Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.
SINGOSARI- Festival Kuliner Khas Nusantara Kelas 3. Begitulah kami menamainya. Kegiatan ini kami adakan di lobby lantai 2 SDIT Robbani Singosari.
Festival ini terselenggara pada hari Jumat (17/01/2020) pukul 07.30-12.30 pada jam kegiatan pembelajaran tematik.
Kegiatan ini sebagai bentuk aplikasi atau penerapan dari metode pembelajaran tematik di jenjang kelas 3 SDIT Robbani Singosari.
Festival ini melibatkan semua siswa kelas 3 yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 anak. Masing-masih kelompok telah ditentukan oleh guru tematik di jenjang kelas 3. Penentuan nama kelompok berdasarkan nama daerah di Indonesia.
Setiap kelompok harus membawa makanan dan atau minuman khas daerah yang telah ditentukan tersebut.
Jumlah makanan dan atau minuman tersebut maksimal berjumlah 15 biji dengan harga jual maksimal Rp 3.000 per biji.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Festival Kuliner Nusantara Kelas 3 SDIT Robbani Singosari:
Kemampuan dan penguasaan sains pelajar SD Kabupaten Malang diuji dalam seleksi Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kamis (12/3). Butuh kerja keras bagi peserta KSN SD kabupaten Malang ini untuk bisa memecahkan soal-soal standar olimpiade ini.
Setidaknya 50 butir soal harus dipecahkan peserta KSN SD tingkat Kabupaten Malang ini. Yakni, terdiri 20 soal mapel Matematika dan 30 soal mapel IPA. Masing-masing soal harus dipecahkan dalam waktu 60 menit.
"Bobot soal KSN ini memang sangat berat dan kompleks, dan biasa dikeluarkan pada olimpiade. Materi soal tidak seperti yang ada dalam materi tematik yang biasa dihadapi siswa di kelas. Hasil tes soal IPA lebih bagus, sementara Matematika masih sangat rendah," demikian Kepala Bidang Pendidikan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono, Kamis (12/3) sore.
Menurutnya, hasil kompetisi yang didapatkan peserta ini bisa dimaklumi. Terlebih, lanjut Slamet, tidak ada kisi-kisi soal yang sengaja dikeluarkan sebagai bahan belajar siswa.
"Soal langsung dari pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Bahkan, kunci jawaban soal KSN baru kami terima saat kompetisi berlangsung. Ya, bisa jadi kesukaran soal KSN seperti apa tidak terbayangkan oleh peserta," imbuh Slamet.
Sulitnya soal KSN SD ini juga diakui salah satu peserta, Hisyam Ahmad Abiyyu. Siswa SD Islam Terpadu Singosari ini mengaku hanya bisa mengerjakan 17 soal selama tes. Hisyam Ahmad sendiri tercatat sebagai peserta terbaik juara 1 mapel Matematika.
"Saya kerjakan 17 soal, dan yang terjawab benar hanya 8 soal. Paling sulit soal tentang geometri," kata Hisyam.
Dikatakan, soal sulit standar olimpiade sudah pernah dialami. Dan beruntung, ada banyak soal yang sudah dipelajarinya dalam latihan muncul saat kompetisi.
Dari hasil KSN SD Kabupaten Malang ini, didapati beberapa juara tiap mapel. Untuk mapel Matematika, skor tertinggi diraih Hisyam Ahmad Abiyyu dari SDIT Robbani (juara 1), Lery Ramadhani Prabowo dari SDN 2 Kepanjen (juara 2), dan Dzaki Dhia Ibrahim dari SDN Sempalwadak 5 Bululawang (juara 3).
Sedangkan, skor tertinggi mapel IPA diraih Rasendriya Raka Ardhana dari SDN 1 Kalirejo Lawang (juara 1), disusul Rahmadhani Septyessa dari SDN 1 Senggreng Sumberpucung (juara 2), dan Ridho Farhan Aditya dari SDN 1 Ngajum (juara 3). (amn/malangpostonline.com)
SINGOSARI- Budaya 5R menjadi suatu program yang sangat penting bagi setiap individu dan lembaga. 5 R merupakan kepanjangan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. Masing-masing memiliki sasaran dan kata kunci yang berbeda-beda.
SDIT Robbani Singosari menyelenggarakan pelatihan 5R untuk semua guru. Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Malang dan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya. Peserta pelatihan ini selain dari semua guru SDIT Robbani Singosari, juga dari MI Ar-Rahmah Jabung.
Pelatihan ini terselenggara selama 3 hari dari hari Kamis-Sabtu (30 Januari – 1 Februari 2020). Dimulai dari pukul 07.30 dan berakhir pukul 16.30 WIB. Pelatihan berlokasi di aula baru lantai 3 SDIT Robbani Singosari.
Dari kegiatan ini diharapkan semua guru memahami budaya 5 R dengan baik sehingga mampu diterapkan pada area kerja pribadi dan lembaga. Pelatihan ini dipandu oleh Coach Yuni dan Coach Zahro dari KPI Surabaya. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok. Masing-masing kelompok harus membuat nama kelompok dan yel-yel kelompok. Selain itu, kami juga membuat komitmen agar mampu menjalankan 5 R pasca kegiatan pelatihan ini.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Pelatihan 5R untuk Guru:
SINGOSARI- Senam Ceria Jumat Sehat. Demikianlah kegiatan yang selalu kami lakukan setiap Jumat pagi. Kegiatan ini kami selenggarakan di lapangan sekolah mulai pukul 07.00 sampai pukul 07.30 WIB.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program kesiswaan SDIT Robbani Singosari yang berbentuk senam ceria, Jumat sehat dan bersih, potong kuku, cuci tangan, infaq Jumat, dan membawa bekal sayur dan buah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengawalan terhadap pembentukan karakter santri. Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana menumbuhkan generasi yang salih, cerdas, dan adaptif sesuai dengan visi dan misi SDIT Robbani Singosari. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Peserta dari kegiatan ini adalah semua siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dan didampingi oleh semua pendidik.
Senam ceria Jumat sehat ini dipandu oleh seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) yang sudah berpengalaman dan sangat energik, yaitu ustadzRagil Ramada Sunda, S.Or. Memandu senam di depan para peserta, ustadz Ragil didampingi oleh para siswa putra kelas 6 untuk memberi contoh peserta lainnya.
SINGOSARI- Ujian Sekolah (US) 2019 untuk kelas 6 SDIT Robbani Singosari telah usai. US ini dilaksanakan di tiga ruang kelas SDIT Robbani Singosari.
Ruang satu berisi 20 siswa, ruang dua berisi 12 siswa, dan ruang tiga berisi 10 siswa.
US telah berlangsung selama empat hari sejak Senin 13/5/2019 yang lalu. US kelas 6 ini merupakan rangkaian ujian akhir khusus untuk kelas 6 setelah pelaksanaan Ujian Nasional. Sejumlah 42 siswa kelas 6 mengikuti US ini.
Banyak perasaan yang dialami oleh para siswa setelah US ini selesai. Berikut beberapa penuturan dari siswa kelas 6 SDIT Robbani Singosari.
Menurut Salma: “rasanya lebih bebas setelah mengikuti rangkaian UN dan US”. Sedangkan menurut Rafif, dia merasa lebih gembira dan fresh karena tidak dibayang-bangi oleh soal lagi. (ew)
Berikut dokumentasi singkat pelaksanaan US kelas 6 SDIT Robbani Singosari:
Senang rasanya bisa menyapa adik-adik semuanya. Semoga semuaanya dalam kondisi sehat dan tetap bersemangat. Mari awali kegiatan Pramuka kita hari ini dengan membaca Basmalah bersama-sama. Bismillahirrahmanirrahim…
Kegiatan Pramuka kita hari ini mengambil satu tema yang ada di buku Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penggalang, yaitu Mengenal dan memilah sampah. Baik mari simak penjelasan dan tugasnya berikut ini: Sampah selalu menjadi masalah yang besar di lingkungan kita. Hampir setiap warga memberikan pasokan sampahnya masing – masing.
Banyaknya sampah yang tersebar juga merupakan sebuah kesadaran setiap warga terhadap lingkungan sekitar. Rasanya sangat menyedihkan apabila kita sedang menikmati lingkungan dan melihat banyak sampah yang berserakan. Sampah bisa membuat suasana yang tadinya nyaman menjadi rusak seketika. Pada awalnya memang kesadaran warga terhadap sampah masih sangat jauh.
Sangat banyak sekali warga yang merasa tidak penting untuk membuang sampah pada tempatnya.
Namun, ketika mulai banyak gejala muncul di lingkungan yang diakibatkan oleh sampah menumpuk akhirnya membuat banyak warga menjadi sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan sangatlah meresahkan. Hingga saat ini sudah mulai banyak warga yang akhirnya menyadari bahwa sampah adalah sesuatu yang harus diperhatikan dengan seksama. Gerakan untuk membuang sampah secara disiplin pada tempat sampah juga semakin ramai untuk digaungkan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dari sampah itu? Agar kita bisa lebih memahami dan mengerti mengenai jenis dari sampah beserta dampaknya, maka pada kegiatan Pramuka Penggalang kali ini kita akan membahas beberapa hal: 1. Apa itu sampah? Sampah adalah benda sisa yang tidak diinginkan / dipakai lagi setelah berakhirnya suatu proses / aktifitas. 2. Apa dampak sampah terhadap lingkungan? Dampaknya antara lain: lingkungan menjadi kotor, bau, dan pengap. Menjadi tempat tinggal / sarang serangga. Menjadi pemicu munculnya penyakit. 3. Apa saja jenis-jenis sampah?
NO.
PEMBAGIAN
CONTOH
1
Berdasarkan bentuknya
Padat dan cair
2
Berdasarkan sumbernya
Manusia, alam, hewan, konsumsi, hasil limbah radioaktif, industri dan hasil tambang
3
Berdasarkan sifatnya
Organik, anorganik, dan bekas elektronik
4. Pada kesempatan ini, kita akan khusus membahas terkait sampah organik dan anorganik yang ada di rumah dan lingkungan kita. Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari berbagai bahan organik dan mudah hancur terurai. Contohnya, sampah siswa makanan, dedaunan, dll. Selanjutnya, sampah anorganik adalah sampah yang dibuat oleh proses mesin dan sangatlah sulit untuk diuraikan.
Sampah anorganik membutuhkan pengolahan lagi agar bisa dimanfaatkan untuk menjadi seseuatu yang berbeda. Contohnya, plastik, kaleng, kertas, kaca, besi, kain, dll. 5. Lalu apa keuntungan memilah sampah? Dengan memisahkan sampah di rumah kita berdasarkan sifatnya akan memberikan beberapa manfaat untuk kita semuanya. Antara lain: 1. Jika di rumah kita ada lahan yang cukup luas, sampah organik bisa kita kubur. Dengan begitu sampah akan membusuk dan hancur di dalam tanah. Tanah bekas sampah organik akan bisa kita gunakan sebagai pupuk dan media untuk tanah dalam pot.
2. Sampah anorganik yang sudah kita pisahkan dari sampah organik bisa kita gunakan untuk hasta karya, kerajinan, atau kita jual ke pengepul barang bekas.
3. Jika kita tidak bisa melakukan itu semuanya, minimal dengan memisahkan sampah organik dan anorgaik akan membantu petugas sampah yang mengambil sampah di lingkungan perumahan kita.
Sampah-sampah tersebut akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS). Di tempat tersebut, sampah-sampah dari warga akan dipilah-pilah sebelum diolah.
Sehingga, dengan kita memilah sampah organik dan anorganik di rumah akan sangat membantu pekerjaan petugas kebersihan. 6. Terakhir, apa yang bisa Pramuka lakukan? Kita sebagai Pramuka harus peduli terhadap diri dan lingkungan kita. Sebagai bentuk pengamalan dari Dasa Darma yang berbunyi,Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Mari bersama keluarga, buatlah 2 (dua) buah tempat sampah dari bahan bekas yang ada di rumah.
Cara membuatnya cukup sederhana. Cukup sediakan wadah bekas yang kita khususkan untuk tempat sampah, misalnya kaleng, kardus, ember, dll.
Masukkan kedalamnya sebuah kresek besar yang mampu menutupi wadah tersebut dan mampu menampung banyak sampah.
Sudah jadi deh. Tinggal kita nanti secara konsisten memasukkan sampah organik dan anorganik ke tempat yang berbeda. Tidak mencampurnya menjadi satu.
Meskipun kita belum sampai pada tahap mengolah sampah, dengan kita memilah sampah seperti ini, kita akan mampu memberikan manfaat yang sangat besar untuk diri kita, keluarga, dan lingkungan kita semuanya. Tetap semangat Salam Pramuka
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Selengkapnya silakan menyimak video berikut ini: