Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Pemerintah Republik Indonesia secara resmi hanya mengakui 6 (enam) agama, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.
1. Islam
Tempat ibadahnya Masjid (Mosque). Mayoritas penduduk
Indonesia memeluk agama Islam. Saat ini ada lebih dari 207 juta muslim di
Indonesia. Kitab suci agama Islam adalah Al-Qur’an. Jumlah penganutnya sekitar 87,2%.
Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj.
Tempat ibadahnya Gereja (Church). Agama Kristen Protestan
adalah sebuah denominasi dalam agama Kristen, yang muncul setelah protes
Marthin Luther pada 1517. Kitab suci Protestan adalah Al-Kitab (Injil). .
Jumlah penganutnya sekitar 6,9%.
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih
Tempat ibadahnya Gereja (Church). Kristen Katolik di
Indonesia berawal dari kedatangan bangsa Portugis ke kepulauan Maluku, dan
orang Maluku adalah yang pertama menjadi Katolik di Indonesia. Kitab suci agama
ini adalah Al-Kitab (Injil). Jumlah penganutnya sekitar 2,9%.
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.
Tempat ibadahnya Pura (Hindu Temple). Hindu memiliki sejarah
yang paling panjang dibanding agama resmi lain di Tanah Air. Bali memiliki
penganut agama hindu terbesar. Kitab suci Hindu adalah Veda/Weda. Jumlah
penganutnya sekitar 1,7%.
Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi.
Tempat ibadanya Vihara (Buddhist Temple). Agama Buddha
merupakan agama tertua di dunia dan juga di Indonesia, yang berasal dari India.
Buddha berkembang cukup baik di daerah Asia. Kitab suci agama Buddha adalah
Tripitaka. Jumlah penganutnya sekitar 0,7%.
Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.
Tempat ibadahnya Klenteng/Litang (Confucian Temple). Penyebaran
agama Khonghucu ke Tanah Air dilakukan oleh orang-orang Tionghoa yang merantau
ke Indonesia. Shishu Wujing adalah nama kitab suci Khonghucu. Jumlah penganutnya
sekitar 0,05%.
Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh.
Demikian informasi tentang Mengenal Agama, Tempat Ibadah, dan Hari Besar Keagamaan di Indonesia. Tulisan ini diramu dari Indonesia.go.id dan ilmupengetahuanumum.com.
A. Standar Kompetensi Memperkuat ikatan dengan sunah Rasulullah Saw berlandaskan pemahaman
dan cinta kepada ajaran-ajarannya. Ikatan dengan petunjuk-petunjuknya
dan mengamalkan hukum-hukumnya dengan pemahaman yang baik serta
merumuskan sasaran-sasarannya yang memberikan petunjuk untuk setiap zaman dan
tempat, dan kembali kepadanya dalam setiap keadaan lebih-lebih ketika
terjadi pertentangan.
B. Kompetensi Dasar Menerapkan perbuatan yang mempermudah urusan orang lain
C. Indikator Pencapaian 1. Peserta dapat mempermudah urusan orang lain 2. Peserta dapat melakukan perbuatan yang memudahkan urusan orang
lain
D. Uraian Materi Islam adalah agama yang lengkap yang mengatur aturan-aturan para
penganutnya. Baik itu dari segi aqidah, akhlaq, ibadah, muamalah dll, bahkan tidak lepas
juga dari dimensi sosial. Tentunya semua aturan itu dibuat untuk dijalankan
dengan tujuan yang satu, yaitu menggapai rahmat Allah. Dengan rahmat Allah inilah
kita bisa menggapai ridho-Nya dan juga sebagai “tiket” untuk masuk
surga-Nya.
Pada suatu ketika ada seorang lelaki berjalan melalui sebuah cabang pohon
yang melintang di tengah jalanan, kemudian ia berkata: “Demi Allah, niscaya
pohon ini hendak kusingkirkan dari jalanan kaum Muslimin supaya ia tidak
membuat kesukaran pada mereka itu.” Orang itu lalu dimasukkan ke dalam syurga.(HR. Muslim).
Hadits di atas dalam kutub tis'ah hanya terdapat satu hadits saja, yaitu
dalam shahih Muslim hadits nomor 4744 , karena hadits ini diriwayatkan salah
salah satu dari shohihain maka hadits ini berkedudukan shohih.
Dalam kisah di atas, Rasulullah SAW menceritakan seseorang yang sedang berjalan di suatu jalan, kemudian menjumpai
sebuah pohon yang memiliki banyak duri dan menghalangi jalan kaum muslimin
sehingga dapat mengganggu orang-orang yang melewatinya. Kemudian, ia bertekad
kuat untuk memotong dan membuangnya dengan tujuan menghilangkan
gangguan dari jalan kaum muslimin.
Dengan sebab itu, Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan memasukkan ia ke dalam surga-Nya.
Bahkan, Rasulullah SAW melihatnya sedang menikmati kenikmatan di surga disebabkan amalannya tersebut.
Sungguh, laki-laki tersebut telah beramal dengan amalan yang terlihat
remeh tetapi ia diganjar dengan balasan yang teramat besar. Sungguh, rahmat
Allah SWT Maha Luas dan keutamaan-Nya Maha Agung.
Apa yang dilakukan laki-laki tersebut adalah salah satu bagian kecil dari petunjuk
dan syariat yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW. Memang benar bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan kita untuk berbuat sebagaimana yang telah dilakukan oleh laki-laki
tersebut.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari jalan Abu Barzah Al-Aslami, beliau bertanya
kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat
bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan
kaum muslimin.” (H.r. Muslim, 13:49; Ibnu Majah, 11:78)
Bahkan, Rasulullah SAW mencela dan memperingatkan dengan keras dari perilaku yang dapat mengganggu kaum muslimin di
jalan-jalan mereka, dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, wajib
atasnya laknat mereka.”
Untuk penjelasan hadits ini juga kami mengambil penjelasan dari hadits lain
yang sudah populer, yang menerangkan bahwa iman ada 70 cabang lebih, yang
paling tinggi yaitu kalimat laailaaha illallah dan yang paling rendah
adalah menyingkirkan sesuatu dari jalan. Redaksi haditsnya sebagai berikut:
Dari Abi Hurairah ra., dari Nabi saw. Beliau bersabda,
”Iman itu tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih; yang paling utama adalah
ucapan “lâ ilâha illallâhu” dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan
(kotoran) dari tengah jalan, sedangkan rasa malu itu (juga) salah satu cabang dari
iman.”
Penjelasan Hadits Dalam hadits di atas, dijelaskan bahwa cabang yang paling utama adalah
tauhid, yang wajib bagi setiap orang, yang mana tidak satu pun cabang iman itu
menjadi sah kecuali sesudah sahnya tauhid tersebut.
Adapun cabang iman yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu kaum muslimin,
di antaranya dengan menyingkirkan duri atau batu dari jalan mereka.
Hadits di atas menunjukkan bahwa dalam Islam, sekecil apapun perbuatan
baik akan mendapat balasan dan memiliki kedudukan sebagai salah satu
pendukung akan kesempurnaan keimanan seseorang.
Duri dalam konotasi secara sekilas menunjukkan pada sebuah benda yang
hina. Akan tetapi, jika dipahami lebih luas, yang dimaksud dengan duri di sini
adalah segala sesuatu yang dapat membahayakan pejalan kaki, baik besar maupun
kecil.
Hal ini semacam ini mendapat perhatian serius dari Nabi saw.
sehingga dikategorikan sebagai salah satu cabang daripada iman, karena sikap semacam
ini mengandung nilai kepedulian sosial, sedang dalam Islam ibadah itu tidak
hanya terbatas kepada ibadah ritual saja, bahkan setiap ibadah ritual, pasti di
dalamnya mengandung nilai-nilai sosial.
Di samping hal tersebut di atas, menghilangkan duri dari jalan
mengandung pengertian bahwa setiap muslim hendaklah jangan mencari
kemudlaratan, membuat atau membiarkan kemudlaratan.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasul saw. yang dijadikan sebuah kaidah dalam Ushul Fiqh:
لاضََرَارَ وَلاَ ضِرَارَ
Janganlah mencari kemudlaratan dan jangan pula membuat kemudlaratan.
Membiarkan duri di jalan atau sejenisnya berarti membiarkan kemudlaratan
atau membuat kemudlaratan baru, jika adanya duri tersebut awalnya sengaja
disimpan oleh orang lain.
Sebenarnya peristiwa yang tergambarkan dalam haidts tersebut masih banyak
kita jumpai di zaman sekarang ini. Jadi, pengamalannya masih sama
yaitu menyingkirkan sesuatu apapun yang menjadi penghalang di jalan
yang mengganggu keamanan orang muslim (beribadah) dengan niat tulus karena
Allah SWT, maka akan diganjar dengan Surga.
Pada saat konteks sekarang ini ada yang muncul antara keamanaan
atau mengganggu yaitu polisi tidur. Polisi tidur bagi masyarkat (sekitar)
yang membuatnya dianggap membuat nyaman, karena membantu mengendalikan
laju kendaraan yang lalu-lalang dan demi keamanan juga. Tapi bagi orang atau pengguna jalan ini di anggap penghambat perjalanan. Olehnya itu boleh saja
jika ingin membuat polisi tidur, asalkan jangan terlalu tinggi agar tidak
membahayakan para pengguna jalan raya khusus nya yang menggunakan kendaraan.
Banyak sekali dalil-dalil dalam bidang ini yang menunjukkan akhlak luhur
sebagai ciri khas kaum muslimin yang beramal dengan Islam. Mereka
berusaha membersihkan jalan-jalan mereka, tidak mengotori dan membuatnya jorok,
serta membuang sesuatu yang menganggu darinya. Mereka menjadikannya
sebagai tuntunan hidup, berharap darinya pahala tanpa bersikap secara
berlebih-lebihan.
Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis 1. Penjelasan tentang keutamaan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu
dari jalan kaum muslimin yang mengandung pahala besar dan agung.
2. Luasnya rahmat Allah dan besarnya pahala-Nya. Allah membalas laki-laki
ini dengan balasan yang besar, dengan memasukkannya ke surga lantaran
amal yang sedikit, yaitu membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan.
3. Sejauh mana kaum muslimin menyelisihi ajaran-ajaran agama mereka.
Sebagian tidak hanya tidak bersedia membuang sesuatu yang mengganggu dari
jalan kaum muslimin, bahkan membuang sampah rumahnya dan sisa makanannya
di jalan kaum muslimin.
4. Pohon yang boleh ditebang adalah yang mengganggu kaum muslimin.
Pohon yang berguna bagi kaum muslimin, seperti pohon yang dipakai
untuk berteduh, tidak boleh ditebang. Rasulullah SAW mengancam penebangnya dengan api neraka. Dalam hadis, “Penebang
bidara akan dibenamkan kepalanya oleh Allah di neraka.” (Dinisbatkan oleh
Al-Bani dalam Silsilah Shahihah (2/175), no. 615, kepada Baihaqi dan
lain-lainnya).
Sebagai sebuah ilustrasi, silakan simak video berikut ini:
Pada saat
itu tahun 1940, HAMKA bercerita tentang pengalamannya tatkala berkunjung pada
ulama tua yang sangat dicintai orang seantero Minangkabau. Kepada HAMKA, orang
ini bercerita sambil berlinang air mata. Dialah Syekh Muhammad Jamil Jambek.
Pada masa
mudanya, orang tua itu adalah seorang pemuda yang nakal. Berbagai
kejahatan anak muda hampir semua telah dilakukannya. Beliau berkata,
sudah tua begini dan sudah lebih dari 40 tahun berlalu, namun kalau ada orang
yang menghisap candu sejauh 100 meter dari masjidku, ini hidungku masih dapat
mengetahui bahwa yang dihisapnya adalah candu.
Beliau mengkisahkan
bahwa pada suatu malam dia berjalan atau berpetualang melepaskan hati risau
sebagai anak muda, dalam kegelapan malam yang gelap gulita.
Tiba-tiba,
terjadilah hal yang tidak disangka-sangka. Ternyata, ada seorang
maling di kampung itu yang terpergok oleh masyarakat yang sedang meronda.
maling itupun dikejar-kejar massa yang berlarian sambil meneriakkan, Maling…
Maling… Maling…!
Maka serentak semua penduduk kampung turut pula keluar
mengejar maling. Padahal pada saat itu beliau ada di sana. Rasa
takut tiba-tiba membuncah dalam hatinya.
Khawatir kalau penduduk kampung
salah sasaran dan dia yang disangka maling. Apalagi suara warga dan
gedebuk kaki berlari semakin dekat menuju ke arahnya.
Maka
diputuskannya untuk lari dan bersembunyi. Dia melemparkan dirinya pada rerimbunan
rumput semak belukar, lantas dimiringkan tubuhnya dengan merapat ke
tanah. Sementara orang-orang terus berteriak, Maling… Maling…
Maling…!
Sebenarnya,
dia menyadari bahwa malam itu dirinya memang juga hendak mencuri, tetapi
bukan mencuri harta melainkan mencuri hati gadis impiannya.
Ternyata,
malam itu nasibnya memang sungguh apes. Sebab penduduk kampung itu pun
memasuki rerumputan tempatnya bersembunyi.
Dalam gelap
itu itu penduduk kampung melemparkan batu ke sembarang sudut semak. Dia
yang bersembunyi, tertimpa pula beberapa lemparan keras batu-batu besar yang
mendarat di tubuhnya.
Dia diam tak bergerak sambil menahan sakit. Bahkan
bekas luka lemparan batu tersebut masih membekas di tubuhnya hingga hari
tuanya.
Entah berapa
jam jam dia bersembunyi di semak ladang itu. Sementara itu sakit yang
menyiksanya hanya dia rasakan sendirian. Dia tetap di tempat itu sambil
menunggu dan meyakinkan diri bahwa penduduk kampung telah menjauh dari
tempatnya. Hingga hari pun sampai pada waktu subuh.
Ternyata
tempat dia bersembunyi itu adalah sebuah kebun rerumputan di dekat masjid. Seorang
muadzin telah melantunkan panggilan subuhnya dengan adzan.
Selama adzan
berkumandang, mengalirlah jalan hidup yang pernah dijalaninya dalam alam ingatannya.
Dia Pun Menangis. Bukan karena sakit luka terkena lemparan batu, tetapi
ingat akan irama hidupnya dalam lantunan adzan subuh itu.
Baru ia
menyadari sampai seusia itu hanya diisi dengan perbuatan sia-sia bahkan
aniaya. Mencuri, merampok, berjudi, main perempuan, dan seluruh kenangan
gelapnya menari-nari dalam alunan adzan subuh.
Bangkitlah
ia dari sembunyi. Diyakinkannya bahwa suasana benar-benar sepi. Maka sebelum para
penduduk datang ke masjid itu dia segera pergi.
Sementara
itu, air matanya mengalir seperti sungai. Air mata penyesalan. Dia akhirnya
pulang. Tetapi pagi itu ia tak hanya hendak pulang ke rumah, namun hendak
pulang ke jalan Allah. Masih ada waktu. Dia bertekad hendak merubah
jalan hidupnya.
Dia teringat
ayahnya. Yaitu sebagai seorang kepala penghulu di Gurun Panjang. Betapa
ia telah lama menahan malu atas tingkahnya yang berandalan itu. Maka setelah
hari siang, dia menyusul ayahnya. Di depan ayahnya itu, itu sambil
tetap berurai air mata dia minta agar dikirim ke Mekkah.
Ayahnya
kaget bercampur haru. Sekarang air mata ayahnya yang tumpah karena
gembira. Dipeluklah anaknya yang telah lama hilang itu. Dia
sendiri, Engku Kepala Negeri Gurun Panjang yang akhirnya mengantarkan
anaknya itu belajar ke Mekkah.
Bertahun-tahun
dia tinggal di sana. Berguru dengan beberapa ulama. Hingga akhirnya
waktu mengajaknya pulang kembali ke Minangkabau. Dulu dia yang menjadi
penjahat, kini menjadi ulama pembaharu di Minangkabau.
Dia adalah ahli
Falaq yang terkenal pada masanya. Syekh Muhammad Jamil Jambek. Masjidnya
berada di tengah sawah, di Bukittinggi. Masyarakat daerah Jam
Gadang Padang pun selalu ramai, banyak para murid yang semangat menimba ilmu
kepadanya.
Kisah ini dikutip dari buku berjudul "Teladan Tarbiyah". Allahi a'lam.
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
Maka ia menerbangkan debu,
Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada
Tuhannya,
Dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta.
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di
dalam kubur,
Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan
mereka.
Syarah: Allah Al-Haq Tabaraka wa Ta'ala bersumpah dengan kuda saat berlari
dengan kencang, yang menyerang musuh di waktu pagi buta. Kuda yang
menghamburkan debu bahkan menerbangkannya sampai ke atas kepala lalu ia
membelah kerumunan musuh. Dan kuda-kuda itu pun bercampur debu-debu.
Allah bersumpah dengan kuda yang berlari kencang hingga dari mulutnya
keluar suara terengah-engah. Yang memercikkan api saat berlari dan menyerang
musuh di waktu pagi. Menerbangkan debu dan membelah gerombolan musuh.
Itulah gambaran kuda yang digunakan untuk berjuang di jalan Allah. Ini
merupakan pernghargaan tinggi karena Allah bersumpah dengan binatang
tersebut.
Sebab kuda adalah binatang yang mempunyai kedudukan mulia. Seperti kata
orang Arab, "Punggungnya adalah benteng dan perutnya laksana kubah."
Kendatipun peralatan perang sekang sudah modern namun kuda
tetap mempunyai peran penting. Gambaran kuda di ayat ini mengajarkan kepada
kita bagaimana mempergunakan kuda agar tidak dijadikan sebagai perhiasan
saja. "Agar kalian menaikinya dan menjadikannya sebagai hiasan."
Sedangkan sasaran sumpah ada pada firman-Nya, bahwa manusia sangat
durhaka kepada Tuhannya, ia menjadi saksi atas apa yang dilakukan itu, dan ia
sangat cinta kepada dunia.
Allah mensifati manusia dengan tiga sifat: 1. Menolak memberikan kebaikan kepada orang lain dan ingkar kepada
nikmat Tuhannya serta tidak mensyukurinya. Ini dilakukan oleh orang kafir dan
pelaku kemaksiatan. Benar apa yang dikatakan orang, "Kanud adalah yang tidak
mau memberi, yang makan sendiri, dan memukul budaknya."
2. Bahwa ia akan menjadi saksi atas amal perbuatannya. Perbuatannya
juga menjadi saksi maka ia tidak membutuhkan bukti lagi. Ia tidak bisa
mengingkari sifat pelitnya karena begitu jelasnya. Jika lisannya mengingkarinya,
maka nuraninya menjelaskan bahwa ia ingkar dan durhaka terhadap
nikmat Tuhannya. Lalu pada hari Kiamat ia akan menyaksikan dirinya, jadi
terhadap amal perbuatannya ia menjadi saksi.
3. Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta.
Benar, manusia itu, karena cintanya kepada harta benda maka ia bakhil dan tidak
mau berinfak selain sedikit sekali. Ia sangat berambisi kepada hartanya
dan menahannya dari berinfak.
Tidakkah manusia tahu bahwa Tuhannya Maha Melihat? Tidakkah ia tahu
saat apa yang di dalam kubur di keluarkan? Lalu manusia dikeluarkan di
permukaan. Semua rahasia hati juga diperlihatkan.
"Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan
mereka."
Dan Allah juga akan membalas semua perbuatan, besar maupun kecil.
Silakan simak video ilustrasinya berikut ini: VIDEO 1
Berikut ini nama-nama Hari-hari Besar Nasional Indonesia – Ini beberapa yang harus kita ketahui bersama bahwa selain hari-hari besar Nasional / Internasional dan hari-hari besar keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur Nasional, sebenarnya masih ada banyak sekali hari-hari penting yang ditetapkan sebagai hari-hari besar nasional namun tidak ditetapkan sebagai hari libur Nasional.
Hari-hari penting tersebut pada umumnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden, seperti contohnya Hari Guru Nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 dan Hari Pers Nasional yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985.
Meskipun tidak merupakan hari libur nasional, Hari-hari besar tersebut penting untuk dikenang dan diperingati sebagai hari yang bersejarah dan juga untuk mengetahui makna-makna dibalik peringatan hari-hari besar nasional tersebut.
Berikut ini adalah daftar Hari-hari Besar Nasional di Indonesia serta beberapa hari-hari penting Internasional yang juga diperingati sebagai hari besar di Indonesia.
Bulan Januari 01 Januari : Hari Tahun Baru Masehi (Internasional) 03 Januari : Hari Departemen Agama 05 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) 10 Januari : Hari Gerakan Satu Juta Pohon (Internasional) 10 Januari : Hari Tritura 15 Januari : Hari Darma Samudra 25 Januari : Hari Gizi Dan Makanan 25 Januari : Hari Kusta (Internasional)
Bulan Februari 02 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia (Internasional) 04 Februari : Hari Kanker Dunia (Internasional) 05 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën) 09 Februari : Hari Pers Nasional (HPN) 09 Februari : Hari Kavaleri 14 Februari : Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) 22 Februari : Hari Istiqlal 28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia
Bulan Maret 01 Maret : Hari Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Yogyakarta 01 Maret : Hari Kehakiman Nasional 06 Maret : Hari KOSTRAD (Komando Strategis Angkatan Darat) 08 Maret : Hari Perempuan (Internasional) 09 Maret : Hari Musik Nasional 10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 15 Maret : Hari Hak Konsumen Sedunia (Internasional) 17 Maret : Hari Perawat Nasional 18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia 20 Maret : Hari Dongeng Sedunia (Internasional) 21 Maret : Hari Puisi Sedunia (Internasional) 21 Maret : Hari Down Syndrome (Internasional) 21 Maret : Hari Hutan Sedunia (Internasional) 22 Maret : Hari Air Sedunia (Internasional) 23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia (Internasional) 24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api 24 Maret : Hari Tuberkulosis Sedunia (Internasional) 30 Maret : Hari Film Indonesia
Bulan April 01 April : Hari Bank Dunia (Internasional) 02 April : Hari Peduli Autisme Sedunia (Internasional) 02 April : Hari Buku Anak Sedunia (Internasional) 06 April : Hari Nelayan Indonesia 07 April : Hari Kesehatan (Internasional) 09 April : Hari TNI Angkatan Udara (TNI AU) 16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus) 17 April : Hari Hemophilia Sedunia (Internasional) 18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP) 20 April : Hari Konsumen Nasional 21 April : Hari Kartini 22 April : Hari Bumi (Internasional) 23 April : Hari Buku Sedunia (Internasional) 24 April : Hari Angkutan Nasional 24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika 25 April : Hari Malaria Sedunia (Internasional) 26 April : Hari Kekayaan Intelektual Sedunia (Internasional) 27 April : Hari Pemasyarakatan Indonesia 28 April : Hari Puisi Nasional 28 April : Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Internasional) 29 April : Hari Tari (Internasional)
Bulan Mei 01 Mei : Hari Buruh Sedunia (Internasional) 01 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat 02 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 05 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) 05 Mei : Hari Bidan (Internasional) 17 Mei : Hari Buku Nasional 20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei : Hari Peringatan Reformasi 29 Mei : Hari Keluarga 31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Internasional)
Bulan Juni 01 Juni : Hari Lahir Pancasila 01 Juni : Hari Anak-anak Sedunia (Internasional) 03 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia 05 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Internasional) 08 Juni : Hari Laut Sedunia 21 Juni : Hari Krida Pertanian 24 Juni : Hari Bidan Nasional 26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia (Internasional) 29 Juni : Hari Keluarga Berencana (KB)
Bulan Juli 01 Juli : Hari Bhayangkara 05 Juli : Hari Bank Indonesia 09 Juli : Hari Satelit Palapa 12 Juli : Hari Koperasi Indonesia 17 Juli : Hari Keadilan (Internasional) 22 Juli : Hari Kejaksaan 23 Juli : Hari Anak Nasional 29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
Bulan Agustus 01 Agustus : Hari ASI Sedunia (Internasional) 05 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional 08 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN 09 Agustus : Hari Masyarakat Adat (Internasional) 10 Agustus : Hari Veteran Nasional 10 Agustus : Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 12 Agustus : Hari Remaja (Internasional) 14 Agustus : Hari Pramuka (Praja Muda Karana) 17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia 19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia 21 Agustus : Hari Maritim Nasional
Bulan September 01 September : Hari Jantung Dunia (Internasional) 01 September : Hari Polisi Wanita (POLWAN) 03 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI) 04 September : Hari Pelanggan Nasional 08 September : Hari Aksara (Internasional) 08 September : Hari Pamong Praja 09 September : Hari Olah Raga Nasional 11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 14 September : Hari Kunjung Perpustakaan 15 September : Hari Demokrasi (Internasional) 16 September : Hari Ozon (Internasional) 17 September : Hari Perhubungan Nasional 17 September : Hari Palang Merah Nasional 21 September : Hari Perdamaian Dunia (Internasional) 24 September : Hari Tani Nasional 26 September : Hari Statistik 27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) 28 September : Hari Kereta Api 28 September : Hari Jantung Sedunia (Internasional) 29 September : Hari Sarjana Nasional 30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI
Bulan Oktober 01 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober : Hari Vegetarian Sedunia (Internasional) 01 Oktober : Hari Lanjut Usia (Internasional) 02 Oktober : Hari Batik Nasional dan Hari Batik Dunia 05 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) 05 Oktober : Hari Guru Sedunia (Internasional) 10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (Internasional) 14 Oktober : Hari Penglihatan Dunia (Internasional) 15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang (Internasional) 16 Oktober : Hari Pangan Sedunia (Internasional) 16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia 20 Oktober : Hari Osteoporosis Sedunia (Internasional) 24 Oktober : Hari Dokter Indonesia 24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-bangsa (Internasional) 27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional 27 Oktober : Hari Listrik Nasional 28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober : Hari Keuangan
Bulan November 05 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 10 November : Hari Ganefo 10 November : Hari Pahlawan 11 November : Hari Bangunan Indonesia 12 November : Hari Kesehatan Nasional 12 November : Hari Ayah Nasional 14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB) 14 November : Hari Diabetes Sedunia (Internasional) 20 November : Hari Anak (Internasional) 21 November : Hari Pohon (Internasional) 21 November : Hari Televisi Sedunia (Internasional) 22 November : Hari Perhubungan Darat Nasional 25 November : Hari Guru (PGRI) 28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia 29 November : Hari KORPRI (Korps Pegawai RI)
Bulan Desember 01 Desember : Hari Artileri 01 Desember : Hari AIDS Sedunia (Internasional) 03 Desember : Hari Penyandang Cacat (Internasional) 07 Desember : Hari Penerbangan Sipil (Internasional) 09 Desember : Hari Armada Republik Indonesia 09 Desember : Hari Anti Korupsi Sedunia 10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia 12 Desember : Hari Transmigrasi 13 Desember : Hari Nusantara 15 Desember : Hari Juang Kartika TNI-AD (Hari Infanteri) 19 Desember : Hari Bela Negara 20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 22 Desember : Hari Ibu Nasional 22 Desember : Hari Sosial 25 Desember : Hari Natal
Hari-hari Besar Keagamaan Selain Hari-hari besar diatas, terdapat hari-hari Besar Keagamaan yang tidak tercantum pada daftar diatas karena setiap tahun diperingati dengan tanggal yang berubah-ubah.
Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam) Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa) Nyepi (Hindu) Jumat Agung (Kristen) Paskah (Kristen) — selalu bertepatan dengan hari Minggu Kenaikan Yesus Kristus (Kristen) Waisak (Buddha) Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW (Islam) Idul Fitri (Islam) Idul Adha (Islam)