"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Adab Pergaulan Lawan Jenis

Pergaulan remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus modern yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang khususnya remajanya pada saat ini. 

Ini sangat mengkhawatirkan Bangsa karena ditangan generasi mudalah Bangsa ini akan dibawa, dan baik buruknya Bangsa ini sangat tergantung dengan generasi muda.

Masa muda merupakan masa sempurnanya pertumbuhan fisik dan kekuatan seorang manusia. Ia merupakan nikmat besar dari Allah Ta’ala yang akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat kelak. 

Karenanya, setiap orang harus memanfaatkannya secara optimal dalam amal shaleh guna meraih ridha Allah SWT. Di saat yang sama, masa muda juga penuh dengan godaan untuk memperturutkan hawa nafsu. 

Seorang pemuda banyak mengalami gejolak pikiran dan jiwanya, yang membuatnya mudah terjerumus ke dalam keburukan dan kesesatan yang dibisikkan setan.

Remaja pada fitrahnya adalah makhluk yang membutuhkan hubungan atau interaksi sosial. Salah satu godaan yang amat besar pada usia remaja adalah “rasa ketertarikan terhadap lawan jenis”.

Namun sebelum hal itu terjadi ada hal yang mampu kita lakukan agar tak muncul rasa-rasa yang seharusnya belum dirasa pada masa muda yang indah ini. Yakni salah satunya dengan memperhatikan adab pergaulan.

A. Teori Pendukung
1. Dalam hadits Rasulullah SAW
”Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)

2. Dari Umar bin Khattab
Beliau berkhutbah di hadapan 
manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya". (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

B. Batasan adab -adab bergaul dengan lawan jenis:
1. Dilarang untuk berkholwat (berdua-duan)
2. Menundukkan pandangan
3. Menjaga aurat terhadap lawan jenis
4. Tidak boleh ikhtilat (campur baur antara wanita dan pria)

C. Dampak dari bergaul tanpa memperhatikan adab:
Bagi diri remaja itu sendiri
Akibat dari pergaulan yang tidak memperhatikan adabnya, akan berdampak bagi diri sendiri dan sangat merugikan. Walaupun perbuatan itu dapat memberikan suatu kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan sesaat saja. Kenakalan yang dilakukan yang dampaknya bagi fisik yaitu seringnya terserang berbagai penyakit karena karena gaya hidup yang tidak teratur. 

Sedangkan dalam segi mental maka pelaku kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada memtal-mental yang lembek, berfikirnya tidak stabil dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi moral dan endingnya akan menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan terus berlangsung selama tidak ada yang mengarahkan.

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Ingat, tidaklah seseorang dari kalian berduaan dengan wanita, kecuali setanlah pihak ketiganya.”

Betapa banyaknya keadaan-keadaan yang kemudian berujung ke jurang perbuatan keji. Penyebabnya adalah meremehkan perintah-perintah Allah dan Rasulullah serta berduaan dengan lawan jenis tanpa adanya mahram.

Terkadang setan (baik dari jenis jin maupun manusia) menghiasi perbuatan khalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis ini dalam bentuk yang seolah baik, mereka menampakkan bahwa urusan khalwat tidaklah berat, agar laki-laki dan wanita terjerembab ke jurang perbuatan keji.

Setiap pemuda haruslah waspada dari perbuatan berkhalwat seperti ini, berhentilah di batas yang Allah tetapkan, dan janganlah melanggarnya.

Allahu a'lam.

Bagikan:

Larangan Menipu


Hidup di dunia yang usianya kian hari kian dekat dengan masa 
kehancurannya ini memang sangat menguras tenaga untuk menjaga iman. Godaan kenikmatan dunia yang semu begitu kuatnya. Hingga tak sedikit manusia yang menghalalkan berbagai cara demi merengkuh kenikamatan dunia yang sementara itu.

Berbuat jahat, curang, korupsi, juga menipu, seakan menjadi amal yang sudah mendarah daging bagi sebagian besar manusia. Tidak merasa bersalah ketika melakukan kecurangan dan tidak takut akan siksa ataupun hukuman Allah bagi para pelakunya.

Menipu, tentu kita pahami bersama bahwa itu merupakan perbuatan tercela. Perbuatan orang-orang munafik, yang senantiasa berdusta dalam kesehariannya. Dan Islam tentu menolak keras perbuatan menipu ini.

Tidak ada Islam ajarkan kepada umatnya boleh melakukan kecurangan, kedustaan yang menipu termasuk ke dalamnya. Yang Islam ajarkan adalah kejujuran. 

Memerintahkan agar umatnya berlaku jujur dalam segala amal. Dengan berlaku jujur akan membawa kepada kebaikan. Rasulullah SAW bersadba:

Dari Ibnu Mas‘ud ra, dari Nabi Saw beliau bersabda: "Sesungguhnya kejujuran itu akan menuntun kepada kebaikan; sesungguhnya kebaikan itu akan menuntun ke surga. Dan sesungguhnya orang yang senantiasa berlaku jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya dusta itu akan menutun kepada keburukan; sesungguhnya keburukan itu akan menuntun kepada neraka; dan sesungguhnya orang yang senantiasa berdusta akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." (HR Bukhari-Muslim)

Dari hadits di atas, Rasulullah mengabarkan kepada kita semua umatnya bahwa jika kita ingin kebaikan dan surga maka jujurlah. Dan bagi pendusta disediakan untuknya siksa neraka. 

Maka kembali kepada kita semua, mau pilih yang mana?

Menipu juga termasuk perbuatan dusta. Maka bagi siapa yang menipu maka siksa neraka menunggu. Di dunia ini, Allah telah sampaikan bahwa dalam tiap diri manusia itu ada dua kecenderungan. Yaitu kecenderungan berbuat baik dan kecenderunganberbuat jahat. Dan hal ini kembali menjadi pilihan bagi manusia ingin menguatkan kecenderungan yang mana. 

Allah swt berfirman: "Dan demikianlah pada setiap negeri Kami Jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya." (QS Al An‘am: 123)

Menurut sebagian mufasir, akābira mujrimīhā pada ayat di atas artinya ialah para penjahat-penjahat besar.

Banyak rupa yang termasuk kategori perbuatan menipu; diantaranya jika dalam jual beli pedagang mengurangi takaran, atau memberikan barang yang rusak kepada para pembelinya. 

Perbuatan menipu tentu amat merugikan orang lain, dan Islam sangat menolak perbuatan tercela ini. Rasulullah saw bersabda, "Dan barangsiapa menipu kami, maka dia bukan golongan kami."

Selain merugikan orang lain, menipu juga akan merugikan diri si penipu itu sendiri. Ia akan kehilangan kepercayaan dari orang lain dan akan ditinggalkan oleh orang lain. Hidupnya akan semakin sempit dan terus saja merugi. 

Allahu a‘lam.

Bagikan:

Lemah Lembut dan Berperilaku Baik


Mukmin yang baik adalah yang seluruh kehidupannya terpenuhi oleh nilai-nilai 
islam mulai dari Aqidah, Ibadah yang shohih, dan akhlak yang baik. Salah satu contoh akhlak yang terpuji adalah bersikap lemah lembut yang termuat dalam hadits Nabi SAW:

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah Maha lembut dan menyukai kelembutan. Allah SWT memberi kepada orang yang lemah lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang berlaku kasar.”

Islam menginginkan ummatnya menjadi manusia berkarakter lemah lembut sebagai salah satu tata cara pergaulan ditengah masyarakat, karena Allah telah menyiapkan hikmah dibalik sikap lemah lembutnya seorang muslim.

1. Allah Maha Lembut
Allah merupakan sumber dari segala sumber termasuk segala kebaikan di muka bumi ini. Akhlak mulia bernama lemah lembut sesungguhnya merupakan salah satu sifat Allah yang Maha Lembut terhadap semua hambaNya. 

Lemah lembut tidak sama dengan lemah atau tidak memiliki kekuatan, karena Allah Maha berkehendak dan kuasaNya memenuhi alam semesta. 

Kemahalembutan Allah terlihat dari berbagai kesempatan yang Allah berikan khususnya kepada hambaNya yaitu manusia ketika manusia melakukan kesalahan. 

Allah tidak senantiasa menghukum namun tetap memberikan kesempatan pun Allah tidak akan membebani suatu kaum dengan beban yang tidak sanggup ditopangnya.

2. Allah mencintai hamba yang berlemah lembut
Allah yang Maha lembut juga menampakkan kelemahlembutannya dengan mencintai manusia yang berlaku lemah lembut. Allah menampakkan kecintaannya kepada Nabi SAW karena beliau merupakan pribadi lemah lembut yang sangat menawan. 

Allah juga mencintai para Sahabat Nabi SAW yang juga memiliki sifat yang sama dengan Nabi SAW yaitu sikap lemah lembut. Setiap mukmin memiliki kesempatan yang sama seperti yang Nabi SAW dan para sahabatnya dapatkan yaitu mendapatkan cinta dari Allah karena bersikap lemah lembut.

Mukmin yang baik akan selalu memiliki keputusan bijak untuk berlemah lembut kepada sesama manusia, alam, dan dirinya sendiri. Lemah lembut terhadap sesama muslim merupakan yang utama seperti yang Nabi SAW contohkan yaitu selalu bersikap lemah lembut kepada sesama muslim, senantiasa berkata baik dan halus. 

Nabi SAW tidak pernah berkata atau bersikap kasar terhadap saudaranya maupun musuhnya. Hendaknya sikap ini kita tiru agar kita termasuk ummat muslim yang baik.

3. Buah dari sikap lemah lembut
Allah telah berjanji akan memberikan hikmah dibalik sikap lemah lembutnya seorang muslim, diantaranya adalah kecintaan masyarakat terhadap mereka yang berlaku lembut. 

Masyarakat akan cenderung menyukai seseorang yang selalu berlaku lembut dan berkata sopan dibandingkan seseorang yang suka berkata kasar atau berperangai kasar.

Allah juga memberikan ketenangan hati kepada mereka yang berlaku lemah lembut karena orang berlemah lembut cenderung stabil emosinya sehingga kehidupannya tenang.

Kisah Rasulullah SAW
Suatu hari Nabi SAW pernah melewati rumah seorang nenek yahudi. Perangai nenek tersebut sangatlah buruk, karena setiap kali Nabi SAW melewati rumahnya sang nenek selalu meludahi Nabi SAW, sungguh sifat yang begitu buruk terhadap sesama manusia.

Setiap kali Nabi SAW melewati tempat tersebut selalu mendapatkan hal yang sama. Sampai suatu hari nenek tersebut tidak meludahi Nabi SAW ketika beliau melewati rumah sang Nenek. 

Nabi SAW merasa bingung dan akhirnya bertanya kepada tetangga sang nenek, ternyata jawabnya adalah sang nenek sedang sakit keras dan belum ada seorangpun yang menjenguk. 

Mengetahui hal tersebut Nabi SAW langsung pulang kerumah dan meminta kepada istrinya agar dimasakkan masakan yang enak. Setelah masakan selesai kemudian Nabi SAW menuju rumah nenek tersebut dan menjenguknya serta memberikan hadiah masakan yang enak tersebut. 

Sang nenek terkejut dan merasa terharu karen orang selama ini disakitinya malah menjadi orang yang pertama dan satu-satunya yang menjenguk nenek tersebut serta membawakan makanan yang dibutuhkan, sampai akhirnya nenek tersebut bersyahadat dan mengesakan Allah karena sikap lemah lembut Nabi  Muhammad SAW.

Allahu a'lam.

Bagikan:

Mengenal Sandi Kotak Pramuka dan Cara Penggunaannya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Salam Pramuka...!!!

Adik-adik semuanya, terus sehat dan semangat ya... Berjumpa lagi dengan Latihan Pramuka Online... Kali ini kita akan mengenal Sandi Kotak Pramuka dan cara penggunaannya.

Tujuan giat ini adalah menuntaskan kompetensi kecakapan peserta Pramuka yang ada di dalam SKU (Syarat Kecakapan Umum), yaitu:

1. Penggalang Ramu: Mengenal macam-macam sandi.
2. Penggalang Rakit: Dapat membuat dan menerjemahkan sandi.

Ketika membicarakan tentang sandi yang ada pada pramuka, ternyata ada yang namanya Sandi Kotak lho. Ya, mungkin dari segi popularitas sandi ini tidak sefamiliar sandi Mose dan Semaphore.

Apa Itu Sandi Pramuka?
Nah, sebelum membahas lebih jauh tentang sandi kotak, kami mau memberi sekilas penjelasan tentang sandi pramuka, nih. 

Tujuan dari mempelajari sandi pramuka adalah untuk melatih seseorang dan kelompok dalam membangun kerjasama, ketelitian dan juga masalah yang dihadapi.

Selain itu, sandi juga memiliki fungsi untuk mengode suatu kata, yang bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Bahkan, bisa juga menjadi hal yang menyenangkan, seperti untuk bermain pesan tersembunyi dengan teman. 

Uniknya lagi, sandi juga bisa digunakan untuk menulis buku harian pribadi, supaya tidak diketahui banyak orang tentang isinya.

Pembagian Sandi Kotak
Untuk sandi kotak sendiri sebenarnya terbagi atas 3 jenis, yaitu: 
Sandi kotak 1, Sandi kotak 2, dan Sandi kotak 3. 

Ada alasannya mengapa sandi ini dinamakan sandi kotak. Ada yang sudah tahu?

Ternyata, alasannya adalah karena sandi kotak terdiri dari huruf-huruf yang menjadi kode dalam sebuah kotak berbentuk menyilang dan vertikal horizontal, yang terdiri dari sembilan kotak.

SANDI KOTAK 1
Huruf A sampai R berada di dalam kotak vertikal horizontal dengan susunan menyamping mulai dari kotak 1 AB, 2 SD, 3 EF, 4 GH, 5 IJ, 6 KL, 7 MN, 8 OP, 9 QR. Sedangkan ST, UV, WX, dan YZ berada pada kotak dengan bentuk menyilang.

Masing-masing dalam kotak vertikal horizontal terdiri dari dua huruf. Bedanya terletak pada titik yang menyertai huruf kedua dari setiap kotak. Misal AB, maka titiknya berada di titik B. 

Begitu pun pada kotak menyilang, setiap kotak terdiri dari dua huruf dengan satu titik di huruf keduanya. Misal ST, maka titik berada pada huruf T.


(Sumber gambar: thegorbalsla.com)

Lalu, kamu pasti bertanya-tanya, gimana sih penggunaaan sandi kotak? 

Nah, penggunaan sandi kotak satu adalah dengan cara memecah kotak-kotak baik yang berbentuk vertikal horizontal maupun menyilang. 

Jika kamu hendak menggunakan huruf A, karena A berada di kotak pertama, maka kamu dapat membentuk garis siku-siku. Adapun B, karena ia bergandengan dengan A, maka gambar garis siku-siku dengan titik di dalamnya.

SANDI KOTAK 2
Pada dasarnya sandi kotak 2 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang telah dijelaskan pada sandi kotak 1.  

Perbedaannya ada dalam satu kotak diisi oleh 3 huruf alfabet. Jadi, untuk membedakannya bisa kita lihat dari model titik yang ada. 


(Sumber gambar: thegorbalsla.com)

Lalu, selain itu jika pada sandi kotak 1 terdiri dari dua macam kotak, vertikal horizontal dan menyilang, nah pada sandi kotak 2 hanya terdapat satu kotak yang berbentuk vertikal horizontal. Dalam kotak vertikal horizontal ini dibagi menjadi sembilan kotak dengan masing-masing tiga huruf di dalamnya.

SANDI KOTAK 3
Kalau sandi kotak 3 merupakan salah satu sandi kotak yang memiliki bentuk unik. Coba deh kamu perhatikan, kalau dibandingkan dengan bentuk dari sandi kotak 1 dan 2, sandi kotak 3 agak sedikit rumit. Hal tersebut karena kita harus benar-benar hafal di mana letak  hurufnya untuk kemudian dijadikan sebagai simbol.

Jika diuraikan, bentuk sandi kotak 3 ini merupakan perpaduan antara kotak vertikal horizontal dan kotak yang berbentuk persegi empat belah ketupat di mana setiap huruf alfabetnya menyebar.




(Sumber gambar: thegorbalsla.com)

Setelah kita mengetahui penjelasan dari masing-masing sandi kotak, pastinya sekarang kalian sudah bisa membaca maupun membuat sandi kotak dengan lebih mudah, bukan?  Yuk, kita coba! Allahu a'lam.

Sumber: Pramuka.co.id | Quipper.com

Bagikan:

Penggunaan Kata Neither-Nor dalam Bahasa Inggris


Berikut ini penjelasan terkait penggunaan Kata Neither-Nor dalam Bahasa Inggris.

Kedua kata ini (neither-nor) digunakan untuk mengungkapkan tentang sebuah keputusan tidak memilih di antara dua kemungkinan atau lebih. Biasanya pembicara menggunakan neither-nor untuk menyatakan bahwa dia tidak memilih salah satu dari 2 atau lebih kemungkinan tersebut. 

CONTOH PENGGUNAAN

I don't like pizza. 
(Saya tidak suka piza)

don't like spaghetti. 
(Saya tidak suka spageti)

Digabungkan menjadi: 
I like neither pizza nor spaghetti. 
(Saya 
tidak suka piza ataupun spageti)

***

You 
don't buy a T-shirt. 
(Kamu tidak membeli kaos)

You 
don't buy  a hat. 
(Kamu tidak membeli topi)

Digabungkan menjadi:
You buy neither a T-shirt nor a hat. 
(Kamu 
tidak membeli kaos ataupun topi)

***

My father doesn't prefers a car. 
(Ayahku 
tidak menyukai sebuah mobil)

My father 
doesn't prefers a motor cycle. 
(Ayahku tidak menyukai sepeda motor)

Digabungkan menjadi:
My father prefers neither a car nor a motor cycle. 
(Ayahku 
tidak menyukai sebuah mobil ataupun sepeda motor)


Sumber:
Azar, Betty Schrampfer. Understanding and Using English Grammar. 1989. New Jersey: Prentice Hall Regents

Swan, Michael. Practical English Usage. 1980. Oxford: Oxford University Press

 

BACA JUGA:
Penggunaan Kata There Is dan There Are
Penggunaan Kata Both-And dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Kata Either-Or dalam Bahasa Inggris
Penggunaan Kata Neither-Nor dalam Bahasa Inggris


Bagikan:

Nama-Nama Hari Dalam Bahasa Inggris

Semangat pagi semuanya... Semoga masih tetap sehat, semangat, dan memberi manfaat bagi semuanya ya...

Hari ini kita akan belajar dan memahami nama-nama hari dalam Bahasa Inggris.

1. Minggu >>> SUNDAY

2. Senin >>> MONDAY

3. Selasa >>> TUESDAY

4. Rabu >>> WEDNESDAY

5. Kamis >>> THURSDAY

6. Jumat >>> FRIDAY

7. Sabtu >>> SATURDAY


Simak videonya berikut ini: 

Video 1:


Video 2:

Demikian nama-nama hari dalam Bahasa Inggris. Semoga meskipun singkat ini bisa memberikan manfaat bagi kita semuanya. 

Allahu a'lam...

Bagikan:

Saat Pemerintah Daerah Diberikan Kewenangan Penuh Menentukan Izin Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap 2021

(Sumber gambar: gtk.kemdikbud.go.id)

Pemerintah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. 

Dalam SKB tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya. 

Pemberian kewenangan penuh dalam menentukan izin pembelajaran tatap muka tersebut berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, di bulan Januari 2021.

Penyesuaian kebijakan ini diambil sesuai hasil evaluasi yang dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait serta masukan dari para kepala daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan yang menyatakan bahwa walaupun pembelajaran jarak jauh sudah terlaksana dengan baik, tetapi terlalu lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka akan berdampak negatif bagi anak didik. 

Kendala tumbuh kembang anak serta tekanan psikososial dan kekerasan terhadap anak yang tidak terdeteksi juga turut menjadi pertimbangan.

Pemberian izin pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara serentak dalam satu wilayah kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan dan/atau desa/kelurahan. 

“Pengambilan kebijakan pada sektor pendidikan harus melalui pertimbangan yang holistik dan selaras dengan pengambilan kebijakan pada sektor lain di daerah,” terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, pada pengumuman SKB Empat Menteri tersebut, secara virtual, Jumat (20/11/2020). 

Pada kesempatan ini, Mendikbud menegaskan bahwa keputusan pemerintah pusat ini adalah berdasarkan permintaan daerah. 

“Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk mengizinkan pembelajaran tatap muka merupakan permintaan daerah. Kendati kewenangan ini diberikan, perlu saya tegaskan bahwa pandemi belum usai. Pemerintah daerah tetap harus menekan laju penyebaran virus korona dan memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Mendikbud mengingatkan agar pemerintah daerah menimbang situasi pandemi dengan matang sebelum memberikan izin pembelajaran tatap muka. 

Lebih lanjut, Mendikbud menyatakan prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 tidak berubah. 

Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat tetap merupakan prioritas utama. 

Oleh karena itu, meski pemerintah daerah diberikan kewenangan penuh, kebijakan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara berjenjang, mulai dari penentuan pemberian izin oleh pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag, pemenuhan daftar periksa oleh satuan pendidikan, serta kesiapan menjalankan pembelajaran tatap muka. 

“Orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan. Bagi orang tua yang tidak menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka, peserta didik dapat melanjutkan pembelajaran dari rumah secara penuh,” ujar Mendikbud.

SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 mengatur penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah. Panduan penyelenggaraan pendidikan tinggi akan diumumkan selanjutnya.

Koordinasi Pemerintah Pusat Dukung Pemerintah Daerah
Pengumuman panduan penyelenggaraan ini dilakukan segera agar pemerintah daerah dapat bersiap dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan. 

Mendukung dikeluarkannya SKB Empat Menteri ini, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono, mengatakan pentingnya SKB Empat Menteri yang diumumkan hari ini.

“Kesehatan dan keselamatan adalah yang utama. Kesiapan satuan pendidikan perlu menjadi perhatian. Saya berharap para bupati dan wali kota dapat mendorong semua sekolah melakukan kesiapan pembelajaran tatap muka. Kesuksesan implementasi tidak terlepas dari komitmen kita bersama, khususnya pemeritah daerah,” kata Sartono saat membacakan pesan Menteri Koordinator Bidang PMK, Muhadjir Effendy.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyampaikan pula dukungan atas kebijakan yang diumumkan ini. 

“Satgas Covid-19 mendukung SKB Empat Menteri dalam membuat ketentuan pembelajaran di masa pandemi ini karena banyaknya kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ). Peta zonasi risiko dari Satgas Covid-19 Nasional tidak lagi menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka,” jelasnya. 

“Ke depan, pemerintah daerah sebagai pihak yang paling tahu kondisi di lapangan, perlu mengambil peran dan kewenangan penuh untuk menentukan model pembelajaran yang paling sesuai dengan wilayahnya masing-masing. Kebijakan ini adalah langkah yang sangat bijaksana,” imbuh Kepala BNPB.

Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, mendukung langkah-langkah yang dilakukan dunia pendidikan dengan dikeluarkannya SKB Empat Menteri ini dan mengingatkan agar pemerintah daerah tetap menerapkan protokol kesehatan. 

“Pada prinsipnya Kemendagri mendukung. Kepala daerah perlu melakukan antisipasi kesiapan agar tatap muka tidak menjadi klaster baru dalam pendidikan,” terang Mendagri.

Turut hadir pada pengumuman ini, Menag Fachrul Razi. “Kemenag telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung PJJ secara daring. Meskipun demikan, pembelajaran tatap muka masih lebih efektif karena adanya ketimpangan kualitas sarana dan prasarana pendukung,” jelas Menag.

Pada kesempatan yang sama, Menkes Terawan Agus Putranto menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan akan meningkatkan peranan Puskesmas dalam menerapkan protokol kesehatan dan mendukung kesiapan sekolah dalam memulai pembelajaran tatap muka. 

“Pemda diharapkan dapat membuat keputusan tepat dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan anak, guru, orang tua, dan masyarakat,” tegas Menkes.

Pertimbangan Kepala Daerah Beri Izin Pembelajaran Tatap Muka
Faktor-faktor yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam pemberian izin pembelajaran tatap muka antara lain tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai daftar periksa. Selanjutnya, akses terhadap sumber belajar/kemudahan belajar dari rumah, dan kondisi psikososial peserta didik.

Pertimbangan berikutnya adalah kebutuhan fasilitas layanan pendidikan bagi anak yang orang tua/walinya bekerja di luar rumah, ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan, tempat tinggal warga satuan pendidikan, mobilitas warga antar kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa, serta kondisi geografis daerah.

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan tetap hanya diperbolehkan untuk satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan. Selanjutnya, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun).

Daftar periksa berikutnya adalah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid yang tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri. Terakhir, mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali.

Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat terdiri dari kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.

Sementara itu, jumlah siswa dalam kelas pada jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) maksimal 5 peserta didik per kelas dari standar awal 5-8 peserta didik per kelas. Pendidikan dasar dan pendidikan menengah maksimal 18 peserta didik dari standar awal 28-36 peserta didik/kelas. Pada jenjang PAUD maksimal 5 peserta didik dari standar awal 15 peserta didik/kelas. 

Penerapan jadwal pembelajaran, jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran rombongan belajar ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan. 

Perilaku wajib yang harus diterapkan di satuan pendidikan harus menjadi perhatian, seperti menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan, menjaga jarak dan tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika batuk/bersin.

Selanjutnya, kondisi medis warga sekolah sehat dan jika mengidap komorbid harus dalam kondisi terkontrol, tidak memiliki gejala Covid-19 termasuk pada orang yang serumah dengan peserta didik dan pendidik. Kantin di satuan pendidikan pada masa transisi dua bulan pertama tidak diperbolehkan buka. Setelah masa transisi selesai, kantin diperbolehkan beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler pada masa transisi dua bulan pertama tidak boleh dilakukan. Setelah masa transisi selesai, kegiatan boleh dilakukan, kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan penerapan jarak minimal 1,5 meter seperti basket, voli, dan sebagainya. 

Kegiatan selain pembelajaran tidak boleh dilakukan pada masa transisi dua bulan pertama, setelah itu diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sementara itu, pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan boleh dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Mendikbud berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian/lembaga menetapkan kebijakan yang berfokus pada daerah. 

Kemudian, Satgas Penanganan Covid-19 di daerah memastikan risiko penyebaran Covid-19 terkendali, dan masyarakat sipil dapat bersama-sama mendukung pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.

Pemerintah daerah dapat menentukan kebijakan pembelajaran sesuai kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerah, kemudian mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka. 

Dinas Pendidikan dapat memastikan pemenuhan daftar periksa dan protokol kesehatan di satuan pendidikan, Dinas Kesehatan dapat memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan daerah, dan Dinas Perhubungan dapat memastikan ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan.

Sementara itu, satuan pendidikan mempersiapkan kebutuhan protokol kesehatan dan memfasilitasi pembelajaran, dan guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, serta orang tua/wali diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar. 

“Mari kita bekerja sama untuk memastikan anak dapat terus belajar dengan sehat dan selamat,” tutup Mendikbud.


Tautan YouTube pelaksanaan acara https://youtu.be/chDr3xLt47s



Allahu a'lam...

BACA JUGA:
Bagikan:

Ini Isi Surat Keputusan Bersama Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran 2021

(Sumber gambar: gtk.kemdikbud.go.id)

Pemerintah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Dalam SKB tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya. 

Pemberian kewenangan penuh dalam menentukan izin pembelajaran tatap muka tersebut berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, di bulan Januari 2021.

Penyesuaian kebijakan ini diambil sesuai hasil evaluasi yang dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait serta masukan dari para kepala daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan yang menyatakan bahwa walaupun pembelajaran jarak jauh sudah terlaksana dengan baik, tetapi terlalu lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka akan berdampak negatif bagi anak didik. 

Kendala tumbuh kembang anak serta tekanan psikososial dan kekerasan terhadap anak yang tidak terdeteksi juga turut menjadi pertimbangan.


Surat Keputusan Bersama Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran selengkapnya dapat diunduh DI SINI.



Allahu a'lam...

BACA JUGA:

Bagikan:

Ternyata Begini Silaturahim yang Baik dan Benar


Islam adalah agama yang indah dan paripurna yang mengajarkan seluruh aspek 
kehidupan manusia. Islam mengajarkan adab dan akhlak yang tinggi, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, menjaga keharmonisan hubungan keluarga dan menghilangkan hal-hal yang dapat merusak hubungan persaudaraan.

Islam sangat menganjurkan silaturahim. Bahkan, silaturahim merupakan inti dari ajaran Islam, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Amr bin ‘Abasah as-Sulami berkata, “Aku berkata, “Dengan apa Allah mengutusmu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah mengutusku dengan silaturrahim, menghancurkan berhala dan agar Allah ditauhidkan, Dia tidak disekutukan dengan sesuatupun.” (HR. Muslim no. 1927)

Makna Silaturahim
Silaturahim berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah adalah bentuk mashdar dari kata washola-yashilu yang berarti ‘sampai, menyambung’. ar-Raghib al-Asfahani berkata, “yaitu menyatunya beberapa hal, sebagian dengan yang lain.” (al-Mufradat fi Gharibil Qur-an, hal. 525)

Adapun kata ar-rahim, Ibnu Manzhur rahimahullah berkata, “adalah hubungan kekerabatan, yang asalnya adalah tempat tumbuhnya janin di dalam perut.” (Lisanul ‘Arab)

Jadi, silaturrahim artinya adalah ‘menyambung tali persaudaraan kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab’.

Hukum Dan Tingkatan Silaturahim
Al-Qadhi ‘Iyad rahimahullah berkata, “Tidak ada perbedaan pendapat, bahwasanya hukum silaturahim adalah wajib (secara umum) dan memutus silaturahim adalah dosa besar. 

Namun, menyambung silaturahim mempunyai beberapa tingkatan dan yang paling rendah adalah menyambung kembali hubungan yang telah putus dengan berbicara atau hanya sekedar mengucapkan salam, supaya tidak masuk ke dalam pemutusan hubungan kerabat. Dan itu berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan, ada yang wajib dan ada yang sunnah. 

Jika seseorang menyambung sebagian hubungan kerabat tapi tidak sampai seluruhnya, maka dia tidak bisa dikatakan memutus hubungan kerabat. Tetapi, jika kurang dari kewajaran yang semestinya dari silaturahim, maka belum bisa seseorang disebut menyambung.”

Silaturahim Dalam Al-Qur’an Dan As-Sunnah
Allah ta’ala menganjurkan hamba-Nya untuk saling menyambung silaturahim dalam kitab-Nya, begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits, diantaranya ialah firman Allah,

“Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim” (QS. An-Nisa': 1)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia! Ucapkanlah salam, sambunglah silaturrahim, berikanlah makan dan shalatlah di malam hari tatkala manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR. at-Tirmidzi No. 2485 dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah III/155)

Keutamaan Silaturahim
Islam adalah agama yang indah nan sempurna. Tidaklah Islam memerintahkan sesuatu, kecuali pasti ada kebaikan dan keutamaan yang akan didapatkan pelakunya, sebagaimana silaturahim ini. Diantara keutamaan silaturahim ialah:

1. Merupakan Sebagian dari Konsekuensi Iman dan Tanda-tandanya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim.” (HR. Al-Bukhari no. 5787)

2. Mendapatkan Keberkahan Umur dan Rizeki
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim.” (HR. al-Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557)

3. Salah Satu Penyebab Utama Masuk Surga dan Jauh dari Neraka
Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkan aku dari Neraka.” 

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menyambung tali silaturahim.” (HR. al-Bukhari no. 1396 dan Muslim no. 13)

4. Merupakan Amalan yang Paling Dicintai Allah dan Paling Utama 
Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah.” Dia bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Kemudian menyambung silaturahim.” (Shahih at-Targib wa at-Tarhib no. 2522)

Bentuk-Bentuk Bersilaturahim
Silaturahim merupakan ibadah yang agung, mudah dan membawa berkah. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan silaturahim, diantaranya dengan berziarah, memberi hadiah, memberi nafkah, berlaku lemah-lembut, bermuka manis (senyum), memuliakannya dan semua yang manusia itu menganggapnya silaturahim.

Silaturrahim Bukan Hanya Dengan Membalas Budi
Banyak orang yang mengakrabi saudaranya setelah saudaranya mengakrabinya, mengunjungi saudaranya setelah saudaranya mengunjunginya, memberikan hadiah setelah ia diberi hadiah dan seterusnya. Dia hanya membalas kebaikan saudaranya.

Sedangkan kepada saudara yang tidak mengunjunginya -misalnya-, dia tidak mau berkunjung. Ini belum dikatakan menyambung tali silaturrahim yang sebenarnya.

Yang disebut menyambung tali silaturrahim sebenarnya adalah orang yang menyambung kembali terhadap orang yang telah memutuskan hubungan kekerabatannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, “Bukanlah penyambung orang yang hanya membalas. Tetapi penyambung adalah orang yang apabila diputuskan hubungan, dia menyambungnya.” (HR. al-Bukhari no. 5991)

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Peniadaan sambungan tidak pasti menunjukkan adanya pemutusan. Karena, mereka ada tiga tingkatan: Orang yang menyambung, Orang yang membalas, dan Orang yang memutuskan.

Orang yang menyambung adalah orang yang melakukan hal yang lebih dan tidak diungguli oleh orang lain. 

Orang yang membalas adalah orang yang tidak menambahi pemberian lebih dari apa yang dia dapatkan. 

Sedangkan orang yang memutuskan adalah orang yang diberi dan tidak memberi. Sebagaimana terjadi pembalasan dari kedua pihak, maka siapa yang mengawali berarti dialah yang menyambung. Jikalau ia dibalas, maka orang yang membalas dinamakan mukafi` (pembalas).” (Fathul Bari 10/427)

Jika Kerabat Non Muslim
Allah ta’ala berfirman: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. al-Mumtahanah: 8)

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Artinya, Allah tidak melarang kalian dari kebaikan, silaturahim dan membalas kebaikan, serta berlaku adil terhadap kerabat kalian dari kalangan kaum musyrikin atau yang lain. 

Hal ini bila mereka tidak mengobarkan peperangan dalam agama terhadap kalian, tidak mengusir kalian dari rumah-rumah kalian. Maka, tidak mengapa kalian berhubungan baik dengan mereka dalam keadaan seperti ini, tidak ada kekhawatiran dan kerusakan padanya.”

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat ini dengan membawakan hadits dari Asma' bintu Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma, dia mengatakan, “Ibuku datang dalam keadaan masih musyrik, di waktu perjanjian damai yang disepakati orang Quraisy. Maka, aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, ibuku datang dan ia ingin berbuat baik. Bolehkah aku berbuat baik kepadanya?’ Rasulullah berkata, ‘Ya, berbuat baiklah kepada ibumu’.” (HR. Al-Bukhari no. 5978 & Muslim no. 2322)

Silaturahim Tatkala Hari Raya
Silaturahim adalah ibadah yang tidak ada kaitannya dengan waktu (Ramadhan, Hari Raya, atau yang lainnya), tidak ada dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang menjelaskan tentang anjuran untuk ber-silaturahim khusus pada Hari Raya. 

Akan tetapi, perintah untuk bersilaturahim bersifat umum, yang bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Berbeda halnya, jika silaturahim itu dilakukan pada saat Hari Raya, misalnya, karena memang tidak ada lagi kesempatan lain untuk bisa bertemu, kecuali pada saat Hari Raya, maka yang demikian ini tidak mengapa. 

Namun, jika hal ini dianggap suatu kemestian dan diyakini sebagai adat-istiadat yang berkaitan dengan ajaran islam, atau merupakan rangkaian ibadah yang harus dilakukan pada Hari Raya, atau menyakini, bahwa hal tersebut lebih utama apabila dilakukan pada Hari Raya, maka ini tidak benar, karena Islam tidak mensyariatkan hal tersebut.

Ancaman Bagi Pemutus Silaturahim
1. Tidak Akan Masuk Surga
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah masuk surga orang yang memutus tali silaturrahim.” (HR. al-Bukhari no. 5984)

2. Mendapat Siksaan di Dunia dan di Akhirat
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada dosa yang lebih cepat siksaannya di dunia bagi pelakunya, serta diperlambat siksaannya di akhirat kelak dari pada orang yang zhalim dan memutus hubungan silaturahim.” (ash-Shahihah no. 917)

Faktor Penyebab Putusnya Silaturahim
Di antara penyebabnya adalah: kebodohan, minimnya agama, cinta dunia dan menyibukkan diri dengannya, dzalim dan jahat terhadap kerabat, dan adanya problematika rumah tangga. (Dinukil dari kitab Tabshiratul Anam bil huquqi fil Islam hal. 131-132)

Adab-Adab Silaturahim
Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab Mausuu’atul Aadaab al-Islamiyah merinci adab-adab silaturahim yang sesuai dengan tuntunan Al-quran dan Sunah. Berikut adalah adab bersilaturahim:

1. Niat yang baik dan ikhlas
"Allah tidak akan menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas. Maka wajib bagi siapapun mengikhlaskan niatnya kepada Allah SWT dalam menyambung tali silaturahim. Janganlah, seseorang bersilaturahim dengan tujuan riya," ungkap Syekh Sayyid Nada.

2. Mengharap pahala
Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya seorang muslim bersilaturahim untuk mengharapkan dan mengejar pahala, sebagaimana yang telah Allah janjikan. Untuk itu, hendaknya seseorang yang bersilaturahim menunggu balasan yang setimpal dari manusia.

3. Memulai silaturahim dari orang yang terdekat
“Semakin dekat hubungan rahim, maka semakin wajib menyambungnya,’’ ungkap Syekh Sayyid Nada. Perkara ini, kata beliau, perlu diperhatikan setiap muslim dalam menyambung tali silaturahim.

4. Mendahulukan silaturahim dengan orang yang paling bertakwa kepada Allah SWT
Semakin bertakwa seorang karib kerabat kepada Allah SWT maka semakin besar pula haknya untuk didatangi. Dan semakin bertambah pahala bersilaturahim dengannya. Meski begitu, kata Syekh Sayyid nada, silaturahim juga dianjurkan kepada karib kerabat yang non muslim dan tidak saleh, dengan tujuan untuk mengajak pada jalan kebenaran.

5. Memulai silaturahim dengan bersedekah dan berbuat baik kepada kerabat yang membutuhkan
Nabi SAW bersabda, ‘’Sebaik-baiknya sedekah adalah sedekah yang diberikan kepada karib kerabat yang benci.’’ (HR Al-Hakim).

6. Menumbuhkan rasa gembira pada karib kerabat ketika bersilaturahim
Menurut Syekh Sayyid Nada, sebisa mungkin hendaknya seseorang saling mengunjungi satu sama lain, terutama pada hari Id dan pada saat-saat tertentu.

Demikianlah penjelasan terkait silaturahim yang baik dan benar. Semoga kita mampu mengamalkannya dengan baik pula. Allahu a'lam...

Bagikan: