdul bin Humaid dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, orang0orang Quraisy itu berkaya, “Jika engkau (Muhammad) mau menerima tuhan kami maka kami akan menyembah Tuhanmu.” 

    Lalu, Allah menurunkan surat Al Kafirun tersebut. Riwayat dari Ibnu Jarir mengatakan orang-orang Quraisy itu berkata, “Satu tahun engkau menyembah tuhan kami dan satu tahun kami menyembah Tuhanmu,”

    Lalu Allah menurunkan ayat: Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku untuk menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” (QS az-Zumar: 64)

    Beginilah Kisah Toleransi Beragama ala Rasulullah SAW. Setelah Allah memotong perundingan yang lucu ini dengan ayat-ayat yang begitu tegas, orang-orang Quraisy tidak kehilangan akal dan putus asa begitu saja. 

    Bahkan mereka menambahkan berbagai ajuan kepada Nabi, seperti yang disitir dalam Al Quran: Mereka berkata, “Datangkanlah al-Quran yang lain dari ini atau gantilah dia…” (QS Yunus:15)

    Allah menyangkal perkataan mereka dengan ayat berikut: “Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat).” (QS Yunus : 15)

    Lalu Allah SWT memperingatkan dengan ayat berikut ini: “Dan Sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap kami; dan kalau sudah begitu tentu|ah mereka mengambil kamu Jadi sahabat yang setia. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka, kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap kami. (QS Al Israa: 73-75). 

    Beginilah Kisah Toleransi Beragama ala Rasulullah SAW. Allahu a'lam...

    Bagikan:

    Begini Ternyata Sikap Toleransi dalam Al Quran Surat Al Kafirun


    “Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu 
    sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” (QS Al Kafirun 1-6)

    Begini Ternyata Sikap Toleransi dalam Al Quran Surat Al Kafirun. Surah Al-Kafirun adalah surah ke-109 dalam al-Qur'an. Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Nama Al Kaafiruun (orang-orang kafir) diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama surat ini. 

    Pokok isi surat ini adalah tidak diijinkannya kompromi dalam bentuk mencampuradukkan ajaran agama Surat al-Kaafiruun mengisaratkan tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar Nabi Muhammad meninggalkan dakwahnya serta anjuran dalam bertoleransi.

    Tentu kalian semua telah menghafal surat Al Kafirun bukan? Nah sekarang marilah kita bersama sama membaca surat Al Kafirun Secara umum, surat al-Kafirun memiliki dua kandungan utama. 

    Pertama, ikrar kemurnian tauhid, khususnya tauhiduluhiyah (tauhid ibadah).

    Kedua, ikrar penolakan terhadap semua bentuk dan praktek peribadatan kepada selain Allah, yang dilakukan oleh orang-orang kafir. 

    Melihat pentingnya kedua kandungan makna surat ini sehingga perlu ditegaskan kembali dengan berbagai bentuk penegasan yang tergambar secara jelas di bawah ini, seperti:

    1. Allah memerintahkan Rasul SAW untuk memanggil orang-orang kafir dengan khi tab (panggilan) ‟Yaa ayyuhal kafirun‟ (Wahai orang-orang kafir), padahal Al-Qur'an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang vulgar semacam ini. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur'an adalah khi tab semacam ‟Ya a ayyuhan naas‟ (Wahai sekalian manusia) dan sebagainya.

    2. Pada ayat ke-2 dan ke-4 Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk menyatakan secara tegas, jelas dan terbuka kepada mereka, dan tentu sekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang sejarah, bahwa beliau (begitu pula ummatnya) sama sekali tidak akan pernah menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.

    3. Pada ayat ke-3 dan ke-5 Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa, orang-orang kafir pada hakikatnya tidak akan pernah benar-benar menyembah-Nya.

    Dimana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang-orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek- praktek peribadatan kepada Allah sementara mereka masih berada dalam kekafirannya.

    Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudah masuk ke dalam agama Islam.

    4. Allah menegaskan hal kedua dan ketiga diatas dengan melakukan pengulangan ayat, dimana kandungan makna ayat ke-2 diulang dalam ayat ke-4 dengan sedikit perubahan redaksi nash, sedang ayat ke-3 diulang dalam ayat ke-5 dengan redaksi nash yang sama persis. 

    Adanya pengulangan ini menunjukkan adanya penafian atas realitas sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh, yang mencakup seluruh waktu (yang lalu, kini, yang akan datang dan selamanya), dan mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan.

    5. Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal diatas dengan penegasan terakhir dalam firman-Nya: ‟Lakum diinukum wa liya diin‟ (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). 

    Dimana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah penegasan sikap atas tidak bolehnya pencampuran antara agama Islam dan agama lainnya.

    6. Sikap pengakuan terhadap kemajemukan dalam hal beragama namun bukan pengakuan pembenaran terhadap agama lain. Dan hal itu didukung oleh pernyataan yang menegaskan bahwa, tidak boleh ada pemaksaan untuk masuk agama Islam, apalagi agama yang lain, yakni dalam firman Allah: ”Laa ikraaha fiddiin” (QS. Al-Baqarah [2]: 256). 

    Dan hal itu lebih dikuatkan lagi dengan dibenarkannya kaum mukminin bergaul, berhubungan, berinteraksi dan bekerjasama dengan kaum kafirin dalam berbagai bidang kehidupan umum, seperti bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi, bisnis dan perdagangan, politik, pemerintahan dan kenegaraan, dan lain-lain. 

    Begini Ternyata Sikap Toleransi dalam Al Quran Surat Al Kafirun. Yang jelas semua bidang selain bidang khusus agama yang mencakup masalah aqidah dan ibadah.

    Contoh Perilaku Toleransi 
    1. Dalam Kehidupan Sekolah
    Dalam kehidupan di sekolah dibutuhkan adanya toleransi baik antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, guru dengan murid maupun murid dengan murid. Toleransi tersebut dibutuhkan untuk terciptanya proses pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan dari pendidikan persekolahan dapat tercapai. 

    Adapun contoh-contoh toleransi dalam kehidupan sekolah antara lain:
    a. Mematuhi tata tertib sekolah.
    b. Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar.
    c. Berkata yang sopan atau menyinggung perasaan orang lain.

    2. Dalam Kehidupan di Masyarakat
    Cobalah Anda renungkan dan Anda sadari mengapa terjadi peristiwa seperti tawuran antar pelajar di kota-kota besar, tawuran antar warga, peristiwa atau pertikaian antar agama dan antar etnis dan lain sebagainya.

    Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu:
    a. Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.
    b. Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan.

    3. Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama, penganut kepercayaan dan suku bangsa yang berbeda. 

    Namun demikian perbedaan-perbedaan kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan Negara Indonesia. 

    Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintegrasi bangsa.

    Adapun toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain:
    a. Merasa senasib sepenanggungan.
    b. Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme.
    c. Mengakui dan menghargai hak asasi manusia

    Begini Ternyata Sikap Toleransi dalam Al Quran Surat Al Kafirun. Setelah kita mempelajari tentang toleransi yang terdapat dalam surat Al Kafirun, marilah kita simpulkan dari uraian diatas. Dari pemaparan diatas dapatlah kita tarik beberapa kesimpulan diantaranya bahwa surat al-Kaafiruun mengisaratkan tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar Nabi Muhammad meninggalkan dakwahnya serta anjuran dalam bertoleransi dalam Islam adalah toleransi sebatas menghargai dan menghormat pemeluk agama lain, tidak sampai pada sinkretisme.

    Toleransi Islam dalam hal beragama adalah tidak adanya paksaan untuk memeluk agama Islam. Kemudian bekerjasama dalam berbagai bidang kehidupan umum, seperti bidang sosial kemasyarakatan, ekonomi, bisnis dan perdagangan, politik, pemerintahan dan kenegaraan, dan lain-lain. Yang jelas semua bidang selain bidang khusus agama yang mencakup masalah aqidah dan ibadah.

    Penerapan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari bisa dipilah menjadi tiga aspek yakni dalam kehidupan di sekolah, kehidupan di masyarakat dan dalam behidupan berbangsa dan bernegara.

    Kesimpulan Dari Surat Al-Kafirun
    1. Penegasan bahwa tuhan yang di sembah oleh nabi Muhammad saw dan umat Islam berbeda dengan orang-orang kafir (orang musyrik yang yang mengingkari Allah swt dan nabi Muhammad SAW).

    2. Penolakan untuk mencampuradukan keimanan dan peribadahan dalam ajaranislam dengan ajaran orang kafir oleh Nabi Muhammad dan umat muslim.

    3. Surat Al kafirun disebut sebagai Al Muqasyqisyah atau penyembuh karena kandungan nya menyembuhkan dan menghilang kemusrikan.

    4. Mengajak masing-masing untuk melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan tanpa bersikap saling mengganggu.

    Pelajaran Dari Surah Al-Kafirun
    1. Menolak ajaran kaum musyrik untuk menukar-nukar pengalaman dalam keimanan dan peribadahan atau untuk keluar dari agama islam dan menganut agama mereka dengan tegas dan bijaksana.

    2. Bertekad dan berusaha secara sungguh-sungguh agar senantiasa meyakani agama islam dan mengamalkan seluruh ajarannya dengan bertaqwa kepada Allah SWT.

    3. Walaupun antara umat muslim dan nonmuslim tidak ada toleransi dalam keimanan tapi tetap melakukan toleransi dalam pergaulan bermasyarakat.

    Allahu a'alam.

    Bagikan: