"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

SDIT Robbani Juara 1 Olimpiade Matematika


Kemampuan dan penguasaan sains pelajar SD Kabupaten Malang diuji dalam seleksi Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kamis (12/3). Butuh kerja keras bagi peserta KSN SD kabupaten Malang ini untuk bisa memecahkan soal-soal standar olimpiade ini.

Setidaknya 50 butir soal harus dipecahkan peserta KSN SD tingkat Kabupaten Malang ini. Yakni, terdiri 20 soal mapel Matematika dan 30 soal mapel IPA. Masing-masing soal harus dipecahkan dalam waktu 60 menit.

"Bobot soal KSN ini memang sangat berat dan kompleks, dan biasa dikeluarkan pada olimpiade. Materi soal tidak seperti yang ada dalam materi tematik yang biasa dihadapi siswa di kelas. Hasil tes soal IPA lebih bagus, sementara Matematika masih sangat rendah," demikian Kepala Bidang Pendidikan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono, Kamis (12/3) sore.

Menurutnya, hasil kompetisi yang didapatkan peserta ini bisa dimaklumi. Terlebih, lanjut Slamet, tidak ada kisi-kisi soal yang sengaja dikeluarkan sebagai bahan belajar siswa.

"Soal langsung dari pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Bahkan, kunci jawaban soal KSN baru kami terima saat kompetisi berlangsung. Ya, bisa jadi kesukaran soal KSN seperti apa tidak terbayangkan oleh peserta," imbuh Slamet.

Sulitnya soal KSN SD ini juga diakui salah satu peserta, Hisyam Ahmad Abiyyu. Siswa SD Islam Terpadu Singosari ini mengaku hanya bisa mengerjakan 17 soal selama tes. Hisyam Ahmad sendiri tercatat sebagai peserta terbaik juara 1 mapel Matematika.

"Saya kerjakan 17 soal, dan yang terjawab benar hanya 8 soal. Paling sulit soal tentang geometri," kata Hisyam.

Dikatakan, soal sulit standar olimpiade sudah pernah dialami. Dan beruntung, ada banyak soal yang sudah dipelajarinya dalam latihan muncul saat kompetisi.

Dari hasil KSN SD Kabupaten Malang ini, didapati beberapa juara tiap mapel. Untuk mapel Matematika, skor tertinggi diraih Hisyam Ahmad Abiyyu dari SDIT Robbani (juara 1), Lery Ramadhani Prabowo dari SDN 2 Kepanjen (juara 2), dan Dzaki Dhia Ibrahim dari SDN Sempalwadak 5 Bululawang (juara 3).

Sedangkan, skor tertinggi mapel IPA diraih Rasendriya Raka Ardhana dari SDN 1 Kalirejo Lawang (juara 1), disusul Rahmadhani Septyessa dari SDN 1 Senggreng Sumberpucung (juara 2), dan Ridho Farhan Aditya dari SDN 1 Ngajum (juara 3). (amn/malangpostonline.com)






Bagikan:

Pelatihan 5R untuk Guru


SINGOSARI- Budaya 5R menjadi suatu program yang sangat penting bagi setiap individu dan lembaga. 5 R merupakan kepanjangan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. Masing-masing memiliki sasaran dan kata kunci yang berbeda-beda.

SDIT Robbani Singosari menyelenggarakan pelatihan 5R untuk semua guru. Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Malang dan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya. Peserta pelatihan ini selain dari semua guru SDIT Robbani Singosari, juga dari MI Ar-Rahmah Jabung

Pelatihan ini terselenggara selama 3 hari dari hari Kamis-Sabtu (30 Januari – 1 Februari 2020). Dimulai dari pukul 07.30 dan berakhir pukul 16.30 WIB. Pelatihan berlokasi di aula baru lantai 3 SDIT Robbani Singosari.

Dari kegiatan ini diharapkan semua guru memahami budaya 5 R dengan baik sehingga mampu diterapkan pada area kerja pribadi dan lembaga. Pelatihan ini dipandu oleh Coach Yuni dan Coach Zahro dari KPI Surabaya. 

Peserta dibagi menjadi 6 kelompok. Masing-masing kelompok harus membuat nama kelompok dan yel-yel kelompok. Selain itu, kami juga membuat komitmen agar mampu menjalankan 5 R pasca kegiatan pelatihan ini.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Pelatihan 5R untuk Guru:



























Bagikan:

Senam Ceria Jumat Sehat


SINGOSARI- Senam Ceria Jumat Sehat. Demikianlah kegiatan yang selalu kami lakukan setiap Jumat pagi. Kegiatan ini kami selenggarakan di lapangan sekolah mulai pukul 07.00 sampai pukul 07.30 WIB.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program kesiswaan SDIT Robbani Singosari yang berbentuk senam ceria, Jumat sehat dan bersih, potong kuku, cuci tangan, infaq Jumat, dan membawa bekal sayur dan buah.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengawalan terhadap pembentukan karakter santri. Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana menumbuhkan generasi yang salih, cerdas, dan adaptif sesuai dengan visi dan misi SDIT Robbani Singosari.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Peserta dari kegiatan ini adalah semua siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dan didampingi oleh semua pendidik.

Senam ceria Jumat sehat ini dipandu oleh seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) yang sudah berpengalaman dan sangat energik, yaitu ustadz
 Ragil Ramada Sunda, S.Or.

Memandu senam di depan para peserta, ustadz Ragil didampingi oleh para siswa putra kelas 6 untuk memberi contoh peserta lainnya.

Senam yang dilakukan adalah senam hasil kreasi resmi yang diluncurkan oleh pengurus pusat
 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. (ew)










Bagikan:

Apa Kata Mereka Setelah Selesai Ujian Sekolah (US)?

 
SINGOSARI- Ujian Sekolah (US) 2019 untuk kelas 6 SDIT Robbani Singosari telah usai. US ini dilaksanakan di tiga ruang kelas SDIT Robbani Singosari.

Ruang satu berisi 20 siswa, ruang dua berisi 12 siswa, dan ruang tiga berisi 10 siswa.

US telah berlangsung selama empat hari sejak Senin 13/5/2019 yang lalu. US kelas 6 ini merupakan rangkaian ujian akhir khusus untuk kelas 6 setelah pelaksanaan Ujian Nasional. Sejumlah 42 siswa kelas 6 mengikuti US ini.

Banyak perasaan yang dialami oleh para siswa setelah US ini selesai. Berikut beberapa penuturan dari siswa kelas 6 SDIT Robbani Singosari.

Menurut Salma: “rasanya lebih bebas setelah mengikuti rangkaian UN dan US”. Sedangkan menurut Rafif, dia merasa lebih gembira dan fresh karena tidak dibayang-bangi oleh soal lagi. (ew)

Berikut dokumentasi singkat pelaksanaan US kelas 6 SDIT Robbani Singosari:





Bagikan:

Senam JSIT (Instruktur: Ustadz Ragil Ramana Sunda, S.Or / Guru PJOK SDIT Robbani)

Bagikan:

Kegiatan Pramuka Penggalang: Memilah Sampah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Salam Pramuka...  

Senang rasanya bisa menyapa adik-adik semuanya. Semoga semuaanya dalam kondisi sehat dan tetap bersemangat. 

Mari awali kegiatan Pramuka kita hari ini dengan membaca Basmalah bersama-sama. Bismillahirrahmanirrahim… 
 

Kegiatan Pramuka kita hari ini mengambil satu tema yang ada di buku Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penggalang, yaitu Mengenal dan memilah sampah.

Baik mari simak penjelasan dan tugasnya berikut ini:
 

Sampah selalu menjadi masalah yang besar di lingkungan kita. Hampir setiap warga memberikan pasokan sampahnya masing – masing.

Banyaknya sampah yang tersebar juga merupakan sebuah kesadaran setiap warga terhadap lingkungan sekitar. Rasanya sangat menyedihkan apabila kita sedang menikmati lingkungan dan melihat banyak sampah yang berserakan.

Sampah bisa membuat suasana yang tadinya nyaman menjadi rusak seketika. Pada awalnya memang kesadaran warga terhadap sampah masih sangat jauh.

Sangat banyak sekali warga yang merasa tidak penting untuk membuang sampah pada tempatnya.

Namun, ketika mulai banyak gejala muncul di lingkungan yang diakibatkan oleh sampah menumpuk akhirnya membuat banyak warga menjadi sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan sangatlah meresahkan.

Hingga saat ini sudah mulai banyak warga yang akhirnya menyadari bahwa sampah adalah sesuatu yang harus diperhatikan dengan seksama. Gerakan untuk membuang sampah secara disiplin pada tempat sampah juga semakin ramai untuk digaungkan.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dari sampah itu? Agar kita bisa lebih memahami dan mengerti mengenai jenis dari sampah beserta dampaknya, maka pada kegiatan Pramuka Penggalang kali ini kita akan membahas beberapa hal:

1. Apa itu sampah?
Sampah adalah benda sisa yang tidak diinginkan / dipakai lagi setelah berakhirnya suatu proses / aktifitas.

2. Apa dampak sampah terhadap lingkungan?
Dampaknya antara lain: lingkungan menjadi kotor, bau, dan pengap. Menjadi tempat tinggal / sarang serangga. Menjadi pemicu munculnya penyakit.

3. Apa saja jenis-jenis sampah?

NO.

PEMBAGIAN

CONTOH

1

Berdasarkan bentuknya

Padat dan cair

2

Berdasarkan sumbernya

Manusia, alam, hewan, konsumsi, hasil limbah radioaktif, industri dan hasil tambang

3

Berdasarkan sifatnya

Organik, anorganik, dan bekas elektronik

4. Pada kesempatan ini, kita akan khusus membahas terkait sampah organik dan anorganik yang ada di rumah dan lingkungan kita.
Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari berbagai bahan organik dan mudah hancur terurai. Contohnya,  sampah siswa makanan, dedaunan, dll.

Selanjutnya, sampah anorganik adalah sampah yang dibuat oleh proses mesin dan sangatlah sulit untuk diuraikan.

Sampah anorganik membutuhkan pengolahan lagi agar bisa dimanfaatkan untuk menjadi seseuatu yang berbeda. Contohnya, plastik, kaleng, kertas, kaca, besi, kain, dll.

5. Lalu apa keuntungan memilah sampah?
Dengan memisahkan sampah di rumah kita berdasarkan sifatnya akan memberikan beberapa manfaat untuk kita semuanya. Antara lain:

1. Jika di rumah kita ada lahan yang cukup luas, sampah organik bisa kita kubur. Dengan begitu sampah akan membusuk dan hancur di dalam tanah. Tanah bekas sampah organik akan bisa kita gunakan sebagai pupuk dan media untuk tanah dalam pot.

 

2. Sampah anorganik yang sudah kita pisahkan dari sampah organik bisa kita gunakan untuk hasta karya, kerajinan, atau kita jual ke pengepul barang bekas.



 

3. Jika kita tidak bisa melakukan itu semuanya, minimal dengan memisahkan sampah organik dan anorgaik akan membantu petugas sampah yang mengambil sampah di lingkungan perumahan kita.

Sampah-sampah tersebut akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS). Di tempat tersebut, sampah-sampah dari warga akan dipilah-pilah sebelum diolah.

Sehingga, dengan kita memilah sampah organik dan anorganik di rumah akan sangat membantu pekerjaan petugas kebersihan.

6. Terakhir, apa yang bisa Pramuka lakukan?
Kita sebagai Pramuka harus peduli terhadap diri dan lingkungan kita. Sebagai bentuk pengamalan dari Dasa Darma yang berbunyi, Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

Mari bersama keluarga, buatlah 2 (dua) buah tempat sampah dari bahan bekas yang ada di rumah.

Cara membuatnya cukup sederhana. Cukup sediakan wadah bekas yang kita khususkan untuk tempat sampah, misalnya kaleng, kardus, ember, dll.

Masukkan kedalamnya sebuah kresek besar yang mampu menutupi wadah tersebut dan mampu menampung banyak sampah.

Sudah jadi deh. Tinggal kita nanti secara konsisten memasukkan sampah organik dan anorganik ke tempat yang berbeda. Tidak mencampurnya menjadi satu.

 

Meskipun kita belum sampai pada tahap mengolah sampah, dengan kita memilah sampah seperti ini, kita akan mampu memberikan manfaat yang sangat besar untuk diri kita, keluarga, dan lingkungan kita semuanya.

Tetap semangat
Salam Pramuka

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Selengkapnya silakan menyimak video berikut ini:




Bagikan:

WEBINAR: Yuk, Kenal Lebih Dekat dengan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK)

Pendidikan Kepramukaan menjadi ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah. Hal ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014. Pendidikan Kepramukaan dapat menjadi wadah pembentukan karakter dan kecakapan hidup peserta didik. Bagaimana model penerapan Pendidikan Kepramukaan yang dapat dilakukan di sekolah? Mari kita simak penjelasannya dalam webinar "Yuk, Kenal Lebih Dekat dengan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK)", webinar akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal: Senin, 30 Mei 2022
Waktu: Pukul 09.00 - 12.00 WIB Selamat menyimak webinar: Keynote Speech: Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd (Direktur Sekolah Dasar) Narasumber: 1. Ahmad Istajib (Pelatih Kwartir Daerah Jawa Tengah) 2. Oddo Hadinata (Tenaga Ahli Direktorat Sekolah Dasar) 3. Sahirno, S.Pd (Kepala SDN Kemasan 03, Kab. Sukoharjo) Moderator: Wety Yuliawati (Direktorat Sekolah Dasar) >>> Silakan isi link presensi untuk mendapatkan e- sertifikat. Berikut ini link presensinya DI SINI. >>> E-sertifikat akan dikirimkan ke email peserta yang telah mengisi link presensi. Berikut ini Materi Webinar: 1. Mengenal EWPK
2. Penerapan EWPK
3. Implementasi EWPK

Bagikan:

Peran Permainan Tradisional Rangku Alu dalam Aktivitas Pendidikan Jasmani


PERAN PERMAINAN TRADISIONAL RANGKU ALU
DALAM AKTIVITAS PENDIDIKAN JASMANI

Ragil Ramana Sunda, S.Or.
ragilsunda@gmail.com
Guru PJOK SDIT Robbani, Kab. Malang

Pendahuluan
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kesehatan, keterampilan motorik, dan nilai-nilai sosial melalui kegiatan fisik. Salah satu cara yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui permainan tradisional, di antaranya adalah permainan rangku alu. Permainan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat dalam pengembangan fisik dan mental siswa.

Pengenalan Permainan Rangku Alu

Rangku alu adalah permainan tradisional Indonesia yang biasa dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini melibatkan kecepatan, keseimbangan, koordinasi, dan kerja sama antar pemain. Rangku alu umumnya dimainkan di lapangan terbuka menggunakan alat berupa dua batang kayu yang diletakkan secara horizontal dan beberapa batang kayu kecil yang harus dilemparkan ke atas.



Berikut adalah beberapa ciri umum dari permainan tradisional:
1. Warisan Budaya: Permainan tradisional sering kali merupakan bagian dari warisan budaya suatu kelompok atau masyarakat. Mereka mungkin memiliki asal-usul sejarah atau legenda yang terkait dengan tradisi lokal.

2. Sederhana dan Alami: Permainan tradisional umumnya menggunakan alat yang sederhana dan mudah ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat. Beberapa permainan bahkan mungkin tidak memerlukan alat sama sekali.

3. 
Pendidikan Nilai-nilai Sosial: Permainan tradisional sering kali menyertakan unsur-unsur pendidikan nilai-nilai sosial seperti kerja sama, kejujuran, toleransi, dan saling menghormati. Mereka dapat menjadi sarana untuk mendidik anak-anak tentang norma-norma sosial.

4. Bentuk Aktivitas Fisik: Banyak permainan tradisional mengandung unsur aktivitas fisik, yang dapat membantu dalam pengembangan keterampilan motorik, kebugaran fisik, dan kesehatan.

5. 
Keunikan Lokal: Setiap daerah atau kelompok budaya mungkin memiliki permainan tradisional yang unik dan khas. Keberagaman ini mencerminkan keanekaragaman budaya di seluruh dunia.

Manfaat Permainan Rangku Alu dalam Pendidikan Jasmani

1. Pengembangan Keterampilan Motorik: Rangku alu melibatkan gerakan tubuh yang kompleks, seperti melompat, menghindar, dan melempar. Hal ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus mereka dengan cara yang menyenangkan.

2. 
Peningkatan Keseimbangan dan Koordinasi: Permainan ini memerlukan keseimbangan tubuh dan koordinasi mata-tangan yang baik. Siswa harus dapat mengontrol gerakan tubuh mereka dengan tepat untuk berhasil dalam permainan.

3. Pembentukan Mental dan Strategi: Rangku alu bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga melibatkan aspek mental. Siswa perlu merencanakan strategi, memperkirakan waktu, dan berpikir cepat untuk merespons perubahan kondisi permainan.

4. 
Pembelajaran Sosial: Permainan ini mempromosikan kerja sama tim, komunikasi, dan pengembangan nilai-nilai sosial. Siswa belajar bekerja bersama-sama, menghormati aturan, dan memahami peran masing-masing dalam tim.

5. Penanaman Nilai Budaya dan Tradisional: Mengenalkan permainan tradisional seperti rangku alu dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan siswa pada warisan budaya dan tradisional Indonesia. Hal ini mendukung upaya melestarikan nilai-nilai lokal.

Implementasi dalam Pembelajaran
1. Integrasi dalam Kurikulum: Rangku alu dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan jasmani sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler atau bahkan sebagai aktivitas rutin di kelas.

2. Pengembangan Kompetisi Antar Sekolah: Mengadakan kompetisi rangku alu antar sekolah dapat menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk terlibat dalam permainan ini. Ini juga menciptakan semangat kompetisi yang sehat di antara siswa. 

3. 
Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat: Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung permainan rangku alu dapat menjadi tambahan nilai positif, memperkuat hubungan antara sekolah, keluarga, dan komunitas.

Kesimpulan

Permainan tradisional seperti rangku alu memiliki potensi besar dalam meningkatkan aktivitas pendidikan jasmani. Selain memberikan manfaat fisik, permainan ini juga memperkaya nilai-nilai sosial dan budaya siswa. Dengan mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum, pendidikan jasmani dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang lebih holistik dan menyenangkan bagi generasi muda.


Daftar pustaka
Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Hidayat, A. (2015). Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Berbasis Permainan Tradisional di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 3(1), 47-60

Sugiyanto. (2014). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Deepublish

Purnomo, B. (2016). Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Kemendikbud. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Bagikan:

MENARIK: Pidato Mendikbudristek RI dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022

PIDATO
MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
DALAM PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL
2 MEI 2022

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu.

Saudara-saudariku sebangsa dan setanah air,

Selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya.

Hari ini, saudara-saudariku, adalah bukti. Bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia.

Kurikulum Merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena Asesmen Nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk “menghukum” guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar; supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.

Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka. Itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan pemajuan kebudayaan.

Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20. Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.

Para penggerak Merdeka Belajar di seluruh Indonesia yang saya banggakan,

Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar.

Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Wassalamualaikuın warahmatullahi wabarakatuh,
Om shanti, shanti, shanti, om,
Namo buddhaya.

Jakarta, 2 Mei 2022
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Nadiem Anwar Makarim

Bagikan: