"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Tanda Pengenal Gerakan Pramuka

 

1. Pengertian
Tanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, yang dapat menunjukkan diri seorang Pramuka, dan/atau Satuan, kemampuan, tanggungjawab, daerah asal, wilayah tugas, kecakapannya dan tanda penghargaan yang dimilikinya.

Tanpa Pengenal Gerakan Pramuka secara garis besarnya meliputi :
1.
Tanda Umum
Yaitu tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik, putera maupun puteri, misalnya tanda tutup kepala, setangan leher, dan sebagainya.

2. Tanda Satuan
Yaitu tanda yang dapat menunjukkan Satuan/Kwartir tertentu, tempat seorang Pramuka tergabung, dalam hal ini dimaksudkan mulai dari satuan terkecil di Gugusdepan sampai satuan tingkat nasional.

3. Tanda Jabatan
Yaitu tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka.

4. Tanda Kecakapan
Yaitu tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai dengan golongan usianya.

5. Tanda Penghargaan
Yaitu tanda yang menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang, atas jasa, darma bakti, dan lain-lainnya, yang dianggap cukup bermutu dan berguna bagi Gerakan Pramuka, Gerakan Kepramukaan Sedunia, masyarakat, bangsa, negara, dan umat manusia.

2. Maksud dan tujuan

a.  Tanda Pengenal Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk mengenal diri seorang Pramuka, satuan, tempat, wilayah, tugas, jabatan dan kecakapannya.

b. 
Tanda Pengenal Gerakan Pramuka bertujuan sesuai dengan macam tanda pengenal tersebut, yaitu:

1)  Mendorong seorang Pramuka untuk menggunakan haknya dan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.

2)  Memberi gairah dan semangat kepada seorang Pramuka untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan, dan karyanya menurut ketentuan yang ada sesuai dengan golongan usianya.

3)  Mendorong seorang Pramuka untuk bersungguh-sungguh melaksanakan isi janji dan ketentuan moral yang berbentuk Satya dan Darma Pramuka, serta mengamalkan pengetahuan dan kecakapannya sesuai tanda yang dipakainya.

4)  Menanamkan rasa persaudaraan di kalangan anggota Gerakan Pramuka pada khususnya dan anggota Gerakan Kepramukaan Sedunia pada umumnya.

5)  Menanamkan kesadaran ikut memiliki, memelihara dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri, satuan, organisasinya serta ikut mencapai tujuan atau cita-citanya.

6)  Menanamkan kebanggaan dan percaya pada diri sendiri serta mengembangkan daya kepemimpinannya.

 3. Fungsi

a. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka berfungsi sebagai:

1)  Alat pendidikan untuk memberi dorongan, gairah dan semangat para Pramuka, agar mereka berusaha meningkatkan kemampuan, karya, pribadi dan kehormatannya.

2)  Alat Pengenal seorang Pramuka, satuan, tingkat kecakapan, jabatan, tempat atau wilayah tugasnya.

3)  Tanda pengakuan dan pengesahan atas keanggotaan, tingkat kecakapan serta pemberian tanggungjawab, hak dan kewajiban kepada seorang anggota Gerakan Pramuka.

4)  Tanda penghargaan kepada seseorang atas prestasi dan tindakannya, agar yang bersangkutan selalu menjaga dan memelihara nama baik pribadi dan prganisasinya.

b. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka tidak berfungsi sebagai:

1)  Tanda pangkat yang menunjukkan perbedaan martabat seseorang.

2)  Perhiasan.


Sumber gambar: https://ensiklopediapramuka.com/

4. Kelompok

Berbagai macam Tanda Pengenal Gerakan Pramuka, dikelompokkan dalam lima kelompok, yaitu :

a. Tanda Umum

b. Tanda Satuan

  c. Tanda Jabatan

d. Tanda Kecakapan

e. Tanda Penghargaan

 

5. Macam-macam Tanda Umum

Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Umum, yaitu :

a. Tanda Tutup Kepala

b. Setangan Leher atau Pita Leher

  c. Tanda Pelantikan

d. Tanda Harian

e. Tanda Kepramukaan Sedunia

 

6. Macam-macam Tanda Satuan

Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Satuan, yaitu :

a. Tanda Barung, Tanda Regu, Tanda Sangga, dan Tanda Satuan terkecil lainnya.

b. Tanda Gugusdepan, Kwartir dan Majelis Pembimbing.

c. Tanda Krida dan Tanda Satuan Karya.

d. Lencana Daerah dan Tanda Wilayah.

e. Tanda Satuan Pramuka Luar Biasa.

f.  Tanda Satuan lainnya.

 

7. Macam-macam Tanda Jabatan

Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Jabatan, yaitu :

a. Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin : Barung, Regu, Sangga, dan lain-lain.

b. Tanda Pembimpin dan Wakil Pemimpin Krida dan Satuan Karya.

c. Tanda Keanggotaan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.

d. Tanda Pembina dan Pembantu Pembina : Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, serta Tanda Pembina Gugusdepan.

e. Tanda Pelatih Pembina Pramuka

f.  Tanda Andalan dan Pembantu Andalan

g. Tanda Jabatan lainnya.

 

8. Macam-macam Tanda Kecakapan

Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Kecakapan, yaitu :

a. Tanda Kecakapan Umum (TKU):

1)  Untuk Pramuka Siaga              : Tingkat Mula, Bantu dan Tata
2)  Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Ramu, Rakit, dan Terap
3)  Untuk Pramuka Penegak        : Tingkat Bantara dan Laksana
4)  Untuk Pramuka Pandega        : Tingkat Pandega
5)  Untuk Pembina Pramuka        : Tingkat Mahir Dasar dan Lanjutan.

b. Tanda Kecakapan Khusus (TKK):

1)  Untuk Pramuka Siaga              : Tidak ada tingkatan
2)  Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
3)  Untuk Pramuka Penegak        : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
4)  Untuk Pramuka Pandega        : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
5)  Untuk Instruktur                   : Muda dan Dewasa
  6) Untuk Pembina Pramuka        : Tingkat Dasar dan Lanjutan.

c. 
Tanda Pramuka Garuda
            1)  Untuk Pramuka Siaga
               2)  Untuk Pramuka Penggalang
3)  Untuk Pramuka Penegak
4)  Untuk Pramuka Pandega

 

Contoh Tanda Kecakapan Khusus (TKU)

9. Macam-macam Tanda Penghargaan

a. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan GerakanPramuka untuk peserta didik, yaitu :

1)  Tanda Penghargaan (termasuk Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong, Tanda Ikut Serta Kegiatan dan lain-lainnya).

2)  Bintang Tahunan
3)  Lencana Wiratama
4)  Lencana Teladan

b. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka untuk orang dewasa, yaitu :

1)  Bintang Tahunan
2)  Lencana Pancawarsa
3)  Lencana Wiratama
4)  Lencana Jasa :

a)  Dharma Bakti

b)  Melati

c) Tunas Kencana

c. Tanda Pengenal termasuk Tanda Penghargaan atau jasa dari badan di luag Gerakan Pramuka, misalnya dari :

1)  Organisasi Kepramukaan maupun badan lainnya, di dalam atau di luar negeri sepanjang hal- hal tersebut tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, serta peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia yang berlaku.
2)  Pemerintah Negara Lain
3)  Pemerintah Republik Indonesia.

 


Sumber gambar: https://www.pramukaria.id/

Sumber gambar: https://www.pramukaria.id/





Sumber gambar: https://www.pramukaria.id/

Sumber gambar: https://www.pramukaria.id/



Bagikan:

Guru Penggerak: Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Peristiwa (Fact)

Siswa yang memiliki karakter kepemimpinan, mandiri, bertanggungjawab, dan peduli adalah idaman banyak sekolah dan orang tua. Siswa yang memiliki pribadi shalih, cerdas, dan adaptif. Karakter ini penting karena ini menjadi karakter dasar yang harus dimiliki siswa agar mampu menjadi siswa yang sukses dan mampu hidup di tengah masyarakat.

Situasinya saat ini belum ada apresiasi bentuk khusus kepada siswa atas capaian karakternya. Aset yang dimiliki antara lain adanya wali kelas, pendamping kelas, dan pembina Pramuka di masing-masing kelas. Instrumen capaian yang sudah siap. Yang sudah berjalan dengan baik adalah kegiatan pembinaan karakter di kelas dan latihan Pramuka rutin oleh wali kelas, pendamping kelas, dan pembina Pramuka sudah berjalan 4 bulan.

Kebiasaan baik yang sudah dimiliki, antara lain: guru yang rajin melakukan pembinaan dan pengawalan program, siswa yang antusias melakukan kegiatan. Yang masih menjadi tantangan adalah karena ini adalah program baru maka perlu mengkoordinasikan ke beberapa pihak terkait dan mensosialisasikannya. Kebiasaan baru yang perlu dimulai adalah mengawal perkembangan karakter demi karakter siswa setiap harinya.

Oleh sebab itu haruslah ada program khusus yang berpihak kepada murid. Program yang dalam sekali jalan mampu menuntaskan sekian banyak karakter tersebut. Dengan dasar tersebut, kami membuat program Badge Karakter Siswa.

Tujuan utamanya adalah mencapai visi Salih, Cerdas, dan Adaptif, menuntaskan kemandirian siswa, pembiasaan pelaksanaan ibadah siswa, menumbuhkan kepedulian siswa, menjaga kebugaran fisik siswa, dan melatih kepemimpinan dan tanggung jawab siswa. Konsep kegiatan ini penilaian siswa yang diprioritaskan ketuntasan ibadah, tanggung jawab dan kedisiplinan. Data penilaian  bersumber dari wali kelas, guru, pembina pramuka dan tim AlQur’an sesuai dengan indikator yang dicapai.

Kegiatan ini akan mulai diwujudkan pada pada bulan November 2021. Kegiatan ini akan terus berlangsung selama 1 tahun dengan pelaksanaan pada bulan Desember 2021, Februari dan Mei 2022.

Strategi yang saya lakukan dalam pelaksanaan program ini, antara lain, pertama, langkah untuk menyiapkan program ini:

Penanggungjawab program berkoordinasi dengan Bidang Kesiswaan.
Menyusun / ploting pembina Pramuka di masing-masing kelas.
Membuat uraian kriteria program Badge Karakter Siswa.
Sosialisasi ke guru dan siswa.
Menjalankan program, monitoring, dan evaluasi bersama.
Membagikan instrument penilaian karakter ke guru. 
Melakukan pelantikan / seremonial pemberian badge karakter siswa.
Pendokumentasian kegiatan

Kedua, pembinaan dan mengawalan di masing-masing kelas agar tetap terkontrol:
Materi dibuat oleh Koordinator Pramuka.
Penyampaian materi melalui dua tahap. Pertama dari Koordinator Pramuka. Kedua, dari pembina Pramuka.
Membuat instrument calon penerima badge karakter yang dibuat oleh koordinator Pramuka dan diberikan ke wali kelas dan pembina Pramuka setiap kelas.

Ketiga, hal pertama yang saya lakukan untuk mewujudkan program tersebut adalah membuat file pdf yang berisi penjelasan tentang program ini dan diberikan ke siswa.

Sesuatu yang tidak terduga terjadi adalah siswa tidak menyangka bahwa karakter yang menurutnya biasa saja ternyata diapresiasi dengan badge karakter. Sesuatu yang sangat dapat diprediksi terjadi adalah siswa banyak yang terlibat dan orang tua mendukung program ini. Orang tua berharap program ini terus dijalankan.

Yang akan dilibatkan dalam mewujudkan rencana ini, antara lain, pertama, Kepala Sekolah yang bertugas melantik / memberikan badge karakter kepada siswa secara simbolis seremonial. Kedua, wali kelas dan pembina Pramuka yang bertugas mengawal dan memberikan penilaian karakter kepada siswa. Ketiga, Koordinator Pamuka yang bertugas membuat konsep kegiatan, menyiapkan instrument penilaian, menyelenggarakan kegiatan seremonial pembagian bedge karakter. Keempat, orang tua siswa: mengawal dan memastikan program ini juga dilaksanakan di rumah. Orang tua akan memberikan tanda tangan dan foto / video bukti anaknya telah melakukan kegiatan di rumah. Kelima, Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (Sako PSIT) hadir dalam kegiatan seremonial yang diadakan sekolah. Sebagai bukti bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik.

Perasaan (Feeling)

Perasaan yang saya alami ketika menjalankan aksi ini antara lain senang dan haru. Dimana saya diberikan kepercayaan untuk menjalankan semua program yang telah saya rencanakan. Ketika program ini berjalan sukses, maka ini akan menjadi semangat kami dalam menjalankan program-program berikutnya.

Saya merasa sangat terlibat banyak pada tahap pembuatan konsep kegiatan dan materi, instrumen, penilaian siswa, dan penyelenggaraan prosesi penyematan badge.

Pembelajaran (Finding)

Berikut ini beberapa pembelajaran yang saya dapatkan selama menjalankan aksi nyata:

Ketersediaan bedge karakter yang terbatas. Sehingga tidak bisa beli dalam waktu mendadak. Untuk mengatasi keterbatasan bedge maka harus pesan jauh-jauh hari.

- Siswa yang belum menuntaskan karakter, terus dipantau dan dimotivasi.

Semua rincian program dapat diselesaikan di rumah oleh siswa. Dengan dampingan dari orang tua.

Kendala utamanya adalah motivasi dalam menuntaskan karakter tersebut.

Yang harus diperbaiki adalah program ini harusnya disosialisakan di awal tahun ajaran. Sehingga orang tua.

Sebagian besar siswa mampu menjalankan program ini.

Seiring berjalannya kegiatan, kendala mampu diatasi siswa karena semakin banyak siswa yang terlibat.

Kegiatan ini didukung oleh banyak pihak. Sehingga perlu dipersiapkan secara matang.

- Situasi ideal yang diharapkan adalah siswa mampu mencapai karakter yang ditetapkan sesuai jenjangnya. Siswa bangga dengan capiannya karena ada bedge apresiasi. Siswa yang belum tuntas bersemangat dalam menuntaskan karakternya.

Banyak siswa yang memakai badge karakter di baju Pramuka.

Harapannya program ini menginspirasi sekolah lain.

- Konsekuensi logisnya adalah guru harus mengawal betul perkembangan karakter siswa, orang tua secara kolaboratif mengawal karakter ini di rumah, dan siswa bersemangat dalam mencapainya.

Penerapan ke depan (Future)

Agar kegiatan ini terus berlangsung meskipun ganti kepemimpinan, yang harus dilakukan adalah menjadikan kegiatan ini sebagai program ungulan sekolah. Antusiasme siswa dalam menjalani kegaiatan ini mampu menjadikan citra sekolah meningkat.

Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, maka Koordinator Pramuka melakukan koordinasi dengan Bidang Kesiswaan, menyusun / ploting pembina Pramuka di masing-masing kelas, membuat uraian program Badge Karakter, dan sosialisasi kepada guru dan siswa.

Yang dilibatkan dalam mewujudkan rencana ini: kepala sekolah, wali kelas dan pembina Pramuka, orang tua siswa, Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (Sako PSIT). Peran pengawalan dan pendampingan wali kelas, Pembina Pramuka dan orang tua memegang peran penting akan suksesnya kegiatan ini.

Video Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid berupa Penyematan Badge Karakter Siswa



Badge Karakter Siswa


Program pengawalan di kelas 6 agar siswa mendapatkan Badge Karakter Siswa

Siswa melakukan keterampilan karakter yang ditentukan (1)

Siswa melakukan keterampilan karakter yang ditentukan (2)

Flyer pengumuman kepada siswa

Berkolaborasi dengan Tim Pembina Pramuka mengadakan penyematan Badge Karakter Siswa secara simbolis (1)

Berkolaborasi dengan Tim Pembina Pramuka mengadakan penyematan Badge Karakter Siswa secara simbolis (2)

Kepala Sekolah menyematkan Badge Karakter Siswa secara simbolis ke perwakilan siswa (1)

Kepala Sekolah menyematkan Badge Karakter Siswa secara simbolis ke perwakilan siswa (2)

Penyerahan Badge Karakter Siswa kepada siswa yang lain (1)

Penyerahan Badge Karakter Siswa kepada siswa yang lain (2)

Demikianlah Aksi Nyata Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid yang bisa kami uraikan. Semoga bermanfaat.








Bagikan:

Lambang Gerakan Pramuka

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
SALAM PRAMUKA

Adik-adik, hari ini kita akan belajar tentang Lambang Gerakan Pramuka. Adakah yang tahu Lambang Gerakan Pramuka?

Ya, Lambang Gerakan Pramuka berbentuk Silluete (bayangan) Tunas Kelapa. Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipuro, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.

Lambang Tunas Kelapa pertama kali digunakan pada tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Pertama (Ir. Soekarno)  menganugrahkan Panji Gerakan Pendidikan KepanduanNasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961.

Lambang Gerakan Pramuka memiliki beberapa arti kiasan / makna:

1. Buah kepala (nyiur) dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal  atau tunas.  Keadaan ini melambangkan bahwa Anggota Gerakan Pramuka adalah generasi yang terus tumbuh, generasi cikal bakal yang akan tumbuh menjadi generasi baru bangsa Indonesia yang lebih baik dan maju, generasi yang mampu meneruskan cita-cita para pendiri bangsa dan mampu menjaga kelangsungan bangsa dan negara Indonesia ke depan.

2. Buah dan pohon kelapa mampu bertahan lama dalam berbagai keadaan. Ini mengandung arti Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohani, kuat dan ulet, berdedikasi, setia bertekad, serta  mampu bertahan dalam menghadapi berbagai cobaan, tantangan dan kesukaran untuk menyempurnakan pengabdiannya kepada tanah air dan bangsa Indonesia.

3. Pohon Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini mengandung arti Pramuka adalah pribadi pribadi yang yang mampu beradaptasi dalam berbagai lingkungan dengan kondisi apapun.  Para Pramuka adalah individu yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi sosial budaya masyarakat serta sekaligus mampu ikut serta membangun masyarakat di mana ia berada.

4. Pohon Kelapa tumbuh menjulang tinggi dan lurus ke atas serta merupakan salah satu jenis pohon tinggi di Indonesia.  Ini mengandung arti, setiap Pramuka harus  cita-cita yang tinggi, mulia,  luhur dan lurus serta memiliki motivasi yang kuat yang untuk mencapai cita-cita itu, tidak mudah patah semangat dan tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai perubahan zaman.

5. Pohon kelapa memiliki akar kuat. Mengandung arti, bahwa Pramuka adalah pribadi-pribadi yang berpegang kuat dan penuh keyakinan akan nilai-nilai dasar agama, norma sosial dan budaya dan nilai-nilai yang terkandung dalam Kode Kehormatan Pramuka.  Kesemua nilai itu dihayati dan diamalkan untuk meningkatkan kualitas diri pribadinya serta mencapai cita-cita terbaik dalam kehidupannya.

6. Pohon Kelapa merupakan pohon yang serbaguna dari ujung atas pohon hingga akarnya. Ini mengandung arti bahwa Pramuka adalah pribadi-pribadi yang terus meningkatkan kualitas dirinya agar selalu berguna bagi nusa, bangsa, agama dan umat manusia dimanapun ia berada.

 

Tugas / Proyek / Aksi Nyata: 

1. Membuat Lambang Gerakan Pramuka. Bisa dalam bentuk gambar, video, maupun hasta karya dari berbagai jenis bahan. Lalu kirimkan ke GC.

2. 2. Melakukan AKSI NYATA perbuatan yang mencerminkan pengamalan arti kiasan Tunas dan Pohon Kelapa. Kegiatan bebas sesuai pemahaman masing-masing siswa.

Demikian penjelasan tentang Lambang Gerakan Pramuka. Semoga bermanfaat.
SALAM PRAMUKA
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bagikan:

Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Pramuka Siaga dan Penggalang

Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Pramuka Siaga dan Penggalang

TUJUAN JENJANG SIAGA:
  • Mengenal teman, lingkungan dan aturan-aturan sosial yang ada di lingkungannya.
  • Dapat menyebutkan nama, alamat, dan program kegiatan Ketua RT atau tokoh masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.
  • Menaati aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dengan penuh tanggungjawab serta mengetahui wawasan kebangsaan.

TUJUAN JENJANG PENGGALANG:

  • Mengetahui peraturan / norma-norma yang ada di lingkungan sekitarnya.
  • Dapat menyebutkan nama, alamat, dan program kegiatan Ketua RW atau tokoh masyarakat di sekitar tempat tinggalnya dan dapat membuat struktur kepengurusannya.
  • Mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada di lingkungannya.

KEGIATAN :
Semua aktivitas manusia      

SOSIAL : 
Hal-hal berhubungan dengan orang lain (kepentingan umum/orang banyak).

KEMASYARAKATAN :
Terkait dengan masyarakat di daerah tertentu

KEGIATAN SOSIAL KEMASYARAKATAN:
Suatu aktifitas yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk menyalurkan kepeduliannya terhadap individu atau kelompok lainnnya di daerah tertentu.

Coba amati lingkungan tempat tinggal kalian! Pasti ada banyak Kegiatan Sosial Kemasyarakatan yang dilakukan. 

Coba sebutkan apa saja Kegiatan Sosial Kemasyarakatan yang dilakukan di lingkungan tempat tinggal kalian! Kapan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan itu dilakukan?

  • Kerja bakti membersihkan lingkungan, selokan, dan jalan.
  • Menyapa tetangga ketika berpapasan di jalan dengan nada yang ramah dan senyuman.
  • Ronda malam / siskamling / jaga di pos untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan sekitar.
  • Melakukan penyuluhan / sosialisasi protokol kesehatan.
  • Berpartisipasi dalam menyambut peringatan hari kemerdekaan sekaligus mengikuti lomba 17-an antar warga. 
  • Melayat / takziyah ketika ada tetangga yang meninggal. 
  • Menjenguk tetangga, kerabat, teman dan saudara yang sakit.
  • Memberi bantuan berupa materi (barang) atau uang jika ada orang dari keluarga yang kekurangan.
  • Memberikan santunan kepada anak yatim, piatu, dan duafa.
  • Memberi bantuan / bingkisan untuk keluarga pasien yang terpapar Covid-19.
  • Memberi bingkisan sebagai tanda selamat bagi tetangga yang baru saja melahirkan atau menikah.
  • Membagikan buah tangan atau oleh-oleh seperti makanan atau bingkisan lainnya untuk tetangga.
  • Menggalang dana untuk membantu korban musibah bencana alam atau yang sangat membutuhkan.
  • Gotong royong membangun / membersihkan masjid.
  • Doa bersama ketika di rumah warga.
  • Membantu warga yang sedang ada hajat.

Semua Kegiatan Sosial Kemasyarakatan tidak bisa berjalan begitu saja, biasanya ada yang mengaturnya. Siapa yang mengatur Kegiatan Sosial Kemasyarakatan? Siapa saja yang terlibat?

  • Biasanya yang terlibat adalah tokoh yang ada di tengah masyarakat tempat tinggal kalian. Misalnya, pengurus RT, RW, desa/kelurahan, masjid, PKK, dasawisma, karang taruna.
  • Mereka ini pun tidak bergerak atau menjalankan kegiatan sendirian, tetapi ada yang membantunya. Misalnya, ada sekretaris yang bertugas mencatat / surat menyurat. Ada bendahara yang tugasnya mengelola dana / uang. Ada juga bidang keamanan yang menjaga keamanan warganya. Ada juga PKK atau dasawiswa yang mengelola warga ibu-ibu. 

Apa manfaat orang-orang mengikuti Kegiatan Sosial Kemasyarakatan?

  • Membuat diri Bahagia, membahagiakan orang lain, bisa hidup damai, rukun, saling tolong menolong, dan peduli dengan lingkungan sekitarnya.
  • Mengembangkan hubungan dengan keluarga, teman, orang-orang di sekitarnya, komunikasi yang baik dengan keluarga, teman maupun orang lain.
  • Belajar menghargai orang lain, saling bekerjasama, melatih kepemimpinan (belajar memimpin dan dipimpin orang lain), kemandirian, dan solidaritas.
  • Berperan sebagai warga Negara Indonesia yang patuh.
  • Sebagai sarana belajar untuk mengungkapkan perasaan dan eksistensi diri kepada orang lain dengan cara yang benar dan santun.
  • Menerima dan mematuhi peraturan yang diciptakan masyarakat dengan rasa tanggungjawab.
  • Melaksanakan   norma-norma   / peraturan yang ada di tengah masyarakat tempat kita tinggal.

Apa resiko atau akibatnya jika ada warga yang tidak mengikuti Kegiatan Sosial Kemasyarakatan?

  • Ketinggalan informasi tentang berita di lingkungan tempat tinggalnya. Kita kehilangan kesempatan berbuat kebaikan.
  • Dikucilkan oleh masyarakat. Warga menjadi enggan membantu manakala kita dalam kondisi kesulitan / membutuhkan bantuan.
  • Munculnya rasa tidak enak / sungkan / serba salah terhadap lingkungan sekitarnya.

TUGAS / PROJECT / AKSI NYATA:

SIAGA:

  1. Bersilaturahmi bersama orang tua ke pengurus RT/tokoh masyarakat. Melakukan wawancara tentang susunan pengurus, program kerja, peraturan dan konsekwensi.
  2. Mengikuti 1 saja Kegiatan Sosial Kemasyarakatan (KSK) yang ada di lingkungan tempat tinggalmu.
  3. Laporan berupa foto pertemuan, hasil wawancara (bisa berupa tulisan tangan / video / rekaman suara), dan foto mengikuti Kegaiatan Sosial Kemasyarakatan (KSK). Laporan dikirim ke GC / pembina.

PENGGALANG:

  1. Bersilaturahmi bersama orang tua ke pengurus RW/Lurah/tokoh masyarakat. Melakukan wawancara tentang susunan pengurus, program kerja, peraturan dan konsekwensi.
  2. Mengikuti 1 saja Kegiatan Sosial Kemasyarakatan (KSK) yang ada di lingkungan tempat tinggalmu.
  3. Laporan berupa foto pertemuan, hasil wawancara (bisa berupa tulisan tangan / video / rekaman suara), dan foto mengikuti Kegaiatan Sosial Kemasyarakatan (KSK). Laporan dikirim ke GC / pembina.

Demikian penjelasan tentang Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Pramuka Siaga dan Penggalang. Semoga bermanfaat.

Bagikan:

Aksi Nyata Menerapkan Kode Kehormatan Pramuka

SALAM PRAMUKA

Kode Kehormatan Pramuka merupakan serangkaian ketentuan dasar (janji, nilai, dan norma) yang harus dilaksanakan oleh seorang pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi ukuran atau standar Tingkah laku Pramuka.

Sehingga bisa dikatakan bahwa kode kehormatan merupakan kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun di dalam masyarakat.

kode Kehormatan Pramuka ini telah diatur dalam Undang-Undang no. 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka pasal 6. pun tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka pasal 12 dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka pasal 14.

Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas janji (satya pramuka) dan ketentuan moral (darma pramuka).

Satya Pramuka sebagaimana tersebut dalam ART Gerakan Pramuka dinyatakan sebagai:

1. Diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota atau calon pengurus Gerakan Pramuka pada saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus.

2. Dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan.

3. Dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Sedangkan Darma Pramuka, sebagaimana tercantum dalam ART Gerakan Pramuka, merupakan:

1. Nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia.

2. Sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota gerakan pramuka di masyarakat.

3. Landasan gerak bagi gp untuk mencapai tujuan pendidikan kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong.

4. Kode etik bagi organisasi dan anggota gerakan pramuka.

Dalam Gerakan Pramuka, kode kehormatan ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka.

Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga adalah Dwi Satya dan Dwi Darma.

DWI (DUA) – SATYA (JANJI DAN KOMITMEN DIRI)

DWI (DUA) – DARMA (KETENTUAN MORAL)

Kode Kehormatan bagi Pramuka Penggalang adalah Tri Satya dan Dasa Darma.

TRI (TIGA) – SATYA (JANJI DAN KOMITMEN DIRI)

DASA (SEPULUH) -- DARMA (KETENTUAN MORAL)

DWISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:
- Menjalankan kewajibanku terhadap tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menurut aturan keluarga.
- Setiap hari berbuat kebaikan.

DWIDARMA
1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya
2. Siaga itu berani dan tidak putus asa 

TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. Menolong sesama hidup dan memersiapkan diri membangun masyarakat.
3. Menepati Dasa Darma. 

DASADARMA
1. Takwa kepada tuhan yang maha esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin, berani, dan setia
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan 

KODE KEHORMATAN TERSEBUT BUKAN SEBUAH HAFALAN YANG CUKUP DIHAFALKAN SAJA NAMUN SEORANG PRAMUKA SEHARUSNYA MENEPATI SATYA PRAMUKA DAN MENGAMALKAN DARMA PRAMUKA.

AKSI  NYATA PENERAPAN DWISATYA
MENJALANKAN KEWAJIBANKU TERHADAP TUHAN
- Menjalankan rukun iman dan Islam
- Melakukan ibadah sunnah
- Mengajak dan melakukan kebaikan kepada teman
- Empati kepada kondisi lingkungan sekitar
- Mengikuti perintah Nabi Muhammad SAW 

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
- Belajar dengan sungguh-sungguh
- Mengikuti kegiatan sekolah dengan semangat
- Mengikuti upacara bendera
- Berusaha menjadi anak berprestasi
- Menyanyikan Lagu Kebangsaan 

MENURUT ATURAN KELUARGA
- Taat kepada kedua orang tua
- Menjaga kebersihan dan kerapian rumah dan kamar
- Santun berbicara kepada orang tua dan saudara
- Menjalankan piket yang ada di keluarga
- Saling membantu dan menolong anggota keluarga 

SETIAP HARI BERBUAT KEBAIKAN
- Shalat ke masjid, bersedekah / berinfaq, membantu teman / tetangga, mengaji / menambah hafalan, dll

- Mencuci alat makan sendiri, menyapu / mengepel lantai rumah, menaruh sepatu / sandal dengan rapi, dll

- Merapikan kamar tidur (bantal, selimut, guling, dll), menjemur cucian, melipat jemuran yang sudah kering, dll

- Taat / nurut terhadap perintah orang tua, membantu ibu memasak, berbelanja ke toko, dll

- Menutup aurat ketika keluar rumah, menjenguk saudara / tetangga yang sakit, dll 

AKSI  NYATA PENERAPAN DWIDARMA
1. SIAGA ITU PATUH PADA AYAH DAN IBUNDANYA
- Taat kepada kedua orang tua
- Menjaga kebersihan dan kerapian rumah dan kamar
- Santun berbicara kepada orang tua dan saudara
- Menjalankan piket yang ada di keluarga
- Saling membantu dan menolong anggota keluarga 

2. SIAGA ITU BERANI DAN TIDAK PUTUS ASA
- Percaya diri, tidak malu ketika ditanya orang lain
- Tidak mengeluh, tidak menyerah, selalu bersemangat
- Tidak takut gelap, berani ketika sendirian
- Jujur mengakui kesalahan dan mau meminta maaf
- Rajin dan tekun belajar, terus berlatih sampai bisa 

AKSI  NYATA PENERAPAN TRISATYA
MENJALANKAN KEWAJIBANKU TERHADAP TUHAN
- Menjalankan rukun iman dan Islam
- Melakukan ibadah sunnah
- Mengajak dan melakukan kebaikan kepada teman
- Empati kepada kondisi lingkungan sekitar
- Mengikuti perintah Nabi Muhammad SAW 

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
- Belajar dengan sungguh-sungguh
- Mengikuti kegiatan sekolah dengan semangat
- Mengikuti upacara bendera
- Berusaha menjadi anak berprestasi
- Menyanyikan Lagu Kebangsaan 

MENGAMALKAN PANCASILA
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan / perwalikan
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 

MENOLONG SESAMA HIDUP
- Taat kepada kedua orang tua
- Saling membantu dan menolong anggota keluarga
- Empati kepada kondisi lingkungan sekitar
- Mengajak dan melakukan kebaikan kepada teman
- Memiliki perhatian kepada semua makhluk hidup 

MEMPERSIAPKAN DIRI MEMBANGUN MASYARAKAT
- Ikut kegiatan sosial kemasyarakat di lingkungan sekolah
- Ikut program baksti soaial / berbagi dengan semasa
- Jujur mengakui kesalahan dan mau meminta maaf
- Rajin dan tekun belajar, terus berlatih sampai bisa
- Tidak mengeluh, tidak menyerah, selalu bersemangat 

MENEPATI DASADARMA
- Menjalankan Dasa Darma dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab

AKSI  NYATA PENERAPAN DASADARMA
1. TAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA
Menjalankan perintah, menjauhi larangan, berdoa saat memulai dan mengakhiri kegiatan, selalu memperbaiki niat, patuh dan berbakti kepada orang tua, sayang kepada semua makhluk Allah, menghormati agama orang lain (toleransi).

2. CINTA ALAM DAN KASIH SAYANG SESAMA MANUSIA
Selalu menjaga kebersihan lingkungan (baik di rumah / sekolah), menjaga kelestarian alam (flora/fauna), membantu faqir miskin, yatim piatu, duafa dengan uang kita sendiri.

3. PATRIOT YANG SOPAN DAN KSATRIA
Belajar di sekolah dengan baik, gunakan fasilitas yang ada untuk menambah ilmu, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, membiasakan diri mengakui kesalahan dan membenarkan yang benar, peran serta dalam bela negara (memasang bendera, upacara, berdoa, menghormati lambang negara, memahami nilai luhur bangsa).

4. PATUH DAN SUKA BERMUSYAWARAH
Taat kepada orang tua, guru, dan pembina, menerima segala keputusan yang sudah disepakati, tidak mengambil keputusan dengan tergesa-gesa, selalu menepati janji, mematuhi peraturan, menghargai pendapat orang lain.

5. RELA MENOLONG DAN TABAH
Selalu menolong orang yang terkena musibah, tidak mengeluh, menolong tanpa diminta, empati terhadap lingkungan, pantang mundur menghadapi tantangan.

6. RAJIN, TERAMPIL DAN GEMBIRA
Membiasakan menyusun jadwal dalam kegiatan sehari-hari, mampu membuat kerajinan/hasta karya, selalu riang gembira dalam melakukan kegiatan/pekerjaan, membaca buku bermanfaat, tidak terlalu cepat menegur/menyalahkan, tidak menunda-nunda pekerjaan sampai besuk.

7. HEMAT, CERMAT, DAN BERSAHAJA
Tidak boros, hemat, sikap sederhana, tidak berlebihan, tepat waktu dalam hal shalat, tidak ceroboh, hemat air dan listrik, mengatur uang sendiri (menabung, menahan tidak menghabiskan).

8. DISIPLIN, BERANI, DAN SETIA
Mendahulukan kewajiban, berani mengambil keputusan, menjalani ibadah, belajar menilai keadaan, menaati peraturan, patuh dan membela.

9. BERTANGGUNG JAWAB DAN DAPAT DIPERCAYA
Tidak mengelakan amanat, jujur tidak mengada-ada, mengerjakan semua yang diperintahkan dengan tanggung jawab penuh, bertanggung jawab atas semua tindakan yang dilakukan, apa yang dikatakan bukan suatu karangan yang dibuat-buat.

10. SUCI DALAM PIKIRAN, PERKATAAN, DAN PERBUATAN
Selalu berfikir positif menghargai sikap dan pendapat orang lain, bisa menyumbangkan saran yang baik, berhati-hati mengendalikan diri mengucapkan kata/kalimat yang tidak pantas/perbuatan yang tidak baik, berupaya tidak melanggar norma agama/hukum, melihat dan memikirkan sesuatu dari sisi baiknya (hikmah).

Demikianlah penjelasan tentang Aksi Nyata Menerapkan Kode Kehormatan Pramuka. Semoga Bermanfaat. SALAM PRAMUKA. 

Bagikan: