"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Tak Ada Waktu Menunda Amal - Kisah tentang Syekh Muhammad Jamil Jambek

Kisah ini tentang Syekh Muhammad Jamil Jambek.

Siapa dia? Bagaimana kisahnya?

 

Pada saat itu tahun 1940, HAMKA bercerita tentang pengalamannya tatkala berkunjung pada ulama tua yang sangat dicintai orang seantero Minangkabau. Kepada HAMKA, orang ini bercerita sambil berlinang air mata. Dialah Syekh Muhammad Jamil Jambek.

 

Pada masa mudanya, orang tua itu adalah seorang pemuda yang nakal. Berbagai kejahatan anak muda hampir semua telah dilakukannya.  Beliau berkata,  sudah tua begini dan sudah lebih dari 40 tahun berlalu, namun kalau ada orang yang menghisap candu sejauh 100 meter dari masjidku, ini hidungku masih dapat mengetahui bahwa yang dihisapnya adalah candu.

 

Beliau mengkisahkan bahwa pada suatu malam dia berjalan atau berpetualang melepaskan hati risau sebagai anak muda,  dalam kegelapan malam yang gelap gulita.  


Tiba-tiba,  terjadilah hal yang tidak disangka-sangka.  Ternyata,  ada seorang maling di kampung itu yang terpergok oleh masyarakat yang sedang meronda.  maling itupun dikejar-kejar massa yang berlarian sambil meneriakkan, Maling… Maling… Maling…! 


Maka serentak semua penduduk kampung turut pula keluar mengejar maling.  Padahal pada saat itu beliau ada di sana.  Rasa takut tiba-tiba membuncah dalam hatinya.  


Khawatir kalau penduduk kampung salah sasaran dan dia yang disangka maling.  Apalagi suara warga dan gedebuk kaki berlari semakin dekat menuju ke arahnya. 

 

Maka diputuskannya untuk lari dan bersembunyi. Dia melemparkan dirinya pada rerimbunan rumput semak belukar,  lantas dimiringkan tubuhnya dengan merapat ke tanah.  Sementara orang-orang terus berteriak,  Maling… Maling… Maling…! 

 

Sebenarnya,  dia menyadari bahwa malam itu dirinya memang juga hendak mencuri,  tetapi bukan mencuri harta melainkan mencuri hati gadis impiannya.  


Ternyata,  malam itu nasibnya memang sungguh apes.  Sebab penduduk kampung itu pun memasuki rerumputan tempatnya bersembunyi. 

 

Dalam gelap itu itu penduduk kampung melemparkan batu ke sembarang sudut semak.  Dia yang bersembunyi, tertimpa pula beberapa lemparan keras batu-batu besar yang mendarat di tubuhnya. 


Dia diam tak bergerak sambil menahan sakit.  Bahkan bekas luka lemparan batu tersebut masih membekas di tubuhnya hingga hari tuanya.

 

Entah berapa jam jam dia bersembunyi di semak ladang itu.  Sementara itu sakit yang menyiksanya hanya dia rasakan sendirian.  Dia tetap di tempat itu sambil menunggu dan meyakinkan diri bahwa penduduk kampung telah menjauh dari tempatnya. Hingga hari pun sampai pada waktu subuh. 

 

Ternyata tempat dia bersembunyi itu adalah sebuah kebun rerumputan di dekat masjid. Seorang muadzin telah melantunkan panggilan subuhnya dengan adzan. 


Selama adzan berkumandang, mengalirlah jalan hidup yang pernah dijalaninya dalam alam ingatannya.  Dia Pun Menangis.  Bukan karena sakit luka terkena lemparan batu, tetapi ingat akan irama hidupnya dalam lantunan adzan subuh itu.  


Baru ia menyadari sampai seusia itu hanya diisi dengan perbuatan sia-sia bahkan aniaya.  Mencuri, merampok, berjudi, main perempuan, dan seluruh kenangan gelapnya menari-nari dalam alunan adzan subuh.

 

Bangkitlah ia dari sembunyi. Diyakinkannya bahwa suasana benar-benar sepi. Maka sebelum para penduduk datang ke masjid itu dia segera pergi. 

 

Sementara itu, air matanya mengalir seperti sungai. Air mata penyesalan. Dia akhirnya pulang. Tetapi pagi itu ia tak hanya hendak pulang ke rumah, namun hendak pulang ke jalan Allah.  Masih ada waktu.  Dia bertekad hendak merubah jalan hidupnya. 

 

Dia teringat ayahnya.  Yaitu sebagai seorang kepala penghulu di Gurun Panjang. Betapa ia telah lama menahan malu atas tingkahnya yang berandalan itu. Maka setelah hari siang, dia menyusul ayahnya.  Di depan ayahnya itu,  itu sambil tetap berurai air mata dia minta agar dikirim ke Mekkah. 

 

Ayahnya kaget bercampur haru.  Sekarang air mata ayahnya yang tumpah karena gembira.  Dipeluklah anaknya yang telah lama hilang itu.  Dia sendiri, Engku Kepala Negeri Gurun Panjang yang akhirnya mengantarkan anaknya itu belajar ke Mekkah. 

 

Bertahun-tahun dia tinggal di sana. Berguru dengan beberapa ulama. Hingga akhirnya waktu mengajaknya pulang kembali ke Minangkabau. Dulu dia yang menjadi penjahat, kini menjadi ulama pembaharu di Minangkabau.  


Dia adalah ahli Falaq yang terkenal pada masanya.  Syekh Muhammad Jamil Jambek.  Masjidnya berada di tengah sawah,  di Bukittinggi.  Masyarakat daerah Jam Gadang Padang pun selalu ramai, banyak para murid yang semangat menimba ilmu kepadanya.

Kisah ini dikutip dari buku berjudul "Teladan Tarbiyah". Allahi a'lam.


Bagikan:

Memahami Al Quran Surat Al ‘Adiyat

Artinya:

  1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
  2. Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
  3. Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
  4. Maka ia menerbangkan debu,
  5. Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
  6. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
  7. Dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
  8. Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta.
  9. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
  10. Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
  11. Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka.

Syarah:
Allah Al-Haq Tabaraka wa Ta'ala bersumpah dengan kuda saat berlari dengan kencang, yang menyerang musuh di waktu pagi buta. Kuda yang menghamburkan debu bahkan menerbangkannya sampai ke atas kepala lalu ia membelah kerumunan musuh. Dan kuda-kuda itu pun bercampur debu-debu. 

Allah bersumpah dengan kuda yang berlari kencang hingga dari mulutnya keluar suara terengah-engah. Yang memercikkan api saat berlari dan menyerang musuh di waktu pagi. Menerbangkan debu dan membelah gerombolan musuh. Itulah gambaran kuda yang digunakan untuk berjuang di jalan Allah. Ini merupakan pernghargaan tinggi karena Allah bersumpah dengan binatang tersebut. 

Sebab kuda adalah binatang yang mempunyai kedudukan mulia. Seperti kata orang Arab, "Punggungnya adalah benteng dan perutnya laksana kubah."

Kendatipun peralatan perang sekang sudah modern namun kuda tetap mempunyai peran penting. Gambaran kuda di ayat ini mengajarkan kepada kita bagaimana mempergunakan kuda agar tidak dijadikan sebagai perhiasan saja. "Agar kalian menaikinya dan menjadikannya sebagai hiasan."

Sedangkan sasaran sumpah ada pada firman-Nya, bahwa manusia sangat durhaka kepada Tuhannya, ia menjadi saksi atas apa yang dilakukan itu, dan ia sangat cinta kepada dunia. 

Allah mensifati manusia dengan tiga sifat:
1. Menolak memberikan kebaikan kepada orang lain dan ingkar kepada nikmat Tuhannya serta tidak mensyukurinya. Ini dilakukan oleh orang kafir dan pelaku kemaksiatan. Benar apa yang dikatakan orang, "Kanud adalah yang tidak mau memberi, yang makan sendiri, dan memukul budaknya."

2. Bahwa ia akan menjadi saksi atas amal perbuatannya. Perbuatannya juga menjadi saksi maka ia tidak membutuhkan bukti lagi. Ia tidak bisa mengingkari sifat pelitnya karena begitu jelasnya. Jika lisannya mengingkarinya, maka nuraninya menjelaskan bahwa ia ingkar dan durhaka terhadap nikmat Tuhannya. Lalu pada hari Kiamat ia akan menyaksikan dirinya, jadi terhadap amal perbuatannya ia menjadi saksi.

3. Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta. Benar, manusia itu, karena cintanya kepada harta benda maka ia bakhil dan tidak mau berinfak selain sedikit sekali. Ia sangat berambisi kepada hartanya dan menahannya dari berinfak.

Tidakkah manusia tahu bahwa Tuhannya Maha Melihat? Tidakkah ia tahu saat apa yang di dalam kubur di keluarkan? Lalu manusia dikeluarkan di permukaan. Semua rahasia hati juga diperlihatkan. 

"Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka." 

Dan Allah juga akan membalas semua perbuatan, besar maupun kecil.

Silakan simak video ilustrasinya berikut ini:
VIDEO 1

VIDEO 2

Allahu a'alam...


Bagikan:

Hari Besar Nasional, Internasional Dan Keagamaan

Berikut ini nama-nama Hari-hari Besar Nasional Indonesia – Ini beberapa yang harus kita ketahui bersama bahwa selain hari-hari besar Nasional / Internasional dan hari-hari besar keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur Nasional, sebenarnya masih ada banyak sekali hari-hari penting yang ditetapkan sebagai hari-hari besar nasional namun tidak ditetapkan sebagai hari libur Nasional. 

Hari-hari penting tersebut pada umumnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden, seperti contohnya Hari Guru Nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 dan Hari Pers Nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. 

Meskipun tidak merupakan hari libur nasional, Hari-hari besar tersebut penting untuk dikenang dan diperingati sebagai hari yang bersejarah dan juga untuk mengetahui makna-makna dibalik peringatan hari-hari besar nasional tersebut.

Berikut ini adalah daftar Hari-hari Besar Nasional di Indonesia serta beberapa hari-hari penting Internasional yang juga diperingati sebagai hari besar di Indonesia.

Bulan Januari
01 Januari : Hari Tahun Baru Masehi (Internasional)
03 Januari : Hari Departemen Agama
05 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
10 Januari : Hari Gerakan Satu Juta Pohon (Internasional)
10 Januari : Hari Tritura
15 Januari : Hari Darma Samudra
25 Januari : Hari Gizi Dan Makanan
25 Januari : Hari Kusta (Internasional)

Bulan Februari
02 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia (Internasional)
04 Februari : Hari Kanker Dunia (Internasional)
05 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën)
09 Februari : Hari Pers Nasional (HPN)
09 Februari : Hari Kavaleri
14 Februari : Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA)
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

Bulan Maret
01 Maret : Hari Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta
01 Maret : Hari Kehakiman Nasional
06 Maret : Hari KOSTRAD (Komando Strategis Angkatan Darat)
08 Maret : Hari Perempuan (Internasional)
09 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)
15 Maret : Hari Hak Konsumen Sedunia (Internasional)
17 Maret : Hari Perawat Nasional
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
20 Maret : Hari Dongeng Sedunia (Internasional)
21 Maret : Hari Puisi Sedunia (Internasional)
21 Maret : Hari Down Syndrome (Internasional)
21 Maret : Hari Hutan Sedunia (Internasional)
22 Maret : Hari Air Sedunia (Internasional)
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia (Internasional)
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
24 Maret : Hari Tuberkulosis Sedunia (Internasional)
30 Maret : Hari Film Indonesia

Bulan April
01 April : Hari Bank Dunia (Internasional)
02 April : Hari Peduli Autisme Sedunia (Internasional)
02 April : Hari Buku Anak Sedunia (Internasional)
06 April : Hari Nelayan Indonesia
07 April : Hari Kesehatan (Internasional)
09 April : Hari TNI Angkatan Udara (TNI AU)
16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus)
17 April : Hari Hemophilia Sedunia (Internasional)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA)
19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)
20 April : Hari Konsumen Nasional
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi (Internasional)
23 April : Hari Buku Sedunia (Internasional)
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
25 April : Hari Malaria Sedunia (Internasional)
26 April : Hari Kekayaan Intelektual Sedunia (Internasional)
27 April : Hari Pemasyarakatan Indonesia
28 April : Hari Puisi Nasional
28 April : Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Internasional)
29 April : Hari Tari (Internasional)

Bulan Mei
01 Mei : Hari Buruh Sedunia (Internasional)
01 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
02 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
05 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
05 Mei : Hari Bidan (Internasional)
17 Mei : Hari Buku Nasional
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Internasional)

Bulan Juni
01 Juni : Hari Lahir Pancasila
01 Juni : Hari Anak-anak Sedunia (Internasional)
03 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
05 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Internasional)
08 Juni : Hari Laut Sedunia
21 Juni : Hari Krida Pertanian
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia (Internasional)
29 Juni : Hari Keluarga Berencana (KB)

Bulan Juli
01 Juli : Hari Bhayangkara
05 Juli : Hari Bank Indonesia
09 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi Indonesia
17 Juli : Hari Keadilan (Internasional)
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Bulan Agustus
01 Agustus : Hari ASI Sedunia (Internasional)
05 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
08 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
09 Agustus : Hari Masyarakat Adat (Internasional)
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
10 Agustus : Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
12 Agustus : Hari Remaja (Internasional)
14 Agustus : Hari Pramuka (Praja Muda Karana)
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional

Bulan September
01 September : Hari Jantung Dunia (Internasional)
01 September : Hari Polisi Wanita (POLWAN)
03 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
04 September : Hari Pelanggan Nasional
08 September : Hari Aksara (Internasional)
08 September : Hari Pamong Praja
09 September : Hari Olah Raga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
14 September : Hari Kunjung Perpustakaan
15 September : Hari Demokrasi (Internasional)
16 September : Hari Ozon (Internasional)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
17 September : Hari Palang Merah Nasional
21 September : Hari Perdamaian Dunia (Internasional)
24 September : Hari Tani Nasional
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
28 September : Hari Jantung Sedunia (Internasional)
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI

Bulan Oktober
01 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
01 Oktober : Hari Vegetarian Sedunia  (Internasional)
01 Oktober : Hari Lanjut Usia (Internasional)
02 Oktober : Hari Batik Nasional dan Hari Batik Dunia
05 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
05 Oktober : Hari Guru Sedunia (Internasional)
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (Internasional)
14 Oktober : Hari Penglihatan Dunia (Internasional)
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang (Internasional)
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia (Internasional)
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
20 Oktober : Hari Osteoporosis Sedunia (Internasional)
24 Oktober : Hari Dokter Indonesia
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-bangsa (Internasional)
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober : Hari Keuangan

Bulan November
05 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
10 November : Hari Ganefo
10 November : Hari Pahlawan
11 November : Hari Bangunan Indonesia
12 November : Hari Kesehatan Nasional
12 November : Hari Ayah Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes Sedunia (Internasional)
20 November : Hari Anak (Internasional)
21 November : Hari Pohon (Internasional)
21 November : Hari Televisi Sedunia (Internasional)
22 November : Hari Perhubungan Darat Nasional
25 November : Hari Guru (PGRI)
28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia
29 November : Hari KORPRI (Korps Pegawai RI)

Bulan Desember
01 Desember : Hari Artileri
01 Desember : Hari AIDS Sedunia (Internasional)
03 Desember : Hari Penyandang Cacat (Internasional)
07 Desember :  Hari Penerbangan Sipil (Internasional)
09 Desember : Hari Armada Republik Indonesia
09 Desember : Hari Anti Korupsi Sedunia
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Nusantara
15 Desember : Hari Juang Kartika TNI-AD (Hari Infanteri)
19 Desember : Hari Bela Negara
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu Nasional
22 Desember : Hari Sosial
25 Desember : Hari Natal

Hari-hari Besar Keagamaan
Selain Hari-hari besar diatas, terdapat hari-hari Besar Keagamaan yang tidak tercantum pada daftar diatas karena setiap tahun diperingati dengan tanggal yang berubah-ubah.

Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam)
Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)
Nyepi (Hindu)
Jumat Agung (Kristen)
Paskah (Kristen) — selalu bertepatan dengan hari Minggu
Kenaikan Yesus Kristus (Kristen)
Waisak (Buddha)
Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW (Islam)
Idul Fitri (Islam)
Idul Adha (Islam)
Tahun Baru Hijriyah (Islam)


Taulisan ini dikutip dari artikel yang ada di targetbuser.co.id

Bagikan:

Mengenal Asmaul Husna Al-Hayyu dan Al-Qayyum

Berikut ini penjelasan tentang mengenal Asmaul Husna Al-Hayyu dan Al-Qayyum.

Di antara Al-Asma'ul Husna adalah Al-Hayyu & Al Qayyum, Yang Maha Hidup & Yang Maha Mengurus. 

Nama Allah Al-Hayyu Al-Hayyu & Al Qayyum ini telah disebutkan dalam beberapa ayat di antaranya:

“Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

“Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Ali Imran: 2)

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqan: 58)

Asy-Syaikh Muhammad Khalil Al-Harras mengatakan:
Makna Al-Hayyu adalah yang memiliki sifat hidup dengan kehidupan yang sempurna dan abadi, di mana tidak menimpainya kematian ataupun fana, karena sifat hidup bagi-Nya merupakan sifat Dzat Allah yang Maha Suci.

Sebagaimana sifat Al-Qayyum mengharuskan adanya seluruh sifat filiyyah Allah (yang terkait dengan perbuatan-Nya) yang sempurna, maka demikian pula sifat hidup-Nya mengharuskan adanya seluruh sifat dzatiyyah (yang terkait dengan Dzat-Nya) yang sempurna, baik itu sifat ilmu, kemampuan, keinginan, pendengaran, penglihatan, kemuliaan, kesombongan, keagungan, dan semacamnya. (Syarh Nuniyyah, 2/112 lihat juga hal. 66)

Dr. Sa'id bin 'Ali Wahf al-Qahthani mengatakan:
Al-Qayyum, yaitu menegakkan urusan makhluk-Nya dengan sempurna dan hal itu mempunyai dua makna. Pertama Dialah yang berdiri sendiri, agung sifat-Nya, dan tidak memerlukan apapun dari makhluk-Nya. 

Kedua Menegakkan bumi, langit, dan segala makhluk yang ada di antara keduanya. (Syarah Asma‟ul Husna)

Dialah yang mengadakannya dan menolongnya serta menyiapkan bagi segala sesuatu yang membuatnya (makhluk) tetap (ada di bumi), kebaikannya, dan tegaknya. Dia-lah Yang Mahakaya dari semua makhluk secara mutlak (tidak memerlukan makhluk) dan merekalah yang berhajat kepada-Nya secara mutlak.

Maka al-Hayyu dan al-Qayyuum ialah Yang memiliki sifat kesempurnaan dan Dialah Yang memperbuat apa yang diinginkan-Nya.

Simak video ilustrasinya berikut ini:

Demikian penjelasan tentang mengenal Asmaul Husna Al-Hayyu dan Al-Qayyum.

Allahu a'lam...

Bagikan:

Hadits Keutamaan Bersiwak

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

SEMANGAT PAGI SEMUANYA...

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya selalu dalam kondisi sehat dan semangat.

Tujuan pembelajaran hari ini adalah:
1. Siswa mampu melafalkan Hadits tentang Keutamaan Bersiwak
2. Siswa mampu memahami makna yang terkandung dalam hadits
3. Siswa mampu mempraktikkan makna yang terkandung dalam hadits


Artinya : “Siwak itu membersihkan mulut dan diridhai Allah” (HR. An Nasa’i)

Islam mengajarkan kebersihan. Baik kebersihan badan ataupun kebersihan hati. Kebersihan pakaian, tempat tinggal dan juga kebersihan segala peralatan yang kita miliki. 

Karena begitu pentingnya kebersihan Rasulullah Saw bersabda: “bahwa kebersihan adalah separuh dari iman”.

Dengan kita membersihkan badan, pakaian, tempat tinggal dan segala peralatan kita maka kita akan terlindung dari bakteri atau hal sejenisnya. Untuk membersihkan tubuh kita perlu mandi. Membersihkan pakaian kita harus mencucinya. Membersihkan tempat tinggal bisa menyapu dan mengepelnya.

Ada beberapa anggota badan kita yang perlu perhatikan lebih dalam membersihkannya yaitu seperti mulut, tangan dan kaki. Kita perlu menggosok gigi yang ada didalam mulut. Agar gigi tidak berkarat. Atau bersisa makanan yang kemudian menyebabkan bakteri hidup dan memakan gigi kita. Selain itu juga menjaga bau mulut kita tetap enak. Memotong kuku-kuku jari tangan dan jari kaki, minimal seminggu sekali setiap hari Jum’at.

Bersiwak atau menggosok gigi dianjurkan setiap kali sebelum shalat. Namun jika tidak memungkinkan maka minimal dua kali dalam sehari, yaitu sebelum tidur dan setelah bangun tidur.

Menggosok gigi selain menjaga kesehatan juga menjaga bau mulut. Karena mulut adalah alat komunikasi sangat perlu dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Jika mulut tidak sedap maka dapat menyakiti teman atau lawan bicara kita dengan bau tersebut. Apalagi ketika shalat bau mulut dapat mengganggu kekhusyukan teman disamping.

Siapa saja yang bersiwak atau membersikkan gigi karena mencari ridha Allah maka Allah akan mencatatnya sebagai amal shaleh.

Kandungan Hadist:
  1. Siwak adalah benda (tanaman) yang digunakan untuk menyikat gigi.
  2. Siwak atau menyikat gigi dapat menyehatkan mulut dan menjaga agar tetap harum.
  3. Seorang muslim mukmin yang bersiwak,Allah Swtakan mencintai dan meridlainya.
  4. Allah SWT mencintai bau mulut seorang muslim mukmin yang harum.
  5. "Kalau saja tidak memberatkan umatku. Akan aku wajibkan atas mereka bersiwak setiap akan shalat. Sebagimana aku wajibkan atas mereka berwudlu [sebelum shalat]” (Hr.Ahmad).


    Simak video penjelasan hadits berikut ini:
    VIDEO 1


    VIDEO 2


    Untuk kegiatan latihan soal hari ini, silakan kerjakan soal latihan pada form berikut ini!


    Demikian pembelajaran kita hari ini. Mari kita tutup bersama dengan membaca hamdalah bersama-sama. Tetap sehat dan semangat ya.

    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Bagikan:

    Kejujuran

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

    SEMANGAT PAGI SEMUANYA...

    Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya selalu dalam kondisi sehat dan semangat.

    Tujuan pembelajaran hari ini adalah:
    1. Siswa mampu membiasakan perilaku terpuji
    2. Siswa mampu menampilkan sikap jujur

    Kejujuran adalah perhiasan orang berbudi mulia dan orang yang berilmu. Oleh sebab itu, sifat jujur sangat dianjurkan untuk dimiliki setiap umat Rasulullah SAW. 

    Hal ini sesuai dengan firman Allah : 
    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (Q.S. an-Nisa: 58).

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu menghianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. al-Anfal: 27).

    Dari dua ayat tersebut didapat pemahaman bahwa manusia, selain dapat berlaku
    tidak jujur terhadap dirinya dan orang lain, adakalanya berlaku tidak jujur juga kepada Allah dan Rasul-Nya. 

    Maksud dari ketidakjujuran kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tidak memenuhi perintah mereka. Dengan demikian, sudah jelas bahwa kejujuran dalam memelihara amanah merupakan salah satu perintah Allah dan dipandang sebagai salah satu kebajikan bagi orang yang beriman.

    Orang yang mempunyai sifat jujur akan dikagumi dan dihormati banyak orang. Karena orang yang jujur selalu dipercaya orang untuk mengerjakan suatu yang penting. Hal ini disebabkan orang yang memberi kepercayaan tersebut akan merasa aman dan tenang.

    Jujur adalah sikap yang tidak mudah untuk dilakukan jika hati tidak benar-benar bersih. Namun sayangnya sifat yang luhur ini belakangan sangat jarang kita temui, kejujuran sekarang ini menjadi barang langka. 

    Saat ini kita membutuhkan teladan yang jujur, teladan yang bisa diberi amanah umat dan menjalankan amanah yang diberikan dengan jujur dan sebaik-baiknya. Dan teladan yang paling baik, yang patut dicontoh kejujurannya adalah manusia paling utama yaitu Rasulullah saw. 

    Kejujuran adalah perhiasan Rasulullah saw. dan orang-orang yang berilmu 

    Dalil Kejujuran Dalam Islam
    “Hendaklah kamu selalu berbuat jujur, sebab kejujuran membimbing ke arah kebajikan, dan kebajikan membimbing ke arah surga. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah perbuatan dusta. Sebab dusta membimbing ke arah kejelekan. Dan kejelekan membimbing ke arah neraka. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh dalam melakukan dusta sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

    Dalam hadits lain, Ali bin Abi Thalib berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:
    “Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang terlihat bagian luarnya dari dalamnya, dan bagian dalamnya dari luarnya.” 

    Kemudian seorang dusun berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, bagi siapakah kamar-kamar itu?” 

    Rasulullah Saw. menjawab: “Bagi orang yang baik tutur katanya dan suka memberi makan kepada orang lain, terus berpuasa serta shalat di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur.” (H.R. Tirmidzi)

    Berbicara kejujuran (dalam bahasa arab disebut sebagai Ash-Shidqun), kejujuran terbagi menjadi 5 macam, yaitu: 

    1. Shidq Al-Qalbi (jujur dalam berniat).
    Hati adalah poros anggota badan. Hati adalah barometer kehidupan. Hati adalah sumber dari seluruh gerak langkah manusia. 

    Jika hatinya bersih, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan manfaat. Tapi jika hatinya keruh, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan bencana.

    Rasulullah Saw. bersabda, “Ingatlah, dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusaklah ia seluruhnya. Itulah qalbu (hati).” (H.R. Bukhari).

    Itulah hati dan kejujuran yang tertanam dalam hati akan membuahkan ketentraman, sebagaimana firman-Nya,

    “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (Q.S. Ar-Ra’d [13]: 28)

    2. Shidq Al-Hadits (jujur saat berucap).
    Jujur saat berkata adalah harga yang begitu mahal untuk mencapai kepercayaan orang lain. Orang yang dalam hidupnya selalu berkata jujur, maka dirinya akan dipercaya seumur hidup. 

    Tetapi sebaliknya, jika sekali dusta, maka tak akan ada orang yang percaya padanya. Orang yang selalu berkata jujur, bukan hanya akan dihormati oleh manusia, tetapi juga akan dihormati oleh Allah Swt. sebagaimana firman-Nya,

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71)

    Hidup dalam naungan kejujuran akan terasa nikmat dibandingkan hidup penuh dengan dusta. Rasulullah Saw. bahkan mengkatagorikan munafik kepada orang-orang yang selalu berkata dusta, sebagaimana sabdanya, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; bila berucap dusta, kala berjanji ingkar dan saat dipercaya khianat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

    3. Shidq Al-’Amal (jujur kala berbuat).
    Amal adalah hal terpenting untuk meraih posisi yang paling mulia di surga. Oleh karena itu, kita harus selalu mengikhlaskan setiap amal yang kita lakukan. 

    Dalam berdakwah pun, kita harus menyesuaikan antara ungkapan yang kita sampaikan kepada umat dengan amal yang kita perbuat. Jangan sampai yang kita sampaikan kepada umat tidak sesuai dengan amal yang kita lakukan sebab Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang banyak berbicara tetapi sedikit beramal.

    “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (Q.S. Ash-Shaff [61]: 2-3)

    Jadi, yang harus kita lakukan adalah banyak bicara dan juga beramal agar kita bisa meraih kenikmatan surga.

    4. Shidq Al-Wa’d (jujur bila berjanji).
    Janji membuat diri kita selalu berharap. Janji yang benar membuat kita bahagia. Janji palsu membuat kita selalu was-was. Maka janganlah memperbanyak janji (namun tidak ditepati) karena Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang selalu mengingkari janji sebagaimana dalam firman-Nya.

    “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (Q.S. An-Nahl [16]:
    91)

    “…Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan
    jawabnya.” (Q.S. Al-Israa [17]: 34)

    5. Shidq Al-Haal (jujur dalam kenyataan).
    Orang mukmin hidupnya selalu berada di atas kenyataan. Dia tidak akan menampilkan sesuatu yang bukan dirinya. Dia tidak pernah memaksa orang lain untuk masuk ke dalam jiwanya. 

    Dengan kata lain, seorang mukmin tidak hidup berada di bawah bayang-bayang orang lain. Artinya, kita harus hidup sesuai dengan keadaan diri kita sendiri. 

    Dengan bahasa yang sederhana, Rasulullah Saw. mengingatkan kita dengan ungkapan, “Orang yang merasa kenyang dengan apa yang tidak diterimanya sama seperti orang memakai dua pakaian palsu.” (H.R. Muslim).

    Dari ungkapan ini, Rasulullah Saw. menganjurkan kepada umatnya untuk selalu hidup di atas kenyataan dan bukan hidup dalam dunia yang semu.


    Allahu a'lam

    Bagikan: