"Menyebarluaskan Pengetahuan..."

PENDIDIKAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pendidikan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KELUARGA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema keluarga. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PEMUDA

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pemuda. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

KEPEMIMPINAN

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema kepemimpinan. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRIBADI ISLAMI

Berbagai tulisan GiatEdukasi.com dengan tema pribadi Islami. Silakan kunjungi dan simak setiap tulisan kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

PRAMUKA

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dengan tema Pramuka. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

VIDEO

Berbagai unggahan GiatEdukasi.com dalam bentuk video. Silakan kunjungi dan simak setiap video kami. Dapatkan khasanah pengetahuan bermakna untuk hidup Anda.

Makna "TERPADU" pada Sekolah Islam Terpadu (SIT)















Sekolah Islam Terpadu pada hakekatnya adalah 
sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan Al-Qur’an dan As Sunnah.

Dalam aplikasinya sekolah Islam Terpadu diartikan sebagai sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi suatu jalinan kurikulum.

Sekolah islam terpadu juga menekankan keterpaduan dalam metode pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif dan konatif atau Psikomotorik.

Sekolah Islam Terpadu juga memadukan pendidikan aqliyah, ruhiyah dan jasadiyah.

Dalam penyelenggaraannya memadukan keterlibatan dan partisipasi aktif lingkungan belajar yaitu sekolah, rumah dan masyarakat. 

Dengan sejumlah pengertian di atas dapatlah ditarik suatu pengertian umum yang komprehensif bahwa sekolah Islam Terpadu adalah sekolah Islam yang diselenggarakan dengan memadukan secara integratif nilai dan ajaran Islam dalam bangunan kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang efektif dan pelibatan yang optimal dan kooperatif antara guru dan orang tua, serta masyarakat untuk membina karakter dan kompetisi murid.

Bagikan:

Pengertian Sekolah Islam Terpadu (SIT)










Sekolah Islam Terpadu pada hakekatnya adalah sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan AlQur’an dan As Sunnah.

Konsep operasional SIT merupakan akumulasi dari proses pembudayaan, pewarisan dan pengembangan ajaran agama Islam, budaya dan peradaban Islam dari generasi ke generasi.

Istilah “Terpadu” dalam SIT dimaksudkan sebagai penguat (taukid) dari Islam itu sendiri. Maksudnya adalah Islam yang utuh menyeluruh, Integral, bukan parsialsyumuliah bukan juz’iyah.

Hal ini menjadi semangat utama dalam gerak da’wah dibidang pendidikan ini sebagai “perlawanan” terhadap pemahaman sekuler, dikotomi, juz’iyah.

Dalam aplikasinya SIT diartikan sebagai sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraan dengan 
memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum.

Dengan pendekatan ini, semua mata pelajaran dan semua kegiatan sekolah tidak lepas dari bingkai ajaran dan pesan nilai Islam.

Tidak ada dikotomi, tidak ada keterpisahan, tidak ada “sekularisasi” dimana pelajaran dan semua bahasan lepas dari nilai dan ajaran Islam, ataupun “sakralisasi” dimana Islam diajarkan terlepas dari konteks kemaslahatan kehidupan masa kini dan masa depan.

Pelajaran umum, seperti matematika, IPA, IPS, bahasa, jasmani/kesehatan, keterampilan dibingkai dengan pijakan, pedoman dan panduan Islam. Sementara dipelajaran agama, kurikulum diperkaya dengan pendekatan konteks kekinian dan kemanfaatan, dan kemaslahatan.
SIT juga menekankan keterpaduan dalam metode pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif dan konotif/psikomotorik.

Implikasi dari keterpaduan ini menuntut pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kaya, variatif dan menggunakan media serta sumber belajar yang luas dan luwes.

Metode pembelajaran menekankan penggunaan dan pendekatan yang memicu dan memacu optimalisasi pemberdayaan otak kiri dan otak kanan. Dengan pengertian ini, seharusnya pembelajaran di SIT dilaksanakan dengan pendekatan berbasis (a)
 problem solving yang melatih peserta didik berfikir kritis, sistematis, logis dan solutif (b) berbasis kreativitas yang melatih peserta didik untuk berfikir orsinal, luwes (fleksibel) dan imajinatif.

Keterampilan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan penuh maslahat bagi diri dan lingkungannya.
SIT juga memadukan pendidikan aqliyah, ruhiyah, dan jasadiyah.

Artinya, SIT berupaya mendidik peserta didik menjadi anak yang berkembang kemampuan akal dan intelektualnya, meningkat kualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, terbina akhlak mulia, dan juga memiliki kesehatan, kebugaran dan keterampilan dalam kehidupannya sehari – hari.
SIT memadukan keterlibatan dan partisipasi aktif lingkungan belajar yaitu: sekolah, rumah dan masyarakat.

SIT berupaya untuk mengoptimalkan dan sinkronisasi peran guru, orang tua dan masyarakat dalam proses pengelolaan sekolah dan pembelajaran sehingga terjadi sinergi yang konstruktif dalam membangun kompetensi dan karakter peserta didik.

Orang tua dilibatkan secara aktif untuk memperkaya dan memberi perhatian yang memadai dalam proses pendidikan putra – putri mereka. Sementara itu, kegiatan kunjungan ataupun interaksi keluar sekolah merupakan upaya untuk mendekatkan peserta didik terhadap dunia nyata yang ada ditengah masyarakat.
Dengan sejumlah pengertian diatas, dapatlah ditarik suatu pengertian umum yang komprehensif bahwa SIT adalah Sekolah Islam yang diselenggarakan dengan memadukan secara Integratif nilai dan ajaran Islam dalam bangunan kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang efektif dan pelibatan yang optimal dan koperatif antara guru dan orangtua, serta masyarakat untuk membina karakter dan kompetensi peserta didik.
Demikian pengertian Sekolah Islam Terpadu menurut Kebijakan Standar Konsep Jaringan Sekolah  Islam Terpadu (JSIT).

Hal ini kami paparkan agar orang tua mengetahui sejak awal konsep yang kami terapkan, dan mempersiapkan diri dan siswa dengan konsekwensi-konsekwensi yang ada.

Misalkan nantinya siswa diwajibkan menambah hafalan Al Quran, mengikuti mukhoyam/perkemahan, mabit, atau kegiatan sekolah lain.  

Ataupun juga konsekwensi bagi orang tua, yang tidak melepas kewajiban secara mutlak pendidikan kepada sekolah, akan tetapi merupakan keterpaduan dan kerjasama yang saling membangun dalam mendidik putra/putrinya.

Bagikan:

Hakikat Pendidikan















Ajaran agama Islam sangat luas dan komprehensif serta saling terkait satu dengan yang lain. Perspektif Islam tentang pendidikan tidak dapat dilepaskan dari hakikat dan tujuan penciptaan manusia.

Islam menegaskan bahwa, misi penciptaan manusia adalah untuk dan dalam rangka menunaikan misinya yang suci (risalatul insan), yakni menunaikan amanah ke-khalifah-an  di atas muka bumi.

Menunaikan ke-khalifah-an berarti memimpin, mengelola, dan memelihara hidup serta kehidupan untuk mendapatkan tujuan kedamaian, keharmonisan, kesejahteraan yang merupakan wujud dari kasih sayang Allah SWT (Rahmatan Lil ‘Alamin).

Allah SWT dengan tegas menyatakan misi kerisalahan manusia ini dalam Al Quran, Surah Al Baqarah: 30
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Dengan demikian, pendidikan dalam pandangan Islam adalah sebagai upaya yang dilakukan untuk mempersiapkan manusia agar memiliki kesadaran, kemampuan, dan tanggung jawab untuk menjalankan misi ke-khalifah-an tersebut.

Hakikat pendidikan dalam pandangan Islam bertujuan mengembangkan seluruh potensi baik (fitrah) anak manusia agar mereka mampu memakmurkan kehidupan dalam tatanan hidup bersama dengan aman, damai, dan sejahtera.

Dalam kongres Pendidikan Islam se dunia ke-2, tentang pendidikan Islam, yaitu:
Tujuan Pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa, akal pikiran (intelektual), diri manusia yang rasional, dan perasaan indera. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik: aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah, bahasa, baik secara individual maupun kolektif, dan mendorong semua aspek tersebut berkembang ke arah kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan muslim terletak pada perwujudan kedudukan yang sempurna kepada Allah, baik secara pribadi, komunitas, maupun seluruh umat manusia.

Bagikan:

Festival Kuliner Khas Nusantara Kelas 3










SINGOSARI- Festival Kuliner Khas Nusantara Kelas 3. Begitulah kami menamainya. Kegiatan ini kami adakan di lobby lantai 2 SDIT Robbani Singosari.

Festival ini terselenggara pada hari Jumat (17/01/2020) pukul 07.30-12.30 pada jam kegiatan pembelajaran tematik.

Kegiatan ini sebagai bentuk aplikasi atau penerapan dari metode pembelajaran tematik di jenjang kelas 3 SDIT Robbani Singosari.

Festival ini melibatkan semua siswa kelas 3 yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 anak.

Masing-masih kelompok telah ditentukan oleh guru tematik di jenjang kelas 3. Penentuan nama kelompok berdasarkan nama daerah di Indonesia.

Setiap kelompok harus membawa makanan dan atau minuman khas daerah yang telah ditentukan tersebut.

Jumlah makanan dan atau minuman tersebut maksimal berjumlah 15 biji dengan harga jual maksimal Rp 3.000 per biji.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Festival Kuliner Nusantara Kelas 3 SDIT Robbani Singosari:

































Bagikan:

SDIT Robbani Juara 1 Olimpiade Matematika


Kemampuan dan penguasaan sains pelajar SD Kabupaten Malang diuji dalam seleksi Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kamis (12/3). Butuh kerja keras bagi peserta KSN SD kabupaten Malang ini untuk bisa memecahkan soal-soal standar olimpiade ini.

Setidaknya 50 butir soal harus dipecahkan peserta KSN SD tingkat Kabupaten Malang ini. Yakni, terdiri 20 soal mapel Matematika dan 30 soal mapel IPA. Masing-masing soal harus dipecahkan dalam waktu 60 menit.

"Bobot soal KSN ini memang sangat berat dan kompleks, dan biasa dikeluarkan pada olimpiade. Materi soal tidak seperti yang ada dalam materi tematik yang biasa dihadapi siswa di kelas. Hasil tes soal IPA lebih bagus, sementara Matematika masih sangat rendah," demikian Kepala Bidang Pendidikan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono, Kamis (12/3) sore.

Menurutnya, hasil kompetisi yang didapatkan peserta ini bisa dimaklumi. Terlebih, lanjut Slamet, tidak ada kisi-kisi soal yang sengaja dikeluarkan sebagai bahan belajar siswa.

"Soal langsung dari pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Bahkan, kunci jawaban soal KSN baru kami terima saat kompetisi berlangsung. Ya, bisa jadi kesukaran soal KSN seperti apa tidak terbayangkan oleh peserta," imbuh Slamet.

Sulitnya soal KSN SD ini juga diakui salah satu peserta, Hisyam Ahmad Abiyyu. Siswa SD Islam Terpadu Singosari ini mengaku hanya bisa mengerjakan 17 soal selama tes. Hisyam Ahmad sendiri tercatat sebagai peserta terbaik juara 1 mapel Matematika.

"Saya kerjakan 17 soal, dan yang terjawab benar hanya 8 soal. Paling sulit soal tentang geometri," kata Hisyam.

Dikatakan, soal sulit standar olimpiade sudah pernah dialami. Dan beruntung, ada banyak soal yang sudah dipelajarinya dalam latihan muncul saat kompetisi.

Dari hasil KSN SD Kabupaten Malang ini, didapati beberapa juara tiap mapel. Untuk mapel Matematika, skor tertinggi diraih Hisyam Ahmad Abiyyu dari SDIT Robbani (juara 1), Lery Ramadhani Prabowo dari SDN 2 Kepanjen (juara 2), dan Dzaki Dhia Ibrahim dari SDN Sempalwadak 5 Bululawang (juara 3).

Sedangkan, skor tertinggi mapel IPA diraih Rasendriya Raka Ardhana dari SDN 1 Kalirejo Lawang (juara 1), disusul Rahmadhani Septyessa dari SDN 1 Senggreng Sumberpucung (juara 2), dan Ridho Farhan Aditya dari SDN 1 Ngajum (juara 3). (amn/malangpostonline.com)






Bagikan:

Pelatihan 5R untuk Guru


SINGOSARI- Budaya 5R menjadi suatu program yang sangat penting bagi setiap individu dan lembaga. 5 R merupakan kepanjangan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. Masing-masing memiliki sasaran dan kata kunci yang berbeda-beda.

SDIT Robbani Singosari menyelenggarakan pelatihan 5R untuk semua guru. Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Malang dan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya. Peserta pelatihan ini selain dari semua guru SDIT Robbani Singosari, juga dari MI Ar-Rahmah Jabung

Pelatihan ini terselenggara selama 3 hari dari hari Kamis-Sabtu (30 Januari – 1 Februari 2020). Dimulai dari pukul 07.30 dan berakhir pukul 16.30 WIB. Pelatihan berlokasi di aula baru lantai 3 SDIT Robbani Singosari.

Dari kegiatan ini diharapkan semua guru memahami budaya 5 R dengan baik sehingga mampu diterapkan pada area kerja pribadi dan lembaga. Pelatihan ini dipandu oleh Coach Yuni dan Coach Zahro dari KPI Surabaya. 

Peserta dibagi menjadi 6 kelompok. Masing-masing kelompok harus membuat nama kelompok dan yel-yel kelompok. Selain itu, kami juga membuat komitmen agar mampu menjalankan 5 R pasca kegiatan pelatihan ini.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Pelatihan 5R untuk Guru:



























Bagikan: